Work Text:
Jaewon tidak pernah benar-benar menyadari kapan semuanya dimulai—rasa cemburu yang tajam ini, yang menusuk setiap kali perhatian Prof. Baek teralihkan darinya. Mungkin itu terjadi saat Baek Kanghyuk dengan mudahnya memanggil Gyeongwon, mengandalkannya dengan suara yang stabil dan tak tergoyahkan. Atau mungkin saat dia tenggelam dalam diskusi mendalam dengan Prof. Han, kata-kata mereka terjalin dalam pemahaman yang begitu erat hingga membuat perut Jaewon terasa mual oleh sesuatu yang pahit. Dan kemudian ada saat-saat ketika Prof. Baek mengarahkan fokusnya ke Perawat Jangmi, menjelaskan prosedur dengan ketenangan yang sabar, seakan Jaewon tidak berada di sana—seakan dia tidak haus akan setiap detik perhatian pria itu.
Dia membencinya. Dia membenci semuanya. Tapi setidaknya dia cukup sadar diri untuk tidak membiarkan perasaan itu sepenuhnya menguasainya. Akal sehatnya masih bertahan, meskipun hanya dengan benang yang nyaris putus.
Jadi, dia menemukan cara untuk merebut kembali apa yang dia yakini adalah miliknya. Cara untuk memastikan bahwa, meskipun perhatian Prof. Baek terbagi di siang hari, hanya ada satu nama yang terucap dari bibirnya saat mereka berdua dalam kesunyian malam.
Jaewon memastikan bahwa saat mereka terjerat dalam seprai, napas mereka memburu, dan kehangatan mengelilingi mereka, satu-satunya hal yang bisa Prof. Baek pikirkan hanyalah dirinya. Hanya dia.
"Jaewon," Kanghyuk terengah, jemarinya mencengkeram punggung Jaewon, seolah dia bisa menancapkan dirinya lebih dalam melalui sentuhan.
Jaewon menyeringai, puas. "Ulangi lagi."
Kanghyuk tidak ragu sedikit pun. "Jaewon."
Tidak ada tempat untuk Gyeongwon, atau Prof. Han, atau Perawat Jangmi di sini. Tidak ada ruang bagi siapa pun dalam momen ini. Hanya Jaewon, menekan namanya ke dalam kulit Kanghyuk, memastikan itu menetap di sana—di kedalaman pikirannya, di caranya tubuhnya merespons tanpa ragu.
Besok, Prof. Baek mungkin akan kembali menjadi sosok yang tenang dan tak tersentuh, pria yang dikagumi semua orang. Tapi malam ini—malam ini, dia adalah milik Jaewon.
