Actions

Work Header

Unexpected

Summary:

Mengamati berbagai tingkah laku Timekeeper St. Pavlov Foundation merupakan salah satu dari sekian banyaknya hobi yang ditekuni X.

Notes:

—Reverse 1999 fanfiction; X x Vertin
—Written in Bahasa Indonesia
—There might be some lore inaccuracy, might be OOC too
—Reverse 1999 © Bluepoch. Fanfiksi ini ditulis hanya demi menambah asupan pribadi. Saya tidak mengambil keuntungan materiil apapun.

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Mengamati berbagai tingkah laku Timekeeper St. Pavlov Foundation merupakan salah satu dari sekian banyaknya hobi yang ditekuni X.

Bagi sosok ilmuwan muda itu, Vertin adalah sebuah variabel yang menarik. Variabel tak terduga yang menjadi sosok penyelamat Arcanist-Arcanist dari berbagai era. Variabel unik yang ia sebut sebagai anomali yang menyenangkan; sebuah anomali yang membuat hati kecilnya sedikit berdebar. Variabel itu penuh tekad dan determinasi yang jarang sekali ia temukan pada rekan-rekan seperjuangannya—yang membuat gadis itu semakin memesona.

X tidak dapat membaca gadis itu seperti buku terbuka—seperti yang dilakukannya kepada sebagian besar tes subjeknya yang benar-benar mudah ditebak. Semakin sulit dimengerti, semakin meningkat pula nilainya. Walau terkadang sosok Vertin yang tidak terbuka membuatnya cukup frustasi, X dapat merasakan kehangatan yang terpancar dari gestur gadis itu ketika ia tengah berbincang dengan teman-temannya (walau tak dapat dipungkiri pemuda itu sedikit cemburu dengan Sonetto yang mendapat afeksi penuh dari sang Timekeeper). Gadis cantik itu nyaris tak pernah tersenyum padanya, tetapi ada sesuatu yang magis ketika netra abu-kehijauan itu tak sengaja bersibobrok dengannya—tatapannya seolah menerawang diri X dan alam sekitarnya, juga seolah meyimpan luka batin yang sangat mendalam. Ada sesuatu yang memikat dari caranya berbicara; tutur katanya tegas dan terkesan jauh, namun begitu lembut disaat bersamaan.

Dengan ini, X menyimpulkan: ia sedang jatuh cinta.

Bagi X, cinta ibarat sebuah percikan adrenalin. Cinta adalah rasa penasaran yang begitu memucak dibarengi dengan degup jantung yang berpacu kencang. Cinta adalah rasa hangat dalam dada, yang diakibatkan ketika berbagai reaksi kimia berkumpul pada otak—ketika hormon oksitosin dan vasopresi bertemu membentuk senyawa dopamin. Apapun yang ia rasakan terhadap Vertin sungguh tidaklah logis dan terasa cukup asing, namun X sama sekali tidak keberatan.

“Selamat pagi, Timekeeper.”

X menghampiri Vertin yang tengah menyeruput secangkir teh hangat pada pagi hari. Gadis itu menerawang kejauhan—menatap dunia fabrikasi di balik kaca jendela rumah kecil dalam koper ajaib yang mampu menampung bermacam-macam Arcanist, entah dari mana asal koper ajaib itu. X seringkali datang berkunjung di sela-sela waktu luangnya, mencari peluang kecil demi menghabiskan waktu diam-diam mengamati Timekeeper kesayangan mereka. Walau terkadang pemuda itu juga sempat menjahilinya pada kesempatan tertentu, Vertin masih keukeuh dengan ekspresi batunya.

“Selamat Pagi.”

Kini Vertin mengalihkan pandangan dari kaca jendela. Cangkir teh ia letakkan pada meja bundar mungil klasik Britania yang secara ajaib dapat diciptakan oleh koper misterius itu. Iris abu-kehijauan itu bertemu pandang dengan X yang kini tengah memasang sebuah senyum jahil. Sepertinya pemuda itu sedang merasa… gembira? Entahlah, Vertin tidak tahu; ia tidak begitu memahami emosi dan suasana hati para manusia dan Arcanist.

“Omong-omong, tadi malam aku bermimpi.”

“Bermimpi?”

“Hmm… Mau tahu?”

Vertin mengangguk kalem, “Boleh. Ada sesuatu yang menarik, ya? Kamu terlihat antusias.”

“Mendekatlah, aku akan memberitahumu.”

X memberi aba-aba agar gadis itu memajukan kepalanya. Ketika Vertin mendekatkan telinganya, X membisikkan beberapa baris kalimat. Heningnya dan sepinya ruang utama—37 dan lainnya masih tertidur nyenyak—pada koper ajaib Vertin menambah imersi pada kata-kata yang tengah disampaikan olehnya.

“...Jadi begitu. Bagaimana menurutmu, Timekeeper?”

Awalnya X kira gadis itu hanya akan memasang tampang datar dan membalas, “Oh, begitu.” seperti biasanya. Ia kira Vertin tak akan menganggap penting kata-kata yang baru saja ia lontarkan, berpikir bahwa X hanya sedang bermain-main dengannya demi memuaskan rasa jenuhnya. Ia juga tidak akan menyalahkan siapapun bila Vertin berpikir begitu—toh ia senang berbagi lelucon dengan Regulus dan Medicine Pocket, dan tak jarang pula ia besanda gurau dengan sang Timekeeper. Tetapi, kali ini Vertin tidak merespon sama sekali.

“Timekee—”

Dan ketika Vertin hanya terdiam dengan kedua pipi yang kini diwarnai oleh semburat kemerahan, dunia batin X serasa jungkir balik. Pemuda itu tak dapat menahan adrenalin yang saat ini memucak di dadanya. Senyuman lebar nan bebas yang sedari dulu ditahannya kini terpampang pada wajah tampannya. X terkekeh pelan—dan tersirat aksen jenaka pada tawanya. Rasanya dirinya tengah dipenuhi dengan peningkatan serotonin yang luar biasa.

“Fufufu. Kalau begitu, teruslah berdebar untukku, Timekeeper!”

Notes:

(Minggu, 26 Mei 2024 - unedited)