Chapter Text
Celeb Daily @celebdaily • 10m
[Breaking News]
Tanpa bodyguard dan staff , aktor Na Jaemin dikerumuni oleh fans di airport sepulangnya dari berlibur. Dalam peristiwa ini seorang fans tidak sengaja menarik baju sang aktor dan memperlihatkan soulmark yang selama ini disembunyikan. RabbitFox Entertainment mengatakan bahwa ini adalah jadwal pribadi artis mereka yang tidak diberitahukan ke publik. Pihak agency akan mengusut kasus ini sampai selesai dan meminta fans untuk tidak menyebarkan foto soulmark Jaemin.
Pagi-pagi sekali Renjun sudah bangun dan mempersiapkan keperluannya untuk hari ini. Cowok itu terpaku di depan kaca sambil memperhatikan pinggang sebelah kanannya yang dihiasi tanda berbentuk bulan sabit dengan taburan bintang kecil di sekelilingnya. Perasaannya saja atau memang soulmark -nya kini berwarna lebih gelap? Memutuskan untuk acuh Renjun melanjutkan kegiatan rutinnya — menutup tanda soulmark-nya dengan plaster — dan lanjut mengenakan kaos yang akan ia pakai hari ini.
Tidak terasa sudah setahun sejak foto soulmark di dada kanan atas Jaemin bertebaran di internet. Tanda belahan jiwa yang sama dengan milik Renjun, yang juga sudah menyembunyikannya dari Jaemin selama setahun belakangan.
Renjun tidak akan pernah melupakan hari itu, hari dimana ia akhirnya mengetahui siapa soulmate -nya.
Sebagai fresh graduate Renjun mengisi waktu luang dengan bekerja di kedai burger milik keluarganya sambil menunggu panggilan. Siang itu ia dikejutkan dengan berita tentang seorang aktor yang memiliki soulmark sama dengannya. Aktor yang sering ia lihat di TV saat menemani Bapi (Bapak Papi) nonton serial TV kesukaannya.
Seorang aktor terkenal dan tampan tentu tidak pernah sekalipun terlintas dalam khayalan Renjun untuk menjadi soulmate -nya. But still he’s excited. Renjun selalu suka cerita tentang bagaimana para soulmate itu bertemu, he believes in that happily ever after dan tidak sabar untuk bertemu dengan belahan jiwanya.
Seperti apa pertemuan mereka nanti? Apakah heart fluttering seperti kedua orang tuanya? Atau konyol seperti Chenle — adiknya— dan Jisung — tetangga sebelah rumah mereka?
Dari gossip yang ia dapat, ternyata kehebohan di bandara itu disebabkan oleh personal assistant (PA) Jaemin yang sakit hati pada sang aktor. Kanal gossip lain juga mengatakan kalau PA itu berusaha menyatakan cintanya kepada Jaemin hanya untuk ditolak mentah-mentah hingga ia merasa sangat tersakiti.
Memutar otak dan mencoba peruntungannya, Renjun melamar kerja ke RabbitFox Entertainment dan berharap bisa menempati posisi PA Jaemin yang sedang kosong.
Believe it or not, Renjun keterima. Doyoung — manager Jaemin — meneleponnya langsung dan meminta Renjun untuk segera masuk kerja.
Inikah yang dinamakan kekuatan soulmate? Karena bagaimana mungkin dari ratusan pelamar, Renjun yang tidak memiliki pengalaman ini bisa keterima?
Meski harus meninggalkan Bapi dan Adiknya, Renjun menuju ibu kota dengan semangat baru dan harapan untuk hidup bahagia bersama soulmate -nya.
Dok dok dok!
Lamunan Renjun buyar, ia merapikan bajunya cepat dan memastikan ujung kaos yang ia pakai masuk kedalam celana dengan sempurna — e specially di bagian pinggangnya.
“Renjun!” suara Jaemin di luar pintu terdengar kesal
Mendengus malas, Renjun segera mengambil tas dan tabletnya.
“Sebentar!” ucapnya sambil membuka pintu lalu mendapati Jaemin yang sedang bertolak pinggang dengan muka kesal
“Ini artisnya gue apa lu sih? Kenapa lamaan lu siap-siapnya?”
“Aku tadi telepon resto tempat meeting -nya, mau mastiin lagi reservasi sama keamanannya”
Aktor yang 3 tahun lebih tua dari Renjun itu hanya melengos dan langsung berjalan menuju pintu keluar apartmennya dengan Renjun yang buru-buru mengekor di belakang, tidak lupa ia dadah-dahah pada Luna — kucing peliharaan Jaemin.
As crazy as it may sounds, mereka tinggal di apartemen yang sama. Apartemen mewah di tengah kota dengan 3 kamar dan city view yang terlihat indah di malam hari.
Saat pertama kali diberitahu soal ini Renjun tentu kaget dan hampir protes, tapi kata Doyoung ini normal kok, karena lebih efektif dan memudahkan pekerjaan mereka.
“Mobilnya udah siap di lobby ” ucap Renjun memecah kesunyian di lift yang hanya diisi oleh mereka berdua,
“Kopi gue mana?” tanya Jaemin
“Suplemen yang kamu minum itu nggak boleh di konsumsi bareng kafein”
“Gue mau kopi” ulang Jaemin tidak mau dibantah.
Renjun melirik jamnya, menghitung kira-kira sudah berapa jam berlalu sejak artisnya ini mengkonsumsi suplemen yang disarankan oleh personal trainernya pagi tadi.
“Oke. Di tempat meeting nanti boleh pesen kopi. Decaf. ”
Dengusan kesal dapat terdengar dari aktor yang siang ini memilih untuk memakai kemeja denim dengan tiga kancing atasnya dibiarkan terbuka.
Sekalian aja nggak di usah dikancing ga sih? bantin Renjun sambil meringis.
Hari ini Jaemin ada lunch meeting dengan Mark dan Haechan — sutradara dan penulis naskah — untuk drama terbarunya. Drama yang menceritakan tentang seorang campus crush dan musuh bebuyutannya yang terpaksa harus berbagi space living karena keterbatasan biaya.
“Kenapa sih gue masih mempekerjakan lu?” protes Jaemin sambil menahan pintu lift untuk Renjun lewati.
Good question, ucap Renjun dalam hati, ia melengos untuk membuka pintu mobil lalu mempersilahkan Jaemin untuk masuk duluan dan menyusul duduk disebelahnya.
“Jujur aku juga heran, you could hire someone else really— tapi kalau ngga ada aku, ngga ada yang inget kapan harus bawa Luna ke vet”
Jaemin terdiam, lalu melirik Renjun dengan cepat sebelum mulai memakai sabuk pengamannya. Kalau asisten biasanya duduk di depan dengan supir tidak dengan Renjun, cowok itu duduk di belakang atas permintaan Jaemin yang merasa aneh kalau harus duduk sendirian.
“Nanti disana dengerin penjelasan mereka ya, and please… be nice”
“What do you mean? I’m always nice!” protes Jaemin
“Serius deh, aku udah liat pitching mereka, dan aku rasa nggak ada salahnya kerja bareng dan coba ambil role baru”
Film terakhir yang digarap Mark dan Haechan sukses besar dengan total 6 juta penonton mengalahkan film terakhir Jaemin yang tayang dalam waktu berdekatan. Dan kali ini Mark dan Haechan ingin merambah ke produksi serial televisi.
“Ini bakalan jadi serial TV pertama mereka, dan kamu juga udah terlalu sering main film action, it’s about time you change it up.”
“You’re not my agent, nggak usah ngatur. Lu bukan Kak Doyoung ”
Renjun memutar bola matanya malas. Kalau dulu Renjun takut sama Jaemin yang mode sarkas dan sinis gini, sekarang ia sudah kebal. Malah kalau diliat-liat tingkah Jaemin ini sebenarnya lucu.
“That’s literally my job! Nyuruh kesana, nyuruh kesini, pake baju ini, nggak boleh ini itu” jawab Renjun sambil menahan tawa
“Renjun!”
“Loh bener, nih denger ya,” Renjun memiringkan badannya menghadap Jaemin, ia memang kesal dengan tingkah Jaemin tapi ini masalah serius
“Kapan lagi ada kesempatan kerja bareng mereka? They’re like the most wanted people to work with! Semua orang penasaran ini orang berdua bakalan bikin gebrakan apa lagi. And they want you! Jangan cuma karena film terakhir kamu kalah sama film garapan mereka, jadinya marah -”
“I’m not!” protes Jaemin memotong ucapan Renjun
“Okay nggak, tapi mungkin apa kata kritikus film itu ada benarnya… “ jawab Renjun ragu.
“For god sake! Mereka bukan kritikus”
Ada akun youtube yang isinya mengulas film dan drama. Channel itu bisa dibilang tidak suka dengan Jaemin, dilihat dari komennya yang selalu mengkritik sang aktor habis-habisan. Renjun tau itu, tapi ada satu hal yang rasanya tidak bisa ia abaikan.
“I know, tapi aku rasa bagian mereka bilang kalau kamu cari aman, ngebosenin- karakter yang kamu mainin itu-itu aja juga perlu jadi bahan pertimbangan. Nggak sedikit fans yang ingin liat kamu main peran lain. Not the hot blooded lawyer, mafia boss, detective, serial killer- just be a ‘normal’ person. Karakter yang penonton bisa relate dan bersimpati, someone that they can reach– “
Renjun menutup mulutnya cepat, kaget atas apa yang ia katakan.
Someone that they can reach, katanya. Mungkin itu bukan hanya harapan fans Jaemin melainkan Renjun juga.
Apa ia terlalu blak-blakan dan melewati batas? Kalau biasanya Jaemin akan balas omongan Renjun, kini cowok itu hanya diam dan membuat suasana perjalanan jadi tegang bahkan saat mereka sampai di tujuan.
“Lu nggak turun?” tanya Jaemin malas
“Aku cuma asisten, ngga perlu ikut. Lagian Kak Doyoung udah di—”
Jaemin menutup pintu dengan kasar, bahkan tidak menghiraukan ucapan Renjun yang belum selesai.
“— dalem… “
Ah, kerja jadi personal assistant artis terkenal itu memang tidak seindah yang orang bayangkan. Sure it has its perks, tapi rasanya Renjun sudah tidak sanggup.
Apalagi orang itu adalah soulmate -nya sendiri, soulmate yang tidak pernah meliriknya, soulmate yang sampai saat ini belum mengetahui tentang kenyataan itu.
“Berani banget lu begitu sama bos, nanti dipecat nangis” celetuk supir Jaemin yang ikut merasakan ketegangan yang terjadi di kursi belakang.
“Haha nanti gue resign duluan aja sebelum dipecat” ucap Renjun tidak sepenuhnya bercanda.
Should i? Suasana mobil yang sepi membuat Renjun kembali memikirkan bagaimana nasibnya kedepan.
Renjun pertama kali bertemu Jaemin di kantor RabbitFox Entertainment. All those magical feelings yang selama ini hanya ia baca atau dengar tentang pertemuan pertama para soulmate dapat Renjun rasakan.
Sesuatu bergejolak saat tatapan mata mereka bertemu, ada listrik yang menyengat saat mereka berjabat tangan, belum lagi rasanya seperti ada kupu-kupu dan bunga bermekaran yang menggelitik perutnya.
Renjun rasanya seperti terbang ke langit ke tujuh hanya untuk dijatuhkan Jaemin secepat kilat. Mereka ada di ruang kerja Doyoung saat Jaemin memberikan Renjun tugas pertamanya,
“Oke, kerjaan pertama buat lu. Itu kertas-kertas di dalem dus itu tolong buang aja”
Renjun melirik ke dus yang ada di bawah meja Doyoung dan melirik ke supervisornya yang tersenyum canggung ke arahnya.
“Ngg… gimana? Ini semua?” tanya Renjun memastikan saat melihat ada 2 dus penuh berisi kertas-kertas
“Iya lu buang aja. Terserah mau dibakar, diancurin —ada paper shredder disana btw — diapain aja pokoknya buang”
“Ini udah nggak kepake?” tanya Renjun memastikan, takut-takut itu berkas penting
“Itu isinya file orang-orang yang ngaku soulmate gue”
“Eh gimana?”
“Gue nggak minat. Buang aja semuanya, sampah nggak penting”
Kalau Renjun terguncang, Jaemin tidak tau karena cowok itu langsung pergi disusul Doyoung, meninggalkan PA barunya yang terduduk lemas di lantai.
“Oh.. okay… “
Ingatkan Renjun untuk segera memusnahkan surat di tasnya yang sudah ia buat untuk Jaemin.
Surat berisi pengakuan disertai foto-foto Renjun dengan soulmark -nya yang muncul sejak ia berusia 15 tahun. Surat dipilih Renjun karena rasanya ia tidak akan bisa berkata-kata dengan benar kalau harus berbicara langsung dengan Jaemin soal soulmate ini.
TING!
Ponsel Renjun berbunyi. Seolah kata-kata Jaemin tidak cukup untuk menghancurkan harapannya, kini Doyoung mengirim pesan yang isinya
Kak Doyoung (RabbitFox Ent):
Sweetheart, aku lupa kasih tau. Jangan ngomongin soal soulmate depan Jaemin ya.
Dia nggak suka, apalagi setelah kejadian kemarin
Don’t ever talk about it, kalau kamu nggak mau kena damprat.
Congrats on your first job! Inget kerja yang bener ya, no funny business!
Welcome to the jungle!
Apakah ini yang dinamakan kalah sebelum berjuang?
Renjun tersenyum miris menertawakan hidupnya. Apakah ini karma karena niat awal Renjun melamar kerja disini bukan untuk bekerja tapi untuk mencari soulmate? Soulmate yang ternyata tidak menginginkan kehadirannya.
Sudah terlanjur kecebur, Renjun juga tidak mungkin langsung resign, ditunda terus sampai akhirnya sudah setahun Renjun betah melihat Jaemin dari ‘jauh’.
Dekat tapi terasa jauh sepertinya cocok sekali untuk menggambarkan keadaan Renjun saat ini. Semakin hari jarak antara mereka semakin terasa. Jaemin memang menyebalkan, ia jarang sekali mengajak Renjun ngobrol.
Padahal dengan staff lain Jaemin biasa saja — ngobrol, bercanda, main game bareng bahkan, tapi tidak dengan Renjun. Obrolan mereka tidak pernah jauh dari masalah kerjaan, bahkan sering kali Jaemin tidak melihatnya saat bicara.
Atau mungkin memang Renjun yang terlalu banyak berharap?
Hidup tanpa soulmate juga sepertinya tidak terlalu buruk. Ada beberapa kenalan Renjun yang tetap hidup bahagia tanpa soulmate -nya. Belum lagi kasus perceraian yang semakin marak juga ikut melanda pasangan soulmate.
Wisata masa lalu Renjun berhenti saat ada notifikasi masuk ke ponselnya.
Kak Doyoung (RabbitFox Ent):
RENJUN! JAEMIN MAU!
Dia mau main di ‘Starry Night’
Kamu masih di parkiran? Kita makan dulu ya bentar
Atau kamu gabung aja sini
Me:
Iyakah? Hehe syukur deh
Thank u, tapi aku udah jajan ke minimarket sebelah Kak
Aku tunggu di mobil aja yaa
Kerjaan baru lagi nih, yuk bisa yuk. Bisa stress
Kak Doyoung (RabbitFox Ent):
Hahaha
Aku nggak tau kamu bilang apa, tapi makasih banget
Makasih udah bantu bujukin Jaemin.
Tuhkan, he always listens to you!
Campus crush Jaemin let’s go!
Me:
Gak tau deh kak, udah ga kuat aku wkwk
Kayanya makin hari makin nyebelin itu orang
Kak Doyoung (RabbitFox Ent):
Hahaha
Tapi kamu asisten Jaemin terlama loh?
Dulu max 6 bulan lah udah pada ga betah
Kalau ga resign ya dipecat
Me:
If one of these days aku mau resign, tolong approve ya kak
hahaha
Kak Doyoung (RabbitFox Ent):
Eh? Jadi ini tuh serius ya?
Renjun tidak membalas lagi pesan Doyoung. Ia memilih menikmati mie instan dengan kuah pedas dan panas yang mengundang liurnya. Padahal tadi ia sudah sarapan, tapi memikirkan keputusannya untuk resign tanpa memberitahu Jaemin soal tanda soulmate mereka membuat Renjun stress dan butuh makan pedas.
Begitu Jaemin sudah kembali dari meetingnya, ia langsung kembali ke mobil dan mendapati Renjun yang terlonjak bangun dari tidurnya
“Eh- udah selesai?” tanya Renjun grogi. Perut yang kenyang membuatnya ngantuk dan tidak sadar bahwa Doyoung sudah meneleponnya dari tadi untuk menjemput Jaemin di lobi restoran “Kak Doyoung mana?”
“You would know kalau lu angkat teleponnya. Kirain kemana taunya tidur” jawab Jaemin sedikit ketus
“Sorry… “ jawab Renjun tidak enak, bisa-bisanya ia tidur di jam kerja dan membiarkan artisnya menunggu
“Jadi kamu terima tawarannya?” tanya Renjun lagi
“Lu udah tau jawabannya, ngga usah basa-basi”
“Padahal tadi ada yang males-malesan” goda Renjun sedikit mencoba mencairkan suasana
“Gue terima karena emang tertarik sama jalan ceritanya. And they work with the best crew, bukan gara-gara pep talk lu yang nggak jelas itu”
“Iya deh… “
“Sekarang kemana kita?”
“Pulang, nggak ada jadwal lagi hari ini. Tapi besok kita flight pagi untuk pemotretan majalah. Kamu udah packing kan?”
“Belom”
“Astaga besok kita flight pagi banget loh, jangan sampai ada barang yang ketinggalan— ”
“Stop nagging, you’re not my mom. Tidur lagi aja sana lu biar ngga berisik”
Renjun menggigit lidahnya, karena meladeni Jaemin tidak akan ada habisnya. Renjun kadang bertanya-tanya apakah benar mereka ini soulmate? Dan juga merasa bodoh untuk jatuh semakin dalam pada pesona Jaemin setiap harinya.
Caranya tersenyum diam-diam saat tidak ada yang melihat, caranya bermain dengan kucing liar yang banyak dijumpai di lokasi syuting. Caranya ngomel pada Doyoung sebagai bentuk perhatian karena managernya itu baru keluar dari rumah sakit. Belum lagi charity yang Jaemin lakukan diam-diam, bahkan tidak jarang aktor itu memberi hadiah surprise pada fansnya.
Semua itu tidak ditunjukkan ke publik. Hanya orang dibalik layar yang tahu bagaimana sifat asli jaemin and Renjun is supposed to not fall for him? Tentu saja sulit.
