Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2024-05-10
Words:
466
Chapters:
1/1
Kudos:
6
Hits:
82

Aku Tidak Memberikan Burungku Secara Gratis

Summary:

"Aku tidak pernah memberikan burung itu secara gratis dan sepertinya kau tidak akan pernah sanggup membayarnya. Makanya lebih baik dikembalikan saja."/onesided!AsuKira/DLDR!

Work Text:

Senja di Pesisir Pulau Akatsuki selalu indah.

Athrun duduk tepat di ujung batas deburan ombak. Tak peduli dengan air bercampur pasir yang menggelitik jari-jari kakinya setiap beberapa detik, membiarkan sapuan air itu membasahi celananya. Tatapan matanya lurus, menikmati setiap pergerakan matahari yang semakin menghilang di garis horizon dan menciptakan warna jingga yang indah. Angin laut yang bercampur bau garam menerbangkan surai biru gelapnya, membuatnya sedikit berantakan.

“Apa yang kaulakukan di sini?”

Sebuah suara yang familiar membuat Athrun berhenti mengagumi pemandangan senja kala itu. Ia lebih memilih untuk menengok dan menatap orang yang baru saja bicara padanya.

Itu Kira. Kira Yamato. Sahabatnya sejak kecil.

Athrun tak menjawab. Ia hanya diam memperhatikan Kira yang berjalan mendekat dan memposisikan diri untuk duduk di sampingnya.

“Di sini senjanya indah, ya?”

Lagi, Athrun hanya diam mendengar.

Senja di Pulau Akatsuki memang indah. Tapi hanya sebatas itu.

Hanya senja yang indah, bukan bulannya yang indah.

“Kira.” Athrun mulai membuka mulutnya ketika semburat jingga di horizon semakin menipis. Matahari sudah hampir tenggelam sepenuhnya.

Bersama dengan perasaan yang ia bawa bertahun-tahun.

“Aku ingin mengambil kembali Tori,” ucapnya sambil menunjuk seekor robot burung kecil berwarna hijau yang bertengger manis di bahu Kira.

Kira menatap Athrun dengan tatapan terkejut. Tangannya langsung bergerak untuk menutupi burung itu dari pandangan sahabatnya. “Hei, memangnya boleh begitu? Kau kan sudah memberikannya padaku.”

Athrun terkekeh mendengarnya. Menertawakan betapa lucunya reaksi yang diberikan Kira.

Dan juga menertawakan dirinya sendiri.

Sudah lama sekali sejak ia memberikan burung itu pada sahabatnya. Butuh waktu yang lama pula untuk menyadari kalau di saat itu, tak hanya robot burung kecil buatannya yang ia berikan. Melainkan bersama dengan hatinya.

Oleh karena itu ia ingin mengambilnya kembali.

Membebaskan dirinya sendiri dari belenggu cinta bertepuk sebelah tangan yang selalu ia pendam.

Ia tahu betapa bahagianya Kira saat bersama Lacus. Bahkan ia sendiri pun sekarang punya Cagalli di sisinya.

Sudah saatnya ia melepaskan burung itu dan membiarkannya pergi.

Bersama dengan perasaannya pada Kira.

“Kira.” Athrun menatap Kira dengan serius. “Aku tidak pernah memberikan burung itu secara gratis dan sepertinya kau tidak akan pernah sanggup membayarnya. Makanya lebih baik dikembalikan saja.”

Kira tak akan pernah bisa membalas perasaannya.

“Ayo sebut saja kau mau apa? Akan aku kabulkan semuanya.” Kira masih tak mau melepaskan burung hijau itu dari tangannya.

“Lupakan saja.” Athrun bangkit dari duduknya lalu membersihkan pasir yang menempel di celananya. Tatapannya kembali ia buang pada langit yang sekarang hanya disinari bulan. Mataharinya sudah sepenuhnya tenggelam. “Ayo kita masuk. Angin malam bisa membuatmu sakit.”

“Hei, Athrun!” Kira segera menyusul Athrun yang berjalan lebih dulu ke vila kecil di pinggir pantai. “Kau tidak jadi mengambil Tori, kan?”

Burung itu mungkin saja bisa kembali, tapi tidak dengan perasaannya.

Tanpa menengok sama sekali, Athrun membalas, “Ya, ambil saja. Sejak awal memang sudah kuberikan padamu.”

Senja di Pesisir Pulau Akatsuki selalu indah.

Tapi tidak dengan bulannya.