Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationships:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Collections:
This is my imagination surround
Stats:
Published:
2024-05-10
Words:
344
Chapters:
1/1
Kudos:
2
Hits:
9

Obnoxious stare you gave away

Summary:

Seorang Malik yang kuat dan gagah, nyatanya tidak tahan akan tatapan teman dekatnya sendiri.

Wajahnya lama-kelamaan mempunyai warna seperti mobil pemadam.

Notes:

Kali ini fanfic nya mengandung sudut pandang dari Malik...

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

 

 

"Apaan sih, manggil-manggil..?" 

  Malik melangkah kan kakinya sekitaran dua-tiga meja dari asalnya, rela bergerak demi panggilan seseorang. 

Seseorang itu ialah orang yang sangat Malik kenal. Bisa dibilang geng dari SD, dan ada satu lagi termasuk diantaranya, mereka bertiga satu kelas secara tidak sengaja.

 

Dan orang yang memanggilnya bernama Upekkha.

Bila ia memanggil, maka ia akan menunggu Malik datang. Perlahan semakin dekat, perlahan pun tatapan menjengkelkan nya muncul menusuk mata Malik.

 

"Lo ada mau bantu, hah?" Ia bertanya.

 

Upekkha yang tengah duduk santai, mulai melebarkan tangannya.

 

 

Malik berfikir, dia mau gue peluk? Apaan nih? 

 

Tentu saja tidak. 

Upekkha tidak akan meminta hal yang memalukan pada Malik. Tangan yang terbuka lebar itu bermaksud untuk direbahkan pada meja dikiri dan kanan nya.

Pada momen tertentu, Malik pasti selalu kegeer-an. 

 

 

Malik segera menggelengkan kepalanya, berharap lupa atas apa yang baru saja ia pikirkan. 

Namun, Upekkha tersenyum, dan mulai tertawa ringan.

Tampaknya ia menyadari bahwa 'godaan jahil' nya berhasil kesekian kalinya.

 

"Nggak kenapa-napa kok." Upekkha mengusap bibirnya, menghapus senyumannya yang sekaligus mengisyaratkan tangannya pada Malik.

 

..Sini.

 

 

Kenapa? Hentikan tatapanmu itu. 

 

Ajakannya membuat...Malik tersipu.

Wajahnya seketika membeku dan memerah disaat yang bersamaan.

Tatapan Upekkha yang ia terima membuat Malik tak berkutik, kecuali mengikuti permintaan Upekkha.

 

 

  Bicara soal wajah yang memerah, Upekkha sebenarnya lebih ahli memunculkan itu. 

Tidak bermaksud, namun memang natural. Akankah ajakannya ini merupakan suatu hal untuk membalaskan dendam nya?

 

 

Tidak mungkin, kan? Keduanya sedang berada di dalam ruang kelas. Terbayang jika mereka berdua memulai kontes wajah memerah bila bersikap 'manis' dihadapan semua orang. 

 

 

Malu, malu, malu. 

Bila bersamamu aku akan malu, bagaimana denganmu?

 

 

Merumitkan? Tidak.

Panggilan Upekkha hanyalah untuk menanyakan bola yang tadi dipakai kelas saat olahraga sudah di kembalikan atau belum.

Dan.. atau hanya sekedar menanyakan kapan mereka akan bermain basket lagi.

Sepanjang 'pembicaraan' yang dimana Malik hanya mengangguk, mata Upekkha terparkir diam pada kedua mata Malik, seakan tidak membiarkannya pergi dari sisinya.

 

Tanpa sadar memang sedekat itu mereka menatap.

Malik yang masih berdiri perlahan mundur, walaupun hanya sekitaran lima jari dari titik indera mereka bertemu.

 

 

Ah.

 

Jangan terlena gitu dong. Gue kan cuma mundur sedikit..

 

 

 

 

Notes:

Hai teman-teman!! Maaf ya kalo ff nya dikittt porsinya :-D
Emang bertujuan ga bikin ini panjang, karena sebagian besar kejadiannya 'mirip' kayak yang di aslinya. Disini saya merubah suasananya menjadi lebih manis! Terima kasih sudah membaca!! :D