Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2024-12-28
Words:
296
Chapters:
1/1
Comments:
1
Kudos:
20
Bookmarks:
2
Hits:
317

Tillivan/tiiv (Fem! Ivan) AU -Ice Cream

Summary:

Ivan ngerasa rasa es krimnya aneh.

Notes:

Haloo, ini AU pertama yang aku buat! makasih yaa yang suda baca ˚ ༘♡ ⋆。˚!

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

 Mata Ivan berkedip pelan, bibirnya membentuk garis datar saat ia mencicipi sesendok es
 krim dari cup-nya. Lima detik kemudian, ia meletakkan sendok itu kembali ke cup dan
 menatap Till dengan tatapan memelas.


 “Nggak enak.”


 Till mengangkat alis sedikit, menatap Ivan yang kini mulai memainkan cup es krimnya
 dengan tatapan penuh protes.


 “Kamu sendiri yang pilih rasa itu,” ujar Till, suaranya tenang seperti biasa.


 “Iya, tapi aku nggak nyangka rasanya bakal… kayak gini.” Ivan menekuk bibirnya, jelas-jelas
 sedang merengek. “Punya kamu kelihatan lebih enak. Tukeran, ya?”


 Tanpa banyak berpikir, Till mengulurkan cone es krimnya sambil berkata, “Ambil aja. Aku
 makan punyamu.” Senyumnya tipis, ekspresinya tetap tenang seperti biasa. “Tapi kamu
 habisin punyaku, jangan protes lagi.”


 Ivan langsung berseri-seri, senyumnya melebar saat ia mengambil cone es krim dari tangan
 Till. “Makasih, Till!” katanya dengan nada ceria sambil menyerahkan cup es krimnya ke
 tangan Till.


 Till hanya tersenyum tipis sebelum mencicipi es krim dari cup Ivan. Rasanya memang agak
 aneh, perpaduan antara rasa manis dan asam yang tidak seimbang. Tapi Till tidak
 mengeluh, ia hanya duduk santai sambil memakan es krim itu dengan ekspresi tenang.


 Di sisi lain, Ivan sudah sibuk menikmati cone es krim barunya, wajahnya penuh dengan
 kebahagiaan. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama ketika ia melihat Till
 memakan es krim dari cup-nya tanpa ekspresi.


 “Kamu nggak apa-apa makan itu? Emang nggak aneh rasanya?” tanya Ivan dengan nada
 sedikit khawatir.


 “Nggak apa-apa,” jawab Till sambil melirik Ivan. “Yang penting kamu seneng.”


 Ivan diam sejenak, wajahnya sedikit memerah sebelum ia mencoba menyembunyikan
 senyumnya dengan menjilat cone es krim di tangannya.


 “Mhmm makasih” gumamnya pelan, nyaris seperti berbicara pada diri sendiri.


 Till hanya tersenyum kecil sebelum kembali menikmati es krimnya yang kurang cocok di
 lidah, sementara Ivan terus mencuri pandang ke arahnya dengan senyum yang tak bisa ia
 tahan.

Notes:

makasii yang uda bacaa. for more ini akun x akuu @unspokenfeel1ns
masi baru yaah!