Work Text:
Scar pusing, apa lagi yang harus ia lakukan agar Rover jatuh cinta dengannya? Dia sudah ngajak Rover ngedate di restoran mewah yang benar-benar menyedot kering isi dompetnya, namun hati Rover tampaknya masih belum melunak.
Teman-teman geng Fractidus nya saja sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuan Scar yang sudah terlewat bucin, sampai-sampai hampir membuat pria berambut putih bercampur merah itu hampir terkena tipes karna terlalu sering hanya makan nasi dicampur garam, itupun makannya hanya sekali sehari, untung saja ada Phrolova yang membawa bekal lebih untuk Scar.
Phrolova yang merupakan teman dekat--sekaligus orang yang Scar anggap adik saja sampai hampir memukuli pria yang sudah berumur 25 tahun itu dengan linggis yang ia temukan di depan kelasnya.
Phrolova paham akan obsesi Scar pada Rover, pemuda energetik dari prodi kehutanan yang memang selalu menarik perhatian semua orang, entah itu laki-laki maupun perempuan.
Scar yang awalnya mengejek Rover di depan para Fractidus karna pesona nya saja kalau ia suka dengan Rover malah berujung tergila-gila kepadanya.
Scar awalnya hanya ingin dekat dengan Rover hanya untuk memastikan apakah benar pria itu se cantik yang orang-orang pikirkan, namun ia malah terjebak dalam perasaan rumit yang dinamakan cinta.
Perasaan cinta yang sudah ia pendam dalam-dalam selama setengah tahun lebih ini malah tumbuh lebih dalam di hatinya, perasaan cinta yang menggebu-gebu yang tak pernah Scar rasakan membuatnya jatuh terlalu dalam.
Scar hanya tau perasaan kagum, bukan perasaan cinta tulus namun penuh nafsu yang menggebu-gebu seperti ini yang membuat otaknya tumpul, seperti orang bodoh yang haus akan belaian sang kekasih hati.
Sekuat apapun Scar menepis perasaan ini, semakin dalam ia jatuh.
Rover itu terlalu manis dan lucu, mata keemasan, bulu mata lentik, sifatnya yang energetik namun tenang seperti air. Kehadiran Rover di sisinya selalu menenangkan Scar, bagaikan rembulan yang selalu menemani kesendiriannya tiap malam.
"Oh, rembulan ku, tidak bisakah kau menjadi milikku dan membiarkan ku tuk' merengkuh mu di pelukanku tuk' selamanya?" Scar bergumam sambil menatap sang rembulan yang hanya sendirian di atas sana, bersinar terang menyinari langit, di tengah gelap nya malam.
