Actions

Work Header

LCF Reaction, Indonesia version cus why not?

Summary:

Contains spoiler Book 2!

Cale Henituse telah kembali ke Kerajaan Roan setelah berhasil menyingkirkan keluarga Blue Blood, tapi Dewa-dewa tidak ingin dia melamar kehidupan pemalasnya...

Notes:

And others fic, tapi punya kak Syoulhine itu yang paling favorit.

 

It might be OOC... anw aku bikin ini soalnya I'm craving for more reaction especially yang bahasa Indonesia. Ini pertama kalinya aku nulis, jadi buat yang baca jangan berharap lebih.
I actually ship Cale with everyone tapi di sini kayanya aku mencoba untuk ga ngeship siapa-siapa dan fokus di alur novel aslinya.

Jangan lupa kalo ini adalah FANfiction alias tidak canon, apapun isinya adalah karangan dan teori-teori saya berdasarkan apa yang saya baca, liat, dan rasakan wkwkwk.
Shout out untuk author tercinta kita yaitu YRH-nim yang udah buat characters, plot, alur, dan cerita yang sebagus ini. Jangan lupa untuk mendukung author aslinya!

(See the end of the work for more notes.)

Chapter 1: Prolog

Notes:

Aku akan manggil Cale Henituse yang sekarang itu Cale Henituse, dan Original Cale Henituse itu Kim Rok Soo.

Aku menghargai keputusan mereka yang mau hidup sesuai identitas mereka sekarang.

(See the end of the chapter for more notes.)

Chapter Text

 

TCF timeline (): Book 2 sekitar chapter 190an

Tboah timeline (*): Setelah insiden Teror Plaza

Earth (2): Kira-kira dua bulan setelah pertemuan Cale dan Kim Rok Soo.


Cale kembali ke Roan Kingdom setelah mengakhiri Blue Blood di Central Plains, Ron dan Beacrox telah curiga dengan dia, Cale tebak mereka mungkin sudah mengira siapa Cale. Cepat atau lambat pasti hal ini akan terjadi, Ron dan yang lainnya berhak tahu. Dia tidak mau memberitahukan semuanya, hanya hal penting tentang perpindahan jiwa, hal-hal buruk tidak baik untuk diceritakan.

Setelah mengurus masalah dengan Putra Mahkota Alberu, Cale kembali ke Kediaman Henituse berencana untuk beristirahat sekitar seminggu sebelum pergi ke Apitoyu. Ia mengumpulkan informasi tentang hunter Five-Colored Blood yang dipastikan berisi wanderer dan berbicara kepada God Of Death. Namun sialnya, Cale sekali lagi bertemu dengan God Of Balance, dan kehilangan kesadaran.

'Dewa Keseimbangan sialan itu' Cale menumbuhkan rasa tidak suka setelah proposal Dewa Keseimbangan terakhir kali. Diliriknya GoD yang telah babak belur dipojok ruangan, ia pasti dihukum karena mengubah banyak keseimbangan.

“Cale Henituse. Sebuah keberadaan yang unik, kau menantang takdir.”

“Ugh…” Cale menggeram, tubuhnya terasa mendapat tekanan yang berat meskipun DA AP telah membantu meringankannya.

— Dewa Kuno sialan ini! Cale jangan takut, aku sekarang pasti bisa melawan Dewa ini!

“Cale Henituse, karena kau menolak tawaranku sebelumnya kau sebaiknya bekerja sama denganku atau orang-orangmu akan mati demi menyeimbangkan keseimbangan yang telah rusak.”

“Bajingan.” Cale mengutuk, ia benar-benar tidak menyukai dewa ini.

“Aku akan memperlihatkan ingatan duniamu yang sekarang untuk membuat dunia yang asli bertahan dengan caranya sendiri. Cale Henituse, rahasiamu akan terbongkar, namun sebelum itu aku akan membuatmu tidak sadarkan diri hingga event ini selesai. Apakah kau akan terbangun atau tidak, itu tergantung orang-orangmu.”

“Kau Dewa busuk sialan—” Sebelum Cale selesai mengutuk, kesadarannya telah menghilang dan tubuhnya diselimuti mana hitam dan putih.

“God Of Death, kau sebaiknya menggunakan ini untuk membayar kenakalan yang kau lakukan selama ini, dan hilangkan mata pemberontakmu, ingat anakmu berada ditanganku.”

“Tsk.” Dewa Kematian berdiri, kemudian menjentikkan tangannya, dan ruangan putih besar muncul bersamaan dengan Dewa Harapan.

“Child, lakukan sesukamu. Aku akan melindungi dia dari Dewa Keseimbangan.”

•••

Choi Han sedang meletakkan tubuh Cale yang tiba-tiba pingsan, dan Ron yang berada disisinya memandang dengan senyum aneh.

“Pasti Dewa lagi.” Choi Han menghela nafas, benar-benar tidak heran apabila Cale menarik perhatian beberapa dewa.

“Tapi aku khawatir kali ini bukan Dewa Kematian.” Ron membalas dengan senyum dingin dan matanya masih memandang Cale dengan seksama.

Sebelum Choi Han menjawab, sekelebat cahaya putih muncul membuat mereka menutup mata dan merasa seperti tubuh mereka melayang di ruang kosong, merenggut mereka dari posisi awal mereka.


Kim Rok Soo berada di tengah-tengah jadwal istirahat, pertemuannya dengan Cale sekitar dua bulan yang lalu membuatnya menghela nafas lega. Setidaknya keluarganya masih hidup.

Ia tidak tahu apa yang terjadi selama dua bulan ini, setidaknya mereka harus bertahan dari White Star. Ia percaya Cale akan melakukan segalanya untuk mencegah White Star.

Kim Rok Soo memandang ibunya yang kini adalah keponakannya dengan kasih sayang, ia bersyukur telah membuat kesepakatan dengan Dewa Kematian. Namun belum sempat ia merasa senang, tiba-tiba cahaya putih yang menyilaukan mata muncul dan dihadapannya terdapat ruangan putih besar dengan berbagai macam sofa hadir.

Ia melihat sekeliling, keponakannya bersamanya. Bersamaan dengan anggota timnya.

Wajah mereka terlihat lega setelah melihat Kim Rok Soo, kemudian tubuh mereka menjadi sedikit lebih rileks.

Setidaknya tidak ada monster di ruangan putih ini.

Ia menghela nafas, pasti kerjaan si Cale, siapa lagi kalau bukan dia yang suka membuat masalah?

Ia tahu sedikit apabila pemilik tubuhnya ini pembuat onar, kalau tidak kenapa anggota timnya selalu khawatir terhadapnya? Tsk.

Kemudian cahaya putih berkedip sekali lagi di ujung ruangan. matanya menangkap sosok berambut merah di ujung sisi, matanya memincing. Itu adalah dia versi remaja, lalu kenapa dia ada disini? Adakah dunia versi lain?

Bahkan Putra Mahkota Alberu*, Choi Han* dan bahkan banyak beberapa sosok yang tidak ia ketahui muncul bersamaan.


Alberu Crossman*, Putra mahkota kerajaan Roan yang saat ini sedang menyelidiki Insiden Teror Plaza dan bahkan intelejen miliknya tidak atau belum menemukan informasi organisasi tersebut secara merinci, belum lagi firasatnya mengatakan setidaknya akan ada perang yang akan mengakhiri masa damai yang telah berkepanjangan.

Rambutnya berantakan yang menandakan betapa stressnya dia, pada saat ia akan memindahkan berkas, cahaya putih menghalau pandangannya.

Ruangan didepannya asing, meskipun begitu ia mengenal beberapa dari mereka.

Choi Han*, Rosalyn*, Lock*, Beacrox*, Ron*, Duke Gyerre*, Cage*, Witira*, Archie*, Litana*, hingga Mad Tyrant Toonka* juga hadir dengan berbagai ekspresi di wajah mereka.

Ia juga memperhatikan banyak orang yang berambut hitam disisi lain seolah warna rambut hitam adalah umum.

Sebelum mereka sempat mengatakan apa-apa, cahaya meledak disisi lain, membuat kedua sisi memalingkan wajah untuk terfokus kepada sisi yang baru hadir.

Kim Rok Soo tau mereka, itu adalah sisi Cale Henituse yang bertukar dengannya. Mereka semua; yang di kehidupan sebelumnya meninggal berdasarkan pengalamannya dan buku yang ia baca itu masih hidup sekarang.

Kim Rok Soo tahu sesuatu akan terjadi dan ia memiliki perasaan tidak nyaman tentang hal ini, namun cepat atau lambat ia juga harus menjelaskan akibat dari perbuatannya.

Sedangkan sisi Alberu* memandang dengan rumit, mereka persis sama namun juga tidak sama. Ada beberapa dari mereka yang seharusnya telah meninggal, seperti putra tertua Marquis Stan, Taylor Stan. Namun bagaimana bisa ia masih hidup, dan bahkan berjalan?

Choi Han sudah bersiap, tangannya berada diujung gagang pedangnya. Ron dan yang lain juga siap menyerang, hingga ujung matanya melihat Cale yang memiliki rambut pendek dan tubuh bugar seperti kebanyakan pria.

“Cale-nim? Rok Soo...hyung?” Choi Han yang berteriak kemudian memelankan suaranya dengan ragu, dia memiliki tebakan dihatinya.

Kim Rok Soo dihadapannya sangat dewasa dan memiliki banyak luka yang terlihat meskipun ia mengenakan pakaian panjang, dan Cale Henituse memiliki rambut pendek dan tubuh yang sangat sehat. Jelas Kim Rok Soo adalah Cale Henituse yang asli, dan Cale Henituse* di ujung adalah Cale muda yang asli.

Namun tidak semua orang tahu Rahasia Cale, ini akan sulit.

Hyung? Kim Rok Soo terkejut, apa yang bajingan ini lakukan sehingga mengubah Choi Han sebegitu banyaknya?

Cale* yang juga dipanggil menatap aneh dan tak percaya.

Raon yang tahu rahasi Cale juga menyadari hal ini setelah memperhatikan reaksi mereka, dia berkata kepada Choi Han, "Choi Han, mereka bukan manusia kita.”

Cage melihat aura disekelilingnya dan kemudian berteriak, “Hei Dewa Kematian, dimana tuan muda? tidak, auranya aneh... seperti tercampur dengan Dewa lain.”

Kata-kata Cage terdengar hingga seluruh ruangan, Alberu* bertanya, “Dewa? Ini ulah Dewa?”

Kim Rok Soo terkejut sejenak sebelum menghela nafas, bajingan itu tidak hanya menarik perhatian Dewa Kematian namun juga beberapa Dewa lain.

Tidak heran Dewa Kematian menyarankan dia untuk bertukar tubuh dengan Kim Rok Soo yang dulu.

Sebuah layar hitam besar muncul ditengah, momentumnya mengejutkan banyak orang. Dan terdapat tulisan yang muncul ditengah layar itu.

<Mana tidak berfungsi disini.>

<Begitu juga dengan atribut naga, kekuatan kuno, dan kemampuan.>

Begitu kata-kata itu muncul, mereka mulai memastikan kekuatan masing-masing.

Itu benar-benar tidak bisa.

Lalu, ada naga disini?

Semua orang menatap dengan waspada, apa yang Dewa inginkan?

<Jadi dilarang bertarung dan ambil tempat duduk. Dan gunakan apapun untuk merawat luka-lukamu.>

…Itu saja?

<Ada juga makanan dan minuman.>

Meskipun mereka masih memegang banyak keraguan, tapi mereka tetap diam dan menurut. Apa yang bisa Dewa peroleh dengan mereka? 

Choi Han* dan yang lainnya mulai mengambil tempat duduk. Jelas terdapat pembatas disetiap sisi namun ini lebih baik. Karena Choi Han* merasa ia tidak akan menang melawan dirinya yang lain. Lock* bergabung dengannya dan mengambil sisi kirinya, Rosalyn* juga berada disebelah kanannya.

Kim Rok Soo juga mulai bersantai, terserah apa yang ingin Dewa lakukan ia tidak peduli, yang terpenting adalah ibunya dan tim 1 berada disisinya.

Sebelum mereka mulai menyamankan diri, cahaya hitam membentuk tulisan disetiap sisi. Sisi Kim Rok Soo adalah Sisi A: Earth 2, Sisi Alberu* adalah Sisi B: The Birth Of a Hero, dan sisi Cale adalah Sisi C: Lout Of The Count’s Family.

Sebelum mereka menyesuaikan diri dengan nama itu, sebuah suara muda terdengar dari sisi LCF, “Hoi Dewa, dimana Manusiaku?”

Itu Raon, dia terdengar sangat tidak sopan. Apabila Cale mendengarnya ia pasti akan mengacungkan jempol dan merasa sedikit bangga.

Pertanyaan itu juga membuat Kim Rok Soo penasaran, ia sama sekali tidak melihat adanya Cale Henituse.

Hingga naga hitam tiba-tiba melesat, “Manusia!”

Sesosok manusia dengan rambut merah panjang dan tubuh rapuh berbaring tanpa kesadaran, kulitnya yang terbuka menonjolkan mana hitam dan putih.

Alberu mulai mengangkat pistolnya, Choi Han sudah mulai mengeluarkan ujung pedang dari sarungnya, meskipun area ini dibatasi agar mana tidak bisa digunakan, namun aura membunuh masih bisa dirasakan.

“Apa yang kau lakukan terhadap Cale Henituse?”

Cage mendekat dan mulai memperhatikan mana tersebut, “Ini bukan kekuatan milik Dewa Kematian. Aku tidak merasakan auranya pada Tuan Muda."

<Ini akan menjadi apa yang kalian bayangkan apabila kalian masih mengganggu.>

Choi Han menggeram, namun yang lain terdiam dengan tatapan ganas menuju layar hitam.

“Apa yang kamu inginkan? Pasti ada alasan kenapa kamu membuat Cale tidak sadar dan membawa kita kemari.” Alberu berbicara lagi, setidaknya ia juga harus dengan tenang menganalisis ini.

Eruhaben melirik layar hitam itu, “Menarik.”

<Seperti yang dikatakan, kalian semua menyadari bahwa beberapa diantara kalian memiliki wajah yang sama namun beberapa tidak, itu karena kalian pada awalnya berasal dari sisi yang sama.>

Kata 'pada awalnya' menarik banyak perhatian, Choi Han dan Alberu sadar… nasib berubah karena kedatangan jiwa baru ditubuh Cale.

<Hingga momen penting terjadi dan mengubah segalanya.>

Kim Rok Soo menarik nafas panjang, dia tahu ini akan terjadi. Setidaknya ia akan membantu Cale karena ia telah banyak merepotkan Cale.

<Kamu akan melihat segalanya setelah momen penting terjadi, namun sebelum itu, Kim Rok Soo.>

Kim Rok Soo berdiri dengan enggan, seluruh tatapan mata tertuju padanya. Namun ia hanya fokus pada dunia Cale dan dunianya yang sekarang.

“Aku, Kim Rok Soo dan juga Cale Henituse yang asli.”

“Duniaku yang dulu mirip dengan sisi B,” ia menunjuk dunia Cale*“

"perang berkepanjangan selama dua puluh tahun tanpa tanda-tanda kemenangan.” Banyak orang tercekat, sisi Tboah menatap tak percaya, dan sisi LCF yakin itu pasti akan terjadi apabila Cale tidak mengganggu White Star hingga mati.

Sisi LCF memalingkan wajahnya untuk menatap sosok yang tak sadarkan diri dengan banyak ekspresi, rumit, sedih, bahagia, bersyukur, bahkan hingga memuja sebelum mengembalikan tatapannya pada Kim Rok Soo.

“Saat itu benua barat telah hancur, Breck Kingdom, Jungle, Whipper Kingdom dan yang lainnya hancur, Roan Kingdom kehilangan banyak wilayah, meskipun begitu kita terlihat seperti kerajaan tua yang tidak mau menyerah.” Kim Rok Soo menghilangkan tatapan lelah saat ia mengingatnya, kemudian melanjutkan.

“Henituse County telah tiada, dan... hanya aku yang selamat.” Kali ini Cale* menjauhkan alkoholnya dan menatap Kim Rok Soo lama, ia juga melihat tatapan penyesalan dan kesedihan dimatanya.

“Di umurku yang ke empat puluh, Putra mahkota Alberu mengumpulkan banyak penyihir dan orang yang ini bertarung dengan White Star, aku mengajukan diri untuk mendaftar. Saat itu Choi Han tertangkap di tangan White Star, dan kemudian aku terbunuh oleh White Star.”

Bermacam-macam reaksi ia dapatkan, yang paling terlihat adalah sisi Tboah dan keluarganya. Sisi Tboah jelas hanya mengharapkan perang ringan, dulu Kim Rok Soo juga berpikir seperti itu.

“Seperti yang kalian lihat, Cale Henituse tidak hanya mengubah takdir setelah ia berpindah. Aku tidak tahu apa yang ia lakukan sehingga banyak dari kalian yang seharusnya mati, namun masih tetap hidup hingga sekarang.” Kim Rok Soo menunjuk ke arah Taylor Stan, Paseton, anak-anak serigala biru, dan juga naga hitam disamping Choi Han.

Itu adalah kebenaran.

Banyak orang akhirnya tersadar, dan banyak pertanyaan di hari mereka akhirnya terjawab.

Paseton tidak melihat dirinya disisi lain, yang artinya ia tidak diselamatkan pada malam itu. Lock melihat saudaranya dan melihat Lock* yang terlihat ganas, sangat berbeda dengan dirinya. Ia tahu bahwa Cale lah yang meminta Hyungnya untuk menemukannya waktu itu.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi di sisimu sekarang, namun disaat kematianku, aku membuat kesepakatan dengan Dewa Kematian. Aku akan kembali disaat umurku 18 tahun dan bertukar jiwa dengan seseorang yang bernama Kim Rok Soo di Earth 2.”

Cale* yang telah lama terdiam, memotong. "Lalu apa yang kau dapat di kesepakatan itu?”

“Kebenaran dari kematian ibu, dan jiwa ibu yang terlahir kembali di dunia Kim Rok Soo.” Kim Rok Soo menunjuk ke arah gadis muda dipelukannya.

Itu benar-benar keheningan total.

Deruth yang dari awal menunjukkan kesedihan, kekecewaan, dan penyesalan menatap Kim Rok Soo dengan ekspresi yang sulit untuk dijelaskan.

Deruth* masih terdiam, dia setidaknya harus tetap tenang karena Cale* masih disisinya. Setelah ia kembali, ia harus lebih memperhatikan Cale* setidaknya meskipun itu akan membuat Cale* kesal.

Mungkin... mungkin mereka masih bisa untuk memperbaiki semuanya, sebelum benar-benar terlambat.

Deruth dengan susah payah berbicara, “Apa… apa kau bahagia?” Kim Rok Soo menatapnya sejenak lalu tersenyum. “Aku sangat bahagia ayah.”

Deruth menghela nafas lega, ia tahu ia bukan ayah yang baik, tapi setidaknya… akhirnya Cale Henituse, Putra tertuanya bahagia di dunia lain. Meskipun sulit untuk menerima, ia harus menerima keputusan yang dibuat oleh putra kandungnya.

Tim 1 juga menatap Kim Rok Soo dengan wajah lega, mereka menyukai Kim Rok Soo yang sekarang, dia terlihat lebih mudah digapai, dan meskipun sama-sama perhatian, mereka tetap tidak sama.

Ketua timnya yang dulu, bisa dikatakan tsundere. Mereka menyukainya, namun yang sekarang terlihat lebih hidup dan setidaknya Kim Rok Soo yang sekarang menunjukkan wajah bahagia saat bersama mereka.

“Aku sekarang hidup sebagai Kim Rok Soo, begitu pula Kim Rok Soo yang sekarang hidup sebagai Cale Henituse. Cale Henituse tidak mengetahui apapun saat ia berpindah jiwa, jadi jangan menyalahkannya.”

Kim Rok Soo akhirnya menyelesaikannya, tenggorokannya kering dan ia butuh minum.

<Seperti yang dikatakan Kim Rok Soo, dunia kalian akan mengalami dua puluh tahun perang dan banyak korban jiwa. Namun sebuah variabel membuatnya dari dua puluh menjadi dua tahun.>

Sisi Tboah yang sudah sangat terguncang akhirnya tenang, setidaknya mereka memiliki harapan. Alberu* tahu Dewa tidak akan memanggil mereka tanpa memberi informasi apapun. Jadi ia sudah siap untuk mencari kertas dan pena tinta, yang secara ajaib langsung muncul dihadapannya.

Kim Rok Soo yang sebelumnya ingin bersantai, terguncang. Hanya dua tahun? Sialan itu benar-benar hanya dua tahun?

<Disini kalian akan menerima informasi untuk membantu dunia kalian,>

<dengan rekaman dunia dan mengetahui apa yang dipikirkan olehnya,>

"Aku menolak." Choi Han dengan tegas memotong. Ia tahu dengan pasti siapa itu 'olehnya' bahkan tanpa Dewa menyebutkannya. Bohong apabila ia mengatakan ia tidak penasaran namun Choi Han tidak akan melewati batas.

Alberu juga menimpali, “Kita bisa memberikan informasi apapun yang mereka butuhkan tanpa melihat kedalam rekaman seseorang.”

Itu adalah satu batu untuk dua burung.

Apalagi dengan Cale Henituse yang asli telah menginformasikan perang berkepanjangan dan keterlibatannya dengan Dewa Kematian.

<Sayangnya kalian tidak bisa menegosiasikan apapun. Keseimbangan telah miring, dan Dewa Keseimbangan tidak akan segan untuk menghukum Cale Henituse. Ini adalah kesempatan yang kalian terima dari Dewa Keseimbangan.>

Dewa Kematian tidak menyebutkan bahwa penolakan dari mereka berarti Cale Henituse tidak akan pernah sadar.

Ia juga ingin melihat bagaimana manusia-manusia ini bergerak.

“Bajingan... itu lebih buruk dariku!” Choi Han mengomentari dengan senyuman bengkok. Ia tahu, terakhir kali Cale mengatakan bahwa ia bertemu Dewa Keseimbangan.

Apabila Cale melihat senyuman Choi Han, dia pasti berpikir bahwa Choi Han hanya tersenyum polos.

Ron mengasah pisaunya berulang kali, ia telah curiga terhadap Cale terakhir kali dan kini ia tahu semua jawabannya. Tuan mudanya bukan tuan muda yang ia rawat sejak kecil, namun ia juga yang menyelamatkan keluarganya dan membalaskan dendamnya.

Ia tahu bahwa tuan mudanya yang asli setidaknya bahagia dari bagaimana dia memandang orang-orang disisinya, sehingga Ron tidak mengatakan apa-apa.

<Tenang saja, Dewa Keseimbangan tidak akan mencelakai Cale.>

'Itu karena ada Dewa Harapan' adalah kalimat yang tidak ditunjukkan oleh Dewa Kematian.

Toonka yang anehnya diam dari awal, Litana, dan yang lain awalnya terdiam mulai mengerutkan kening, Dewa-dewa ini menyebalkan.

<Bukan hanya Cale Henituse yang pikirannya akan ditampilkan, namun seluruh orang.>

Yah, itu bisa diterima.

Semua orang akhirnya duduk dalam keheningan. Anak-anak rata-rata usia 10 tahun mulai mengelilingi Cale, menggosok wajahnya pelan agar tidak menyakitinya dan bersandar dengan nyaman.

Layar berubah, menampilkan sosok Cale yang masih dengan tubuh bugar, tertidur dan Ron yang berjalan mendekatinya.

Pria itu bisa merasakan seseorang menepuk-nepuk tubuhnya dengan lembut. Tangan kasar itu membuat pria itu memikirkan tangan orang tua yang kelelahan. Itu sangat hangat.

Jadi sejak saat itu, Ron menghela nafas.

Ia pikir tuan mudanya tahu tentang organisasi Arm sehingga ia mengubah kebiasaannya, namun siapa yang menyangka bahwa ada keterlibatan Dewa yang menukar jiwanya?

"Tuan Mudaini sudah pagi."

Tapi suaranya sangat dalam. Pria itu merasa kedinginan di sekujur tubuhnya dan matanya tanpa sadar terbuka. Alih-alih sinar matahari yang cerah masuk melalui jendela untuk menghangatkan mata pria itu, yang dilihatnya adalah seorang lelaki tua yang berdiri di sana dengan ekspresi puas.

“Mengejutkan melihatmu bangun setelah satu upaya.”

"Hah?"

“Tuan ingin makan dengan tuan muda sejak lama. Sepertinya itu akan mungkin hari ini. ”

Pria itu bisa melihat cermin melewati bahu pria tua itu. Di dalam cermin ada seorang pria berambut merah yang tampak bingung melihat ke arahnya.

“Kurasa pria itu adalah aku.”

“Bagaimana dia bisa sesantai itu? Aku yang tahu bahwa jiwa ku telah berpindah mengalami dua minggu masa sulit. Namun mengapa ia semudah itu menerimanya?” Kim Rok Soo berteriak frustasi hingga semua orang mendengarnya.

Ah dia benar-benar ingin minum alkohol, namun ibunya berada didekatnya. Ia harus menahannya.

Itu benar, dia terlalu santai.

Bud menenggak minumnya dengan liar, ia juga frustasi. Semua ini membuatnya frustasi.

"Tuan muda Cale?"

Pria itu menoleh ke sumber suara khawatir untuk menemukan pria tua, yang tampak seperti seorang pelayan, melihat ke arahnya. Tapi pria yang peduli itu bukanlah masalahnya.

Tuan Muda Cale. Itu adalah nama yang familiar. Dia perlahan menyebut nama itu.

"Cale Henituse?"

Pelayan tua itu menatapnya seperti sedang melihat cucunya sendiri.

Cale* dan Kim Rok Soo menatap layar dengan… aneh?

“Ya. Itu adalah namamu, tuan muda. Aku kira kamu masih sedikit mabuk.”

Mendengarkan tanggapan prihatin dari lelaki tua itu, lelaki itu secara alami memikirkan nama yang bahkan lebih penting daripada nama Cale Henituse.

"...Beacrox?"

Beacrox menahan senyuman yang akan muncul dari sudut bibirnya hingga bibirnya terlihat berkedut, disisi lain Beacrox* menatap dengan aneh, nama yang lebih penting?

Dan bagaimana ia tahu?

Basen yang sudah terbiasa dekat dengan Cale, menatap Kim Rok Soo dengan tatapan sulit sebelum berbicara, “Hyung, bagaimana dia bisa tahu tentangmu dan Beacrox apabila sebelumnya ia tidak tahu tentang kesepakatanmu?”

Kim Rok Soo benar-benar terkejut, Basen yang tidak pernah menatapnya saat berbicara, Basen yang canggung dengannya, sekarang bertanya padanya.

Bajingan Cale itu benar-benar mengubah semua orang, ia tidak akan heran apabila si Mad Tyrant Toonka juga akan berubah.

“Itu karena ia membaca sebuah buku, yang kupikir itu adalah buku guide terhadap dunia ini.”

Basen mengangguk mengerti.

Namun yang lain masih memasang wajah panjang, tetap saja bagaimana ia bisa sesantai itu berpindah dunia?

“Apakah kamu berbicara tentang anakku?”

"...Koki."

“Ya. Anakku adalah koki. Apakah kamu membutuhkannya untuk membuatkanmu sesuatu untuk mabuk?”

Pria itu merasakan sekelilingnya menjadi gelap dan dia mulai merasa pusing. Dia menundukkan kepalanya dan meletakkannya di tangannya.

Akhirnya, akhirnya sebuah reaksi normal. Setidaknya normal bagi mereka yang telah lama mengenal Cale.

“Tuan muda, apakah kamu masih mabuk? Haruskah aku memanggil dokter? Atau maukah kamu mencuci sekarang?”

Pria itu menatap rambut merah yang jatuh di depan wajahnya. Itu adalah warna merah cerah, terlalu berbeda dari rambut hitam aslinya.

Cale Henituse. Beacrox. Ayah Beacrox, Ron.

Mereka adalah karakter yang muncul di awal [The Birth of a Hero], novel yang dibaca pria itu sebelum dia tertidur tadi malam.

Meskipun mereka tahu bahwa dunia mereka terlihat seperti novel dimata orang lain, tetap saja saat itu disebutkan itu terasa tidak nyaman, meskipun mereka tahu itu tidak benar.

Dia mengangkat kepalanya dan melihat sekeliling. Dia bisa melihat kamar tidur yang benar-benar berbeda dari desain khas Korea. Itu membuat pria itu berpikir tentang Eropa. Setiap hal di ruangan itu sangat mewah dan mewah.

“Eropa?” Rosalyn* bertanya, kemudian Choi Han* dengan santai menjawab, “Sebuah Benua di Bumi.”

"Tuan Muda?"

Pria itu menanggapi Ron, pria tua yang berpura-pura khawatir dan khawatir.

Ron* melihat Cale sejenak, itu tidak benar. Dia seharusnya memang khawatir namun ia tidak menunjukkannya, lagipula hubungannya hanya tuan muda dan pelayan.

"Air dingin."

"Permisi?"

Dia butuh sesuatu untuk menjernihkan pikirannya. Dia bisa melihat wajah Cale Henituse di cermin di belakang lelaki tua Ron.

"Masih terlihat normal."

‘Kurasa Cale belum dipukuli habis-habisan oleh karakter utama dulu.‘

Wajah tampannya menarik perhatiannya.

Terjadi keheningan, dia… sedikit narsis?

Pria itu telah menjadi Cale Henituse ketika dia membuka matanya.

Cale Henituse. Sampah yang dihajar habis-habisan oleh karakter utama di awal [The Birth of a Hero]. Itu dia.

Cale* dan Kim Rok Soo memalingkan muka, tidak perlu memanggilnya seperti itu!

“Tuan muda, aku kira kamu tidak akan mandi dengan air dingin. Apakah kamu meminta air minum?”

Cale mengalihkan pandangannya ke arah Ron. Ron mungkin berpura-pura menjadi orang tua yang jinak, tetapi dia sebenarnya menyembunyikan identitas aslinya sebagai individu yang kejam dan ganas.

Ron dan Ron* tersenyum. Ho, dia tahu sejak awal. Yah tidak heran apabila novel itu menyebutkannya.

Dia mengajukan permintaan kepada Ron.

"Tolong ambilkan aku air minum."

"Aku tidak pernah mengucapkan kata tolong."

Dia perlu minum air dingin dan menjernihkan pikirannya terlebih dahulu.

"Aku akan segera menyiapkannya.”

“Baik. Terima kasih.”

"Aku juga tidak akan berterima kasih."

Ron tersentak sejenak dan memiliki ekspresi aneh di wajahnya, tetapi Cale tidak menyadarinya.

Itu benar, Ron* juga tahu ia pasti akan memiliki ketidakpastian saat itu, tapi ia juga tidak akan menyangka soal transmigrasi jiwa.

“Aku akan segera menyiapkannya.”

“Baik. Terima kasih.”

“Sudah kubilang-"

“Cale, bajingan itu tidak akan mendengarkanmu.” Kim Rok Soo memotong ucapannya.

Ron harus meninggalkan kamar karena hanya ada air hangat di kamar. Begitu dia ditinggalkan sendirian, Cale turun dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi. Jika dia benar-benar ada di dalam novel, dia tahu bahwa seharusnya ada cermin besar di dalamnya.

Seperti yang diharapkan, cermin seluruh tubuh ada di dalam kamar mandi. Cale Henituse, yang sangat tertarik dengan penampilan dan fisiknya, memasang cermin ini di sini. Tidak ada orang lain di rumah yang memiliki cermin seperti itu.

Ehem.

Kim Rok Soo dan Cale* tidak menyangka ia akan terekspos begitu saja, merasa tak nyaman ditatap oleh banyak orang mereka akhirnya mengubur wajahnya pada alkohol didepannya.

“Pemimpin tim, haruskah aku menghadiahkanmu sebuah kaca?” Kim Min Ah menggodanya.

"Kau!"

Pria di cermin memiliki rambut merah dan tubuh yang cukup bugar. Tidak salah untuk mengatakan bahwa dia memiliki tubuh yang akan membuat gaya apa pun terlihat bagus.

“Memang benar itu lebih bagus daripada tubuhnya sekarang.” Bud mengomentari dengan wajah mabuk.

Membawa atensi banyak orang ke sosok yang tengah tertidur…

Yah, benar-benar jauh lebih baik di layar.

"Aku benar-benar Cale."

Banyak orang menatap dengan ekspresi rumit, bagaimana orang bisa semudah itu menerimanya. Bahkan Kim Rok Soo juga menatap tak percaya, Apalagi Choi Han* yang terlempar ke dunia lain begitu saja. Ketenangannya sungguh luar biasa.

Pria di cermin itu memang Cale Henituse dari novel. [The Birth of a Hero] sangat deskriptif tentang setiap penampilan karakter. Itulah mengapa pria itu tidak punya pilihan selain setuju bahwa dia memang telah berubah menjadi Cale Henituse.

Apakah orang biasanya menjadi lebih tenang ketika mereka terkejut dan terkejut? Cale, tidak, Kim Rok Soo, dengan tenang memikirkan malam sebelumnya.

Semua orang mengangkat telinganya, mereka sama sekali tidak mengetahui masalalu Kim Rok Soo ini, mereka ingin tahu lebih banyak tentang dia, penyelamat mereka.

Itu adalah hari libur yang biasa. Sudah lama sejak dia membaca buku yang sebenarnya daripada di ponselnya, jadi dia pergi ke perpustakaan untuk melihat beberapa buku. Dia meminjam seluruh seri karena dia berencana untuk membaca sepanjang hari.

Deruth menatap Violan, sepertinya mereka harus membuatkan perpustakaan pribadi untuk Cale.

Nama buku itu, tentu saja, [The Birth of a Hero]. Dia berhasil menyelesaikan volume kelima sebelum dia tertidur. Tetapi ketika dia bangun, dia telah berubah menjadi Cale Henituse, individu yang dipukuli oleh karakter utama tanpa ampun di volume 1.

“Hanya volume ke 5? Apakah itu belum selesai?” Choi Han* bertanya kepada Kim Rok Soo yang tersentak sebentar.

“Ya, itu hanya sebelum perang di wilayah Henituse.” Kim Rok Soo menunjukkan wajah pahit. Dengan informasi sekecil itu ia tidak akan mampu seperti Cale Henituse.

“Itu informasi yang benar-benar sedikit.” Witira* menimpali, “Apakah dia tahu tentang perang yang berkepanjangan dan pemimpinnya?”

“Tidak ada satupun informasi jelas tentang organisasi rahasia, apalagi pemimpinnya. Sejauh yang aku baca, novel itu hanya menyebutkan tentang perang yang akan terjadi di benua-benua dan tidak dengan detailnya. Aku tidak sepintar dia, jadi aku tidak tahu apakah ada informasi yang aku lewatkan.”

‘Apakah semuanya akan berjalan seperti yang mereka lakukan di novel?’

Senyuman terpampang di wajah sisi LCF, jawabannya jelas tidak.

Dia merasa tenang secara tidak wajar. Begitu dia melewati titik keterkejutan, pikirannya kembali tenang. Dia mulai mengingat isi volume 1.

Kim Rok Soo mengangguk, jadi begitu, otaknya juga ikut berpindah dengannya.

[The Birth Of Hero]

Novel ini tentang kelahiran para pahlawan di benua Barat dan Timur, serta cobaan dan pertumbuhan mereka. Karakter utamanya, tentu saja, orang Korea. Dia adalah seorang siswa yang telah diangkut ke dunia ketika dia masih mahasiswa baru di sekolah menengah. Selanjutnya, umurnya menjadi selama umur naga, membuatnya hampir tidak pernah menua.

Choi Han* melihat dengan tatapan yang anehnya tenang, ia akan melihat banyak orang yang ia sayangi meninggalkannya sekali lagi. Namun saat ia melihat dirinya yang lain tengah tersenyum, ia merasa cemburu.

"...Ini buruk?"

“Itu jelas sangat buruk!” Bud sepertinya akan menumbuhkan rambut putih di rambut birunya hanya karena melihat tingkah Cale. Tidak hanya Bud, namun semua orang.

Dia akan dipukuli menjadi bubur oleh orang seperti itu. Yang penting, bagaimanapun, adalah bahwa dia belum dipukuli dulu.

Dari semua poin, hanya itu yang dia perhatikan?

Cale mengalihkan pandangannya dari cermin dan berjalan ke bak mandi yang penuh dengan air hangat. Dia bersandar di bak mandi dan menatap langit-langit. Itu adalah marmer mahal yang dijelaskan dalam novel. Perkebunan tempat Cale tinggal sebenarnya penuh dengan marmer.

Cale mulai bergumam ketika dia melihat ke arah langit-langit.

“Bukannya banyak yang akan aku lewatkan.”

Tim 1 tersentak. Mereka merasa sedikit kecewa? sedih? Tapi meskipun begitu, mereka juga ingin melihat perjalanan Ketua Timnya yang dulu.

Hidupnya sebagai Kim Rok Soo. Benar-benar tidak ada banyak untuk itu. Dia adalah seorang yatim piatu dan tidak punya banyak uang. Dia juga tidak memiliki orang yang dia cintai sampai mati, atau teman yang akan dia berikan untuk menyelamatkan hidupnya. Dia hanya terus hidup karena dia tidak bisa mati.

Tim 1 menatap ke arah Cale, kemudian Bae Puh Rum mulai berteriak, “Ah, dia bilang tidak memiliki teman yang dia berikan hidupnya tapi kenapa dia selalu menyelamatkan kita? Kenapa dia selalu peduli dengan kita?”

Kemudian Kim Min Ah menatap sisi Cale, "Apakah dia tetap melemparkan dirinya ke dalam badai?"

Choi Han tersenyum pahit, ia tahu bagaimana Cale bertingkah di dunianya karena ingatan Choi Jung Soo, jadi dia hanya menjawab, "Ya, namun tidak separah di duniamu. Tidak, sepertinya itu sama saja."

Itu karena Cale memiliki kekuatan penyembuhan. Kalau tidak, dia mungkin sudah mati dari sejak dia bertukar tubuh.

Ya, dia tidak bisa mati.

Kemudian ruangan hening, ini terlihat seperti ia ingin mati namun juga tidak ingin mati. Atau ada sesuatu atau seseorang yang menahannya untuk tidak mati.

“Manusia, kamu tidak boleh mati!” Raon dan anak-anak mulai berteriak juga.

“Benar kata yang termuda, nyaa.”

Dia benar-benar benci memikirkan kematian atau rasa sakit.

Lalu kenapa dia sering mengorbankan dirinya?

Tatapan tak berdaya memenuhi banyak orang.

Dia menjadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil ketika dia masih kecil.

Dia tidak suka rasa sakit atau kematian. Tidak peduli apa itu, bahkan jika dia berguling-guling di tumpukan kotoran anjing, itu masih lebih baik daripada mati.

‘Untuk alasan itu, pertama-tama aku harus memastikan aku tidak dipukuli.’

Cale tidak tahu hari apa itu dalam novel sekarang, tetapi dia yakin dia belum bertemu dengan karakter utama dulu. Alasannya sederhana.

'Aku tidak memiliki bekas luka di sisi’

Cale Henituse, sampah keluarga Count Henituse. Beberapa hari sebelum bertemu dengan karakter utama, Cale minum dan menyebabkan keributan. Dia melemparkan barang-barang dan ditusuk di sisinya oleh kaki meja yang patah, mengakibatkan bekas luka.

Sungguh karakter yang menarik. Dia tidak mendapatkan bekas luka dari berkelahi dengan orang lain. Dia mendapatkannya karena dia marah karena alkoholnya tidak enak dan membuat ulah. Dia bertemu karakter utama setelah dia mendapat bekas luka, dan, setelah diskusi singkat, dia dipukuli sampai babak belur.

"Mm."

Cale menyilangkan tangannya dan mulai berpikir.

Dia tidak tahu apa yang terjadi pada Cale setelah dipukuli sampai babak belur di volume 1. Yang dia tahu hanyalah bahwa karakter utama, Choi Han, memiliki banyak pertemuan yang menentukan dan mengatasi banyak cobaan untuk tumbuh menjadi pahlawan bersama dengan anggota partainya...

Ini memastikan bahwa ia tidak tahu nasib apa yang dimiliki Cale yang asli.

Dengan demikian era baginya untuk membuktikan bahwa dia adalah seorang pahlawan akan dimulai. Kerajaan Roan tempat Cale saat ini tinggal, serta banyak lokasi lain di benua Timur dan Barat, akan dipenuhi dengan perang. Ini benar-benar akan berubah menjadi waktu bagi para pahlawan untuk menunjukkan potensi penuh mereka.

Cale mulai mengerutkan kening. Kim Rok Soo, pria yang menjadi Cale. Motto hidupnya cukup sederhana.

Hidup lama tanpa rasa sakit. Menikmati kesenangan kecil dalam hidup.

Menjalani hidup yang damai.

Deruth mengangguk, tidak heran dia dengan mudah menyesuaikan diri dengan mereka. Meskipun mereka tidak memiliki hubungan darah, namun herannya motto mereka sama.

“…Selama aku membuat cerita berjalan seperti biasa sambil menghilangkan fakta bahwa aku dipukuli, karakter utama akan mengurus sisanya.”

Tawa canggung menggema di ruangan, Alberu tertawa dengan penuh ironi. Kim Rok Soo juga menghela nafas lega, setidaknya dengan keberuntungan Cale, dia tidak akan membuatnya berjalan sebagaimana mestinya.

Untuk beberapa alasan aneh, dia bisa mengingat setiap baris dalam buku itu tanpa masalah. Cale bersantai di air hangat sambil sampai pada kesimpulan akhir dengan kepalanya yang sekarang jernih.

"Ini layak untuk dicoba."

Layak untuk mencoba menghindari perang benua dan hidup damai. Situasi sampah ini jauh lebih baik daripada saat dia menjadi Kim Rok Soo. Lokasi perkebunan ini juga berada di sudut Benua Barat, menjadikannya lokasi yang ideal untuk menghindari perang. Dalam novel itu sendiri, banyak bangsawan yang berhasil menghindari pengaruh perang. Bahkan jika dia tidak bisa sepenuhnya menghindarinya, dia setidaknya bisa mengurangi kerusakan seminimal mungkin.

“Benar-benar seminimal mungkin.” Rosalyn menimpali Alberu, “Dan sangat menghindari perang.”

“Tuan muda, apakah kamu di dalam kamar mandi?”

Dia bisa mendengar suara Ron datang dari luar. Cale memikirkan identitas asli Ron. Ron adalah seorang pembunuh yang menyeberang dari Benua Timur melalui laut. Dia berpura-pura menjadi orang tua yang jinak, tetapi Ron yang sebenarnya adalah pria yang kejam dan tanpa ampun.

Alberu* menatap Ron*, memang benar orang yang muncul di daerah Henituse tidak biasa.

Cale* juga menatap Ron*, ia akhirnya tahu bahwa Ron* pergi untuk membalaskan dendam keluarganya. Namun bisakah dia berharap Ron* setidaknya mengucapkan selamat tinggal?

Bagaimana Ron yang disisi sana tetap tinggal disisinya? Haruskah ia menyebabkan masalah seperti Cale yang disana?

“Ya. Aku akan segera keluar.”

Respons alaminya adalah berbicara secara informal kepada lelaki tua itu. Cale menyadari apa yang dia lakukan dan memutuskan apa yang harus dilakukan di masa depan.

Dia perlu mendorong lelaki tua itu ke karakter utama dan mengirimnya pergi.

Ron menatap Choi Han dengan senyum dinginnya, dan Choi Han menatapnya dengan ekspresi tabah.

Ron* dan Choi Han* yang melihat itu tak bisa untuk tak berpikir bahwa pasti rencana pria itu tidak akan berhasil.

Orang tua itu dapat dengan mudah membunuh Cale dengan satu pukulan, tetapi memperlakukan Cale seperti anak anjing yang kamu tinggalkan sendirian karena kamu merasa tidak enak karenanya. Dia tersenyum lembut, tetapi tidak ada sedikit pun kepedulian terhadap Cale di dalam. Dalam novel, Ron pergi dengan karakter utama dan putranya setelah Choi Han mengalahkan Cale hingga babak belur.

Cale mengenakan jubah mandi saat dia dengan cepat keluar dari kamar mandi. Ron berdiri di sana dengan senyum di wajahnya dan nampan dengan cangkir di tangannya.

"Tuan Muda, ini dia."

Cale mengambil cangkir dan berjalan melewati lelaki tua itu. Dia tidak ingin melakukan kontak mata dengan pria tua yang berbahaya itu.

“Hohoho.” Ron tertawa. Bud merasakan bahaya dan akhirnya duduk tegak.

Alberu tiba-tiba merasa kasihan terhadap dongsaengnya.

“Terima kasih banyak.”

Ekspresi Ron berubah aneh sekali lagi, tetapi Cale sudah berjalan melewatinya. Cale minum air dingin saat dia mulai berpikir.

“Itu bisa dimengerti, apabila adikku Pen juga berubah seperti tuan muda Cale, aku pikir aku juga akan menatapnya seperti Ron.” Rosalyn mengatakan poin utamanya dengan tepat. Perubahan sifat tidak akan terjadi dalam sehari, itu jelas aneh dan akan lebih aneh apabila Ron tidak menyadarinya.

‘Ada terlalu banyak orang kuat di sini.’

Bahkan, ada terlalu banyak dari mereka. Ke mana pun karakter utama pergi, ada individu kuat atau individu dengan rahasia tersembunyi. Orang-orang ini adalah manusia dan ras lainnya.

“Setidaknya aku membutuhkan kekuatan untuk melindungi diriku sendiri.”

Untuk hidup lama tanpa rasa sakit di benua yang akan segera dipenuhi dengan perang,membutuhkan tingkat kekuatan yang layak. Tentu saja,tidak bisa terlalu kuat. Kemudian hal-hal rumit lainnya akan terjadi.

Cale memikirkan berbagai pertemuan penting yangt erjadi di bagian awal novel. Kekuatan yang memperkuat karakter utama dan anggota partynya. Dia sedang memikirkan obat yang akan membantunya hidup lama tanpa rasa sakit. Ada beberapa yang terlintas dalam pikiran. Dia hanya perlu memilih salah satu dari mereka.

“Tuan muda, kami akan mulai mendandanimu sekarang.”

“Oh, benar. Terima kasih.”

Pintu segera terbuka dan beberapa pelayan masuk untuk membantu Ron mendandani Cale. Cale tidak memperhatikan bahwa Ron memiliki ekspresi tabah tidak seperti dirinya yang biasanya ketika dia melihat pakaian yang dibawa oleh para pelayan.

“Ah, sesuatu yang sederhana hari ini.”

Dia benci pakaian yang sangat rumit. Pakaian sederhana yang membuatmu rileks dengan nyaman adalah yang terbaik.

“Ya, tuan muda.”

Pelayan yang bertanggung jawab atas pakaian dengan cepat mengeluarkan beberapa pakaian sederhana dan Cale berganti pakaian menjadi yang paling sederhana. Dia dengan ringan mengerutkan kening setelah selesai berpakaian. Bahkan pakaian ‘sederhana’ ini sangat mewah dan tidak sesuai dengan keinginannya.

Yah, melihat bagaimana isi koleksi pakaiannya di bumi membuat Kim Rok Soo tidak lagi heran.

Namun, pantulan di cermin itu cukup tampan.

‘Dia benar-benar tampan dan membuat pakaian apa pun terlihat bagus.’

"Dia... lumayan narsis... kan?" Akhirnya seseorang mengatakannya keras-keras.

Wajah benar-benar adalah bagian terakhir dari fashion. Dia melihat ke cermin dan memperbaiki lengan bajunya sebelum berbalik untuk melihat Ron.

"Itu benar." Alberu menyetujuinya, memiliki wajah tampan meskipun menggunakan pakaian yang seperti gembel pasti akan tetap terlihat tampan.

Ron sekali lagi tersenyum seperti orang tua yang lembut.

Itu adalah senyum yang membuat Cale takut apabila ia sadar.

“Ron, ayo pergi.”

“Ya, tuan muda.”

Cale berjalan di belakang Ron. Sangat menyenangkan bahwa dia tidak perlu mengetahui tata letak perkebunan. Dia hanya perlu mengikuti Ron ke mana pun dia harus pergi. Semua pelayan yang dilihat Cale tersentak dan membungkuk dengan hormat sebelum mereka sepertinya melarikan diri.

"Dia pintar." Alberu* berkomentar, sementara tangannya memegang pena. Meskipun ia belum menulis apapun saat ini, ia tetap bersiap.

‘Kenapa mereka begitu ketakutan? Cale tidak pernah memukul orang.’

Dia hanya suka minum dan bermain. Terkadang, ketika dia mabuk, dia merusak barang-barang. Tapi itu sebabnya dia adalah sampah keluarga. Dia juga tidak memperlakukan orang seperti orang lain, selain beberapa orang yang dia sukai.

Cale* memutar matanya jengah. Ia sudah lelah rahasia terbongkar begitu saja. Sekarang orang-orang tidak akan memandang dia sampah lagi, namun orang yang berpura-pura menjadi sampah.

‘Yah, lebih baik jika tidak ada yang berbicara denganku.’

Cale memikirkannya dengan damai. Akan lebih sulit lagi jika ia berada dalam tubuh seorang warga teladan. Tempat sampah dapat melakukan apa yang dia inginkan tanpa khawatir. Itu hanya mungkin karena tidak ada keinginan untuk hidup sebagai warga negara teladan.

"Pemimpin Tim selalu seperti itu, ia terlihat seperti dia tidak ingin diajak berbicara namun ia akan menjawab dengan sabar saat kau bertanya." Bae Puh Rum membuka mulutnya dan kemudian mendapat banyak anggukan sebagai respon.

“Sekarang aku akan membuka pintu.”

“Tentu.”

Cale menganggukkan kepalanya ke arah Ron. Buku itu menyebutkan bahwa Cale memperlakukan Ron, seseorang yang membesarkannya seperti dia adalah cucunya sendiri sejak dia masih kecil, sebaik dia memperlakukan ayahnya sendiri. Disebutkan bahwa dia selalu menanggapi Ron dan memperlakukannya seperti manusia. Tentu saja, Ron tidak benar-benar berpikir seperti itu. Itulah mengapa Cale mudah berbicara dengan Ron. Dia hanya perlu menjawab pertanyaan Ron dan memperlakukannya seperti manusia.

Kali ini Cale* dan Kim Rok Soo memalingkan wajah mereka untuk menghindari tatapan duo Ron.

"Aku harap kamu menikmati sarapanmu.”

“Terima kasih. Ron, pastikan kamu makan makanan yang enak juga.”

Cale berjalan melewati Ron dan masuk ke ruang makan. Dia bisa melihat keluarganya duduk di sana. Ayahnya dan kepala keluarga Henituse saat ini, Deruth. Di sebelahnya adalah ibu tiri Cale, Countess, serta putra dan putrinya. Keempat orang itu memandang ke arah Cale.

“Kamu terlambat lagi, hari ini.”

Tatapan Cale beralih ke ayahnya yang berbicara. [The Birth of a Hero] menggambarkan perasaan Cale terhadap ayahnya seperti ini.

Deruth dan Deruth* membuka telinganya lebar-lebar, dan Cale* menenggelamkan dirinya dalam alkohol. Ia tahu rahasianya akan terbongkar sekali lagi.

‘Ayahnya adalah satu-satunya orang yang didengarkan Cale. Alasan sampah tidak meninggalkan daerah itu dan mendapatkan semua yang dia inginkan di dalam wilayah Count adalah karena ayahnya, Count Deruth Henituse.’

Ini...

Deruth* tenggelam dalam pikirannya, kemudian bertekad untuk memperbaiki hubungan mereka, ia tidak ingin terlambat lebih lama lagi.

Tapi, sayangnya, ayah Cale tidak seperti ayah kuat lainnya dalam novel ini. Dia tidak memiliki keahlian atau pengaruh khusus. Dia hanya punya banyak uang. Namun, Cale sangat menyukai ini. Itu adalah lingkungan keluarga yang sempurna untuk hidup sederhana.

Lalu ada tiga orang lainnya.

Seluruh anggota Henituse menajamkan telinga mereka.

Ibu tirinya yang tahu bahwa dia tidak menyukainya dan menghindarinya.

Violan mengambil nafas kasar, itu benar. Karena itulah ia memberi Cale ruang, ia ingin mengambil peran sebagai ibu tirinya, namun ia tahu bagaimana perasaan Cale terhadap ibunya... ia merasa ia harus memberi anak itu waktu, namun siapa sangka semuanya telah terlambat.

Violan tidak tahu kapan mereka meninggalkan Cale- tidak itu adalah Kim Rok Soo sekarang- sendiri berdasarkan cerita Kim Rok Soo sebelumnya.

Menurut instingnya, itu adalah saat perang Henituse. Mereka tidak berharap akan ada invasi dari Wyvern dan Violan sendiri pasti akan melindungi keluarganya meskipun ia harus mengorbankan nyawanya.

Violan menatap Violan* yang entah kebetulan atau apa mencapai kesepakatan yang sama, yaitu bersiap untuk segala hal.

Meskipun Violan* tidak yakin apa yang akan terjadi di masa depan, intuisinya memberi tahunya hal buruk akan terjadi apabila mereka tidak bersiap.

Anak sulungnya yang cerdas yang merasa sulit untuk berurusan dengan kakak laki-lakinya yang jauh lebih tua, Cale.

Basen tidak merasa demikian, ia hanya... merasa kurang untuk menjadi penerus. Ia takut itu akan membuat hyungnya kecewa, oleh karena itu ia benar-benar fokus dengan pembelajarannya, ia hanya takut ia tidak akan cukup untuk hyungnya.

Basen* memberanikan diri menatap Cale*, "Hyung, itu tidak—"

"Aku tahu, tenanglah." Cale* memotongnya, hanya menyisakan Basen* yang mengangguk dengan cepat.

Ini masih sulit, tapi setidaknya dia merasa hangat didalam hatinya.

Dan anak bungsu yang lucu dari keluarga yang menghindari kakak laki-lakinya Cale.

"Hyung, aku tidak menghindarimu!" Kali ini Lily* terlalu takut membuat kesalahpahaman mereka lebih dalam sehingga ia tanpa sadar berteriak.

Cale* menatapnya lebih sulit, kemudian ia bertanya kepada Kim Rok Soo.

"Hei kau, bukankah buku jelek itu penuh dengan omong kosong?"

Kim Rok Soo hanya mengangkat pundaknya, "Siapa tahu siapa yang menulisnya, itu hanya menulis dari sudut pandang mereka. Sudah jelas akan penuh celah."

Kemudian Kim Min Ah disampingnya juga menambahkan, "Aku yakin meskipun pemimpin tim terlihat tidak peduli diawal namun hanya itu informasi yang ia terima, tapi tidak perlu khawatir karena semakin ia mengenal kalian ia juga akan percaya buku itu penuh omong kosong."

Tapi itu tidak seperti Cale mengganggu mereka atau mereka mengganggu Cale. Mereka hanya memperlakukan satu sama lain seperti orang asing.

Cale mengira ini adalah lingkungan yang luar biasa untuk hidup sendiri dengan tenang.

“Silahkan duduk.”

“Ya, ayah.”

Cale melihat pesta di atas meja yang tidak memenuhi definisi sarapannya dan duduk di kursinya. Dia kemudian merasakan sesuatu yang aneh dan mengangkat kepalanya.

“Apakah ada sesuatu yang perlu kamu katakan, ayah?”

“…Tidak,tidak.”

Deruth menatap Cale. Anggota keluarga lainnya juga melakukan hal yang sama. Cale melakukan kontak mata dengan masing-masing anggota keluarga ini. Mereka semua dengan cepat berpaling setiap kali dia melakukan kontak mata dan terus makan.

“Kurasa mereka menganggapku sangat sulit untuk ditangani.”

Tatapan frustasi dilontarkan oleh keluarga Henituse kepada Cale yang masih 'tertidur'.

Cale menoleh ke arah meja juga. Pesta mewah yang berbeda dari sarapan yang biasa dia makan hanya untuk mengisi perutnya membuatnya mulai tersenyum. Dia pertama kali mulai dengan memotong sosis menjadi dua dengan pisau.

"Apakah kita akan beralih menjadi konten mukbang? sudah lama sekali sejak saat itu aku melihat konten makan seperti ini." Bae Puh Rum meringankan udara yang sedikit berat. Lalu banyak anggota tim 1 yang tertawa.

"Itu benar, pemimpin tim terlihat seperti akan mengiklankan sebuah makanan. Ah itu terlihat enak." Salah satunya menimpali.

Kemudian tawa terdengar di sisi A, sedangkan yang lain semakin memiliki banyak pertanyaan dibenak mereka.

“Ini sangat berair.”

Dia tidak tahu apakah jus mengalir keluar segera setelah dia memotongnya karena itu buatan tangan atau karena dimasak dengan baik, tetapi warna pada sosis membuatnya lapar. Cale mulai tersenyum tanpa menyadarinya.

"Sial itu terlihat sangat enak, tidak bisakah kita mendapatkannya disini?" Mulut Bae Puh Rum seperti akan mengeluarkan air liur saat melihat makanan di layar.

Kemudian dihadapannya benar-benar muncul makanan yang mirip, mereka yang berada di dekatnya akhirnya menyadarinya.

Cukup bayangkan atau minta dengan keras dan makanan akan muncul dihadapan mereka, keren.

Dentang.

Dia mendengar sesuatu jatuh dan melakukan kontak mata dengan adiknya Basen. Dia bisa melihat bahwa Basen telah menjatuhkan garpu di tangannya.

“Permintaan maaf”

"Dapat dimengerti, aku pasti akan bertingkah seperti Tuan muda Basen saat adikku tidak bersikap seperti biasanya." Witira menganggukkan kepalanya setuju dengan Rosalyn.

Basen dengan tenang meminta maaf seperti kepribadian yang digambarkan untuknya dalam novel. Pelayan yang bertanggung jawab atas makanan dengan cepat datang untuk memberikan garpu baru kepada Basen dan mengambil garpu di lantai. Menonton itu membuat Cale berpikir bahwa menjadi bangsawan itu menyenangkan, sebelum dia fokus sekali lagi pada makanan di depannya.

"Tidak terlalu menyenangkan." Rosalyn* berkata dengan pelan.

Cale telah menemukan hal baik pertama tentang masuk ke dalam novel. Sarapan ini sangat mewah dan sangat lezat sehingga perutnya benar-benar senang.

Senyum di wajahnya tidak bisa hilang.

Semua orang juga ternganga, sangat jarang dia tersenyum tulus seperti itu.

"Cantik dan tampan." Ups, seseorang tanpa sadar menyuarakannya dengan keras.

"Itu benar, Cale-nim harus tersenyum lebih banyak." Choi Han mengangguk setuju. Bahkan Raon juga bersemangat, "Itu benar, senyum manusia berbeda dari saat ia akan merampok orang."

“…Hah?”

Itu sebabnya dia tidak mendengar pernyataan kaget saudaranya Basen.

Reaksi Basen mirip dengan reaksi mereka sekarang.

Cale melihat sekeliling ke semua hidangan di depannya. Dia kemudian memindahkan garpunya ke salad yang terbuat dari buah-buahan yang tidak dia kenal. Setelah mengisi perutnya dengan daging, sup, dan roti, dia ingin mencoba sesuatu yang baru.

Buahnya tampak seperti jeruk, tetapi warnanya lebih mirip dengan anggur. Cale memasukkan buah ke dalam mulutnya dan menggigitnya.

“Mm.”

Pada saat itu, jus buah manis memenuhi mulutnya. Dia sangat membenci buah asam, jadi rasa yang sangat manis di mulutnya ini membuatnya tanpa sadar mulai ngiler.

Disajikan pemandangan damai seperti itu, banyak orang mau tak mau menjadi lapar.

Disaat yang sama, semua jenis makanan yang Cale makan mulai muncul dihadapan banyak orang.

Pada saat itu, dia melakukan kontak mata dengan ayahnya, Deruth, yang sedang menatapnya.

“Kal.”

Deruth diam-diam memanggil nama Cale sebelum ragu-ragu. Dia kemudian mulai mengerutkan kening dan menggerakkan mulutnya. Cale tidak menyukai suasana canggung itu dan mulai berbicara.

“Sangat lezat.”

“Ya, rasanya seperti sampah… ya? Apakah kamu mengatakan itu enak?”

“Ya. Semuanya terasa luar biasa.”

Kim Rok Soo tersenyum canggung, itu jelas bukan sesuatu yang akan dia katakan. Cale* juga memiliki raut aneh di mukanya.

Cale mengambil buah yang berbeda kali ini dan tersenyum setelah mencicipi manisnya di mulutnya sekali lagi. Sampah, Cale Henituse, tidak pernah peduli dengan etiket.

Dia mungkin tidak seharusnya melakukan ini saat berbicara dengan ayahnya, kepala rumah tangga, tapi terserah. Dia hanya sampah di tempat pertama.

‘Benar-benar yang terbaik untuk menjadi sampah.’

"Setidaknya ada sesuatu yang baik yang aku tinggalkan untuk dongsaengku." Kim Rok Soo berkata dengan bangga.

Alberu yang mendengarnya mulai menyipitkan matanya, "Sejak kapan dia dongsaengmu?"

"Sejak aku pindah. Tidak kah kamu tahu Kim Rok- tidak, Cale saat itu berusia tiga puluh enam tahun dan aku telah berusia empat puluh. Sudah jelas dia adalah dongsaengku."

Alberu menatap tidak senang dan Kim Rok Soo tersenyum penuh kemenangan. 

Tidak ada yang benar-benar peduli apa pun yang dia lakukan. Selama dia bisa mencegah dirinya dipukuli oleh karakter utama, itu akan menjadi kehidupan yang baik.

Seperti yang diharapkan Cale, tidak ada yang mengkritik kurangnya sopan santun. Faktanya, Deruth sebenarnya memiliki senyum di wajahnya saat dia mulai menganggukkan kepalanya.

Deruth* terlihat malu dan merasa bersalah, namun tetap saja menurutnya apapun yang membuat Cale* senang ia tidak ingin mengkritiknya. Setidaknya apabila hal itu tidak membahayakan keselamatannya.

“Ya, itu benar-benar enak. Senang melihatmu menikmati makanan begitu banyak. ”

Deruth benar-benar tampak seperti satu-satunya orang yang merawat Cale. Dia bahkan tampaknya tidak peduli dengan kurangnya sopan santun Cale. Yah, ayah yang benar-benar peduli mungkin harus mencoba memperbaiki kepribadian Cale ini … tetapi Cale ini tidak peduli karena dia bukan Cale Henituse yang asli.

“Ya. Tolong pastikan kamu makan banyak juga, ayah. ”

Basen mengeluarkan yang lain, ‘Ho,’ dan Cale, yang mendengarnya kali ini, mengalihkan pandangannya kembali ke piring. Basen yang berusia 15 tahun. Adik laki-laki Cale yang berusia tiga tahun yang dia miliki sulit untuk ditangani.

"Tidak, itu biasa saja." Cale* menyanggahnya, itu benar-benar biasa saja dan tidak sulit untuk ditangani. Novel sampah itu benar-benar penipuan.

Berbeda dengan Cale si sampah, Basen cerdas, tulus, dan sangat bertanggung jawab. Orang-orang dari keluarga itu mendorong Basen untuk menjadi kepala rumah tangga berikutnya. Kim Rok Soo setuju dengan sentimen ini bahkan setelah berubah menjadi Cale.

Basen tertegun, jadi selama ini hyungnya benar-benar tidak mau menjadi kepala rumah tangga? Tapi Basen ingin mereka menjalankan rumah tangga Henituse bersama-sama.

‘Daripada memiliki kehidupan yang rumit yang bertanggung jawab atas wilayah ini, aku lebih suka menggunakan posisiku sebagai kakak laki-laki Count untuk bermalas-malasan dan hidup damai di bagian wilayah.’

Tawa meledak disisi Cale, itu Alberu.

Dia telah stress untuk beberapa waktu, dan melihat Cale berkhayal tentang masa depannya sangat menyegarkan.

Alberu* menatapnya horor, itu jauh dari dirinya sekarang. Sejak kapan dia terlihat begitu... bebas?

Cale tidak mencoba berdebat dengan Basen. Dia bisa mendengar helaan napas kaget Basen dan tahu bahwa Basen memandang rendah dirinya, tapi apa yang bisa dia lakukan?

Kali ini Basen menghela nafas panjang hingga mungkin jiwanya akan ikut hilang. Kesalahpahaman ini benar-benar... hmm.

Begitu Basen menjadi kepala rumah tangga, kepribadiannya adalah bahwa dia mungkin tidak akan membunuh Cale, tetapi agar tidak terluka dan diam-diam pindah ke desa kecil, dia tidak perlu membuat Basen gelisah.

Sebelum yang lainnya berbicara, Choi Han mengatakan poinnya terlebih dahulu, "Itu mungkin karena Cale-nim telah mengetahui bagaimana Marquis Stan memperlakukan anak-anak mereka. Jadi Cale-nim perlu berjaga-jaga."

Yang lain mengangguk, itu bisa dimengerti.

Cage* yang daritadi sering mencuri tatapan pada Taylor, segera tersentak saat Choi Han menyebut tentang Marquis Stan. Itu benar, keluarga Stan hampir seluruhnya tidak normal.

‘Jika itu tidak memungkinkan, aku hanya akan menghasilkan uang terlebih dahulu dan pergi ke suatu tempat yang tidak akan dicapai oleh perang.’

"Tuan muda juga gagal dalam hal ini." Mary dengan suaranya yang seperti GPS juga mengungkapkan fakta.

Cale pura-pura tidak mendengar napas Basen dan terus makan. Setelah makan selesai, ayahnya, Deruth, adalah orang pertama yang bangun. Dia sepertinya sudah puas dengan sarapannya, karena wajahnya dipenuhi senyum.

“Itu benar-benar enak.”

Jika sarapan seperti ini setiap hari, Cale mungkin akan berhenti tidur untuk sarapan sepanjang waktu. Deruth melihat sekeliling pada anggota keluarga yang bangun setelah dia melakukannya, sebelum mengarahkan pandangannya pada putra sulungnya, Cale.

Beacrox menerima tatapan ayahnya, dan mengangguk. Itu benar, dia akan membuat banyak masakan dan memberi makan tuan mudanya sebanyak mungkin.

“Cale, apakah ada yang kamu butuhkan?”

Cale bingung dengan gerakan tiba-tiba Deruth, tetapi dia memutuskan untuk menjawab dengan jujur.

“Tolong beri aku uang.”

“Tentu, aku akan memberimu banyak.”

Alberu memasang wajah kesakitan, itu seperti dagingnya diambil oleh orang lain. Yah, uangnya.

Deruth menjawab tanpa ragu-ragu.

Ini benar-benar keluarga yang berkecukupan.

Sebagai wilayah yang menambang marmer dan menanam anggur untuk anggur, mereka dipenuhi dengan uang sekarang.

“Baik. Tolong beri aku sebanyak yang kamu bisa. ”

"Apakah dia sesuka itu dengan uang?" Cale* bertanya kepada Kim Rok Soo.

"Ya, sejujurnya uang di banknya sangat banyak bahkan bisa membeli sebuah gunung dan dia masih merasa seperti uangnya sangat sedikit yang benar-benar tidak bisa dipercaya."

Cale bisa merasakan kedua adiknya menatapnya, tetapi dia tidak perlu malu. Bukankah lebih baik meminta uang daripada minum dan membuat keributan?

 Uhuk, Kim Rok Soo terbatuk.

Selanjutnya, dia membutuhkan uang untuk melanjutkan rencananya. Pertemuan yang menentukan itu untuk mendapatkan kekuatan yang cukup kuat untuk menjaga dirinya tetap aman. Dia membutuhkan sejumlah uang untuk menyebabkan pertemuan yang menentukan itu terjadi.

"Kekuatan kuno? Apakah ada kekuatan kuno yang membutuhkan uang untuk mendapatkannya?" Alberu* bertanya, tangannya sudah menulis kata 'Uang, kekuatan kuno.'

Bud* yang juga ingin menanyakan hal itu terdiam, dia masih ingat kebanyakan orang dengan kekuatan kuno itu tidak normal. Mungkin tuan muda disana dan kekuatan kunonya juga tidak normal.

Jadi dia hanya menangguk menanggapi.

Eruhaben, Choi Han, dan anak-anak yang melihat Cale melakukan hal itu dimasa lalu mulai memalingkan muka, berpura-pura tidak mendengar pertanyaan Alberu*.

“Tentu. Aku akan memberimu sebanyak yang aku bisa. ”

Cale mulai tersenyum setelah puas dengan jawaban ayahnya. Namun, dia kehilangan kata-kata setelah kembali ke kamarnya dan menerima cek dari wakil kepala pelayan, Hans.

Cek yang dikeluarkan melalui kemitraan dengan departemen perbendaharaan dan departemen sihir membuat hati Cale menjadi liar.

‘Begitu banyak uang?’

Keluarga ini tampaknya tidak hanya memiliki sedikit uang. Bahkan, mereka tampaknya memiliki banyak uang.

 Keluarga Henituse tersenyum bangga.

Untuk uang, setidaknya mereka memiliki banyak.

Novel itu memang menyebutkan bahwa Cale menerima uang saku yang besar, tetapi tidak menyebutkan jumlah pastinya. Namun, dia bisa memahami secara realistis seberapa besar itu berdasarkan jumlah yang tercantum di cek.

’10 juta galon.’

"Wow itu benar-benar banyak hanya untuk uang saku manusia." Mila bergumam, Dodori yang mendengarnya juga menambahkan, "Tidak heran, dia adalah pahlawan yang menyelamatkan banyak orang, setidaknya keluarganya juga harus mendukungnya dengan uang. Sungguh keren, ini adalah fakta yang harus dimasukkan ke dalam biografinya."

Ini setara dengan 10 juta won Korea. Jika sudah seperti ini, Cale bisa mengubah rencananya. Otak Cale mulai dengan cepat memikirkan pilihannya.

"Wow, pemimpin tim menemukan jackpot 'kan?"

“Aku akan pergi sekarang, tuan muda.”

Wakil kepala pelayan mengirimkan cek dan mengucapkan selamat tinggal, tetapi Cale tidak menanggapi. Deputi Butler Hans memperlakukan ini seperti biasa dan menuju pintu. Namun, dia segera berhenti bergerak.

Itu karena Cale bangkit dari tempat duduknya dan mengatakan sesuatu kepada Ron.

“Ron, ayo pergi ke ruang belajar.”

Ron* menatap dengan kaget. Dia seharusnya sudah sangat curiga sekarang.

Hans kemudian menjadi cemas mendengar kata-kata Cale. Ron juga sama.

“…Apakah kamu mengatakan belajar?”

Cale menganggap ini aneh. Suara pria tua yang licik ini sedikit bergetar. Apakah ada alasan dia tidak bisa pergi ke ruang belajar?

"Sampah tidak pernah belajar. Hei bukankah dia mengacaukan reputasi kita?"

"Tidak perlu khawatir, aku juga mengacaukan reputasi dia di bumi." Kim Rok Soo tersenyum, yang akan membuat Cale protes saat melihat senyumnya.

“Ya.”

Dia harus pergi ke ruang belajar untuk menyusun rencananya. Tidak ada meja atau bahkan kertas di kamarnya. Ada banyak botol alkohol yang terlihat mahal.

“Permisi, tuan muda.”

“Apa itu?”

Cale memandang ke arah wakil kepala pelayan yang tampak cemas.

“Ini, kami belum bisa melakukan pembersihan pagi di ruang kerja.”

“Apakah begitu? Tidak apa-apa jika seharian tanpa pembersihan. ”

“Tidak pak. Kami tidak bisa membiarkan itu terjadi.”

Wakil kepala pelayan sangat memaksa tentang hal ini karena suatu alasan. Dia kemudian tersenyum cerah dan mengangkat satu jari.

“Tolong tunggu satu jam! Aku akan mempertaruhkan namaku untuk memastikan bahwa ruang belajar benar-benar bersih, tidak seperti ruang belajar yang tidak digunakan dalam sepuluh tahun, tetapi yang baru digunakan kemarin!”

"Hahaha, Kasihan kau Hans." Hilsman tertawa dari belakang.

“Tentu, terserah.”

Dia tidak keberatan menunggu satu jam.

“Baik. Lalu aku akan melaporkan ini kepada tuan. ”

“Tidak perlu melakukan itu, tetapi silakan jika kamu ingin melakukannya.”

“Ya, tuan muda. Aku akan pergi sekarang.”

“Oke. Tentu.”

Seperti wakil kepala pelayan yang terlatih, Hans menutup pintu tanpa membuat suara dan menghilang. Dia sepertinya sedang terburu-buru. Cale tahu bahwa ada tiga wakil kepala pelayan yang bersaing untuk menjadi kepala pelayan resmi. Mungkin itu sebabnya Hans begitu bersemangat.

“Ron.”

“Tuan Muda?”

“Kenapa kamu melamun seperti itu?”

"Siapa juga yang tidak kaget dengan perubahanmu?"

“Maafkan tuan muda.”

“Tidak perlu meminta maaf.”

Ron memiliki ekspresi aneh lainnya di wajahnya, tetapi Cale memasukkan cek berharga itu ke dalam sakunya saat dia bertanya. Ada begitu banyak hal yang terjadi sehingga dia bahkan tidak punya waktu untuk bertanya tentang tanggal hari ini.

“Hari ini tanggal berapa?”

Choi Han* menatap layar dan diam-diam berharap. Setelah melihat dirinya yang lain, ia berharap setidaknya keluarganya yang lain selamat.

Pertanyaan ini akan tampak aneh datang dari orang lain, tetapi pelayan Ron menjawab dengan suara lembut.

“Ini adalah hari ke-29 bulan ke-3 di tahun ke-781 Kalender Felix.”

Harapannya pupus. Itu sudah terlambat.

Lalu apa yang dilakukan transmigrator itu? Apakah dia membuat perjanjian dengan Choi Han?

Kenapa Choi Han disana terlihat seperti sangat menghormatinya?

“Mm, itu masalah.”

“Permisi?”

“Tidak.”

Cale dengan erat mengepalkan 10 juta galon di sakunya sekali lagi. Satu-satunya hal yang bisa dia percayai adalah uang.

Hannah berdecak, itu bisa dimengerti. Berpindah dengan pengetahuan yang sedikit adalah masalah besar.

Kemarin, tanggal 28 bulan ke-3 tahun ke 781 Kalender Felix. Itu adalah hari dimana penduduk desa Harris Village, desa yang karakter utama Choi Han kunjungi setelah melarikan diri dari Hutan Kegelapan, tempat dimana Choi Han merasakan kasih sayang manusia untuk pertama kalinya di dunia ini, berteman, dan menciptakan keluarga kedua, semuanya dibunuh oleh sekelompok pembunuh yang tidak dikenal.

Ruangan itu hening, Choi Han tersenyum datar. Choi Han* terlihat seperti akan mengamuk, ia belum mengetahui sekelompok pembunuh itu dan membalas dendam.

Bahkan Cale, yang telah membaca hingga volume kelima, tidak mengetahui identitas sebenarnya dari organisasi rahasia yang membunuh penduduk desa ini.

Itu juga fakta.

Namun fakta bahwa ia tidak hanya membalikkan seluruh benua untuk mengalahkan White Star juga adalah berkatnya.

Beberapa pembaca mungkin mengatakan sesuatu seperti ini saat membaca tentang situasi ini.

‘Aku pikir dia sangat kuat. Apa yang dilakukan Choi Han saat mereka dibunuh?’

Lock* merasa marah, apa yang mereka tahu? 

Bud yang menyukai novel juga berkomentar, "Bagaimana mereka bisa berkomentar seperti itu? apakah mereka benar-benar membaca atau tidak? Banyak situasi yang bisa terjadi."

Itu wajar untuk berpikir seperti itu.

Namun, ada alasan mengapa novel ini disebut, [Kelahiran Pahlawan], dan bukan, [Kekuatan Pahlawan], atau, [Perang Para Pahlawan].

Kelahiran.

Itu adalah kisah tentang seseorang yang mengatasi segala macam rintangan dan membawa rasa sakit masa lalunya saat ia menjadi pahlawan. Cinta dan persahabatan muncul di sepanjang jalan saat ia bertemu musuh dan teman.

Sesuatu yang tidak bisa hilang dari sebuah cerita adalah, ‘kebangkitan’. Dia mungkin memiliki bakat eksplosif dan telah hidup selama puluhan tahun di Hutan Kegelapan, tetapi, melalui semua itu, Choi Han masih orang yang polos dan lembut yang tidak bisa membunuh manusia lain. Dia tidak memiliki masalah membunuh monster, tetapi Choi Han tidak pernah menyakiti orang lain.

Itu tidak benar, Dia tidak sepolos yang Cale kira. Namun hal lain juga benar, Choi Han pada waktu itu masih belum bisa membunuh manusia, yang membuatnya gagal membunuh penyihir aneh diawal pertemuannya dengan Cale.

Untuk mengubah seseorang seperti dia menjadi pahlawan, novel itu telah menciptakan situasi bagi Choi Han. Untuk menyembuhkan wanita yang memperlakukannya seperti putranya sendiri, Choi Han pergi ke Hutan Kegelapan untuk menemukan beberapa ramuan obat yang berharga.

Dia harus melakukan perjalanan jauh ke dalam hutan untuk menemukannya, dan, ketika dia akhirnya berhasil menemukan ramuan itu dan kembali ke desa, dia menemukan mayat penduduk desa yang terbunuh, rumah yang terbakar, dan para pembunuh yang akan pergi...

Choi Han* tidak bisa tidak berteriak, "Kenapa? Kenapa kamu sangat tenang saat Dewa mempermainkanmu seperti itu?"

Choi Han dengan tenang menjawab, "Itu karena dewa tidak bisa ikut campur dalam dunia manusia. Kau akan tahu nanti."

Choi Han mengamuk setelah melihat ini dan membunuh seseorang untuk pertama kalinya. Tentu saja, orang-orang yang dia bunuh adalah anggota organisasi rahasia ini, dan organisasi rahasia ini sering bentrok dengan Choi Han sepanjang novel.

Choi Han hanya kembali normal setelah membunuh semua pembunuh dari organisasi rahasia, sebelum jatuh ke dalam keadaan putus asa karena ia tidak dapat mengumpulkan informasi apapun dari mayat. Dia kemudian mengubur mayat penduduk desa sebelum membuat janji pada dirinya sendiri.

‘Aku akan membunuh mereka semua. Aku akan membunuh semua orang yang membuat ini terjadi.’

Rosalyn* dan Lock* memegang Choi Han* untuk menenangkannya, itu sangat berat seperti seseorang menggali ingatannya dan mengulangi kejadian itu didepannya.

Choi Han menyadari apa kesedihan kematian pada saat ini, tetapi pembunuhan pertamanya mulai memutar pikirannya. Tentu saja, dia mulai merasa lagi dan mulai menjadi lebih seperti manusia setelah bertemu dengan anggota partynya nanti di novel, dan tumbuh menjadi pahlawan sejati.

“…Ron.”

“Ya, tuan muda.”

“Tolong segelas air dingin.”

“…mengerti.”

Setelah Ron pergi dan dia sendirian di kamar, Cale menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

Masalahnya adalah kota tempat Choi Han yang bengkok ini tiba setelah meninggalkan Desa Harris adalah kota yang disebut Barat, yang terletak di pusat wilayah Henituse.

Skenario terbaik untuk tidak dipukuli tidak lagi tersedia. Aku memang lebih peduli tentang kemungkinan menyelamatkan orang-orang desa, tetapi tidak ada yang bisa kulakukan untuk saat ini.

Choi Han sekali lagi menatap sosok yang tertidur dengan lembut, Cale memang orang yang baik hati.

Sekarang, yang tersisa adalah memastikan aku bertindak dengan cara untuk menghindari dipukuli oleh Choi Han yang marah, yang bergerak dengan kecepatan gila untuk tiba di Kota Barat besok.

‘Menghindari karakter utama bukanlah ide yang baik.’

"Bukankah seharusnya dia menghindari karakter utama yang akan memukulnya?" Bud* menatap frustasi, dia tidak tahu cara berpikir transmigrator itu. Sebagai seorang pembaca novel, jika ia diposisi Cale, dia sudah pasti akan menghindari karakter utama.

Kim Rok Soo juga melihat dengan aneh, setidaknya dia harus menghindari karakter utama kan?

Dia harus bertemu dengan Choi Han agar Ron dan Beacrox juga bertemu dengannya. Itulah satu-satunya cara bagi mereka bertiga untuk meninggalkan tempat ini bersama-sama untuk memulai perjalanan resmi mereka. Kemudian yang tersisa hanya satu tindakan.

Ah, jadi untuk mengusir mereka bertiga.

Rosalyn dan Alberu tertawa terbahak-bahak, lucu saat melihat ekspresi Choi Han seperti anak anjing yang ditinggal pemiliknya.

Ron hanya tersenyum seperti biasa, dan Beacrox... tetap tanpa ekspresi namun sudut mulutnya berkedut.

‘Suruh mereka bertemu satu sama lain dan kemudian menyingkir.’

Kali ini kedutan disudut mereka semakin tak terkendali.

Bud hanya melirik duo Molan, dan berdoa semoga Cale selamat saat ia bangun.

Dengan kesan pertama yang sebaik mungkin, jika memungkinkan.

“Tuan Muda.”

“Ah, terima kasih, Ron.”

Cale menyesap dari cangkir yang dibawa Ron. Dia kemudian mulai mengerutkan kening.

“Ini bukan air dingin?”

“Ini limun.”

Kim Rok Soo dan Cale* melihat air minum dengan tatapan jijik.

Ron* menatap dirinya di layar dan kemudian disisi lain. Itu untuk menguji Cale apakah dia orang lain yang menyamar atau bukan.

Hasilnya memang bukan penyamaran, namun siapa juga yang menyangka itu adalah pergantian jiwa?

Dia benar-benar pria yang licik. Dia tahu bahwa, seperti Kim Rok Soo, Cale yang asli membenci hal-hal yang asam. Tapi dia masih memilih untuk membawa limun, yang akan membutuhkan lebih banyak pekerjaan untuk mempersiapkan daripada air dingin. Cale ingin marah pada rasa asam, tetapi dia tidak bisa melakukannya karena dia takut pada lelaki tua pembunuh itu. Dia hanya bisa minum limun.

"Kau begitu ditakuti oleh Cale-nim."

"Diam."

“Terima kasih, itu luar biasa.”

“Tidak masalah. Tuan Muda. Kita seharusnya bisa segera pergi ke ruang belajar."

“Baik.”

Senyum Ron yang ramah dan lembut membuat Cale merinding. Dia sekali lagi mengepalkan cek 10 juta galon untuk dukungan.

Uang benar-benar satu-satunya hal yang bisa dia percayai.

Litana dan yang lainnya mulai memikirkan apakah mereka harus memberi Tuan muda Cale hadiah uang dan emas.

 

Notes:

IMO Deruth itu sebenernya orang yang baik tp ayah yang biasa aja. Henituse family itu menurutku penuh kesalahpahaman wkwk, meskipun gaada adegan kaya keluarga Stan yang diluar nalar kelakuannya, tetep aja keuarga Henituse juga sulit. But still they manage it at the end.
Itu juga karena Cale kita yang ngeapproach mereka duluan, meskipun Cale gayanya yang kaya "alah gapapa ntar juga aku pindah nyari rumah blablabla" tetep aja dia duluan yang inisiatif ngomong sama mereka. Intinya komunikasi sih...

Ini kayanya beneran Cale sama Rok Soo itu tukeran, di extra chapter keliatan banget tim 1 nyaman sama Rok Soo yang sekarang karena Rok Soonya yang peduli ke mereka juga.
Terus Cale yang sekarang juga gitu ke dunia dia sekarang :)

Jadi menurut sudut pandangku, disini akhirnya mereka sama-sama nemuin kebahagiaan mereka.

Notes:

Aku aslinya antara pengen sama ga pengen rahasia Cale keungkap, tapi di novelnya Ron udah curiga terus si Cale juga udah mau cerita... jadi gitu deh. I just want Cale to know that he IS loved by everyone, and that everyone itu peduli sama dia... me too actually.