Work Text:
"Lama banget pulangnya Min"
Lelaki yang dipanggil Min itu malah langsung menubrukkan dirinya ke tubuh kakak satu grupnya atau lebih tepatnya "roommate" kecintaannya itu, Wonwoo.
"Pegel banget kak, duduk hampir 7 jam di salon. Coba liat, bagus gak?" Mingyu melepas topi yang sedari tadi ia pakai, menunjukkan kalau ia baru saja mengganti warna rambutnya.
"Bagus sayang, kamu mah ganteng terus mau digimanain juga rambutnya" Wonwoo membalas ucapan Mingyu dengan usakan di rambut blonde milik Mingyu. Mingyu malah tersipu, bak anjing kecil yang dipuji majikannya Mingyu langsung mendusel(?) kepalanya di bahu Wonwoo.
Mingyu masih betah untuk terus memeluk Wonwoo di atas sofa biru kebanggaan mereka, mengabaikan rengekan Wonwoo karena kegiatan menonton tvnya harus terganggu karena ulah si bayi bongsor.
"Won….mau cium boleh?" tanya Mingyu begitu tiba-tiba. Matanya terangkat menunjukkan jurus andalannya, melihat yang lebih tua dengan mata berkaca-kaca menunggu persetujuan dalam kata lain memaksa Wonwoo untuk berkata iya.
"Kalau aku bilang enggak, kamu bakal tetep maksa kan" jawab Wonwoo.
Mingyu hanya tertawa kecil, memang benar kalau lelaki cancer satu ini sangat mengerti Mingyu maka dari itu satu tangan Mingyu memilih untuk meraih dagu Wonwoo. Menuntun bibir Wonwoo untuk bertemu dengan miliknya. Wonwoo jelas tidak menolak hingga keduanya terlarut dalam satu ciuman panjang.
Lumatan demi lumatan tercipta, menghantarkan listrik menggelitik dalam perut keduanya. Rengekan keluar dari bibir yang lebih tua, ia kehabisan nafas , tapi sayangnya Mingyu malah makin memperdalam ciuman mereka. Tangan Wonwoo terangkat meremat baju yang lebih muda, meminta untuk menyudahi kegiatan mereka ini.
"Eumhh…Min" ucap Wonwoo lirih. Tautan itupun akhirnya terlepas.
"Aku masih kangen……" kini gantian Mingyu yang merengek.
"Kan waktu konser kita juga bareng Min". Mingyu menggeleng, saat konser ia tidak bisa bermesraan dengan kecintaannya satu itu ada batasan yang sudah dijelaskan agensi kalau ngeyel bisa-bisa Mingyu harus mendapat ceramah 3 sks dari leader grupnya. Mingyu masih berusaha mencuri satu ciuman lagi tapi sayang harus gagal.
"Jangan cium cium ya, aku tau kamu nanti bakal minta lebih. Besok kita ada flight, aku gamau badanku sakit semua"
Gotcha , Wonwoo paham maksud Mingyu.
"Tapi kan….kalau lagi tour kamu bakal pilih jalan atau sekamar sama Chan dibanding sama aku"
"Kamunya juga nanti jalan sama yang lain, udah ya Kim Mingyu no no lebay ya"
Kekalahan telak Mingyu dapatkan, gagal sudah ia "manja" dengan pacar meongnya itu. Gagal sudah angan-angan Mingyu untuk ngadon semalaman bersama Wonwoo yang sangat ia nantikan sejak ia masih di salon tadi.
cup.
Wonwoo dengan begitu tiba-tiba memberikan satu kecupan di bibir Mingyu sebelum kabur masuk ke kamar mereka.
"Eh…" Mingyu jelas terkejut, ia masih harus mencerna hal yang baru saja terjadi sebelum beranjak menyusul si kakak cantik.
"Kak Won….ihh dikit banget kissnya. Kalo gitu ayo kelon!!!"
Sungguh sofa biru yang malang, ia harus menjadi saksi bisu kisah cinta menye menye Mingyu dan Wonwoo di balik layar kaca. Tetap tegar ya sofa biru, kita selalu memdoakan kesehatanmu.
