Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandoms:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2024-04-17
Words:
695
Chapters:
1/1
Comments:
2
Kudos:
6
Hits:
96

i said it's raining

Summary:

fiancé hayato dan nijiro yang gagal makan malam di luar rumah.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Lagi asik-asik lihat pemandangan di luar, cowok kecil itu dibuat kaget dengan tangan yang tiba-tiba memeluk perutnya dari belakang,

Nijiro tau siapa itu.

"Dingin banget ih." Tangan kosongnya dia bawa untuk menyentuh tangan Hayato yang masih asik peluk erat perutnya.

"Karena sekarang lagi hujan."

"Aku benci sama hujan lama-lama, gara-gara dia kita gak jadi dinner di luar tadi malem."

"Salah kamu sendiri ngajak pas lagi musim hujan."

"Iya deh aku yang salah." Nijiro ketawa pelan sebelum menyesap teh yang ada di tangan kanannya, kepalanya dia sandarkan di bahu Hayato lalu menolehkan wajahnya untuk mencium pipi Hayato.

"Mau kopi?" Hayato menggelengkan kepalanya

"Teh?" Gelengan kepala lagi, Nijiro mengerutkan alisnya.

"Kamu kenapa?" Tidak ada jawaban dari Hayato, yang ada cowok itu malah mengeratkan pelukannya ke Nijiro dan mencium leher cowok kecil itu.

"Kalo aku bilang aku mau kamu, kamu marah gak?" Nijiro lagi-lagi ketawa, sedikit kegelian juga karena Hayato terus-terusan mencium lehernya.

"Kamu aneh banget pagi ini– biasanya juga langsung nyosor." Hayato lepasin pelukannya dari Nijiro, dia bawa cowok yang lebih muda darinya itu buat berhadapan.

"Hari ini aku udah janji sama diri aku sendiri." Nijiro natapnya bingung,

"Janji apa?"

"Makan malem di luar sama kamu! Gantiin yang semalem gak jadi." belum sempat Nijiro membuka mulut, Hayato sudah melenggang pergi dari hadapannya.

"Kebiasaan deh..." 

Dan, beginilah kondisinya, 

Tidak jadi juga.

Hayato sekarang sudah bad mood, benar-benar bad mood. Padahal tadi dia sudah seneng karena hujan mulai mereda, tapi ternyata deras lagi. 

Gagal kedua kalinya dia mengajak Nijiro dinner di luar.

Frustasi nampaknya karena laki-laki itu sedari tadi hanya diam saja di depan tv yang menyala, mata tak fokus pada tontonannya karena fikirannya lebih mendominasi dirinya.

"Isomura?" yang dipanggil tidak menyaut sama sekali, bahkan Nijiro yang sekarang ada di belakangnya saja dia tidak sadar.

Nijiro menghela nafasnya pelan lalu memeluk hayato dari belakang, baru lah cowok itu sadar dari lamunannya.

"Kamu kagetin aku loh.."

"Salah kamu dipanggil gak nyaut-nyaut!"

"Maaf, gak fokus tadi." Nijiro melepaskan pelukannya lalu  mendudukkan dirinya di atas paha Hayato, wajah cowok itu dia tangkup agar mata mereka saling bertemu.

"Jelek ih pake muka serius begitu." Hayato terkekeh pelan lalu menautkan kembali kedua alisnya yang membuat keduanya sama-sama ketawa.

"Itu muka aku kalau lagi meeting di kantor loh, aku pernah gak sengaja nguping karyawan yang bilang aku kalo lagi serius tuh aneh banget."

"Karena kamu cocoknya senyum terus, sayang." Nijiro elus pelan pipi Hayato terus kecup bibirnya.

"Mau cerita?"

"Cerita?"

"Iya, kenapa kamu stres banget karena kita dua hari ini gagal dinner di luar?" Hayato diem sejenak lalu menyandarkan punggungnya pada sofa, tangannya dia lingkarin di pinggang Nijiro dan bawa badan cowok kecil itu agar lebih dekat dengannya.

"Sebenernya biasa aja sih.. aku cuma– kangen habisin waktu sama kamu, dulu kan kita selalu dinner di luar. Karena aku yang makin lama makin sibuk, waktu kita buat habisin waktu bareng juga makin lama ikut makin berkurang." Nijiro tersenyum mendengar keluhan dari Hayato, tangannya dia bawa untuk mengelus lembut surai sang empu.

"Aku reservasi tempat dinner itu hampir dua bulan yang lalu, lama kan? Tapi karena tiba-tiba musim hujan, semuanya jadi batal. hari ini juga aku udah coba kontak restorannya buat pindah hari dan mereka akhirnya setuju, tapi apa? Lagi-lagi batal karena hujan— padahal kita udah rapih begini" Nijiro terkekeh kecil sambil memeluk bahu Hayato, mengistirahatkan kepalanya di dada cowok itu.

"Kalau boleh jujur, aku juga sedikit kesel karena kita gak jadi dinner di luar lagi malem ini. Tapi ngabisin waktu di rumah juga bukan sesuatu yang 'buruk' jadi ya– gapapa kok. begini aja aku udah seneng. Kamu mau dinner? aku bisa masakin buat kamu, kita makan bareng di meja makan atau kalau kamu mau di ruang tamu juga gak masalah buat aku." Wajahnya dia dekatkan ke arah Hayato hingga dahi keduanya saling bertemu.

"Yang penting itu bukan 'di mana' tapi sama 'siapa'." Nijiro bawa bibir keduanya agar saling bertemu, Hayato mengeratkan pelukan di pinggang Nijiro dan membalas ciuman itu, tangan Nijiro kini mengalungi leher cowok yang lebih tua darinya.

Bibir keduanya terpisah, Hayato menatap lawan bicaranya sambil tersenyum lebar,

"Kalau kayak gini 'makanan' yang aku mau bukan masakan kamu, tapi 'kamu'." Nijiro ketawa dengarnya, dia cium pelipis Hayato sambil berbisik,

"Bawa aku ke kamar kalau gitu."

Notes:

mencari teman ship hayaniji 😔🫵🏼