Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2024-04-23
Words:
537
Chapters:
1/1
Kudos:
11
Hits:
109

Kamu Saja Sudah Cukup

Summary:

Ulang tahun Yanqing.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Sejak usia 6 tahun, setiap malam Yanqing akan pergi ke kamar jenderal. Yanqing mengenakan piyama biru motif burung layang dan memeluk boneka singa yang mirip dengan Mimi. Yanqing akan mengetuk kamar jenderal dan memohon dengan manis untuk tidur bersama. Jenderal akan membuka pintu dan tersenyum hangat sembari menggendong Yanqing ke tempat tidur. Yanqing akan berbaring dengan patuh, membiarkan jenderal melebarkan selimut untuk Yanqing. Terkadang jenderal iseng menggelitik kaki Yanqing. Yanqing akan terkikik dan menendang, memohon jendral untuk berhenti. Setelah mematikan lampu, mereka berbaring bersama. Yanqing yang tertidur tanpa sadar berguling dan meringkuk di dada jenderal. Jenderal hanya menghela napas penuh sayang dan memeluk Yanqing. Esok pagi, Yanqing akan bangun dengan pipi merah dan kabur dari kamar jenderal seolah tidak terjadi apapun.

---

Hari ini, jenderal mengadakan perayaan ulang tahun Yanqing yang ke-14 di rumah jenderal. Banyak hadirin yang mengucapkan selamat ulang tahun dan memberi hadiah pada Yanqing. Yanqing menerima dengan senyum manis dan mengucapkan terima kasih. Hadirin yang gemas dengan kemanisan Yanqing akan menyelipkan uang tambahan ke tangan Yanqing.

Malam tiba. Suasana yang meriah telah mereda, menyisakan pekerja yang sibuk bersih-bersih. Yanqing pamit undur diri dan pergi menuju kamarnya.

Hari ini menyenangkan. Yanqing menyaksikan jenderal menelan bidak catur. Yanqing panik dan memukul punggung jenderal untuk memuntahkan bidak catur. Ternyata, bidak catur itu berada di saku Yanqing. Mata Yanqing berbinar keheranan. Jenderal hanya tersenyum seperti kucing.

Yanqing tersenyum riang sembari mengganti baju-nya menjadi piyama biru motif burung layang. Meraih boneka Mimi, Yanqing menuju kamar jenderal. Terdengar suara obrolan dari kamar jenderal. Yanqing mengintip melalui celah pintu yang terbuka.

Seorang wanita cantik sedang duduk di tempat tidur. "Tuan Yanqing hari ini sangat tampan dan manis, dia pasti akan menjadi anak yang baik dan berbakat."

Jenderal juga duduk di tempat tidur. "Benar. Sekarang dia sudah baik dan berbakat."

Wanita itu tersenyum dan mendekati jenderal. "Dia membutuhkan sesosok ibu. Mata-nya menyimpan kerinduan itu."

Jenderal termenung.

Yanqing yang dari tadi menyaksikan percakapan itu menggertakkan gigi. Siapa wanita itu? Mengapa dia bisa dekat dengan jenderal? Pikiran Yanqing berkecamuk dan Yanqing mengetuk pintu. "Jenderal, bolehkah Yanqing tidur bersama jenderal?"

Wanita cantik itu terkejut. Jenderal tersadar dari lamunannya. "Boleh. Sudah pakai kaus kaki? Hati-hati kedinginan, nanti kamu menggigil seperti ubur-ubur." Jenderal menyaksikan Yanqing memasuki kamar sembari bercanda.

"Sudah, jenderal!" Yanqing tersenyum manis.

Wanita cantik itu menyaksikan interaksi mereka dengan gugup. Yanqing tersenyum pada wanita itu. "Yanqing tidak butuh ibu. Jenderal saja sudah cukup."

Wanita itu segera bangkit dan keluar dari kamar. "Saya pamit undur diri..." Gumam wanita itu.

Jenderal menyaksikan kepergian wanita itu. Yanqing menarik lengan baju jenderal. "Jenderal, ayo tidur." Jenderal menghela napas dan melebarkan selimut. Yanqing berbaring dan memeluk lengan jenderal.

"Apakah... jenderal ingin menikah?“ Gumam Yanqing.

Jenderal menatap Yanqing, lalu tertawa dan membelai kepala Yanqing. "Untuk sekarang tidak."

"A-apakah jenderal punya seseorang yang disukai?" Yanqing bertanya dengan gugup.

Jenderal tersenyum nakal. "Ada."

Yanqing segera bangkit dari tempat tidur, tetapi lengan jenderal segera memeluk, menahan Yanqing untuk tetap berbaring. Senyuman jenderal semakin melebar. "Dia baik, cantik, manis, berbakat, dan suka membuat dompet jenderal mengempis."

Yanqing melotot. "Siapa yang berani membuat jenderal miskin!? Yanqing akan memberi orang itu pelajaran!"

Jenderal tersenyum misterius. "Dia asik bermain pedang."

Yanqing kebingungan, menatap jenderal dengan polos. Jenderal tertawa terbahak-bahak dan memeluk Yanqing. "Untuk sekarang, Yanqing saja sudah cukup."

 

-fin

Notes:

My child bride Yanqing agenda.