Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2025-03-02
Words:
939
Chapters:
1/1
Kudos:
11
Hits:
164

Gigitan Nyamuk

Summary:

Fans ramai membicarakan foto Minho di bandara yang terlihat ada tanda gelap di lehernya. Banyak yang bilang kalau itu gigitan nyamuk. Jisung dituduh sebagai nyamuknya.

Notes:

!!! Ini hanya fanfic hasil delulu gara-gara lihat foto Minho di bandara beberapa bulan lalu. Mohon untuk tidak ditanggapi terlalu serius. !!!

Work Text:

Jisung akhir-akhir ini dibuat pening karena sebuah postingan foto yang sedang naik dan ramai dibicarakan para fans. Foto Minho di bandara yang memperlihatkan ada titik berwarna gelap di lehernya. Awalnya dia tidak terlalu ambil pusing soal foto-foto itu, hanya menganggapnya sama seperti foto lain yang diambil fans dan media. Tapi dia mulai terusik ketika beberapa fans menganggap bercak di leher Minho itu karena gigitan ‘Nyamuk Korea’.

Apa yang kalian bicarakan? Sudah jelas itu gigitan seorang nyamuk Korea. Nyamuknya : [Video pendek Jisung yang menirukan suara nyamuk saat syuting di pinggir kolam]’

‘Hey, jangan bikin keributan deh. Lee Know pernah menjelaskan kalau itu bekas luka bakar karena catokan rambut.’

‘Hahaha yang bilang kalau itu love bite sepertinya belum pernah melihat love bite yang sesungguhnya, warnanya tidak seperti itu. Injak rumput sana.’

‘Dia bahkan tidak mau repot-repot menutupinya dengan foundation. Hahaha’

‘Yang benar saja, kalian benar-benar berpikir kalau para member masih single? Biarkan mereka menikmati hidup mereka seperti manusia normal juga.’

Komentar sejenis itu yang dia lihat di media sosial. Jisung tidak sengaja melihatnya karena ada banyak akun yang menge-tag dirinya. Waktu ditunjukkan komentar itu ke Minho, dia hanya tertawa dan bilang pada Jisung untuk jangan khawatir. Dia tidak terlalu mempedulikan komentar netizen. 

“Lagipula aku memang pernah menjelaskan di live kalau itu bekas luka bakar karena catokan rambut. Fans pasti sudah banyak yang tahu. Sudah biarkan saja, nanti juga reda sendiri.”

Tapi Jisung yang merasa namanya dibawa-bawa tetap merasa khawatir. Hal ini membuatnya overthinking, bagaimana kalau hal ini bisa merusak karirnya dan Minho, bahkan karir grupnya. Bagaimana kalau sampai terjadi skandal dan JYP menendang mereka keluar.

Bagaimana kalau hubungan mereka akhirnya diketahui publik.

Ya. Bagaimana kalau hubungan rahasia yang tidak terlalu rahasia itu akhirnya ketahuan.

Selama ini mereka sering bercanda memanggil satu sama lain ‘jagi’, ‘baby’, bahkan sering keceplosan saat menelepon di live. Untungnya kebanyakan fans menganggap itu hanya sekedar fanservice saja. Tapi yang tidak mereka ketahui, sulit dibedakan kapan saat Minho dan Jisung bercanda, dan kapan mereka sedang serius. Jadi tidak ada yang benar-benar tahu seperti apa hubungan mereka.

Selama ini mereka berhasil menutupi hubungan mereka dibalik bercandaan itu, walaupun beberapa member dan staff sepertinya mulai curiga. Seungmin terlalu cerdas untuk tidak menyadari ada sesuatu di antara mereka. Changbin yang diam-diam selalu menyaksikan tingkah mereka juga tidak mungkin tidak tahu. Apalagi Chan yang sangat observatif dan peka, tidak mungkin tidak sadar. Tapi sejauh ini belum ada yang mengkonfrontasi, sepertinya hanya sekedar ‘tahu sama tahu saja lah’.

Tapi pernah kejadian sekali, waktu makeup-noona sedang memakaikan foundation di leher Jisung, dia tidak sengaja melihat bekas keunguan di tengkuk Jisung. Noona segera menutupinya agak tebal dengan concealer dan foundation agar tidak terlihat di kamera.

“Han Jisung-ssi, tanpa bermaksud lancang, tolong sampaikan ke partnermu agar lebih hati-hati ya, jangan sampai meninggalkan tanda di tempat yang terlihat. Bisa repot kalau sampai tertangkap kamera.” Noona mengisyaratkan tangannya ke tengkuk tempat tanda keunguan tadi terlihat.

Tangan Jisung reflek menyentuh tengkuknya. Ingatannya memutar kembali memori malam sebelumnya saat cuddle dengan Minho di kamarnya. Semalam Minho memeluknya dari belakang, dia menggigit dan menghisap area itu cukup lama. Jisung tidak sadar saat bercermin kalau ada bekas yang terlihat jelas, karena posisinya di belakang dan tidak kelihatan. Dia membungkuk meminta maaf. Selesai acara Jisung menarik Minho ke pojok ruang ganti agar yang lain tidak dengar. Jisung mengomeli Minho karena kejadian tadi. Minho cuma meringis dan mengedip-ngedipkan matanya dengan wajah polos.


Jisung berusaha mengingat, apakah dia memang sempat ceroboh dan tidak sadar meninggalkan bekas cupang di leher Minho, di malam mereka tidur bersama sebelum ke bandara? Tapi dia yakin dia sudah sangat berhati-hati selama ini, apalagi setelah kejadian dengan makeup-noona itu. Walaupun Minho sudah berkali-kali meyakinkannya kalau itu bekas luka tapi Jisung tetap tidak tenang.

“Hyung, apa kamu yakin tidak apa-apa? Bagaimana kalau semua orang tahu dan karir kita selesai?” Jisung bertanya pada Minho saat mereka sedang menonton Netflix di apartemen. Jisung bersandar dengan nyaman di dada Minho. Tangan kirinya memegang bungkus keripik kentang, dan tangan kanannya sibuk mengorek-ngorek isi bungkusan itu.

“Haiisshh… Kamu masih membahas foto itu?” Minho mengeratkan pelukannya di bahu Jisung. “Aku tahu kamu cukup pintar untuk tidak meninggalkan tanda sejelas itu. Lalu apa yang kamu khawatirkan, jagi? Hm? Kalau perusahaan menganggap itu masalah serius pasti aku sudah dipanggil untuk meeting sekarang.” Minho ikut mengambil keripik yang dipegang Jisung. “Buktinya sampai sekarang tidak ada masalah apa-apa.”

“Tapi sepertinya banyak yang mulai curiga kalau kita memang ada hubungan, hyung.”

“Kalau begitu kita tetap lanjutkan saja seperti biasa. Anggap saja itu bagian pekerjaan. Bukannya dari dulu sudah begitu? Yang penting kita harus lebih hati-hati jangan sampai ketahuan. Kita sebaiknya jangan sampai ceroboh saat di tempat umum. Kan kita punya banyak waktu di apartemen. Harus menahan diri, oke?”

Jisung hanya manggut-manggut, meskipun kata-kata Minho masih belum bisa menghapus kekhawatirannya. Mereka lanjut menonton dalam diam hingga film selesai.

“Hyung, kalau kita sudah tidak jadi idol, bagaimana kalau kita pindah ke luar negeri saja? Kita bisa pilih negara yang lebih ramah untuk orang-orang seperti kita. Amerika, Australia, atau kalau mau yang lebih dekat ada Taiwan, Thailand.”

Minho tampak mempertimbangkan usulan Jisung.

“Hmm… boleh juga. Tapi rasanya aku belum siap meninggalkan keluargaku, teman-teman dan kucing-kucingku.”

“Kita kan bisa membawa kucing-kucingmu dan hidup bahagia di luar negeri. Kalau kita pilih tempat yang dekat, kita kan masih bisa sering mudik. Aku bisa tetap berkarir sebagai produser musik. Kamu bisa jadi pelatih dance.” Jisung optimis membayangkan bagaimana kehidupan mereka di masa depan.

“Kalau begitu sebaiknya kita mulai menyiapkan tabungan pensiun mulai sekarang. Hahaha… Investasi properti sepertinya perlu juga.”

Jisung melepaskan dirinya dari pelukan Minho dan mengangkat kedua alisnya tidak percaya.

“Jadi hyung mau menghabiskan hari tua bersamaku?”

“Tentu saja, kita kan soulmate,” Minho tersenyum lebar sambil kembali memeluk Jisung.