Work Text:
"Tetaplah bernyanyi hingga akhir saat diatas sana nanti, Mizi?"
"Bila itu keinginanmu, pasti!"
Kenangan yang terlintas beberapa saat, tak dapat menghentikan ku mengeluarkan melodi menyedihkan— bukan suara ini yang ia ingin dengar, bukan?.
Darahnya mengucur di bawahku, pekat nan indah mengkilat.
Sudah tak cukup lagi hiasan di wajahku, kedua pipi ku merah di buatmu, lalu bibirmu menjadi bukti kasih sayangku hingga saat-saat terakhir—
Mata ku? Kedua mata mu?
Hingga gaun putihmu yang entah bagaimana terwanai.
Dengan percikan darahmu?
