Chapter Text
being left out is not on hazel's bingo list.
dia baru saja menemukan circle pertemanan yang ia inginkan, tetapi menjadi orang terakhir untuk mengalami highschool phase itu tidak mengasyikan. kali ini, topik perbincangan yang sedang dibahas teman-temannya itu tidak jauh dari percintaan. as always.
"kalo hazel gimana? lo punya mantan gak?" arlo menatap hazel penasaran.
Arlo, dia teman pertama hazel. dia juga yang mengenalkan hazel kepada teman-temannya yang lain. Arlo itu baik sekali, he's an extrovert, and he's pretty. Selama hampir setahun berteman dengan arlo, sudah lima orang menyatakan cinta kepadanya, yang tentu saja dia tolak mentah-mentah. kalo kata arlo, they're not my type.
and currently, he's not single anymore.
"uh... gue—"
"oh my god, wait. guys, he's text me back!" casey memotong kalimat hazel, bukannya marah, hazel merasa lega.
Casey itu cantik, tentu saja. she's a cheers captain, rambut casey juga sering berubah warna, kali ini warnanya dirty blonde. she's a popular girl of course, dia selalu dekat dengan cowok populer, dan kali ini dia sedang pdkt dengan selebgram sekolah sebelah.
"eh? siapa? james?" alyssa yang dari tadi diam saja akhirnya menimpali.
Alyssa. she's the prettiest in the group, menurut hazel. but she's slow, alias LEMOT BANGET. she's currently single, kata alyssa mantan terakhirnya itu selingkuh. hazel juga sampai bingung kenapa orang secantik alyssa bisa diselingkuhi. yah, tapi akhir-akhir ini dia sedang dekat dengan mahasiswa baru di kampus tidak jauh dari rumahnya.
"ya iya lah siapa lagi" casey memutar matanya, sebelum wajahnya kembali ceria, "oh dia ngajak gue aquarium date, OMG. AAAA." casey berteriak kecil sambil memeluk orang disebelahnya, yang dibalas dengan erangan malas, "iye iye ahhh, lepasin gue aduh." jawab dean, seseorang yang dipeluk oleh casey.
Dean, hazel tidak terlalu dekat dengannya. karena selain hazel baru mengenal lelaki itu terakhir, dean juga sedikit intimidating. hazel suka merasa awkward jika ditinggal berdua saja dengan dean. he's a basketball player. he's cool guy. dean juga tipe lelaki pendiam. hazel tidak tau terlalu banyak mengenai dean karena dia termasuk lelaki yang tertutup, tapi yang hazel tau dean sedang dekat dengan seseorang.
"kapan?" hazel ikut menimpali, mencoba menyimak perbincangan antara casey dan dean.
"sabtu besok." casey tersenyum menampilkan giginya rapi, badannya bergetar naik turun saking senangnya. "eh menurut kalian dia bakal nembak gue gak?" mata casey berbinar menatap satu-satu temannya itu, dan dibalas dengan anggukan serentak. "menurut gue sih iya, dia aja udah ngenalin temen-temennya ke lo kan. harusnya udah pertanda gaksih." arlo menyilangkan tangannya sembari bersandar di kursi yang didudukinya. alyssa mengikuti gaya arlo dan mengangguk lucu, "hmm betul betul." "ya mungkin." timpal dean.
pandangan casey beralih ke hazel, membuat sang punya nama gelalapan, "eh–iya! kata lo james juga udah ada kode kan mau ngenalin lo ke adik-adiknya juga, kayaknya lo bakal jadian sih sabtu."
"AAAAA, gue ga sabar banget." casey berdiri dari bangkunya dan mulai berputar-putar ria, perasaannya sungguh diatas awan.
"kalo gue jadian ayo group date!"
DEG.
jantung hazel serasa mau jatuh, dia tidak punya pacar, group date? bagaimana....
"lah gue gak ada pacar." jawab dean, casey yang masih berdiri itu menarik bahu dean agar menghadapnya, "lo kan lagi deket sama si itu! si siapa namanya dah. nerd itu kan–"
"leon. stop calling him nerd."
"yaaa iya sorry deh, udah nanti lo bawa dia aja dah ya." casey menepuk bahu dean cukup keras dan tersenyum senang, pandangannya beralih ke alyssa, "lo udah bawa aja tuh kakak maba kesayangan lo itu oke." dan dibalas dengan acungan jempol dari alyssa.
hazel bingung, dia bahkan tidak pernah dekat dengan siapapun, apakah dia harus membawa kanaka, teman kecilnya itu... tapi, mereka sudah tau kanaka! oh my god—
"hazel, lo ada pacar?" casey menepuk bahu sang pemilik nama. hazel yang sedang melamun itu kaget.
"ADA!"
eh
"eh~~" jawab teman-temannya itu serentak. beberapa senyuman miring muncul diwajah mereka.
mati, hazel.
"kok gak pernah bilang lo ternyata ada pacar sih" arlo yang duduk disebelahnya itu langsung memeluknya sedih, wajahnya cemberut menatap hazel. "ehm—baru jadian beberapa hari lalu... hehe." hazel merempat tangannya, nasi sudah menjadi bubur. ia harus improvisasi.
"eh? baru banget, ada fotonya gak?"
"gue belum foto sama dia, dia sibuk banget sama kerjaannya."
"pacar lo kerja?" dean bertanya heran, pandangannya cukup skeptis, "ng–nggak! dia semacam influencer gitu, lagi sibuk bikin video dia, hehe."
"omg, pacar lo famous ya, siapa namanya!! kali aja gue kenal." arlo kembali menimpali jawaban hazel, matanya berbinar senang. "eh...gue ngomong dulu ya ke dia. gue takut dia gak nyaman." hazel menggaruk kepalanya yang tidak gatal. tersenyum canggung, hazel kembali menimpali, "besok gue coba."
"oke! kita tunggu ya hihi." alyssa tersenyum memberi jempol semangat kepada hazel.
ah... mati sudah. batin hazel.
***
"lo tuh udah kebanyakan boong anjir cel" cetus kanaka sambil meminum bubble teanya, melirik hazel yang sedang membenamkan kepalanya di meja cafe.
"gue gak sengaja tau na"
"gak sengaja gimana anjir?! bulan lalu lo boong punya kenalan artis terus sekarang lo ngaku punya pacar famous?! GILA YA" kanaka menggebrak meja cukup keras sampai beberapa orang disekitar mereka menoleh kearah mereka berdua.
"GUE REFLEK–" hazel mengangkat kepalanya tak terima, "lagian emang bener, kakak sepupu lo kan artis!" kanaka menatap hazel tak terima pula, "itu temennya pacarnya sepupu gue— dan gue gak kenal dia acel! heran gue sama lo tuh" kanaka mengusap wajahnya dengan kasar,
"temen-temen baru lo tuh toxic. lo mending balik ansos aja deh daripada harus ngikutin gaya hidup mereka" "mereka tuh gak toxic tau! udah deh jangan dibahas mulu gue pusing." hazel mengembuskan nafasnya lelah, menyesap ice lemon teanya yang mulai mencair.
kanaka diam saja, malas menjawab ucapan hazel yang lagi cemberut itu dan kembali fokus bermain dengan ponselnya, sesekali menatap hazel yang memandang ke luar cafe. tempat duduk yang mereka pilih cukup strategis, dekat dengan kaca besar yang berhadapan langsung dengan jalanan besar yang ramai penuh dengan orang-orang yang hendak melaksanakan aktivitas mereka masing-masing. sedikit melamun, dan memikirkan solusi karena mulut besar hazel yang kurang bisa diajak kompromi itu. tidak lama terdengar suara bisik-bisik yang cukup kencang di meja sebelah hazel dan kanaka duduk, dua cewek sedang menatap dengan puja kearah depan,
"itu matthew kan?! cowo terganteng satu indo!"
"iya! iya! dan gue juga denger dia tuh lagi jomblo!" mendengar hal tersebut kanaka mengerutkan dahinya, "buset lebay banget" bisiknya. kanaka mengalihkan pandangannya ke arah depan, melihat lelaki yang disebut 'matthew' ini sedang berjalan bersama salah satu temannya, sedikit terburu-buru.
"menurut gue ya cakep sih tapi ga selebay itu juga satu indo" ucap kanaka sedikit mencodongkan badannya ke samping–ke arah hazel. tidak ada jawaban.
kling.
"cel-" kanaka menoleh, melihat sebelah kursinya yang telah kosong. sedikit mendelik, kanaka menatap ke arah depan dan melihat sahabat dongonya yang sudah menyentuh pundak lelaki yang katanya cowo terganteng satu indo itu. ingatkan kanaka untuk memukul jidat hazel yang mini itu!
***
