Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2012-11-18
Completed:
2013-06-21
Words:
7,940
Chapters:
6/6
Comments:
1
Kudos:
25
Bookmarks:
4
Hits:
1,009

Something Stupid

Summary:

5 orang yang tak menyangka apalagi menyadari kalau Sherlock dan John sudah menikah, dan 1 orang yang tidak terkejut mengetahui kalau mereka sudah menikah. Sherlock Holmes/Fem!John Watson.

Notes:

Cuih, sejak kapan Sherlock Holmes jadi milik saya. dia punya Sir Arthur Conan Doyle. sedangkan BBC Sherlock ceritanya punya Moffat dan Gatiss....

Chapter 1: Sally Donovan

Chapter Text

1.

Sally Donovan sama sekali tidak mengeritkan giginya dengan garang. Nope, tidak sama sekali kok.

 

...tapi nyatanya, iya.

 

Dia seperti biasanya memberikan Sherlock dan John pandangan jijik tiap kali mereka berdua datang ke TKP. Sally sudah biasa menghina-dina Sherlock, tapi objek hina-dinanya akhir-akhir ini lebih tertuju kepada John, atau Johanna Watson.

 

Pertama kali dia bertemu dengan perempuan itu, Sally sudah mengingatkannya karena mereka berdua sesama perempuan yang turun ke kancah pekerjaan maskulin, “Jangan berteman dengan Sherlock Holmes! Dia itu freak maksimal! Kayak gak ada laki lain aja yang bisa lo deketin!”

 

John cuman menatapnya datar. Kemudian dia permisi dan pergi ke ujung jalan untuk mencari taksi, soalnya Sherlock main kabur duluan melupakan dia di TKP. Yeah, itu adalah kasus pertama mereka, yaitu ‘A Study in Pink’.

 

Sally bengong batu pas di diemin dan di tinggal sama John. Dia langsung marah komat-kamit, mengutuk Sherlock dan partner barunya itu. mungkin Sally frustasi karena sudah capek berurusan dengan Sherlock dalam pekerjaannya, terus sekarang nongol lagi satu orang freak! Mau marah gak sih rasanya?

 

lagian gaji Sally terlalu kecil untuk menghadapi keabnormalitasan Sherlock Holmes selama ini. Lestrade kayak ogah-ogahan buat naikin gaji mereka. cih.

 

“Bah. Seriously? Yang benar saja!” Sally menyahut frustasi. “Kita sama sekali tidak buntu pada kasus ini, kenapa kau memanggil--- mereka berdua??” dia menuduh Lestrade atas penampakan Sherlock dan John pada hari itu.

 

“Yah...” Lestrade cuman ngela nafas ngeliat Sally frustasi. Bukannya dia tak perduli, cuman ya mau gimana lagi ya... dia sudah berjanji kepada Mycroft untuk membuat adik kecilnya itu tetap ‘terhibur’ agar Sherlock tidak kembali lagi menggunakan kokain dan melakukan tindak pidana.

 

“Donovan,” Sherlock menyamperi perempuan berkulit gelap tersebut. Seringai ngejek ada di mukanya. Minta banget di tonjok. “Jaga nada bicaramu, tentu kau tak menginginkan ada sesuatu yang pecah maupun hilang dari TKP, bukan?” ouch, sarkassssssme.

 

Belum sempat Sally bereaksi kepada cemoohan Sherlock, John buru-buru masuk di antara mereka dan menarik lengan Sherlock.

 

“Sherlock, kenapa kita tak langsung melihat ke korban kita? Agar kau bisa langsung mendeduksi terus kita bisa pulang cepat?” Perempuan berambut pendek dan berwarna pirang pasir itu berkata lembut.

 

Sherlock mendengus, terlihat sekali kalau dia masih kepingin menghina Sally. Tapi John dengan pandai membuatnya teralihkan. Dia membiarkan perempuan itu untuk mendorongnya pergi menjauhi Sally, menuju korban mereka yang tergeletak di tengah-tengah jalan.

 

Sally merengut, “Nggrgghh!! Semakin lama dia semakin menyebalkan! Suatu saat nanti kau harus benar-benar melarangnya mendatangi TKP, bos!” katanya. Tentu bos yang dia maksud adalah Lestrade.

 

Greggory menghela nafas lagi. heran, sepertinya dia banyak sekali menghela nafas lelah akhir-akhir ini. Dia memijit ujung hidungnya sebentar, “Tapi setidaknya dia tidak se-jeplak pertama kali, bukan? Sherlock terlihat lebih tenang sekarang. Berbeda sekali dari tahun lalu...mungkin karena ada Johanna.” sang ketua Scotland Yard menuntaskan perkataannya lalu pergi untuk mengurus hal lain dengan anak buahnya.

 

Perkataan Lestrade tak membuat rengutan Sally berkurang, malahan makin menjadi-jadi. Dia tak mau mengakuinya, namun Sherlock Holmes memang sedikit berubah sekarang. Dia tetap freak dan menyebalkan, tapi ada sesuatu berubah dalam dirinya... dia... seperti menjadi manusia, dalam konteks; orang normal.

 

Sally melirik ke belakangnya, melihat Sherlock dan John yang membelakanginya sedang berurusan dengan mayat seorang laki-laki setengah baya yang ditemukan di tengah-tengah jalanan kosong. Ada pisau dapur tertanam di perutnya, dan banyak lebam di sekujur tubuhnya.

 

Sherlock tengah berdiri di samping John, sepertinya mereka sedang mendiskusikan sesuatu, pikir Sally. Tanpa sadar Sally jadi merhatiin mereka berdua.

 

John kini membuka mulutnya untuk berbicara. Sherlock mendengarkannya baik-baik. Oke, hal itu membuat Sally menaikan alis matanya. sejak kapan Sherlock menerima opini orang lain? Sumpah, dulu Sherlock sering kali menolak opini orang lain tak terkecuali John. well, kecuali opini John tentang medis, tentunya! Tak ada yang meragukan kemampuan sang dokter tentara!

 

Tiba-tiba saja terjadi sesuatu yang bikin Sally hampir tersedak sama ludahnya sendiri;

 

Tangan Sherlock mendadak melingkar di pinggul John, menariknya mendekati sisi tubuhnya. Tangan Sherlock yang terbungkus sarung tangan hitam beristirahat manis di pinggul lebar John. jika itu tak membuat mata Sally hampir copot, reaksi John yang biasa-biasa sajalah yang membuatnya kaget!

 

Mulut Sally teranga lebar, seperti mau jatuh copot ke tanah. Di tenggorokannya sudah ada suara yang mau berteriak, “What the fuck!” tapi nggak keluar-keluar.

 

Holy damn, apakah itu artinya Sherlock dan John memang memiliki hubungan yang khusus!? Hubungan spesial!? Sally beserta anggota Scotland Yard yang lain sering bergosip mengenai mereka (hey itu topik langganan mereka tatkala istirahat minum kopi dan makan donat), bahkan beberapa diantara mereka bertaruh apakah Sherlock dan John benar-benar menjalin hubungan romantis atau tidak!

 

Dan sekarang Sally mendapatkan jawabannya menggunakan kedua matanya sendiri. pergi kemana Sherlock Holmes yang pertama kali membawa John ke TKP, langsung pergi meninggalkan gadis malang itu disana? terus, bagaimana dengan argumen-argumen yang sering mereka bacotkan ketika di kantor polisi?

 

Saking sibuknya Sally dengan pikirannya sendiri, dia sampai nggak engeh kalau Sherlock melepaskan tangannya dari John. detektif itu lalu berjalan meninggalkan John, mau menyamperi Lestrade. Sepertinya dia sudah menyelesaikan kasus ini.

 

Sally yang melihat John sedang berdiri sendirian menatap mayat berdarah di bawah kakinya, langsung mengambil langkah seribu mendekati dokter perempuan itu.

 

“Johanna.” Panggil Sally. Suaranya serak, seperti orang yang lehernya habis dicekik.

 

John menoleh ke Sally, langsung memberinya pandangan aneh. “Christ. Mukamu pucat,” komentarnya. Mata biru lautannya setengah terbalak. “Kau...baik-baik saja?” tanyanya sopan.

 

Sally menggelengkan kepala, dia mau langsung ngomong ke inti permasalahan. “Sekarang kalian sudah jadian, ceritanya?” Sally emang tipe orang yang gak suka basa-basi.

 

“Hah? Maaf, apa---”

 

“Sherlock Holmes baru saja menaruh tangannya di pinggangmu. Kalian terlihat sangat intim sekali! Apakah ada yang salah dengan kepalamu, menjalin hubungan dengan salah satu Holmes bersaudara yang freak itu? ataukah dia mengancammu? Menjadikanmu pasangannya hanya untuk di perbuda---”

 

Sally menutup mulutnya saat John menatapnya tajam. Aura disekitar mereka mendadak berubah drastis, Sally sampai ragu apakah ini masih tempat yang sama...

 

“Donovan,” Johanna menutup matanya terlebih dahulu sebelum lanjut berbicara. “Aku sungguh tak menghargai perkataanmu tentang Sherlock. Kau tak mengenalnya. Sedangkan aku sudah bersama dengannya untuk setahun penuh ini, Dia bukanlah seorang freak seperti yang sering kau katai bersama dengan Anderson.”

 

John menggunakan nada perintahnya kala mengatakan hal itu. Sally merasakan seluruh tubuhnya merinding dari kaki hingga pundak, rupanya dibalik tubuh kecilnya itu John menyimpan sesuatu yang luar biasa--- menyeramkannya.

 

“Aku tak menginginkan hubungan yang buruk maupun baik denganmu, Donovan. Jadi sebaiknya kau berhenti berbicara hal jelek tentang suamiku atau kau akan memiliki masalah denganku.” John berbicara lantang namun pelan.

 

Dia beranjak pergi meninggalkan Donovan setelah mengatakan hal itu. berjalan penuh percaya diri dengan pundak tegap dan beberapa kali menarik nafas tanda kepuasan.

 

Sally masih terlalu shock plus takut untuk menyadari kalau barusan John memanggil Sherlock dengan sebutan suaminya.