Actions

Work Header

Amnesia

Summary:

About Leehan who can never escape his memories with Myung Jaehyun.

Based on 5 Seconds of Summer - Amnesia lyrics.

Notes:

helow gais hehe, kali ini aku membawakan handaeng (iya ini angst hikd). gatau ya kenapa aku demen banget angst (sepertinya efek stres maafkan). anw hope u guys enjoy! >_<

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

I drove by all the places we used to hang out getting wasted
I thought about our last kiss, how it felt, the way you tasted

Leehan masih ingat dengan jelas.

Malam itu cahaya rembulan berpendar halus di wajah Jaehyun. Taburan bintang sedang memenuhi cakrawala, menerangi sepasang netra yang kian meredup karena kantuk dan lelah. Keduanya mabuk. Leehan merasa semakin mabuk kala melihat Jaehyun yang tampak fokus mengamati panorama di hadapannya, tak sadar akan Leehan yang sedari tadi menatapnya dalam diam. Leehan memandangi satu persatu bagian wajah Jaehyun dari samping. Matanya yang memantulkan cahaya, bak sekumpulan bintang terperangkap di dalamnya. Hidung dan pipinya yang kian merona, entah karena tiga gelas alkohol yang ditenggaknya atau karena suasana dingin di sekitarnya. Pandangan Leehan pun akhirnya jatuh ke bibir manis kesukaannya, seakan mengundang Leehan untuk menyatukan bibir keduanya. Ah, betapa gemasnya Leehan ingin mencium Jaehyun sekarang juga.

Tanpa disadari, Leehan mendekatkan wajahnya, menyadarkan Jaehyun dari lamunannya.

"Kak, aku cium boleh, ya?" ucap Leehan sembari mengelus pipi Jaehyun yang merona tersebut dengan penuh sayang.

Jaehyun yang sebenarnya sudah setengah sadar, mengiyakan permintaan Leehan dengan anggukan kecil sembari mengedipkan beberapa kali matanya, berusaha untuk tetap terbangun. Tanpa berbasa-basi Leehan pun segera mencium bibir ranum tersebut. Perlahan-lahan dan lembut, menikmati inci demi inci hingga tidak ada bagian yang ia lewatkan.

Manis. Hanya kata tersebut yang muncul di benak Leehan sembari mencium Jaehyun.

Setelah puas, Leehan pun melepaskan ciuman keduanya. Jaehyun yang masih menutup matanya meski ciuman mereka telah usai tersebut membuat ia tertawa kecil. Tampaknya, kekasihnya tersebut sudah terlalu mengantuk dan tidak sanggup membuka matanya.

"Ayo kita pulang, Kak."

Leehan tidak menduga bahwa ciuman tersebut akan menjadi ciuman terakhir keduanya.


And even though your friends tell me you're doin' fine
Are you somewhere feeling lonely, even though he's right beside you?
When he says those words that hurt you, do you read the ones I wrote you?

"Eh Leehan, gua ngeliat mantan lu tadi di kafe sama pacarnya," ucap Taesan, "tapi kayanya mereka lagi berantem deh, soalnya si Kak Jaehyun keliatan diem banget gitu gak kaya biasanya."

Leehan hanya termenung mendengarkan ucapan temannya tersebut.

Meskipun di media sosial Jaehyun selalu terlihat bahagia, Leehan tahu bahwa Jaehyun sebenarnya sering kali tidak sedang baik-baik saja. Entah sudah berapa kali ia mendengar kabar dari teman-temannya bahwa Jaehyun terlihat diam atau murung tiap kali ia sedang jalan berdua dengan pacar barunya tersebut.

Ia tahu, tidak sepantasnya ia memikirkan hal ini, tetapi apa boleh Leehan berharap bahwa Jaehyun lebih bahagia dengan dirinya ketimbang pacarnya yang sekarang?

Leehan menjadi berandai-andai, bagaimana jika selama ini Jaehyun masih menyimpan arsip percakapan keduanya.

Apakah hanya Leehan yang masih sering membaca riwayat percakapan keduanya?

Leehan yang kerap kali masih merindukan mantannya, memutar ulang kenangan bersama di antara keduanya sembari membaca satu per satu kalimat yang ada dalam ruang percakapannya tersebut. Apakah hanya dia seorang atau Jaehyun juga berbagi sentimen yang sama?

Biarkan Leehan berkhayal bahwa Jaehyun pun menghibur dirinya dengan membaca kata-kata manis yang Leehan berikan padanya dulu, terutama saat pacar barunya tersebut membuat Jaehyun sedih.


Sometimes I start to wonder, was it just a lie?

"Leehan dengerin ya, aku ini masih sayang banget banget banget sama kamu. Jadi, stop overthinking! Gak usah dengerin orang-orang di luar sana, mereka gak bakal tau ataupun paham apa yang aku sebenernya rasain," ucap Jaehyun, "INGET OKE! Aku, Myung Jaehyun, janji bakal mencintai seorang Kim Donghyun seumur hidup!"

Jaehyun mengakhiri perkataannya dengan mencubit kedua pipi Leehan hingga memerah.

"Aduh," tutur Leehan sambil meringis, "iya maaf, aku percaya deh. Maaf ya aku udah ngeraguin kamu, Kak. Tapi, awas aja ya sampe kamu ingkar janji. Aku pegang janjinya loh."

Jaehyun hanya menjawab dengan mengangguk-angguk dan tersenyum lebar.

"Kalo ada yang bikin kamu overthinking lagi kabarin aku! Nanti aku kasih paham ke orang-orang itu!" ucap Jaehyun sembari mengepalkan satu tangannya ke atas seperti ingin meninju seseorang.

Leehan pun akhirnya tertawa karena tingkah lucu dari kekasihnya tersebut. Melihat mata Jaehyun yang terlihat sangat bersungguh-sungguh, Leehan menghilangkan keraguan di pikirannya dan mempercayai bahwa Jaehyun pasti akan selalu berada di sisinya.


If what we had was real, how could you be fine?
'Cause I'm not fine at all

Leehan masih tidak menyangka, seorang Myung Jaehyun ternyata adalah seorang pengingkar janji.

"Kita harus bareng terus sampai nanti udah tua ya!"

Janji palsu yang ia ucapkan dengan sebegitu mudahnya.

"Janji deh, cuma Leehan seorang yang bakal punya tempat spesial di hatiku ini."

Seakan-akan hanya Leehan yang memegang erat semua janji tersebut, menggenggamnya erat hingga mengakar di hatinya. 

Akar yang akhirnya menusuk dirinya sendiri, memporak-porandakan hatinya hingga remuk.

Leehan tidak merasa baik-baik saja.


I remember the day you told me you were leavin'
I remember the make-up running down your face

"Leehan," ujar Jaehyun pelan, "maaf."

Jaehyun terlihat berantakan, wajah yang biasanya berseri kini tampak meredup.

Pandangan Leehan mulai buyar, pikirannya kacau balau. "Kenapa, Kak?" ucap Leehan, "aku salah apa? Kenapa tiba-tiba?"

"Aku mohon kasih tau aku salah apa, supaya aku bisa perbaikin semuanya, Kak. I beg you," lanjut Leehan sembari memegang tangan Jaehyun yang terasa lebih dingin dari biasanya.

Jaehyun menepis halus tangan Leehan."Kamu gak salah apa-apa, Leehan. Maaf, aku yang egois. Tapi emang udah baiknya kita jalan masing-masing, ya?" jawab Jaehyun dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.

"Seenggaknya kasih tau aku alasan kamu tiba-tiba mau udahin hubungan kita, Kak. Apa yang bikin kamu kecewa?" tanya Leehan dengan nadanya yang sudah terdengar sangat putus asa.

"Aku cuma ngerasa kita udah gak cocok, Leehan."

"Kenapa kamu bisa mikir kaya gitu, Kak? Siapa yang bikin kamu ngerasa kalo kita gak cocok?" Leehan merasa marah, lebih tepatnya marah dan kecewa. Jaehyun ingin mengakhiri hubungan mereka hanya karena alasan konyol seperti itu?

"AKU LEEHAN, AKU!" ucap Jaehyun lantang. Air matanya mulai mengalir satu persatu. "Itu hasil pikiranku sendiri. Udah, ya. Aku minta maaf karena keegoisanku. Intinya, aku udah gak bisa ngelanjutin hubungan ini lagi."

Setelah mengucapkan kalimat terakhirnya, Jaehyun pun pergi. Meninggalkan Leehan sendiri.

Leehan terdiam. Semua yang baru saja terjadi terasa seperti mimpi. Pikiran dan hatinya terasa hampa, hanya wajah Jaehyun berhiaskan air mata yang memenuhi pikirannya saat ini.


And the dreams you left behind, you didn't need them
Like every single wish we ever made

Entah sudah berapa janji dan mimpi yang mereka bagi bersama, nyatanya semua hanya bualan belaka.

Jaehyun yang berjanji akan menemani Leehan hingga lulus kuliah nanti.

Jaehyun yang berjanji akan mendampinginya hingga mereka tua nanti.

Jaehyun yang berjanji akan mencintai Leehan hingga mati.

Semua hal yang dijanjikan Jaehyun hanyalah omong kosong. Celotehan tiada arti yang berlalu begitu saja tanpa ia maknai.


I wish that I could wake up with amnesia
And forget about the stupid little things

Leehan benci dengan ingatannya saat ini. Ia sedang berbelanja di supermarket yang biasa dikunjunginya dahulu, bersama Jaehyun. Isi pikirannya langsung dipenuhi oleh Jaehyun, Jaehyun, dan Jaehyun.

Sereal yang selalu dijadikan sarapan oleh Jaehyun.

Buah-buahan kesukaan Jaehyun.

Permen jeli yang sering ia makan bersama Jaehyun.

Jaehyun, Jaehyun, Jaehyun.

Rasanya Leehan ingin membenturkan kepalanya sekarang juga. Harapannya agar ia bisa melupakan segala hal tentang Jaehyun.


Like the way it felt to fall asleep next to you
And the memories I never can escape
'Cause I'm not fine at all

Beberapa saat setelah hubungan keduanya berakhir, Leehan merasa seperti orang gila tiap kali ia terbangun. Semua karena refleksnya yang sulit untuk dilupakan.

Setiap kali ia terbangun, badannya secara otomatis mencoba untuk meraih sesuatu yang tak kunjung terjangkau.

Kosong.

Mata Leehan langsung terbuka lebar, mencari-cari keberadaan Jaehyun.

Setelahnya, ia tertawa miris. Bodoh. Batin Leehan.

Apa yang ia harapkan? Keberadaan Jaehyun di sampingnya saat ia tertidur?

Menyedihkan.

Sepertinya Leehan akan terjebak sendiri selamanya dalam memori yang tak pernah bisa ia hilangkan.

Notes:

btw you can reach me out via x! @myungppy