Actions

Work Header

The Moon is Beautiful, isn't It?

Summary:

Lee Yongsoo, Jung Wookjin, dan malam bulan purnama.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Hari sebentar lagi akan berganti, dan dua pemuda tersebut terlihat belum ingin tidur cepat mengingat esok harinya tidak ada kegiatan apa pun di kampus. Mumpung besok tidak ada kelas dan tidak perlu bangun pagi-pagi sekali, menurut mereka.

Kini, dua pemuda itu―Wookjin dan Yongsoo―sedang memandangi langit malam bersama melalui jendela kamar asrama mereka, ditemani dengan alunan lagu yang diputar oleh Wookjin dan sebuah selimut besar milik Yongsoo yang dipakai untuk keduanya. Tidak ada percakapan apa pun di antara mereka, hanya ada lagu yang memenuhi keheningan itu.

"Soo-ya," panggil Wookjin tiba-tiba.

"Hmm?"

"Kamu suka bulan?"

Yongsoo mengangguk, lalu berkata, "Bulan itu cantik menurutku, apalagi saat purnama. Walaupun bulan purnama hanya bertahan selama satu malam saja, aku tidak akan bosan menunggu tiga puluh hari berikutnya untuk kembali melihat bulan bersinar dengan bentuk sempurnanya."

"Kalau begitu, malam ini adalah malam yang tepat untuk melihat bulan purnama, bukan?"

"Eung! Betul sekali."

Suasana kembali hening setelah percakapan singkat itu. Beberapa menit kemudian, Yongsoo melempar sebuah pertanyaan untuk Wookjin, "Bagaimana denganmu? Apa kau suka bulan?"

Wookjin berpikir sebentar, lalu menjawab, "Well, aku sebenarnya lebih suka dengan bintang-bintang meski aku juga suka bulan. Bintang dapat bersinar setiap malamnya, dan kamu tahu apa yang lebih keren?"

"Apa?"

"Bintang-bintang selalu hadir untuk menemani bulan yang bersinar sendirian di atas sana. Bahkan saat bulan tidak bersinar dengan bentuk bundar sempurna, para bintang itu tetap setia berada di sekitarnya."

Yongsoo tersenyum, terkesan dengan ucapan Wookjin.

Kedua pemuda itu kembali menatap langit malam melalui jendela dalam diam. Dari sana, mereka dapat melihat bulan purnama yang tengah bersinar terang, dengan beberapa titik berkilauan―Wookjin dan Yongsoo menganggapnya sebagai bintang―yang berada di sekitar bulan.

"Hei, Yongsoo."

"Ya?"

"Bulannya indah sekali, bukan?"

 

 

月がきれいですね。The moon is beautiful, isn't it?

 

 

Yongsoo mengangguk pelan, menyetujui ucapan Wookjin. Yongsoo lalu menoleh ke arahnya, dan betapa terkejutnya ketika wajah pemuda itu berada sangat dekat dengan wajahnya. Saat itu juga, Wookjin langsung mengecup bibirnya dengan lembut.

Waktu seakan-akan berhenti bagi kedua pemuda itu. Rasa hangat perlahan merambat ke seluruh permukaan pipi mereka di tengah ciuman tersebut. Tidak ada lumatan atau gerakan apa pun, hanya ada kedua bibir yang saling menempel dengan lembut satu sama lain.

Wookjin melepas ciuman tersebut dengan gerakan pelan. Ia terus menatap bibir Yongsoo setelahnya, lalu beralih ke kedua matanya sambil berucap, "'Aku mencintaimu', dalam bahasa Jepang versi puitis."

Yongsoo terdiam selama beberapa detik, kemudian tertawa karena baru mengerti dengan maksud perkataan Wookjin.

"Kau tidak perlu repot-repot menyebut 'bulannya indah' kalau cuma mau mengatakan 'aku mencintaimu' kepadaku, tahu!"

Wookjin ikut tertawa, lalu membalas, "Bulannya memang indah, dan aku juga memang mencintaimu. Tidak salah, kan?"

"Ya... ya... tidak salah juga, sih..." imbuh Yongsoo sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, kemudian kembali menatap Wookjin dan berujar, "bulannya memang indah, bukan?"

 

 

われ君を愛す。I love you.

 

 

Usai mengatakan kalimat tersebut, tangan kanan Yongsoo meraih pipi kiri Wookjin, lalu mendekatkan wajahnya untuk menyatukan kedua bibir mereka. Di tengah ciuman itu, tangan kanan Wookjin terulur memegang tengkuk Yongsoo, mendorong lebih dekat ke arahnya untuk mempererat tautan bibirnya dengan milik pemuda itu.

Ciuman yang disertai dengan lumatan lembut itu berlangsung selama beberapa menit, sampai keduanya serempak mengakhiri ciuman tersebut dan menyatukan dahi mereka.

Dalam jarak wajah mereka yang masih dekat, Yongsoo berkata, "'Aku pun mencintaimu', dalam bahasa Jepang versi puitis."

Wookjin tertawa kecil, "Jangan mengambil kalimatku, Soo-ya!"

"Kau yang mulai duluan ya, Wookjin!"

"Kan, aku mau coba jadi romantis juga biar bisa godain kamu!"

"Jangan kebanyakan contohin Pak Kyubin pas ngeggodain kakakku, nanti kau jadi ikutan aneh!" balas Yongsoo yang sengaja mengungkit nama dosen di kampus mereka, Shin Kyubin, dengan kakak kandungnya yang kebetulan merupakan salah satu pustakawan di sana, Lee Taeyeob.

Keduanya tertawa terbahak-bahak dengan ungkapan Yongsoo tadi, dan dengan refleks mereka kembali menyatukan bibirnya masing-masing.

"Aku benar-benar mencintaimu. Kamu tahu itu, kan?"

"Ya. Aku juga mencintaimu. Kau benar-benar tahu itu."

Sisa malam itu mereka habiskan dengan memandangi bulan dan para bintang yang menghiasi langit gelap itu. Yongsoo hampir saja tertidur lelap dalam posisi duduk dan kepalanya yang bersandar di pundak Wookjin jika teman sekaligus kekasihnya itu tidak membangunkannya. Keduanya segera merapihkan dua kursi dari meja belajar mereka dan menaruhnya ke tempat semula, kemudian berjalan ke kasur masing-masing untuk tidur.

Well, mungkin tidak ke kasur masing-masing juga, karena Wookjin sengaja ikut membaringkan dirinya di samping Yongsoo beserta selimut yang sedari tadi mereka gunakan.

"Siapa tahu kamu masih ingin melanjutkan tidurmu yang tertunda di atas pundakku, hehe. Kalau tiduran begini lebih nyaman daripada duduk."

Yongsoo tidak menampik ucapan Wookjin karena dirinya sudah sangat mengantuk, jadi ia membiarkan pemuda itu memeluk tubuhnya dan memposisikan kepalanya untuk bersandar di pundaknya. Yongsoo langsung terlelap saat itu juga, dan tidak lama kemudian, Wookjin tertidur dengan tangan kanannya yang setia mengelus kepala sang kekasih.

Notes:

Hai! Terima kasih telah membaca one-shot fanfiction ini sampai akhir! 💕

Sejujurnya, aku tidak yakin apakah aku bisa membuat cerita millnine/ninemill yang lain, atau cerita dari kapal favoritku yang lainnya (karena terakhir aku menulis ff itu sekitar... lebih dari 3 tahun yang lalu(?) hehehe) + ini pertama kali aku menulis di AO3, jadi... ya begitulah. 😅✌

"Happy Chuseok & Mid-Autumn Festival Day" for those of you who celebrate it! 🌕🎑