Actions

Work Header

Lesson to Slice Carrot, taught by Hong Jisoo

Summary:

‘’Ini mau bikin capcay, bukan mau bikin salad atau acar! Mana ada capcay yang potongan wortelnya kayak korek api gini, mana potongannya tebel tebel lagi.’’

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Jeonghan tipikal anak laki laki yang nggak dibolehin mamanya buat masuk dapur, sehingga tugas memasak dan urusan dapur lainnya dibebankan ke kakak perempuannya dan bikin diri Jeonghan sendiri nggak terbiasa dengan alat alat dapur dan ruangan dapur itu sendiri.

Berbanding terbalik sama Jisoo yang udah hafal banyak resep masakan di luar kepalanya dan alternatif bumbu bumbu yang habis atau susah didapetin.

Dua cowok itu, yang sengaja ditinggal di posko kkn dalam upaya mencapai rekonsiliasi, sekarang lagi sibuk di dapur. Jisoo naruh plastik belanjaannya deket wastafel dengan hati hati sementara Jeonghan duduk di atas kursi pendek dengan muka bantalnya, arah tatapannya mengekori kemanapun Jisoo melangkah. Ke dekat wastafel buat mencuci sayuran dan kemudian jongkok di depannya buat kupas-kupasin kulit wortel.

Anyway, Jeonghan kebangun gara gara pintu posko yang dibuka, sehingga udara segar (yang kerasa dingin di kulitnya) berhasil membangunkannya dari bahtera mimpinya. Dia jalan ke dapur dan mendapati Jisoo lagi sibuk di sana.

“Masak apa hari ini Jis?”

“Mau capcay apa sayur sop?’’

‘’Kok ditanya balik?’’

‘’Ya lo maunya makan apa? Udah enak tinggal milih.’’

‘’Ya gue ikutan aja lo masaknya apa, gue tinggal makan.

‘’Kenapa sih tinggal milih juga masih aja nanya balik. Lo lagi mood makan apa? Susah banget ditanya tuh.’’

‘’Ya, yang gampang aja masaknya apa.’’

Joshua naruh pisau yang lagi dipegangnya ke hadapan Jeonghan sambil pindahin beberapa wortel yang kulitnya udah terkupas itu. ‘’Potongin wortelnya kayak wortel capcay, Han.’’

Jisoo beralih buat urus bahan masakan capcay yang lain, sementara Jeonghan masih tatap wortel sama pisau yang Jisoo percayakan (mungkin lebih paksakan) Han buat mengurusinya.

Karena dia enggak mau bikin mood Jisoo tambah jelek dan kemungkinan bikin rasa masakan buat se-posko jadi jelek juga, dia mengurungkan niat buat tanya gimana cara potong wortel capcay dan mengandalkan instingnya.

‘’Yoon Jeonghan, ck siniin deh wortelnya.’’ Jisoo ambil pisau yang lain dan mulai irisin wortelnya dengan benar. ‘’Ini tuh mau bikin capcay, bukan mau bikin salad atau acar! Mana ada capcay yang potongan wortelnya kayak korek api gini, mana tebel tebel lagi.’’

Jeonghan mematung di samping Jisoo yang ngomel masih sambil potongin wortelnya. Ada sedikit rasa bersalah karena akhir-akhir ini sering bikin bete Jisoo. Dia perhatiin gimana cara Jisoo iris wortel.

‘’Iya, sekarang udah bisa Jis. Gue aja yang terusin iris wortelnya.’’

‘’Jangan ketebelan irisnya, hati-hati pegang pisaunya.’’ Jisoo beralih ke arah kompor, sesekali merhatiin tangan Jeonghan yang masih kaku dan iris wortelnya pelan-pelan.

‘’Jangan marah-marah terus Jis, nanti ngaruh ke masakannya tau.’’

‘’Ya, jangan bikin bete terus makanya.’’

‘’Sebut deh mau apa, nanti gue kabulin.’’

‘’Tebengin balik lusa, mau nggak?’’

‘’Lah nanti yang masak siapa kalau lo nggak ada?’’

‘’Ya giliran lah, masa gue terus.’’

‘’Yaudah deh, gue enggak mau disuruh masak juga. Lusa ya Jis.’’

‘’Yaaa.’’

Notes:

halooo, terima kasih sudah baca tulisan hongyoon-jihan-yoonhong-hanshua aku yang pertama!

ributin menu makan pas kkn adalah masalah yang sekalinya pernah kejadian di kelompok" kkn wkwkwkwk

Series this work belongs to: