Actions

Work Header

chameleon

Summary:

A man of many colors.

Work Text:

Kalau mendengar nama Oswaldo Schneider, kata yang terlintas di pikiran orang-orang pasti di antara satu ini: fanatis, ekspansionis, gila, lelaki muda dengan pencapaian-pencapaian mengerikan untuk usianya. Tidak ada yang perlu dibenarkan dari pernyataan-pernyataan di atas. Oswaldo Schneider, semua orang di wilayah yang menjadi korban dari department kekuasannya pasti mengingat dan bahkan mengukir namanya ke lubuk terdalam hati mereka, menunggu waktu yang tepat untuk membalaskan dendam dengan pengetahuan penuh akan apa yang terjadi pada mereka jika mereka berani menyentuhkan 1 ruas jari pun pada Oswaldo.

Namanya dilukis secara mental di otak orang-orang yang tahu akan kelicikannya, menjadikan mereka sangat waspada akan kehadirannya.


"Lo kayak bunglon, Oswaldo, lo tau nggak?"

Pria yang disebutkan namanya mengeluarkan tawa kecil, suara berat menggema di ruangan yang bisa dibilang kosong. "Terserah lo, sih, mau nyebut gue apa."

"Kalo gue bilang lo harus bicara sama Aventurine, gimana?" Perempuan tadi bertanya kembali.

"Aventurine siapa?" Ia telah mendengar bahwa Jade membawa seorang lelaki untuk bergabung dengan timnya — Non-Performing Asset Liquidation Specialist, tetapi ia belum tahu nama lelaki tersebut. 

"Cowok baru di Strategic Investment Department. Gue denger lo ada sangkut-pautnya sama dia, pasti lo ada terlibat sama kawasan tempat dia dulu tinggal, ya?" 

"No? Gue aja gak tau Aventurine itu siapa." 

"Terserah, Diamond belum ngasih tau lo kayaknya." 

Ia memutar matanya, "Dude's been ignoring me, gimana dia mau ngasih tau?" 

Bukanlah sebuah rahasia di kalangan karyawan IPC bahwa ia dan kepala Strategic Investment Department mempunyai persaingan untuk memperebutkan posisi anggota dewan. Jika bukan karena ia dikira tidak berpengalaman karena umurnya, ia pasti sudah memiliki posisi itu sekarang. Tidak adanya posisi kosong bukanlah sebuah masalah, ia bisa dengan mudah menyingkirkan seorang anggota dewan yang lebih sedikit tidak berguna dengan kemampuannya.

Perempuan tersebut hanya menghela nafas lelah, "Dia gak mau ngomong sama lo berarti lo ada buat masalah sama dia, Oswaldo," 

"Oh? Padahal gue gak ada ngerasa bikin kesalahan sama dia. Sensitive old man," Ia tertawa sinis, "Lagipula, gue ngomong atas dasar Qlipoth, kalo dia nganggep gue salah, kepercayaannya sama Qlipoth harus dipertanyakan, ya gak, Yabuli?" Ia menatap perempuan yang dipanggilnya Yabuli tepat di mata. "And thus, gak cocok jadi anggota dewan. Turunin aja ke P44, biarin that Jade girl naik ke P47 dan gantiin posisinya," 

Yabuli mengalihkan pandangannya dari Oswaldo, "Lo ada di ambang batas kesadaraan, Oswaldo, better yet to get a treatment. Lo juga gak cocok jadi anggota dewan dengan mental lo kayak gini."

"Emang mental kayak gimana yang diperluin buat naik dari P47? Mental sampah, gak setia sama The Preservation? Be real,"

"I don't know, tapi yang gue tau, you need to get checked to know what's going on in your head," Yabuli berbalik, lalu berjalan meninggalkan meja Oswaldo. 

"Lo dateng ke kantor gue cuma buat ngomongin ini?"

Yabuli berhenti tanpa membalikkan badannya setelah mendengar suara berat itu, "I'm worried setelah gue denger Aventurine nipu your department,

Sekian detik berlalu, tetapi lelaki yang diajak berbicara tidak juga mengeluarkan suara. "... Aventurine? Maksud lo Kakavasha?" 

"Oh? If that is his real name, then yes," Kali ini Yabuli berbalik menghadapnya, walau tidak mendekat, dengan Oswaldo tetap duduk di kursinya dengan satu tangan di dagu.

"So, Jade recruited him? Aventurine? Yang selama ini nipu department gue? How interesting,"

Yabuli menaikkan satu alisnya, tampak bingung mengapa Oswaldo menganggap hal itu menarik. Lalu menghela nafas ringan sambil berbalik keluar dari kantornya yang sepertinya tidak diperhatikan oleh Oswaldo karena lelaki itu terlihat sedang bergumul dengan pikirannya. 

Ia mendengar bahwa Kakavasha — yang kini dikenal dengan Aventurine, mempunyai keberuntungan yang tidak wajar di sisinya yang selalu menemaninya, maka dari itu ia percaya ketika Aventurine mengatakan bahwa terdapat sumber daya yang berlimpah di Sigonia.

Kini ia berada di dalam satu faksi yang sama dengan Kakavasha, yang sempat membuat departmentnya mengeluarkan banyak uang untuk mencari sumber daya yang dimaksud yang berakhir dengan kebohongan, anak buah Diamond; rivalnya.