Actions

Work Header

Fettered Dreams

Summary:

Tumbuh dalam lingkungan mafia, ‘kematian’ seakan menjadi kesehariannya. Setiap hari Sunday hampir mendengarnya hingga pada titik ‘kematian’ bukan lagi kata-kata menakutkan baginya, hanya sebuah kata di antara banyak hal yang dia dengar, tapi hari ini satu kata itu berdampak besar padanya. Kematian Gopher Wood. Kematian pemimpin Oak Family. Figur ayah baginya.

Masalahnya pun bertambah dengan penolakan para eksekutif Oak Family dia menjadi pemimpin baru hanya karena satu hal, dia Omega. Waktu yang terbatas membuatnya menarik 'anjing penjaga' yang dia kenal untuk ikut dalam drama konyol Family miliknya. Tapi mengingat aliansi antar Family sangat rapuh, apa pilihannya tepat?

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Chapter 1: Chapter 1

Chapter Text

Kepanikan.

Kegaduhan.

Kekacauan.

Hal seperti ini sudah sering Sunday alami. Tiap membuka mata setelah tidur yang tak bisa dikatakan tenang selalu saja ada bawahannya yang memberi kabar tak mengenakkan. Hari ini pun sama, namun bahkan sebelum ada yang menjelaskan padanya dia paham kali ini jauh melebihi biasanya. Seluruh penghuni rumah ini, tidak, jika melihat dari banyaknya pesan dan panggilan tak terjawab di ponselnya, seluruh Family dilanda kepanikan. Hanya sedikit hal yang bisa membuat Oak Family sampai seperti ini dan entah kenapa Sunday seakan bisa menebaknya.

Pesan paling baru yang masuk ke ponselnya memastikan dugaannya.

Tuan Sunday, apa benar mobil yang ditumpangi Tuan Gopher Wood meledak?

Membaca pesan paling atas di ponselnya, Sunday hanya terdiam. Bisa dihitung jari apa yang membuat salah satu dari lima Family terkuat yang menguasai Penacony jatuh dalam kekacauan secepat ini dan kebanyakan selalu sesuatu yang buruk menimpa pemimpin Family. Beberapa tahun lalu Bloodhound Family, kali ini nampaknya giliran Oak Family.

Tumbuh dalam lingkungan mafia, ‘kematian’ seakan menjadi kesehariannya. Kematian bawahan, pengkhianat, rival, rekan. Setiap hari Sunday hampir mendengarnya hingga pada titik ‘kematian’ bukan lagi kata-kata menakutkan baginya, hanya sebuah kata di antara banyak hal yang dia dengar. Tapi hari ini satu kata itu berdampak besar padanya. Kematian Gopher Wood. Kematian pemimpin Oak Family. Pemimpin salah satu Family besar. Figur ayah baginya.

Tidak ada anggota Family yang berani menyapa atau bertanya padanya selama dia berjalan menuju ruang kerja Gopher. Kalaupun ada Sunday tak menyadarinya. Tubuhnya seperti dalam auto-pilot. Di ruang kerja Gopher pun dia hanya berdiri di depan meja, menatap kursi kosong yang biasa diduduki ayah angkatnya. Dia tidak menangis atau berteriak. Mati rasa. Hanya itu.

Sejak kecil dia diajarkan untuk selalu waspada karena banyak bahaya mengancam dan bersiap kehilangan seseorang yang penting baginya suatu hari nanti. Hari ini adalah harinya dan meski ada bagian dirinya yang merasa tak siap, dia tak boleh berduka terlalu lama. Ada Family yang harus dia atur.

Ekspresinya yang semula kosong berubah penuh keseriusan. Pertanyaan yang harus dia jawab, siapa yang berani membunuh ayahnya. Salah satu dari Family rival. Dia yakin itu. Alfalfa, Iris, Nightingale, atau Bloodhound. Siapa dari mereka yang berani membunuh ayahnya dan bisa memicu perang antar Family.

Suara ketukan pintu diikuti seseorang memanggilnya. “Tuan Sunday, maaf mengganggu.”

“Masuk,” perintahnya.

Pintu kayu itu terbuka pelan dan seorang pria paruh baya masuk dengan ekspresi ragu. Loken. Kepala pelayan rumah ini juga salah satu individu yang dipercaya oleh Gopher Wood karena loyalitasnya yang tak pernah pudar.

“Ada apa?”

“Saya mohon maaf jika ucapan saya menyinggung perasaan Anda yang tengah berduka, tapi para eksekutif ingin bertemu di ruang rapat.”

Sunday bisa mengira pembicaraan apa yang akan terjadi. Mereka bahkan tak memberinya setengah hari untuk berduka, huh.

“Aku segera ke sana.”

“Tuan Sunday, Anda yakin?” tanya Loken khawatir.

“Ya. Para anjing-anjing haus kekuasaan itu harus tahu aku bukan merpati lemah,” jawab Sunday tegas.

Langkahnya tak ragu sedikit pun bahkan saat membuka kedua daun pintu ruang rapat dan semua mata terarah padanya. Mata yang menatapnya rendah hanya karena satu hal yang tak bisa dia ubah.

“Apa yang ingin kalian bicarakan?” tanya Sunday tenang setelah mengambil duduk.

“Kami tidak akan basa-basi, Sunday. Lepaskan posisimu sebagai pemimpin Oak Family.”

Mata Sunday menyipit. Mereka memang anjing keparat.

“Atas alasan apa?” Sunday tahu alasannya tapi dia ingin mendengar sendiri.

“Karena kau Omega!” marah salah satu eksekutif hingga menggebrak meja. “Gopher mengangkatmu sebagai putra itu urusannya! Tapi menunjukmu sebagai penerusnya, memimpin Oak Family, tidak bisa dimaafkan!”

Sunday hanya tersenyum simpul.

Omega.

Hanya karena satu kata itu masa depannya seakan terkunci. Semua kontribusinya pada Oak Family tak memiliki arti bagi para eksekutif kolot ini hanya karena dia Omega. Lalu sekarang mereka secara terang-terangan menolak wasiat resmi Gopher yang menyatakan jika dia meninggal atau dalam posisi tak bisa menjalankan tugasnya maka Sunday yang menggantikan.

Apa serendah itu Omega di mata mereka? Mengingat beberapa dari mereka terang-terangan memiliki banyak budak Omega, bahkan ada yang nyaris menandainya dan satu-satunya alasan mereka tak lagi mengincarnya karena ultimatum Gopher, bukan hal mengejutkan. Alpha kolot yang masih menjunjung tinggi stigma kuno.

“Hanya karena itu? Omega memimpin Family bukan hal baru. Maeven Ellis kepala Iris Family sekarang juga seorang Omega. Kalian menolak wasiat Gopher hanya karena saya Omega, secara tak langsung kalian juga menghina pemimpin Iris Family. Apa kalian siap dengan resikonya? Siapa yang meledakkan mobil Gopher belum diketahui dan kalian sudah mau berseteru dengan Iris Family?”

Para eksekutif itu terdiam. Sedangkal apapun pikiran mereka, mereka pasti paham ucapannya benar. Jika Iris Family yang meledakkan mobil Gopher memang akan melewati dua pulau hanya dalam sekali dayung, tapi bagaimana jika tidak? Aliansi antar lima Family selalu rapuh tapi mereka juga membutuhkan aliansi itu. Memutus satu hanya karena penghinaan atas pemimpin benar-benar ketololan luar biasa.

“Dia memiliki Alpha. Omega yang memimpin Family selalu memiliki Alpha dari kalangan terhormat sebelum mereka menjadi pemimpin.” Salah satu eksekutif kembali bersuara.

Sunday mengerutkan dahi. Ternyata salah satu masih memiliki otak cukup bagus untuk mengingat sejarah dan ini cukup merepotkan bagi Sunday. Dia tidak punya cukup argumen untuk membalas.

“Jadi alasan kalian sekarang karena saya belum memiliki Alpha?”

Ekspresi mereka berubah menjadi serigala kelaparan. Dasar otak selangkangan.

“Kami tidak keberatan kalau kau memilih salah satu dari kami, Sunday.”

Tentu saja tidak. Seputus asa apapun dia tidak akan memilih Alpha tua kolot di depannya. Lebih baik dia memilih hewan buas daripada mereka.

Tunggu.

Hewan buas.

Sunday tersenyum dingin.

Ada satu orang yang bisa dia tarik dalam drama konyol ini.

“Saya tanya sekali lagi, kalian keberatan karena saya belum memiliki Alpha?”

“Dari kalangan terhormat.” Mereka memberi penekanan.

Baik. Kalau mereka ingin bermain seperti itu, akan dia buat mereka menyesal sudah merendahkannya.

“Saya paham.” Senyumnya melebar. “Kalangan terhormat, berarti consigliere lima Family termasuk dalam kategori itu kan.”

Senyum serigala mereka memudar. “Sunday…kau…”

Dia menatap Loken yang sejak tadi berdiri diam di sudut ruangan. “Loken, hubungi Bloodhound Family. Katakan aku ingin bertemu dengan consigliere mereka.”

“Siap, Tuan Sunday.” Pria itu membungkuk sebelum keluar ruangan melakukan perintah.

“Sunday! Consigliere mereka anak haram!”

“Tidak lebih buruk dari anak pungut sepertiku.”

Dia abaikan mata ingin membunuh dari para orang tua itu. Hanya gertakan kosong.

“Dengan ini kalian tak memiliki alasan menolak wasiat Gopher.”

“Kita belum tahu siapa pelakunya, Sunday. Apa yang akan kau lakukan kalau ternyata Bloodhound Family dalangnya?”

“Aku akan memutus aliansi dengan mereka dan mengeksekusi pasanganku sendiri,” jawab Sunday tanpa beban.

“Kau yakin bisa?” tantang mereka.

Sunday memberi tatapan dingin lalu mengambil sebilah pisau dari saku. Dengan menatap balik semua pria di ruangan itu, dia menyayat telapak tangan kirinya.

“Aku bersumpah atas nama mendiang Gopher Wood pria yang membesarkanku, atas nama Oak Family yang kupimpin, atas nama Ena yang kusembah, jika Alpha yang kupilih dalang di balik kematian ayahku, maka dengan tangan ini aku akan menyayat lehernya.”

Sumpah darah. Sumpah tersakral bagi Family dan Penacony. Mereka yang melanggar akan dikucilkan, dianggap lebih rendah, bahkan jika ingin percaya hal magis, akan selalu diikuti nasib buruk. Penghakiman pada pembunuh ayahnya lebih penting dari segalanya. Siapa pun yang meremehkan Oak Family dan dirinya akan membayar berat. Tiap tetes darahnya yang terjatuh di ruangan ini menjadi tanda tekadnya.


Bar VVIP Reverie Hotel bukan tempat yang mudah dimasuki. Mereka sangat mengedepankan eksklusifitas, kenyamanan, dan privasi tiap pelanggan. Media tak diizinkan masuk kecuali dengan izin sangat khusus yang tak mudah diberikan. Panggung hanya memainkan lagu jazz lembut tiap malam. Pencahayaan diatur temaram mungkin hingga wajah tiap individu yang duduk di kursi tak mudah terlihat. Namun jika salah satu pengunjung seorang kepala Family yang baru kehilangan ayahnya tadi pagi, orang paling pasif pun pasti akan mencuri satu dua pandang pada tamu spesial itu. Sunday lebih memilih bersikap acuh tak acuh, bersandar pada satu tangan dengan mata menatap ke arah panggung namun tak sepenuhnya menonton. Posisinya tetap sama saat seseorang mendekat. Tamunya datang.

“Yo, birdie.”

Sunday memberi tatapan tajam dari sudut mata.

“Terlambat.”

“Hanya lima belas menit.”

“Tetap terlambat, Tuan Gallagher,” ucap Sunday sinis.

“Terserah.” Tanpa menunggu izin dari Sunday, Gallagher duduk di sebelahnya. “Jadi, apa maumu? Meminta keamanan tambahan untuk pemakaman Tuan Gopher Wood?”

“Orang-orang Oak Family sudah cukup.”

“Lalu?”

Sunday membenarkan posisi duduknya. “Eksekutifku sangat kolot dan haus kekuasaan.”

Gallagher sontak tertawa. “Biar kutebak, mereka memaksamu melepas jabatan karena kau Omega? Birdie, bahkan saat Gopher Wood masih hidup aku bisa lihat kau lebih becus memimpin dari kebanyakan Alpha. Kau mau aku membereskan mereka?”

Sesuai nama mereka, Bloodhound sejak lama selalu membanggakan kemampuan mereka dalam pekerjaan mafia paling kotor, ‘membereskan pengganggu’.

“Tawaran menarik dan akan kupertimbangkan, tapi saat ini aku ingin menawarkan hal lain. Kau selalu bercanda agar aku memilihmu. Mau membuat itu kenyataan?”

Gallagher sontak terdiam. Sunday yakin jika bar ini tak melarang segala kegiatan merokok, puntung yang jarang absen di jari Alpha itu akan terjatuh karena saat ini dia benar-benar seperti patung.

“Sunday,” ucap Gallagher serius beberapa detik kemudian setelah meredakan kagetnya. “Ajakanku memang candaan hanya untuk membuatmu kesal tapi tawaranmu tidak. Apa kehilangan Gopher Wood membuatmu segila ini?”

Sunday memberi wajah jengah. “Aku masih waras. Kehilangan ayahku dalam kecelakaan tragis tidak akan membuatku sinting. Para eksekutif itu memberi syarat aku harus memiliki Alpha dari kalangan terhormat untuk tetap menjadi kepala Oak Family. Kau consigliere Bloodhound Family, orang kedua di sana. Memenuhi syarat.”

Gallagher memijat dahinya. “Aku butuh minuman. Tenang saja birdie, satu gelas cocktail tak akan mempengaruhi kepalaku dalam pembicaraan serius.” 

Pria itu berjalan ke arah bar namun bukannya memesan seperti tamu pada umumnya, dia justru berjalan ke balik bar untuk meracik minuman sendiri. Sunday tahu di sela kesibukan sebagai consigliere Bloodhound Family, Gallagher sesekali menjadi bartender hanya untuk bersenang-senang.

Ponselnya berbunyi. Dia tidak membawa ponsel kerjanya karena benda itu tidak berhenti berbunyi sepanjang hari, ponsel di kantongnya sekarang bersifat sangat pribadi. Hanya segelintir orang yang tahu.

Kakak, apa benar ayah meninggal? Aku segera kembali.

Adiknya yang tengah melakukan tur konser.

Ya. Ayah meninggal pagi ini karena ledakan. Pelakunya belum diketahui. Kau tidak perlu membatalkan konsermu.

Tidak. Aku tidak mungkin bisa tersenyum dan menghibur penonton setelah mendengar kabar ayah. Aku sudah dalam perjalanan pulang. Kakak baik-baik saja di sana?

Baik-baik saja. Andai adiknya tahu ‘baik-baik saja’ sudah hilang dalam kamus hidupnya sejak lama.

Ya. Aku bisa mengatasinya sejauh ini. Terima kasih.

Tapi mana mungkin dia membiarkan adiknya yang begitu bersih dikotori kekejaman mafia lebih banyak.

“Wajahmu tidak buruk juga kalau tersenyum seperti itu.”

Dia menyimpan kembali ponselnya dan memasang wajah serius, tidak sadar ekspresinya berubah saat membaca pesan Robin.

“Dan kembali masam. Untukmu.” Gallagher meletakkan cocktail yang dibawa di tangan kiri di atas meja di depannya, segelas Clockwise Sleeptalk. “Jadi, jelaskan maksudmu.” Pria itu menyesap minumannya sendiri, Glimmering Dreamscape.

Sunday meminum seteguk, tak akan dia akui terang-terangan tapi dia menyukai rasanya. Sensasi menenangkan dari campuran minuman ini membuatnya lebih gampang memberi penjelasan singkat apa yang terjadi dalam pertemuan eksekutif Oak Family pagi ini. Mereka tidak terima dipimpin oleh Omega dan setelah beradu argumen, dia bisa mendiamkan para Alpha kolot itu jika memiliki Alpha dari kelas atas. Gallagher pilihannya.

“Kenapa aku? Kau bisa memilih salah satu eksekutifmu.”

“Aku tidak sudi membuka kaki untuk para Alpha tua itu,” balas Sunday penuh racun di ucapannya. “Dan karena kau satu-satunya yang memenuhi kriteria.”

Gallagher tersenyum kecil. “Hee…aku merasa terhormat memenuhi kriteria Tuan Sunday yang memiliki standar tinggi.”

“Maaf menjatuhkan perasaanmu tapi standarku tidak setinggi bayanganmu untuk kali ini. Aku hanya mencari Alpha dengan posisi cukup tinggi namun tak terlalu berambisi dan mau kutarik dalam drama internal Oak Family yang konyol.”

Alpha besar itu tertawa lagi. “Seputus asa itu, huh.”

Sunday melempar delikan marah.

“Untuk dua pertama kuakui sesuai, tapi poin terakhir lebih cocok kau mencari penyembah Aha. Aku mengikuti Mythus.”

“Jangan membuatku mengingatnya,” ucapan Sunday semakin tajam dipenuhi amarah. Tiap mengingat salah satu Masked Fool berani menggunakan hologram tingkat tinggi untuk meniru Robin sementara adiknya itu tengah berjuang mempertahankan nyawa karena peluru nyasar, dia ingin menyayat leher jalang itu. Satu-satunya alasan Sunday tidak melakukan karena masalah politik dan diplomatik.

“Okay. Aku cukup tertarik dengan tawaranmu, tapi birdie, transaksi selalu bersifat dua arah. Apa yang kudapat?”

Pernikahan politik dengan segala macam prasyarat hal lumrah bagi seseorang di posisi mereka. Eksekutifnya tak mendikte kehidupan seperti apa yang harus mereka jalani. Dia hanya perlu ‘Alpha’.

“Sebutkan hargamu.” Sunday menyilangkan kaki, menunjukkan sikap percaya diri segala tawaran Gallagher bisa dia tangani.

“Aku tetap menjadi consigliere Bloodhound dan melakukan pekerjaanku di sana.”

“Tentu saja. Aku memberimu penawaran karena kau consigliere .”

“Dewlight Pavilion rumah keduaku.”

“Selama kau tidak merusaknya, deal.”

“Aku ingin beberapa bar di areamu.”

Satu alis Sunday terangkat. “Kita perlu membahas bar yang mana, jumlah tepatnya, dan pembagian keuntungan, tapi ok.”

“Jangan menggunakanku untuk mengorek rahasia Bloodhound.”

Sunday mendengus. “Hal sebaliknya juga sama. Ada lagi, Tuan Gallagher?”

Gallagher mendekat, mengatakan harga terakhirnya dalam bisikan. “Aku mau tubuhmu, birdie.” Dia menggigit sayap di kepala Sunday. Sontak membuat Omega itu berjengit.

“Dan aku sempat mengira otakmu lebih waras,” desis Sunday marah.

Gallagher tertawa pelan, memberi kecupan di sepanjang sayap Sunday. “Aku tetap Alpha normal. Seorang Omega cantik menawarkan diri menjadi pasanganku, mana mungkin tak kusentuh.”

Omega itu sekuat tenaga menahan erangannya. Anjing keparat. Gallagher tahu sayap Halovian sensitif dan sekarang sengaja menyentuhnya dengan cara intim.

“Jawabanmu, birdie?” Alpha itu menggigit pelan telinga Sunday.

“La…lakukan sesukamu.” Dia cepat menutup mulutnya sebelum sebuah erangan keluar.

“Bagus. Karena aku sudah menyewa suite room di atas.”

Sunday benar-benar ingin menginjak selangkangan Gallagher.

Notes:

why did I even publish this. 8 to 5 corporate slave and very very whimsical person. Pray to God I can finish this.

author rant aside, jujur masih belum kebayang dunia di fic ini kyk gimana. multi planet kayak HSR ato satu planet teknologi canggih dan Penacony salah satu negara di dalamnya. will decide later.
lalu Aeon di sini bukan sosok yang benar-benar ada, tapi "dewa yang disembah" tiap penduduk. Anggap sama kayak di cina/jepang yang punya banyak dewa dan tiap orang punya dewa utama yang disembah.
Sunday tetap halovian, wings and halo. kalau chara lain muncul, ras mereka juga sama. mungkin agak di ubah di umur foxian-xianzhou, tapi ya, liat ntar.

consigliere = advisor/tangan kanan bos mafia

yang mau sumbang ide sangat boleh, bisa drop di komen ato X @CursedCrystal