Work Text:
Mata Ivan berkedip pelan, bibirnya membentuk garis datar saat ia mencicipi sesendok es
krim dari cup-nya. Lima detik kemudian, ia meletakkan sendok itu kembali ke cup dan
menatap Till dengan tatapan memelas.
“Nggak enak.”
Till mengangkat alis sedikit, menatap Ivan yang kini mulai memainkan cup es krimnya
dengan tatapan penuh protes.
“Kamu sendiri yang pilih rasa itu,” ujar Till, suaranya tenang seperti biasa.
“Iya, tapi aku nggak nyangka rasanya bakal… kayak gini.” Ivan menekuk bibirnya, jelas-jelas
sedang merengek. “Punya kamu kelihatan lebih enak. Tukeran, ya?”
Tanpa banyak berpikir, Till mengulurkan cone es krimnya sambil berkata, “Ambil aja. Aku
makan punyamu.” Senyumnya tipis, ekspresinya tetap tenang seperti biasa. “Tapi kamu
habisin punyaku, jangan protes lagi.”
Ivan langsung berseri-seri, senyumnya melebar saat ia mengambil cone es krim dari tangan
Till. “Makasih, Till!” katanya dengan nada ceria sambil menyerahkan cup es krimnya ke
tangan Till.
Till hanya tersenyum tipis sebelum mencicipi es krim dari cup Ivan. Rasanya memang agak
aneh, perpaduan antara rasa manis dan asam yang tidak seimbang. Tapi Till tidak
mengeluh, ia hanya duduk santai sambil memakan es krim itu dengan ekspresi tenang.
Di sisi lain, Ivan sudah sibuk menikmati cone es krim barunya, wajahnya penuh dengan
kebahagiaan. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama ketika ia melihat Till
memakan es krim dari cup-nya tanpa ekspresi.
“Kamu nggak apa-apa makan itu? Emang nggak aneh rasanya?” tanya Ivan dengan nada
sedikit khawatir.
“Nggak apa-apa,” jawab Till sambil melirik Ivan. “Yang penting kamu seneng.”
Ivan diam sejenak, wajahnya sedikit memerah sebelum ia mencoba menyembunyikan
senyumnya dengan menjilat cone es krim di tangannya.
“Mhmm makasih” gumamnya pelan, nyaris seperti berbicara pada diri sendiri.
Till hanya tersenyum kecil sebelum kembali menikmati es krimnya yang kurang cocok di
lidah, sementara Ivan terus mencuri pandang ke arahnya dengan senyum yang tak bisa ia
tahan.
