Actions

Work Header

Serba serbi pengantin baru

Summary:

Drabble berisi kehidupan sehari-sehari pengantin baru.

Sleep deprived college student Rover (25) x Just your ordinary office worker Calcharo(32).
Atau
Anak kuliahan yang energetik dan suaminya yang kalem dan tak begitu ekspresif.

Chapter 1: Pagi hari

Chapter Text

Pagi yang indah di hari Minggu, hari kesukaan semua orang. Seperti hari-hari yang lain, Calcharo pasti bangun lebih dahulu ketimbang suaminya yang lebih muda itu untuk memasak sarapan bagi keluarga kecilnya.

Karna Rover sudah bekerja keras selama seminggu ini, Calcharo memutuskan untuk memasak makanan favorit Rover, sup sawi telur, tempe mendoan, dan beberapa buah somay goreng yang dia beli dari mang Jiyan di komplek sebelah. Calcharo memotong bahan-bahan itu dengan cekatan dan diberi sedikit bumbu aksi bak seorang koki di sebuah restoran mewah. 

Setelah mencuci dan memotong bahan makanan, ia mulai menumis bawang untuk sup. Harum bawang putih memenuhi seisi dapur, bahkan sampai ke lantai dua kamar nya dan Rover. Rover terbangun seketika ketika ia mencium harumnya tumisan bawang putih, walaupun matanya masih merem melek karna habis begadang nyelesain naskah novel pendeknya. Laki-laki bersurai hitam ini mengucek matanya beberapa kali sembari menguap. Dia turun dari kasur dan meregangkan otot-ototnya yang masih lemas.

Tak lupa Rover ke kamar mandi dahulu untuk mencuci wajahnya agar lebih fresh dan juga menggosok giginya supaya Calcharo mau memberinya morning kiss, soalnya kata mas Cal, Rover tuh kalo baru bangun mulutnya bau banget. Setelah selesai, dia turun ke dapur untuk menemui Calcharo. 

Laki-laki yang sudah ada di usia pertengahan 20-an itu memeluk pria bersurai putih panjang yang 7 tahun lebih tua darinya itu dari belakang. "Mmmnh... Selamat pagi mas Cal..." Dia menenggelamkan wajahnya di tengkuk leher milik Calcharo, menghirup wangi parfum pria yang sudah seperempat tahun ini menikah dengannya. "Mas Cal masak apa?" Tanya nya basa-basi.

Di tengah kegiatan memasaknya Calcharo menyempatkan diri untuk mengelus rambut fluffy milik Rover. "Pagi juga dek. Mas masak makanan kesukaan kamu, sup sawi telur, tempe mendoan, sama somay gorengnya mas Jiyan di komplek sebelah." 

Rover terkekeh bahagia dan memberikan tengkuk suaminya itu beberapa kecupan kecil. "Hehehe, mas Cal emang tau banget aku lagi pengen makan itu hari ini! Mmmnh... Sayang deh sama mas Cal." Yang lebih tua berdehem ketika yang lebih muda mengecup tengkuknya dengan sensual di pagi hari, ia tau apa yang suami kecil nya itu rencanakan. "Dek, ini masih pagi, mas ga ngajarin kamu buat nakal dan ngegoda mas pas mas lagi masak, nanti kalo gosong atau kebakaran gimana?"

Rover cemberut ketika niat kotornya itu ketahuan oleh suaminya, pipi tembemnya menggembung membuat lawan bicaranya tak kuasa untuk tidak mencubit kedua pipi tembem itu. "Sudah, kamu duduk aja di meja makan, ini masakannya sudah mau matang. Jangan ngerecokin mas di dapur." Yang lebih muda mau tidak mau mengikuti perintah yang lebih tua, dia duduk manis di meja makan sembari menonton suaminya lanjut memasak. 

Calcharo selesai memasak dan menaruh semua makanan itu di meja makan, mata ke-emasan Rover berbinar bahagia ketika ia melihat makanan favoritnya tersaji di meja, terlebih lagi ini masakan buatan suami kesayangannya. Dengan semangat Rover mengambil piring yang sudah diisi nasi oleh Calcharo dan mengambil beberapa sendok sup, dan beberapa buah tempe dan somay.

Rover makan dengan lahap, pipinya sampai menggembung sangking lahapnya ia makan. "Mwasawkan mwas Kwal mhemawnh mhantwap phol!!" Ia berbicara sambil mengunyah makanannya yang membuat dirinya tersedak, Calcharo langsung buru-buru memberinya segelas air lalu mengelus-elus punggungnya perlahan. "Kan mas udah bilang kalo lagi makan tuh jangan ngomong, dek!"

Series this work belongs to: