Work Text:
16
Mataku menemukan bayangmu.
Begitu yang perempuan itu gemakan terus-menerus dalam kepalanya. Sepasang lensa kacamata membantu penglihatannya, dan tidak menghalangi pandangannya untuk orang yang berada di seberang sana. Kedua pasang iris bertemu; mereka bersua di suatu titik yang sama untuk beberapa sekon.
Si pria mengalihkan pandangan. Sang dara menunduk, kemudian berbalik dan meninggalkan dia. Ia bertanya-tanya, apakah tatapan itu hanya khayalannya saja? Sebuah imajinasi dan delusi yang kemungkinan besar keliru? Atau, bayang-bayang kelabu yang diciptakan oleh otaknya sendiri?
Suatu hari, mereka kembali bertemu. Dalam titik yang sama. Pandangan yang tak mencapai satu menit. Sang gadis berkacamata berada di atas balkon, sang pria mendongak dan mendapati tatapan itu begitu intens sampai-sampai mengacaukan sedikit kegiatannya di bawah sana.
Tak pernah ada kata-kata yang terlontarkan di antara mereka. Kecuali, beberapa minggu yang lalu … ketika peristiwa keseluruhannya sungguh berbeda dan ia tak menyangka perasaannya akan berubah.
“Waduh, bihunnya dikit amat!”
“Itu udah banyak, kok, hehehehehe.”
Cerita yang sangat berbeda, yang mungkin akan dihadirkan lain kali.
