Work Text:
Sejak sekolah menengah, Yaya dan BoBoiBoy selalu dekat. Mereka adalah sahabat terbaik. Yaya yang ceria dan penuh semangat selalu dapat membuat BoBoiBoy tersenyum, sedangkan BoBoiBoy dengan keberaniannya melindungi Yaya dari berbagai bahaya.
“BoBoiBoy, aku terjatuh!”
“Tenang, Yaya, aku akan mengambil tongkat magis!”
Mereka berdua selalu bekerja sama untuk melawan musuh, menyelamatkan orang-orang tercinta, dan menjaga ketertiban di Raccoon City. Namun, tersembunyi di antara mereka adalah perasaan yang tak terucapkan.
“BoBoiBoy, terima kasih sudah selalu melindungiku.”
“Tidak perlu terima kasih, Yaya. Aku akan selalu berada di sampingmu.”
Di kota Hilir, terdapat dua orang sahabat yang tak terpisahkan, Yaya dan BoBoiBoy. Mereka telah bersama sejak kecil dan selalu saling mendukung satu sama lain. Namun, di balik persahabatan mereka yang kokoh, terpendam perasaan yang lebih dalam.
"BoBoiBoy, aku ingin cerita sesuatu..." ujar Yaya dengan wajah yang sedikit canggung.
"Ada apa, Yaya?" tanya BoBoiBoy dengan penuh perhatian.
Yaya terdiam sejenak sebelum akhirnya ia mengakui perasaannya pada BoBoiBoy. "Aku merasa lebih dari sekedar sahabat padamu, BoBoiBoy."
BoBoiBoy terkejut mendengar pengakuan Yaya. Perasaannya pun berubah campur aduk. Mereka berdua memutuskan untuk memberikan waktu pada diri masing-masing untuk memikirkan perasaan tersebut.
Selama masa kuliah mereka di Kota Hilir, perasaan di antara Yaya dan BoBoiBoy semakin terasa. Mereka saling melengkapi satu sama lain dan semakin sulit baginya untuk menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.
Beberapa periode sebelumnya, ketika Raccoon City diserang oleh serangan zombie, BoBoiBoy terperangkap di tengah kekacauan. Yaya, tanpa ragu, bergegas untuk menyelamatkannya.
"BoBoiBoy, aku akan membuat jalur aman untukmu. Ikuti aku!"
"Terima kasih, Yaya. Aku percaya padamu."
Yaya dan BoBoiBoy bekerja sama dengan sempurna, melawan para zombie dan berhasil sampai ke pusat markas BoBoiBoy yang aman. Di tengah-tengah kelegaan, Yaya melihat BoBoiBoy dengan mata penuh perasaan.
"BoBoiBoy, aku takut kehilanganmu. Aku merasa lebih dari sekadar sahabat."
"Yaya, aku pun merasakan hal yang sama. Kau sungguh istimewa bagiku."
Setelah berhasil melarikan diri dari Racoon City yang hancur, Yaya dan BoBoiBoy menemukan perlindungan sementara di Raccoon City bagian timur. Saat mereka berdua menghadapi berbagai rintangan untuk bertahan hidup, perasaan cinta di antara mereka semakin dalam.
"BoBoiBoy, kita harus bersatu agar bisa melawan semua ini bersama-sama," ucap Yaya dengan pede.
"Kita akan melalui ini bersama, Yaya. Aku tidak akan pernah membiarkan sesuatu terjadi padamu," janji BoBoiBoy sambil menggenggam tangan Yaya erat.
Ketika Yaya dan BoBoiBoy berhasil lolos dari Raccoon City dan memasuki masa transisi ke era Uncharted: A Thief's End
"BoBoiBoy, aku tak bisa mempercayai betapa beruntungnya aku untuk memiliki sahabat seperti kamu. Saat krisis melanda, kamu tetap ada di sisiku."
"Kita melalui banyak hal bersama, Yaya. Dan aku tidak ingin kehilanganmu."
Ketika mereka berdua tiba di rumah istri Ejen Rafael, di tengah kekacauan Raccoon City namun telah memasuki era Uncharted: A Thief's End
"BoBoiBoy, selama ini aku merasa lebih dari sekadar sahabat padamu. Aku merasa seperti hatiku akan meledak setiap kali bersamamu."
"Yaya, aku juga merasa hal yang sama. Aku ingin kita jauh lebih dari sekadar teman."
Sementara itu di ruang rapat rahaisa S.A.F.E, Ejen Rafael duduk tegak di kursi empuk di ruang rapat rahasia S.A.F.E, menatap tajam ke arah Kommander Kokoci yang duduk di hadapannya. Mereka berdua terlibat dalam negosiasi penting mengenai insiden traumatis yang terjadi di Raccoon City selama periode Resident Evil.
"Ejen Rafael, kita tidak bisa terus-terusan mengabaikan dampak dari insiden itu," ujar Kommander Kokoci dengan serius.
Rafael menarik nafas dalam-dalam sebelum menjawab, "Saya paham akan pentingnya situasi ini, tetapi kami telah melakukan yang terbaik untuk menangani dampaknya."
Mereka berdua terdiam sejenak, suasana ruangan dipenuhi oleh ketegangan yang tegang. Namun, Rafael tiba-tiba mengubah topik pembicaraan, "Bagaimana dengan Yaya dan BoBoiBoy? Bagaimana keadaan mereka setelah melarikan diri ke rumah istri saya di Real Madrid selama periode Uncharted: A Thief's End?"
Kommander Kokoci mengangguk, "Mereka sedang dalam perlindungan kami. Situasi mereka cukup stabil, meskipun masih traumatis akibat apa yang mereka alami di Raccoon City."
Rafael mengangguk mengerti, "Terima kasih atas perlindungan yang diberikan. Mereka adalah aset berharga bagi kami, saya berjanji akan memberikan sumber daya dan bantuan yang diperlukan."
Perbincangan antara Ejen Rafael dan Kommander Kokoci berlanjut dalam suasana yang semakin hangat. Mereka saling berbagi informasi, strategi, dan rencana untuk memastikan keamanan Yaya, BoBoiBoy, dan tim S.A.F.E di masa depan.
Di akhir pertemuan, keduanya meraih kesepakatan yang memuaskan bagi kedua belah pihak. Meskipun masa depan masih penuh dengan tantangan, Ejen Rafael dan Kommander Kokoci siap untuk menghadapinya bersama-sama, demi kebaikan semua pihak yang terlibat.
Dengan senyum tipis, Rafael merasa lega bahwa pertemuan ini membawa harapan baru bagi semua yang terlibat. Mereka adalah pahlawan yang siap menghadapi segala rintangan, dalam kehidupan yang selalu dipenuhi dengan tantangan dan keajaiban.
Pada suatu pagi di Madrid, istri Ejen Rafael menelepon suaminya untuk bertanya tentang kondisi Yaya dan BoBoiBoy yang tinggal di rumah mereka selama periode bermain Uncharted: A Thief's End. "Halo sayang, bagaimana keadaan Yaya dan BoBoiBoy di rumah kita?" tanya sang istri dengan penuh kekhawatiran.
Ejen Rafael tersenyum mendengar pertanyaan itu. Ia menjelaskan bahwa Yaya dan BoBoiBoy baik-baik saja, dan mereka berdua sangat menikmati liburan mereka di Madrid. Mereka telah menikmati cuaca yang indah, jalan-jalan menikmati pemandangan kota, dan tentu saja, tidak lupa untuk mencicipi kuliner khas Spanyol.
Sang istri pun lega mendengar kabar baik tersebut. Ia bertanya lebih lanjut tentang aktivitas apa lagi yang dilakukan oleh Yaya dan BoBoiBoy selama di Madrid. Ejen Rafael bercerita bahwa mereka berdua juga mengunjungi museum seni terkenal, menikmati pertunjukkan flamenco, dan bahkan mencoba belajar sedikit bahasa Spanyol.
Istri Ejen Rafael tertawa mendengar cerita itu. "Mereka pasti sedang memiliki petualangan yang luar biasa di sana," ujarnya. "Terimakasih sudah menjaga mereka dengan baik, sayang."
Ejen Rafael tersenyum mendengar pujian dari istrinya. Ia tahu bahwa kedua teman seperjalanan Yaya dan BoBoiBoy selalu dijaga dengan baik selama tinggal di rumah mereka. "Tidak perlu khawatir, sayang. Mereka seperti anak-anak sendiri bagi kita," jawab Ejen Rafael penuh kehangatan.
Dengan berakhirnya percakapan telepon itu, Ejen Rafael duduk sejenak di teras rumahnya sambil melihat pemandangan indah Madrid sore itu. Ia merasa bahagia dapat berbagi kehangatan rumahnya dengan Yaya dan BoBoiBoy, dua teman yang telah menjadi bagian penting dalam petualangan hidupnya.
Ketika Yaya dan BoBoiBoy akhirnya merasakan momen yang mereka tunggu-tunggu, di ruang utama safe house BoBoiBoy di Raccoon City
"BoBoiBoy, jangan pernah berhenti mencintaiku."
"Aku tidak akan pernah, Yaya. Karena cintaku padamu tak akan pernah berakhir."
Dan di tengah ruangan itu, Yaya dan BoBoiBoy berciuman dengan penuh cinta dan haru, menandai awal dari petualangan baru dalam hubungan mereka yang berkembang dari teman menjadi kekasih.
Hingga akhirnya, Yaya dan BoBoiBoy menyadari bahwa apa yang mereka rasakan satu sama lain adalah sesuatu yang tak tergantikan. Cinta yang tumbuh di antara mereka begitu indah, mengubah persahabatan mereka menjadi sebuah cinta sejati yang akan terus berkembang seiring berjalannya waktu.
fin.......
