Actions

Work Header

Permintaan Seorang Teman

Summary:

Tentang pemintaan Suo kepada Kiryuu pada suatu pagi, di sudut kelas yang masih kelewat sepi.

/Atau, anak-anak Furin telah biasa dengan perkelahian. Namun, itu bukan berarti mereka selalu lolos dari cedera.

... Bahkan bagi seorang Suo Hayato, yang normalnya tidak pernah sampai terluka./

Chapter Text

"Kiryuu-kun, bisa bicara sebentar?" Suatu pagi, ketika Sakura dan Nirei belum memunculkan diri, Suo menghampiri Kiryuu yang sudah duduk tenang dengan game-nya di pojokan. 

"Aku mendengarkan, Suo-chan ~" sahut rekannya itu, tanpa mengalihkan perhatian dari layar. "Ada apa?"

Suo diam sejenak, mengatur dalam pikiran agar kata-kata yang akan dia ungkapkan bisa ditanggapi sesantai angin lalu. "Aku ingin Kiryuu-kun menggantikanku jadi wakil ketua, pada saat-saat aku tidak ada."

"Hm?" Tampaknya target Suo tidak tercapai. Karena alih-alih mengiyakan dengan ringan dan lanjut bermain, Kiryuu justru sepenuhnya melepas earphone dari telinga. "Kayaknya aku salah dengar, deh. Bisa diulangin?" 

Suo menghela napas, di mana senyumannya luntur menjadi raut serius. "Sakura-kun kadang-kadang perlu diawasi, dan Nirei-kun juga masih butuh dilindungi. Orang yang paling bisa melakukan itu di kelas ini menurutku adalah kau, Kiryuu-kun."

Kiryuu mengerutkan dahi, membatin bahwa bukan itu penjelasan yang dia minta. "Suo-chan mau ke mana?"

Kiryuu menatap lawan bicaranya itu lekat-lekat, selagi Suo hanya terdiam dengan ekspresi yang sulit ditebak. Itu adalah campuran dari sesuatu yang seperti lega, tetapi juga menyiratkan sedih. Kiryuu tidak menyukainya, karena itu mirip dengan air muka orang-orang ketika akan berpisah. 

"Kiryuu-kun akan melakukannya, kan?"

Tanpa menjawab, Suo justru seenaknya mengulurkan jari kelingking. Itu adalah simbolisme janji, dan Kiryuu membeku dengan pemahaman bahwa Suo bersungguh-sungguh dalam hal ini. 

Mendampingi Sakura, menjaga Nirei. Hal-hal semacam itu selama ini dilakukan Suo secara alami. Kenapa tiba-tiba dia ...?

"Kiryuu-san,"

Kiryuu menoleh ke arah pintu, menemukan Nirei dan Sakura berjalan masuk dengan tampang muram. 

"Ah, Nirei-chan, Sakura-chan, kebetulan banget. Lihat nih, Suo-chan bicara aneh--"

Kiryuu belum sempat menyelesaikan kalimatnya, ketika dia tersentak oleh cengkeraman Sakura yang tiba-tiba di kerah kemeja. "Jangan macam-macam!" sentaknya kasar. 

Menghadapi kemarahan sang ketua yang tidak dimengertinya itu, Kiryuu merenung soal suara Sakura yang serak dan bagaimana matanya berkaca-kaca. Nirei berusaha menenangkan rekannya, tapi dia dengan mudah turut menjadi emosional dan mulai terisak-isak.

Anak-anak ini kenapa, sih? 

Kiryuu memutar matanya ke arah jendela kaca, kepada Suo yang berdiri di sana dengan tangan terlipat di belakang punggungnya. 

... Kenapa dia bisa melihat langit biru yang mestinya terhalang tubuh temannya itu?

'Kiryuu-kun, jaga mereka, ya, tolong.'

Kiryuu mengerjap, dan sosok Suo Hayato lenyap tak bersisa. 

[Bersambung]