Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2024-12-28
Words:
718
Chapters:
1/1
Kudos:
29
Bookmarks:
3
Hits:
520

Tillivan/tiiv (Fem! Ivan) AU -Bubble Gum

Summary:

Ivan mabuk banget, mimpi indah di dunia bubble gum tapi paginya Till kenapa kok gitu??

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

Ivan terhuyung sedikit ketika Mizi membantunya masuk ke rumah. Ivan mabuk setelah diajak minum oleh Hyuna sore tadi, dan sekarang dia udah kesusahan cuma buat berjalan. 

“Thanks Mizi,” ujar Till singkat sambil mengulurkan tangan untuk membantu Ivan berdiri tegak.

“Haha, iya, kalau gitu aku pulang dulu yaa, Sua juga mabuk di dalem mobil, aku balik yaah sebelum marah dia” sahut Mizi dengan tawa ringan.

“Iya itu istri kamu jangan lama lama ditinggal,” balas Till dengan senyum.

Begitu mobil Mizi melaju menjauh, Till pun memapah Ivan perlahan menuju kamar.

Sampai di kamar, Till nidurin Ivan pelan-pelan di atas kasur. Ivan mulai ngelantur hal-hal yang random banget—tentang acara, minuman, bahkan tentang bubble gum. Till cuma duduk di samping kasur, ngusap kepala Ivan pelan-pelan biar dia lebih tenang. Nggak lama, Ivan udah tidur pulas.

Till menghela napas, bangkit, terus jalan ke kamar mandi. Setelah hari yang panjang, mandi tuh pilihan terbaik buat nyegerin diri. Pas Till buka botol sabun mandi yang baru(yang kemarin udah abis) aroma manis bubble gumnya langsung kecium.

“Ini yang Ivan beli kemarin ya?,” pikir Till sambil senyum kecil. Ivan emang suka banget sama aroma dan rasa bubble gum.

Selesai mandi, Till balik ke kamar. Ivan masih nyenyak di tempat tidur, wajahnya keliatan damai meskipun ada bekas lelah. Till duduk di kasur, ngambil ponsel, mainin ponselnya sekedar scroll aplikasi media sosial. Tapi tiba-tiba ada suara merengek kecil.

“Till… mau ke mana?”

Till noleh, ngeliat Ivan yang setengah sadar ngeliatin dia dengan mata setengah kebuka. “Nggak ke mana-mana, sayangku. Kenapa?” jawab Till, tetep tenang.

Ivan narik tangan Till, maksa dia buat baring di sampingnya. “Mau peluk,” pintanya manja.

Till nurut tanpa banyak omong, langsung ngelingkarin lengannya ke tubuh Ivan yang otomatis nempel kayak anak kucing cari kehangatan. Ivan nempel banget dipeluk Till, dipuas-puasin wajahnya ivan ngedusel di badan till. Till cuma senyum tipis, ngelus kepala Ivan sampai akhirnya mereka berdua ketiduran.




Sementara itu, di dunia mimpinya, Ivan...

˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘ ˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘˚ ༘♡ ⋆

Ivan berjalan-jalan di dunia bubble gum yang penuh warna pastel. Langitnya lembut seperti kanvas cat air, sementara tanah di bawah kakinya menyerupai marshmallow raksasa yang empuk dan kenyal. Dengan tawa riang, Ivan melompat-lompat, menikmati sensasi setiap pijakan yang memantul seperti trampolin.

Saat sedang asyik melompat, dia melihat sebuah awan berbentuk gula kapas melayang mendekat. Awan itu tampak mengundangnya naik. Tanpa ragu, Ivan meloncat ke atasnya, dan awan gula kapas itu membawanya ke sebuah tempat ajaib yang dipenuhi snack rasa bubble gum.

“Wow, banyak banget!” seru Ivan penuh semangat. Matanya berbinar melihat permen, es krim, dan berbagai macam manisan rasa bubble gum tersaji di sekelilingnya. Dengan penuh antusias, Ivan mulai mencicipi satu per satu. Manisnya menyebar di lidahnya, membuatnya tersenyum lebar. Ia terus menggigit dan mengunyah semua manisan bubble gum hingga hatinya benar-benar puas, menikmati dunia manis dalam mimpinya.

˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘♡ ⋆。˚˚ ༘˚ ༘♡ ⋆。

 

 

Pagi harinya, Ivan kebangun dengan kepala agak berat. Suara dari dapur langsung menarik perhatian. “Till lagi masak, ya?” gumamnya sambil bangkit dari tempat tidur.

Ivan jalan ke dapur dan ngeliat Till lagi menggoreng sesuatu. Tanpa pikir panjang, Ivan langsung meluk Till dari belakang, nyenderin kepalanya di punggung Till.

Till noleh sedikit, mukanya lembut. Tangan kirinya ngeraih tangan Ivan yang melingkar di pinggangnya, ngelus pelan. “Pagi, Van. Tidurnya nyenyak?”

Ivan ngangkat kepalanya, senyum lebar tersungging di wajahnya. “Pagi! Iya, nyenyak banget…” jawabnya sambil nempel lagi ke Till. Tapi, aroma manis bubble gum yang kecium dari Till bikin dia diem sebentar.

“Wanginya enak… bubble gum” gumam Ivan sambil ndusel ke Till. Tapi matanya terus nangkep sesuatu di leher Till. Sebuah plester kecil.

“Ini kenapa?” tanya Ivan, bingung. jari tangan kanannya menyentuh plester yang ada di leher till.

Till ngelirik plester di lehernya dan senyum tipis. “Kamu nggak inget? Siapa coba yang bikin aku kayak gini?”

“Hah?” Ivan ngeliatin Till dengan mata membesar.

“Kemarin kamu tidur sambil gigit aku,” jelas Till santai. “Aku mau bangunin kamu, tapi keliatannya kamu nyaman banget. Enak, ya, sambil gigit aku?” tambah Till dengan nada ngegodain, sambil ngelus rambut Ivan.

“EEGH! IYA, KAH?!” Ivan langsung panik, mukanya merah padam. Till cuma ketawa kecil, terus balik masak lagi.

Till tau, Ivan pasti bakal heboh sepanjang pagi soal ini. Tapi, dia nggak keberatan. Selama Ivan seneng, hal-hal kecil kayak gini justru jadi kenangan manis buat dia.

Notes:

hii! makasii yang uda bacaa. for more ini akun x akuu @unspokenfeel1ns
masi baru yaah!