Work Text:
.
.
.
Saat pertama kali bertemu Nirei, Suo segera sadar si pirang punya kebiasaan unik. Nirei selalu menyentuh Sakura saat dirinya bersemangat. Merangkul lengan, menarik pergelangan tangan, memeluk dari belakang, dan segala macam kontak fisik lainnya.
Suo pikir hanya Sakura saja yang akan disentuh oleh Nirei saat dirinya antusias. Namun, sepertinya prediksi Suo kali ini tidak seakurat biasanya.
"Suo-san, kau pernah lihat toko yang itu? Sepertinya mereka baru di sini, ayo kita mampir ke sana!"
Nirei berseru antusias, merangkul erat lengan Suo yang kebetulan ada di sisi kananya, dan langsung melesat menuju tempat yang barusan ditunjuk olehnya.
Termenung sebentar, Suo menatap bolak-balik antara lengannya dan binar antusias di mata Nirei. Kemudian barulah Suo menyadari bahwa Nirei akan menyentuh siapa saja yang kebetulan ada di sisinya saat dirinya antusias.
.
.
.
"Suo-san!"
Suo menoleh, menatap Nirei yang mengepalkan kedua tangannya. "Ya, Nire-kun?" Suo membalas dengan senyum santai yang selalu terpatri di wajahnya.
Mendapat tanggapan dari sang lawan bicara, Nirei melompat kecil karena kelewat semangat. Suo tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Ikut denganku! Ayo!" Nirei menarik pergelangan tangan Suo, berlari kecil sambil menuntun Suo yang mengikuti dengan patuh. Suo tahu Nirei akan menggenggam tangannya.
"Lihat, kucing itu mirip Sakura, kan!"
Rupanya Suo dituntun menuju gerbang sekolah mereka. Di bawah pohon yang rimbun, terdapat seekor kucing berwarna putih hitam yang rasio warnanya mirip dengan Sakura. Kedua mata kucing itu juga mirip sekali dengan kapten kelas mereka.
Ternyata ini yang membuatnya semangat.
Nirei segera berjongkok, memposisikan dirinya sedemikian rupa agar dapat mengelus dagu si kucing. Tangan kanannya masih betah menggenggam tangan Suo. Suo ikut mensejajarkan dirinya dengan Nirei, tangannya juga enggan melepas genggaman.
Suo bukan orang yang suka melakukan kontak fisik, namun dengan Nirei, Suo memberikan pengecualian.
Nirei mengoceh dengan cepat, Suo mendengarkan lamat-lamat. Suo menyukai momen semacam ini. Dengan embusan angin yang membawa dedaunan, ocehan antusias Nirei, dan genggaman erat di tangannya, Suo menikmati waktunya. Suo bersedia terperangkap di momen seperti ini selamanya.
"Kiryuu-san! Tsugeura-san!"
Genggaman tangan terlepas, Nirei berdiri dan berlari antusias menuju Kiryuu dan Tsugeura yang nampaknya baru selesai berpatroli. Suo menatap bingung pada telapak tangannya yang terasa sangat janggal.
"Lihat itu, mirip Sakura, kan!! Ayo kita foto bersama dengannya!"
Nirei menarik pergelangan tangan Kiryuu dan Tsugeura, menuntun mereka ke tempat di mana Suo masih berjongkok dengan seekor kucing di depannya. Suo menatap Nirei, Kiryuu dan Tsugeura bergantian. Lebih tepatnya menatap pada pergelangan tangan kedua teman sekelasnya yang digenggam oleh Nirei.
"Ayo foto bersama dan kirimkan gambarnya ke grup kelas! Pesannya nanti seperti, 'berfoto dengan kapten kelas 1-1.'"
"Boleh juga, pasti Sakura-chan senang melihat foto kembarannya." Kiryuu menyetujui, diikuti Tsugeura yang mengangguk cepat.
Suo tersenyum, bersikap ramah seperti biasanya.
"Kalau begitu Nire-kun yang pegang Kucing Sakura ini." Suo mengangkat dan menyerahkan kucing itu ke gendongan Nirei. Tidak seperti Sakura yang terlalu aktif, kucing itu menurut saja saat digendong oleh Nirei.
"Wah, penurut sekali. Tidak seperti Sakura, haha." Tsugeura menyuarakan pikiran Suo.
Kiryuu menyalakan ponselnya, bersiap untuk mengambil gambar. Suo segera memposisikan dirinya di sebelah Nirei, bahu dan bahu saling bersentuhan.
Suo melirik tajam sisi kiri Nirei yang bebas, Tsugeura bisa saja meletakkan tangannya di bahu Nirei. Maka Suo mengambil kendali, merangkul bahu Nirei sampai tidak menyisakan tempat untuk siapapun yang ingin meletakkan tangannya.
Kiryuu memberikan aba-aba, Suo sontak tersenyum.
.
.
.
Suo menyadari beberapa hal.
Pertama, Suo suka melihat cara Nirei melampiaskan antusiasnya. Kedua, Suo suka jika Nirei menyentuhnya saat antusias. Ketiga, Suo tidak menyukai gagasan tentang Nirei yang akan menyentuh siapa saja yang ada di dekatnya saat dirinya antusias.
"Bagaimana jika yang ada di sebelahnya adalah orang jahat? Nirei bisa dalam bahaya," pikir Suo mencoba membenarkan dirinya sendiri.
Tapi itu benar, kan? Bagaimana jika yang Nirei rangkul lengannya adalah orang kaku seperti Sugishita? Nirei bisa dalam bahaya. Suo tidak bisa membuang segala kemungkinan yang bisa saja mencelakai Nirei.
"Aku harus melindunginya dari kebiasaan buruknya itu," pikir Suo lagi. Kali ini dibarengi ekspresi serius dan ketukan jari pada meja yang menandakan dirinya sedang berpikir.
"Benar, kan! Ayo kita mampir ke sana lagi!" Suara nyaring Nirei memecahkan fokusnya. Suo melirik pintu kelasnya, mendapati Nirei yang baru datang bersama Sakura, dengan tangan Nirei yang merangkul lengan Sakura erat-erat.
Suo kembali berpikir, dan segera mendapatkan gagasan.
.
.
.
"Hey, ini perasaanku saja atau memang kalian akhir-akhir ini semakin dekat." Sakura bertanya dengan wajah yang penuh semburat merah terang.
"Dekat bagaimana, Sakura-san?" Nirei malah balik bertanya.
"K-kalian—itu..."
Nirei dan Suo menunggu dengan sabar.
"Aaargh, sudahlah! Mungkin perasaanku saja!" Sakura bangkit dan segera meninggalkan Nirei yang kebingungan.
Nirei mengalihkan pandangannya pada Suo yang ada di sebelahnya, mungkin saja Suo mengerti maksud Sakura.
Suo tersenyum, lantas menepuk-nepuk kepala Nirei pelan. "Nanti juga dia kembali."
Kata-katanya menggantung. Nirei tidak lagi bertanya dan kembali melanjutkan ceritanya yang sempat tertunda. Suo kembali mendengarkan.
Satu hal yang tidak Nirei sadari, bukan hanya Sakura yang mempertanyakan hal serupa. Seluruh anggota kelas 1-1 rupanya punya pertanyaan yang sama persis seperti Sakura, namun tidak disuarakan dengan lantang.
Suo masih tersenyum, membiarkan berpasang-pasang mata menatap bingung ke arahnya. Suo hanya perlu fokus pada Nirei yang ada di sisinya.
Suo hanya perlu fokus melindungi Nirei dari kebiasaan buruknya.
Jika Nirei terbiasa menyentuh orang yang ada di dekatnya, maka Suo akan selalu ada di dekatnya. Dan jika ada orang lain selain Suo yang ada di sebelah Nirei saat dirinya antusias, Suo hanya perlu merangkul Nirei dan menariknya perlahan agar menjauh dari orang tersebut.
Beberapa langkah menjauh tidak akan disadari oleh si pirang. Nirei tidak akan menyadari perbedaan kecil tersebut. Karena Nirei akan menyentuh siapa saja saat antusias tanpa memikirkannya kemudian.
Suo tersenyum penuh kemenangan. Merasa puas atas solusi yang terpikirkan olehnya.
Semudah itu menjaga Nirei dari kebiasaan buruknya. Cukup dengan selalu ada di sisinya dan menjauhkan Nirei dari orang-orang.
