Work Text:
“Seingat saya buku resep kukis mendiang nenek tertua suku di sini, ah ketemu.” Ororon mendapatkan buku resep hidangan coklat tanpa harus coklat batangan yang dicetak ulang menjadi coklat
Hari ini tanggal 13 februari, mendekati valentine Ororon berniat membuatkan coklat untuk tunangannya, coklat terenak daripada wanita dan pris yang akrab sama Ifa
Bagaimana dia tahu? Kejadian ini bermula tahun lalu
Pagi itu ororon menaruh tanaman herbal dan sayuran titipan ke klinik Ifa menemukan sang dokter yang mengobrol dengan pasien wanita dan pria pemilik saurian dengan coklat ditangannya
“Ifa.” Ororon mencoba memanggilnya, tidak ada respon; kerumunan manusia ini menghalangi untuk menyapa sang sahabat
“Ifaaa, oi.” sekali lagi memanggil namanya disertai lambaian tangan dan meloncat-loncat
“Masih tidak kedengaran juga?” tidak ada pilihan lain, mungkin ini menarik perhatian semua orang di klan suku bunga bersayap dengan menggunakan teknik terbang tinggi iktomisaurus
Dari ketinggian begini bisa kelihatan Ororon yang melipatkan kedua tangan depan dada, bermuka muram dihadapan Ifa
“Woah kamu mengejutkanku bro ehehe maaf-maaf aku tidak fokus.” Ifa melangkah menuju sang sohib, menghampirinya dengan menarik balik kedua kaki Ororon ke permukaan tanah
“Apa yang membuat para warga ini berkumpul, sesi belajar berkebun?” pertanyaan absun keluar dari mulut Ororon seperti biasa bikin Ifa menahan ketawa, aduh air matanya keluar sedikit
“Bukan, bukan mereka mau kasih coklat hari valentine yah mungkin sebentar lagi kamu mendapatkannya dari seseorang.” dari neneknya itu maksudnya, Ifa sengaja tidak memberitahu kepadanya demi rasa harga diri Citlali yang lagi mengintip
Merasa ada kehadiran jiwa yang lain tapi familiar Ororon menoleh ke belakang, mendapati citlali yang ngumpet di balik tubuh qucusaurus
“Ah saya ada urusan habis ini Ifa sayurannya saya taruh dalam klinik.” Ororon bergegas mendatangi sang nenek
“Aduh ketahuan.” Citlali ingin melarikan diri namun lengan tangannya ditahan oleh sang cucu, mukanya tampak biasa dan tenang memberikan sekotak coklat kepada cucu kesayangan
“Tidak ada pilihan lain, mau kasih kamu ini sebagai keluarga di hari valentine.”
“Terima kasih, tapi nek valentine itu apa?”
Demi archon pyro, Anak ini bikin citlali geleng-geleng kepala; keseringan berkebun dan sayuran hingga isi kepalanya terlalu polos sama beginian
“Tradisi memberikan coklat kepada teman, keluarga, orang disayangi atau orang dicintai.” tidak perlu basa basi lagi sang imam besar menjelaskan
“Berarti coklat dari nenek ini?” sekali lagi pertanyaan cucunya terlalu blak-blakan, menimbulkan rasa panik terhadap citlali yang enggan mengakui coklat kasih sayang kepada sang cucu
“Sebagai keluarga kok, sebagai keluarga lagian kamu keseringan bergaul sama tertua suku sih jadi belum ada wanita muda memberikan coklat kepadamu.”
“Ha..." dia tidak memahaminya, itu dulu sebelum memahami rasa cinta
—
Kembali ke masa kini, Ororon telah bertunangan sama Ifa namun para gadis itu kerap sering mendatangi untuk mengobrol kecil
Sebagai tunangan yang baru jalan 3 bulan, ia tidak mau kalah membuatkan manisan yang tidak kalah enak
Awalnya ingin membuat dirinya menjadi “hidangan manis” itu sendiri tapi apa daya Ifa telah melarang berhubungan badan untuk sementara waktu tanpa alasan yang tidak diketahui seakan-akan ada disembunyikan, dikarenakan Ifa tidak memberitahunya Ororon memilih membalasnya dengan menyembunyikan melalui wajah dan ekspresi muka
“Sayang aku kembali untuk makan siang, haah melelahkan tanganku dingin.” dari luar rumah kedengaran suara Ifa, rencana ororon tidak boleh diketahui sama Ifa; cepat-cepat menyembunyikan buku resep di bawah kolong lemari
“Ifa? Makanan siang di dapur udah siap, mau saya ambilkan?” Agar tidak kelihatan panik, Ororon menipu sang tunangan dengan raut muka tidak enak badan lengkap dengan warna wajah pucatnya
“Eh!?” akting Ororon justru menimbulkan rasa curiga terhadap Ifa yang mengkhawatirkan satu hal, Citlali katakan belum lama ini lalu dikasih perintah untuk terus memeriksa cucunya secara rahasia antara dirinya dan nenek
Khawatir Ororon telah hamil, masuk akal gejala hamil mulai kelihatan jelas dari minggu ketiga sampai bulan kedua
“Ororon kamu baik-baik saja wajahmu pucat?” Ifa langsung main peluk terkasihnya sebagai modus untuk mengelus-elus kepala bagian area perut, tidak ada hal mencurigakan seperti suara cairan ketuban dan tonjolan
Namun dilihat dari wajahnya menandakan seorang ibu sedang hamil muda
“Saya oke, lagian kenapa kamu pegang-pegang perut bukan telapak tanganku?”
“Ti-tidak apa.” fokus, kosongkan pikiran jangan sampai Ororon mengetahui jiwanya lagi panik sedikit, telapak tangan Ifa menggenggam erat telapak tangan sang terkasih; sensasi hangat mengalir menimbulkan suasana nyaman
“Huff.” masih tidak ketahuan? Ororon menyadari Ifa telah panik atas aktingnya barusan ini? Tidak tega atas perilaku Ifa, ororon mencoba tenang dan mengelus-elus kepala sang calon suami
“Mau saya hangatkan sup? Saya belum makan siang ini.”
“Iya mau.”
Sesudah makan Ororon melambaikan tangan kepada Ifa yang balik ke klinik, bayangan Ifa tidak kelihatan ini kesempatan yang bagus untuk meneruskan masak-masak dalam rumah, mengambil balik buku masak yang ditaruh bawah kolong lemari
“Lelehkan mentega, lalu campurkan dengan gula aren halus….” mangkuk besar disiapkan, ditaruh dalam panci berisikan air
Ororon mengikuti langkah demi langkah menurut resep secara pelan-pelan soal kemampuan memasak sudah pasti bisa jika dilakukan secara fokus
Hingga di tahap menjadi adonan basah penuh dengan coklat, tinggal dibakar dalam tungku api
Pemagangan kukis memerlukan waktu 30 menit sembari menunggu, ia menulis sebentar laporan harian sayuran di dapur dan keuangan
Ifa sering memberikan banyak mora hasil dari kerja, tapi ororon kembalikan mora itu agar sang terkasih dapat menggunakan untuk kepentingan lain bukan kepentingan dirinya
“Tanggal 13 februari, susu alpaca tidak cocok dijadikan minuman lalu pinecone kecil marah jika susunya diambil sembarangan.”
Sengaja menyebutkan kata-kata agar tidak terhanyut dalam suasana menulis, 4 paragraf tulisan memakan waktu cukup lama sehingga Ororon bisa mencium aroma wangi dari pemanggangan
Masih ada waktu sebelum gosong, itulah yang dalam pikiran Ororon di saat dirinya mengambil sarung tangan tebal tersangkut di dinding dapur
Selama belum ada asap hitam pekat keluar, ia mengeluarkan kukis dari oven dengan depan dan berhati-hati agar tidak terpeleset ataupun terjatuh
“Sudah jadi, ahhh syukurlah saya beri nama mereka ini chocola.” tidak lupa memberikan nama kepada kukis yang baru jadi, kebiasaan memang padahal kukis itu akan berakhir dalam perut
Ia menantikan wajah Ifa yang menerimanya, tidak bisa berekspektasi berlebih namun selama Ifa memakannya pun bikin hati senang
—--
Besoknya, Ororon sengaja tidak tidur di pagi ini demi menemui Ifa dan tidak keduluan sama para wanita.
Biasanya Ifa pergi duluan dari rumah dari jam 6 pagi meninggalkan sarapan di meja disamping kasur, Ororon terbangun setelah Ifa sudah pergi
Ia sengaja tidak memberikan di rumah demi kasih kejutan kepada terkasih
“Ada yang aneh, kemana teman-teman Ifa ya?” Tiba di klan bunga bersayap tidak ada pertanda akan kedatangan manusia, bukan orang-orang di klan bunga bersayap sibuk sama urusan mereka masing-masing
Dalam klinik Ifa, sang dokter membaca buku tentang kehamilan yang dipinjam dari sekolah tempat dia menempuh pendidikan; ingin mempelajari lanjut tentang Ororon agar bisa diagnosa sang tunangan secara diam-diam
“Semua tanda dalam buku ini tidak ada di dia, apa benar dia hamil?”
“Ifa.” pintu terbuka, reflek Ifa menjatuhkan buku yang dibaca ke dalam laci yang dibuka secepat kilat
Tanpa menoleh ke arah pintu pun melalui suara panggilan itu pun Ifa tahu itu Ororon, sebisa mungkin Ifa tidak kelihatan panik dihadapan sosok yang dapat melihat lubuk hati yang tersembunyi dengan senyuman
“Ya, tumben bangun pagi? Baru sebentar ditinggal udah kangen aku.” ucapan asbun Ifa memicu semburat merah di pipi Ororon yang mengangguk pelan, tanpa berbasa-basi lagi Ororon menaruh sekotak kukis di atas meja
“Ifa Benar, saya merindukan anda.” Ia melupakan tujuan menanyakan kehadiran mereka, rasa cintanya membuat pikiran jadi positif; pikiran para pesaingnya itu telah menyerah mendekati tunangannya pada kenyataannya pun malah Ifa mengusir mereka secara halus jauh hari sebelum valentine demi menjaga perasaan pasangan
“Hari ini valentine, maaf saya tidak bermaksud menyembunyikan ini darimu karena mau memberikan kejutan untuk Ifa-ku tercinta.” sang kepala biru tua duduk di atas bangku klinik tepat hadapan Ifa, menantikan reaksi Ifa dengan mencuri-curi pandangannya
“Rasa terima kasihku tidak cukup jadi.” sekeping kukis diambil dari kotak lalu menaruhnya ke dalam mulut Ororon, bisa dikatakan menyuap tapi ada maksud lain Ifa melakukan ini
“Enak.” Suapan pertama Ororon kunyah dan telan, Ifa sweatdrop atas perilaku Ororon salah paham berpikir dirinya menyuapinya
“Jangan ditelan dulu, oke?” sekali lagi biskuit di taruh depan bibir sang terkasih yang menurut hanya menggigit tanpa mengunyah apalagi menelannya
Di saat itulah momen tepat Ifa mencium bibir Ororon dan menarik biskuit itu kembali ke dalam mulutnya, menikmati dua rasa antara bibir pasangan dan kukis sekaligus
Dibalik kedua insan ciuman dalam klinik dengan pintu terbuka, ada Citalali yang kelelahan mencari ororon sana sini untuk dibagikan coklat seperti tahun lalu
Niat hati ingin menemui Ororon namun ada qucusaurus peliharaan menghalangi jalannya, dilihat dari warna yang pucat…
Ibunda chasca? Benar, sosok chasca pun muncul yang bekerja sama ibunda untuk menghalangi jalan sang nenek
“Nanti saja, biarkan mereka menikmati momen mereka.”
“Hufft.” sebal sih, selama itu membuat Ororon bahagia citali rela. Tanda cucu bahagia kelihatan melalui kedua telinga Ororon yang bergerak turun
“Kamu tau Nenek? Kemarin Ifa menyuruhku untuk mencari cara mencegah teman-teman Ifa untuk mendatanginya demi pasangannya.” Senyum chasca berubah jadi canggung, ini kejadian konyol yang harus diceritakan
“mereka itu sekarang lagi memberikan coklat kepada Ajaw atas misi penting dari Ifa melalui saya karena Kinich saja tidak bisa menerima coklat.”
“Dasar anak itu, mau dia atau Ororon pasti ada saja ide absurdnya.”
-----------------------omake---------------
Mizuki hari itu berkunjung ke natlan, mengamati suku klan bunga bersayap yang paling rentan terkena korosi abyss korban perang mengakibatkan mental mereka tidak stabil
"Semua orang dalam kondisi yang baik." Buih-buih mimpi mereka normal, itu yang Mizuki dapatkan ketika mengintip isi bawah sadar mereka
Lalu Mizuki menolehkan kepala ke pemandangan unik, sosok yang pernah jadi pasiennya dulu si Ifa atas curhatan cemburu terhadap sahabat dekatnya
"Fufu, tidak salah saya memberikan saran pada hari itu." bawah sadar Ifa kembali normal, tidak ada lagi api-api yang pernah membakar dirinya itu kejadian lama sekitar 6 bulan yang lalu
Pada hari 6 bulan sebelum kejadian sekarang, itu sungguh pemandangan yang langka mengetahui sang dokter manusia dan saurian mendatangi dirinya yang seorang psikolog lagi tinggal di Natlan
"Saya dekat dengannya selama bertahun-tahun, tapi saat dia berbicara dengan orang itu membuat tidak nyaman, saya menyukai dia entah cinta atau bukan pun sulit dimengerti." Selagi Mizuki mencatat keluhan Ifa, dengan bantuan tapir mimpi Mizui memasuki alam kesadaran Ifa yang seketika membuatnya tidak tahan akan api membakar dirinya secara perlahan
Untung berkat kecepatan kekuatan anemo ia bisa cepat-cepat terbang keluar dari alam bawah sadar Ifa, langsung nyerah duluan mencoba memakan 'mimpi buruk' sang dokter
Sebagai psikiater dia hanya bisa memberikan satu solusi agar apinya bisa pelan-pelan padam
"Kalau begitu kenapa tidak coba berkomunikasi ke temanmu itu?" Muka Mizuki memperlihatkan senyuman manis menyembunyikan rasa lelah yang lebih melelahkan daripada menangani ibu mengalami baby blues
"Cinta atau bukan pun, jika tidak ada komunikasi makin bikin kesalahan pahaman antara kalian berdua itu bikin hubungan kalian makin buruk." hanya itu saran yang bisa Mizuki berikan setelah gagal menelan emosi negatif Ifa berbentuk Api
"Dimengerti, saya akan coba berkomunikasi dengannya."
"Semoga beruntung."
Balik ke masa Kini, Mizuki dikejutkan oleh sosok Ororon yang mendatangi Ifa dan memeluk erat-erat dalam keadaan mengantuk
Alam bawah sadar mereka ada warna saling terhubung dalam bentuk benang, Mizuki paham sekarang orang yang dimaksud Ifa adalah orang yang Mizuki kenal; orang yang waktu kecil mampir kedai hanya untuk segelas cemilan dan ocehan dia tentang Ifa sewaktu menunggu Ifa pulang dari sekolah dengan jam belajar berbeda
"Syukurlah, mereka bersatu kembali."
