Work Text:
Awalnya aku berdua dengan gadis ini untuk ski dari bukit, tapi berakhir tersesat. Karena dingin kami memutuskan untuk mencari tempat menghangatkan diri hingga pda saat itu ada sebuah kabin. Tempatnya tidak terlalu besar, hanya 6m².
March memiliki ide untuk membagi suhu tubuh, awalnya aku merasa canggung tapi itu lebih berbahaya akibat suhu dingin, maka aku menerima saran itu. Dia membelakangiku, duduk diantara kedua kakiku. Supaya cara ini berhasil aku melingkari tanganku di perut rampingnya. Namun, aku menyenggol dadanya yang proporsional untuk ukuran perempuan, dan aku agak shok karena menyentuk bagian itu. Bahkan March tak bereaksi.
Sekitar 5 menit menghangatkan diri, Seele, Qingque, Caelus serta Dan Heng menemukan kami di kabin. Ternyata, karena ketololan kami, kabin ini berada di belakang gedung utama resort. Maka kami pergi ke resort untuk istirahat untuk mencegah hipotermia sebelum memburuk.
==========
Hari sudah malam disini. Resort ski ini memiliki banyak kamar dan setiap orang dapat memilih kamarnya sendiri. Tapi aku belum bisa tidur walaupun ini jam 11 malam. Tentang di kabin tadi, ada gejolak yang muncul dari perut hingga menyebar ke leher serta kepala. Saat melingkari tanganku ke perutnya, aku menyenggol payudara March dan jujur jantungku berdegup kencang. Di situ kondisi semakin hangat, suasana canggung mengisi kabin yang hanya ada kami berdua menghangatkan tubuh. Eh... aku sepertinya melihat ada yang merah, sekilas itu pipi dan telinga March.
Oke, tunda dulu pikiran ini. Mula-mula sekali sejak awal berpacaran aku jarang berinteraksi dengan para gadis terutama March. Huft, cowok gila mana yang tidak melekat dengan gadisnya.
Aku turun dari kasur dan beranjak keluar kamar hendak menemui dia. Kamarnya ada di seberangku, jadi aku tidak perlu jauh jauh. Oh? Lampu kamarnya menyala. Aku gedor pintu kamar itu dan terdapat balasan dari dalam. Pintu terbuka menunjukan March yang menggunakan piyama favoritnya. Penampilan imutnya dan badan yang bagus membuatku merona, aku harus menahan diri dengan melirik ke samping.
March :"Ada apa?"
Y/N :"March, apa kamu ada waktu luang besok setelah pulang dari resort ini?"
March :"Tentu, aku ada waktu seharian di rumah. Kamu ingin ke rumaku?"
Y/N :"Iya, aku mau"
March :"Yey-"
Y/N :"Tapi.. apa aku bisa menginap?"
March :"Ha??"
Y/N :"Iya maksudnya aku tidur di rumahmu..."
....
Wajah kami memerah karena ini walau berpacaran.
March :"Ehh... uh, ok."
Y/N :"Terima kasih March. Selamat malam"
Aku akhir pembicaraan dengan memeluk dia sampai mengeluarkan erangan. Meskipun ini membuatnya terkejut tapi itu lucu.
Tanpa lama-lama aku melepas diri dan kembali ke kamar dengan tersenyum dan membanting pintu kamarku. Astaga, betapa tololnya aku. Di dalam, aku juga mendegar suara pintu tertutup kemudian disusul suara seperti kayu yang dihantam. Aku berfirasat dia pasti tersandung. Haa... barusan itu membuatku sedikit malu tapi untung berhasil ku lalui.
==========
Jam 5 sore, aku berada di depan rumahnya. Desainnya unik , kutekan tombol bel rumah sesaat kemudian dia keluar.
Aku tercengang dengan penampilannya. Dia memakai celana jean pendek dengan crop top merah muda kebiruan.
March :"Hei, akhirnya lu datang juga. Ayo buruan masuk"
Y/N :"Selamat sore.. wew"
March :"Bagaimana? Semua ini aku sendiri yang menatanya"
Y/N :"mengesankan"
March :"Taruh barangmu, dan kita makan malam selepas itu menghabiskan waktu sepuasnya"
Y/N :"Iya-iya"
'Sepuasnya? Kalo gitu....'
.
.
.
.
.
Sesudah makan aku dan March menghabiskan waktu dengan nonton main video, istirahat dengan minuman hangat dan menonton film. Di sini, ruang tamu rumah ini dia jauh lebih melekat dari sebelumnya dengan duduk di antara kakiku. Keadaan ini sama seperti di kabin saat itu.
Melihat wajahnya yang berseri-seri aku pun penasaran, 'kok bisa aku punya pacar seperti dia?' Sekaligus tersadar, 'kalau diperhatikan lebih jeli dia beneran cantik'. Aroma parfum khas miliknya membuatku sedikit mabuk.
Aku melingkari tanganku ke perut langsingnya dan membenamkan mulutku ke lehernya dan dia mengerang. Ini pertama kalinya mencium leher seorang gadis. Aku menambahkan sedikit tenaga menghisap kulit cantiknya.
March :"Ahh.... ahn.... menggelikan"
Tapi aku tak menghiraukan ucapannya. Kubuat sedikit lebih keras sedikit lagi dan akhirnya aku lepas ciuman ku, hingga membekas di leher.
Napas kami terengah-engah setelah aku melakukan cupang ke lehernya. Aku rasa belum selesai, hanya perlu lebih menempel saja. Aku merasakan detak jantung di perutnya yang terbuka melalui telapak tanganku lalu membelai perut lembutnya. March mengerang lagi, semakin kubelai semakin keras suara mukutnya.
Kusudahi gerakan tanganku, dan berpindah ke wajahnya sehingga dia mengahadapku. Wajahnya merona dan matanya yang sayu dan bibir ranumnya. Mendekati wajahnya sampai menyentuh bibir tipis cantik itu. Hanya kecupan ini ternyata dapat mebuat orang senang.
Tak perlu lama aku lepas ciumanku, dan memecah keheningan.
Y/N :"merasa seneng?"
March :"Iya.."
Y/N :"Yang bener"
Aku keraskan cengkaramanku di perutnya.
March :"Hei, geli", responnya meringis.
Y/N :"Haha, iya tau. Aku sayang kamu"
*chu*
Diam lagi di posisi ini 2 menit, rasanya kurang maksimal kalau tak ada pangkuan.
Y/N :"Luruskan kakimu"
March :"hn?" *angguk*
Dia mengangguk saja, aku berdiri dan berbaring didepannya dan kepalaku di atas pahanya. Haaaa, sungguh nyaman.
March :"Dari luar kamu terlihat konyol tapi di dalam kamu juga manja"
*berputar menghadap March*
Y/N :"Aku juga manusia yang butuh kenyamanan"
Berguling ke kanan dan wajahku menghadap perutnya, langsung aja kutempelkan dengan wajahku. dia ramping tapi ini lembut.
March :"Mmmm kamu ini ada ada saja"
*puk puk*
Y/N :"Ini apa?"
March :"Eh?"
Karena gelap, tak peduli apa pun itu aku gigit tonjolan kecil ini.
March :"Ouch! Itu pusarku!"
Y/N :"Beneran? Hehehe maaf, mungkin karena fetishku"
March :"Ada-ada aja:"
Aku melirik wajah March, terplester ekpresi senyum yang jarang kulihat sebelumnya.
