Work Text:
"Oppa tunggu! Aku bisa jelaskan semuanya!" Teriak Minha mengejar orang di depannya.
Seokhyung terus melangkahkan kakinya tanpa ada niat untuk berhenti dan mendengar penjelasan Minha. Saat marah Seokhyung biasanya berolahraga untuk meredakan emosinya, dan saat ini mereka menuju apartemen mereka menggunakan tangga darurat.
Minha dan Seokhyung, mereka mulai pacaran satu tahun lalu. Mereka bisa disebut pasangan paling romantis yang bikin semua orang iri melihatnya. Namun disinilah mereka sekarang, bertengkar hebat karena Seokhyung melihat Minha memeluk mantannya yang tujuh tahun lebih muda itu di depan UGD tadi sore.
"Ah oppaa! Dia mememelukku sebagai salam perpisahan!" Teriak Minha masih mengejar Seokhyung. Dia sudah menaiki tiga lantai sejauh ini, sedangkan Seokhyung sudah menuju lantai 5.
Minha yang lelah mulai kehilangan keseimbangannya hingga kakinya terkilir dan terjatuh, "Ah!" Rintih Minha kesakitan. Sedangkan Seokhyung yang sudah jauh di lantai atas tidak mengetahui Minha terjatuh.
Minha tidak bisa kembali mengejar Seokhyung karena kakinya terkilir. Dia turun menggunakan lift dan pergi ke Yulje untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Untungnya sahabatnya Gyeoul belum pulang sehingga bisa menemaninya untuk memeriksakan kakinya.
Saat sampai dan melakukan pemeriksaan, ternyata ligamen pada tumit Minha sedikit robek yang mengharuskannya melakukan operasi, dan operasi telah dijadwalkan minggu depan. Untuk sementara waktu dia harus menggunakan tongkat untuk berjalan.
---
Setelah menginap semalaman di apartemen Gyeoul, Minha bersiap berangkat kerja meskipun Gyeoul menyuruhnya untuk beristirahat. Minha belum mengajukan cuti sakit dan ada beberapa laporan yang harus dia selesaikan hari ini, sehingga mau tidak mau dia harus berangkat.
"Chu Minha ssaem, ada apa dengan kakimu?" Tanya perawat Han menghampiri Minha yang datang menggunakan tongkat dan membantunya duduk dengan nyaman.
"Aku terjatuh dari tangga, ssaem" jawab Minha dengan wajah cemberut. Matanya melirik ke arah sekitar mencari keberadaan Seokhyung.
"Yang Gyusunim sedang ada rapat dengan Ahn Gyusu, ada pasien VIP yang akan melakukan operasi caesar nanti. Kita juga sebentar lagi harus kesana untuk rapat mingguan obgyn." Ucap perawat Han, seakan tahu siapa yang Minha cari.
"Ohhh, aku baru mengetahuinya."
"Apakah kalian bertengkar? Tidak biasanya kalian tidak tahu kabar satu sama lain." Tanya perawat Han, dia sangat peka terhadap hubungan seseorang. Bahkan dia adalah orang yang pertama kali menyadari Minha dan Seokhyung berkencan.
"Iya ssaem. Dia marah melihat Dongmin memelukku. Itu adalah pelukan perpisahan karena dia akan meninggalkan korea untuk waktu yang lama, dan aku tidak bisa menolak pelukannya. Ssaem, apa yang harus aku lakukan? Dia bahkan menghindari telpon ku sejak kemarin." Jelas Minha sedih. Perawat Han sangat tahu bahwa Minha sangat mencintai profesornya itu.
"Jangan bersedih Chu Minha ssaem, nanti kamu bisa jelaskan semuanya saat kalian bertemu." Ucap perawat Han menenangkan.
---
Seokhyung sedang bersantai di ruang rapat. Dia baru saja menyelesaikan rapat dengan Ahn Jeongwon, dan sekarang dia sedang menunggu para staff obgyn untuk rapat mingguan.
Saat Minha dan perawat Han sampai di ruang rapat, Minha melihat Seokhyung sedang fokus melihat ponselnya sampai tidak menyadari kedatangan mereka.
"Annyeonghaseyo gyusunim" Sapa perawat Han.
"Ne, annyeongha- seyo" Seokhyung yang hendak menyapa balik terkejut melihat Minha datang berjalan menggunakan tongkat.
Seokhyung yang awalnya duduk di sebrang Minha tiba-tiba berdiri dan memilih duduk di samping Minha. "Ada apa dengan kakimu? Terluka?" Bisiknya bertanya dengan ekspresi datar namun penuh kekhawatiran.
"Sepertinya aku harus terluka dulu agar kamu mau berbicara denganku, gyusunim."
"Jawab pertanyaanku Minha-ya."
"Kakiku terkilir saat menaiki tangga." Jawab Minha.
Seokhyung terdiam, lalu dia menyadari kejadian kemarin kenapa Minha tidak pulang ke apartemennya.
"Apakah kamu terjatuh saat mengejarku?" Tanya Seokhyung sambil menatapnya. Dan sekarang giliran Minha yang terdiam.
"Baiklah, bisa kita mulai rapatnya sekarang?" Ucap Yeom Gyusunim memecah percakapan mereka.
"Kita bicarakan lagi ini nanti" bisik Seokhyung.
Singkat cerita rapat berakhir dengan lancar walaupun Seokhyung ketahuan beberapa kali terlihat tidak fokus. Semua staff obgyn kecuali Seokhyung dan Minha sudah meninggalkan ruang rapat dan kembali melanjutkan pekerjaannya masing-masing.
"Jelaskan." Ucap Seokhyung tegas meminta penjelasan tentang kejadian kemarin.
"Dongmin akan meninggalkan Korea untuk waktu yang lama, jadi dia menemuiku untuk mengucapkan selamat tinggal. Dia sudah aku anggap seperti adik kandungku sendiri, dan tidak ada alasan juga untuk aku menolak salam perpisahannya." Jelas Minha. Seokhyung masih menatapnya seolah meminta penjelasan lebih.
"Lalu dia memelukku dan kamu melihatnya sendiri, tidak lebih hanya sekedar pelukan. Jadi berhentilah marah, kumohon!" Lanjut Minha. Tidak tau kenapa dia jadi kesal sekarang, dia pikir sikap Seokhyung saat ini sangat kekanak-kanakan.
"Lalu bagaimana dengan kakimu?" Tanya Seokhyung yang masih khawatir dengan keadaan kaki Minha.
"Tentu aku terjatuh saat aku mengejarmu. Tolong berhenti berolahraga saat kamu marah, sangat melelahkan untuk mengejarmu menggunakan tangga!" Jawab Minha dengan suara sedikit keras, dia seperti sedang memarahi Seokhyung sekarang.
Lalu tiba-tiba Seokhyung memeluk Minha, dia memeluknya sangat erat seolah dia akan kehilangannya jika dia melepaskannya. Kekesalan Minha mulai mereda lalu dia membalas pelukannya dan mengusap-usap punggung Seokhyung, "Aku tidak apa-apa oppa, jangan khawatir. Aku hanya perlu melakukan operasi kecil dan aku akan baik-baik saja." Ucap Minha menenangkan.
"Mianhae." Ucap Seokhyung dengan suara agak serak, dia terdengar seperti sedang menahan tangisnya. Minha yang mendengarnya mulai terkekeh lalu tertawa.
"Ada apa ini, seorang Yang Seokhyung gyusunim menangis? Astaga aku tidak percaya." Ucapnya bercanda.
"Maafkan aku, karena sikapku yang kekanak-kanakan kakimu jadi terluka begini." Ucap Seokhyung melepas pelukannya
"Tidak apa oppa. Aku suka melihat kamu cemburu, tapi lain kali jangan berlebihan, oke?" Ucap Minha lembut mengusap air mata Seokhyung.
"Ne. Saranghae Minha-ya."
"Nado saranghae, oppa."
