Work Text:
desember, 2013.
donghyuck kecil mengintip dari celah pintu ruangan training—memperhatikan teman? rival? yang masih asik mempelajari step dance yang baru saja diajarkan oleh pelatih mereka siang tadi.
donghyuck melihat jam tangan yang terlihat besar di lingkar pergelangannya, memperhatikan lamat-lamat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
seharusnya aku udah tidur di kasur! rengek donghyuck dalam hatinya, sedikit menyesal tidak ikut pulang dengan jeno dari jam delapan malam tadi—jiwa tidak mau kalah terhadap trainee yang baru saja mendapatkan best trainee award mengalahkan dirinya.
lunglai, donghyuck mendorong pelan pintu ruang latihan itu. membuat mark, sang tokoh utama yang sedari tadi diperhatikan oleh donghyuck, menghentikan gerakannya.
“oh? kenapa kau belum balik?” tanyanya, sedikit aneh dengan bahasa korea yang terlalu baku dan aksen kanada yang masih kental di pengucapan katanya.
“bahasa koreamu aneh banget deh, lee makeu!” ucap donghyuck sambil memposisikan dirinya di samping mark, mengabaikan detak jantungnya yang berdebar cepat ketika di tatap oleh mark.
huh? kayaknya aku mau sakit, pikir donghyuck kala itu.
˚ʚ♡ɞ˚
agustus, 2014.
semenjak dirinya dikenalkan ke publik sebagai salah satu anggota sm rookies, donghyuck semakin sering dipasangkan oleh mark. entah dalam weekly evaluation ataupun dalam menghadiri variety show seniornya.
seperti saat ini.
entah weekly evaluation yang keberapa yang telah dijalani oleh donghyuck dan mark. donghyuck ingat saat dirinya menyadari bahwa perasaan aneh yang ia alami tiap saat melihat mark selalu mendapatkan pujian bukanlah sebuah perasaan iri.
melainkan kekaguman.
donghyuck ingin seperti mark. donghyuck ingin bisa menyamakan tempo latihannya dengan mark. donghyuck ingin dekat dengan mark.
makanya, dengan kedua tangan di depan dada—usahanya agar detak jantungnya tidak terdengar oleh mark, saat itu donghyuck bertanya dengan lantang kepada mark, “besok pasangan sama aku ya saat weekly eval!”
saat itu mark yang sedang terduduk di lantai menatap donghyuck lama melalui kacamata berbingkai tebalnya. membuat donghyuck sampai berkeringat.
“oke, tapi panggil aku hyung dulu!” ujar mark pada akhirnya.
alis donghyuck berkedut, namun ketika kedua matanya memandang senyum yang tercetak di wajah mark, akhirnya ia mengangguk setuju.
“oke mark hyung,”
˚ʚ♡ɞ˚
desember, 2014.
seperti harapan donghyuck, kini dirinya semakin dekat dengan mark hingga beberapa hyungnya menyadarinya.
“kamu jangan godain mark terus lah hyuck,” ujar doyoung, pada suatu hari ketika tidak sengaja melihat keduanya sedang berkejaran di lorong.
“tidak kok! ya kan mark hyung?” mark, yang terengah-engah menghindari pelukan donghyuck, mengangguk pelan.
doyoung memperhatikan keduanya, sebelum menyuruh mereka kembali ke ruang latihan.
dengan semangat—dan mengambil kesempatan yang ada, donghyuck langsung menggamit lengan mark dan menyeretnya menjauh dari doyoung.
“hyung! kok tiduran sih? masih jam segini loh?” tegur donghyuck ketika melihat mark yang terbaring di ruang latihan.
jam segini bagi mark dan donghyuck yaitu pukul sebelas malam. yang artinya hanya mereka berdualah yang masih rajin latihan di malam sebelum natal ini.
mark mengabaikan donghyuck. matanya memejam, menahan air matanya yang ingin keluar.
he misses his family. he misses his mom’s cooking.
celotehan donghyuck sebenarnya membuat perasaan kesepian di hatinya berkurang. entah kenapa, tahun ini melewati natal tanpa keluarganya terasa lebih ringan.
“mark hyung!”
mata mark masih terpejam. namun dirinya sadar suara donghyuck semakin keras.
huh?
donghyuck menatap wajah mark yang terlihat tenang saat memejamkan matanya. rasa ingin menggoda lelaki itu langsung hilang dan berganti dengan debaran aneh yang setelah sekian lama muncul lagi.
donghyuck mengernyitkan alisnya.
sehari-hari menghabiskan waktu dengan mark, baru kali ini temannya itu terlihat menarik.
entah karena kebiasaan dengan teman-teman sekolahnya atau karena dirinya kerasukan, donghyuck mendekatkan wajahnya ke mark dan,
cup!
kedua mata mark langsung terbuka. lebar.
pun dengan donghyuck.
anak laki-laki itu terjatuh saat mark tiba-tiba terduduk, kedua bibir yang tadi donghyuck kecup terbuka lebar.
“what?” mark menatap kaget donghyuck yang kini jadi menatap mark takut.
“WHAT DID YOU DO?!” mark berteriak keras, membuat donghyuck memejamkan matanya, tidak paham dengan kalimat mark.
“donghyuck you!” jari telunjuk mark terarah kepadanya. donghyuck dapat merasakan nafas terengah dari mark.
memberanikan diri membuka matanya, donghyuck memandang mark yang masih menatapnya penuh amarah. donghyuck rasanya seperti mau mati. biasanya respon teman-temannya tidak pernah separah ini ketika dia mencium pipi teman-temannya.
tapi tadi bukan di pipi.. pikir donghyuck lagi.
“maaf hyung,” cicit donghyuck pelan.
“kenapa kamu melakukan itu?!” meskipun sudah tidak berteriak, mark masih menatapnya penuh kesal. donghyuck menggeleng pelan, bingung bagaimana menjelaskan kepada mark bahwa dirinya tiba-tiba ingin mencium mark. tanpa sebab, tanpa alasan.
melihat gelengan donghyuck, membuat air mata mark yang sedari tadi ia tahan kembali menggenang di pelupuk matanya. buru-buru anak lelaki itu berdiri, meninggalkan donghyuck yang terduduk termenung menyesali perbuatannya.
mark kesal namun lebih ke sedih.
it was his first kiss. and it was a joke.
from someone he keeps thinking about every night before he sleeps.
˚ʚ♡ɞ˚
september, 2017.
ciuman itu mengubah dinamika mark dan haechan—yang kini sudah debut dan menjadi anggota boygroup nct.
nama haechan masih cukup asing di lidah mark, sesekali dirinya masih memanggil lelaki itu donghyuck di depan kamera.
old habits die hard, they said.
kebiasaan mark yang menghindari skinship dari haechan terbawa di depan kamera.
it’s not like he doesn’t enjoy it. tapi tiap kali haechan terlalu dekat dengannya, kejadian yang hanya mereka berdua tau itu selalu terngiang-ngiang di kepalanya.
it makes his heart hurt.
makanya mark menjaga batasan, melindungi hati kecilnya agar tidak terbawa perasaan tiap kali haechan mengejarnya. memeluknya. berusaha menciumnya.
karena lelaki itu juga melakukan hal yang sama kepada anggota lain.
does it suck? yes. can he do anything about it? nope.
makanya ketika sang manajer menjadikan mereka berdua sebagai roommates, mark seperti menjadi time bomb. siap meledak kapan saja karena harus menempel dengan haechan 24/7.
puncaknya? haechan yang saat itu sudah terlewat letih, menjatuhkan diri di kasur mark seusai schedule. merengek pelan, “hyung ayo aku mau tidur bareng! udah males bangun nih!” mengabaikan mark yang setengah mati mengontrol detak jantungnya.
“bangun hyuck,” perintah mark yang diabaikan oleh haechan.
“donghyuck!” seru mark, kini dengan sedikit nada tinggi yang membuat haechan langsung membuka matanya.
mark memang sering marah kepadanya namun terakhir kali lelaki itu berteriak padanya saat haechan kelepasan mencium mark. hal ini membuatnya malu—dan sedih karena mengingat kembali reaksi mark yang menolaknya.
siapa juga yang tidak sedih ketika orang yang pertama kali kamu taksir menolakmu, kan?
karena perasaan itu, haechan ikutan berteriak. menutupi rasa ingin menangis—meskipun pada akhirnya dirinya menangis hingga doyoung dan jaehyun mendengar pertengkaran keduanya dan melerai mereka.
mark menatap donghyuck yang sedang dipeluk oleh jaehyun.
oh, mark menyadari sesuatu tentang dirinya, i don’t like seeing him crying.
˚ʚ♡ɞ˚
april, 2019.
lagi-lagi, pertengkaran di antara keduanya mengubah dinamika hubungan mark dan haechan.
entah kenapa, mark kini semakin dekat dengan haechan. semakin membiarkan haechan menempel padanya.
mungkin karena dirinya lebih dewasa atau karena dirinya sudah menerima bahwa perasaannya kepada haechan bukan hanya sekedar teman.
is it a crush? mark juga tidak bisa mengiyakan.
ada kalanya mark kesal setengah mati dengan haechan dan tidak ingin berdekatan dengan lelaki itu. ada kalanya mark tidak bisa berhenti menatap haechan yang melemparkan canda bersama dengan johnny.
weird, ucap mark kala itu ketika sedang bersama ten dan dibalas dengan tawa meledek dari pria itu, dude you’re going thru your second puberty!
˚ʚ♡ɞ˚
januari, 2020.
it was mark’s first heart break.
bukan, bukan karena dirinya putus or whatever.
tapi karena haechan yang cedera dan harus absen untuk konser pertama mereka.
perasaan itu kembali muncul. saat dirinya berumur 15 tahun dan merayakan malam natal sendirian. kesepian. dan kekosongan.
it took a lot of effort untuk membujuk anggota lain berbaring di lantai dan membentuk matahari, “sijeuni! karena donghyuck gak ada, kita ngebuat formasi fullsun!”
saat itu johnny meledeknya, “mark lagi mark lagi!” karena hanya johnny lah yang baru tau perasaan mark kepada haechan sudah berubah.
˚ʚ♡ɞ˚
29 april, 2021.
haechan berjalan duluan, meninggalkan mark di belakangnya.
banyak sekali yang berubah semenjak dirinya cedera dan hiatus.
perubahan fisik, stamina hingga hubungan.
“donghyuck-ah,” panggil mark, menyamai langkahnya di samping haechan, “ngapain buru-buru sih?”
“kita ga ada waktu banyak tau mark,” omel haechan.
iya, haechan kini sudah berhubungan dengan mark.
seperti pepatah every cloud has silver lining, kejadian dirinya cedera membuat mark takut kehilangan haechan dan berani menyatakan perasaannya pada musim semi tahun lalu.
tepatnya, april tahun lalu.
“ya ga usah jalan cepet juga kali hyuck!”
“lagian kamu mau beliin aku apa sih mark? kan udah janji ga perlu aneh-aneh buat anniv kita?” omel haechan lagi, namun kini memelankan tempo jalannya.
mark menarik tangan haechan, berbelok ke salah satu toko yang membuat pipi haechan memanas.
“apaan sih? kamu mau ngelamar aku ya?” bisik haechan ketika mereka berdua sudah berada di dalam toko perhiasaan itu.
ibu jari mark mengelus pelan punggung tangan haechan, dalam hati mengamini perkataan sang kekasih, “pilih cincin sana. kemarin aku mau beli duluan tapi takut salah ukuran.”
haechan mengomel, menuduh mark dengan suara pelan agar tidak terdengar dengan pegawai toko tersebut betapa ga ada effort banget sih jadi pacar! dengan kedua pipinya yang semakin memerah.
mark tersenyum senang, tidak sabar menanti musim semi di tahun selanjutnya dengan celotehan haechan.
˚ʚ♡ɞ˚
29 april, 2022.
“kamu inget gak sih taun lalu kita ngerayain anniv ke mall juga?” tanya haechan pada mark yang menenteng beberapa kantong belanjaan milik mereka berdua.
“mau aku bantuin gak?” tanya haechan lagi, yang dihadiahi gelengan kepala mark.
“kamu jadi mampir beli tas gak sayang?”
panggilan di akhir pertanyaan mark membuat haechan menghentikan langkahnya mendadak. dua tahun pacaran dengan mark, baru kali ini mark dengan sadar dan suka rela memanggilnya sayang tanpa niat menggoda.
“kenapa berhenti? kelewatan tokonya?” mark memperhatikan raut wajah haechan dengan bingung. kekasihnya itu hanya menggeleng pelan.
“enggak. ya udah kesitu aja deh!” ujar haechan cepat, menghindari mark agar sang pacar tidak menyadari rona merah di pipinya.
˚ʚ♡ɞ˚
mei 2022.
“i love you, hyuck.” bisik mark, di atas ketinggian 35.000 kaki, menuju pulang ke rumah mereka.
“i love you melt,” lirih haechan pelan, yang sudah setengah tidur.
˚ʚ♡ɞ˚
29 april 2023.
“melt, kalo balik ke apart jangan lupa beliin kimchi dong. mau masak kimchi jiggae nanti malem,” pinta haechan sambil mencuci sayur-sayuran yang sudah ia potong.
“okay hyuck. ada lagi gak? uju masih di apart kita atau udah balik ke rumah kamu? mau aku beliin snack ga buat uju?” jawab mark di seberang telfon.
“meeelt!! stop manjain uju deh! nanti dia kesenengan main di apart kita. ini snack dia juga masih banyak kok,”
mark tertawa pelan, “itung-itung latian hyuck.”
haechan terdiam. lagi-lagi, setelah bertahun-tahun, mark tetap bisa memunculkan rona merah di pipinya.
˚ʚ♡ɞ˚
29 april 2024.
“serem deh jalan malem-malem gini mark,” ucap haechan, menendang kerikil di depannya.
“kan jalan di sekitaran kompleks rumah kamu juga hyuck,” balas mark.
suhu cuaca mulai menghangat. mark memandang bulan yang bersinar cerah di gelapnya langit malam, “liat deh hyuck!” mark menunjuk bulan, “kayak kamu.”
haechan menatap datar kekasihnya itu, “maksud kamu aku bulet kayak bulan?”
mark hanya merotasikan kedua matanya mendengar jawaban haechan. tangannya meraih milik haechan dan menggenggamnya.
menikmati suasana tenang kompleks perumahan elit haechan dan pemandangan indah dari pohon cherry blossom di sekitar kompleks.
kaki mark sesekali menginjak bunga yang sudah berjatuhan, menggerakan tangan mereka mengikuti irama lagu yang ia senandungkan.
“hyuck,”
“hmm?”
“kamu tau gak ini tanggal berapa?”
haechan mendengus geli.
“astaga mark, jadi ini kenapa kamu ngotot mau nganterin aku ke rumah?” tanya haechan menyadari tingkah mark.
ibunya meminta haechan balik ke rumah untuk mengambil side dishes yang bisa di-stock di apartemen mereka berdua. mark, yang sebenarnya masih ada jadwal recording malam ini, ngotot ingin menemani haechan balik.
mark menoleh, menatap haechan yang sudah menatapnya.
it’s been years. and it still feels the same looking at haechan’s eyes. feels like he’s taken to space.
mark melepas genggaman tangannya dan menangkup pipi haechan. mengelusnya pelan dan penuh sayang.
“i love you donghyuck-ah,”
mark menatap haechan, menyadari bahwa,
in the end, they both know they’d still fall in love again.
