Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2025-03-08
Words:
355
Chapters:
1/1
Kudos:
17
Hits:
1,664

late night

Work Text:

Sungho dan Myungjae berbaring di kasur kamar Sungho, keduanya menghadap langit-langit kosong itu sembari menutup mata. Apakah mereka terlelap? Tidak. Mereka hanya menenangkan pikiran masing-masing.

Hubungan Myungjae dan Sungho bukanlah hubungan yang terlalu strict to each others, karena menurut mereka hubungan percintaan itu artinya saling mempercayai, menyalurkan kebahagiaan dan rasa sayang, no matters what they're. Mereka senang mempunyai hubungan seperti itu.

"Oje," Sungho membuka pembicaraan.

Myungjae pun menoleh kepada kekasihnya yang berada di atas lengannya. "Kenapa, kak?" Jawab Myungjae.

"Kamu kenapa mau sama aku, je?" Tanya si cantik dengan wajah yang tenang, namun ada sedikit kekhawatiran di dalamnya, Myungjae bisa melihat itu.

"Aku kan cuma laki-laki yang ada di pinggir jalan, nangis abis gak keterima kerja, diusir dari rumah, abis putus dari cowok. Aku sehancur itu je waktu kamu nemu aku. Kenapa kamu mau sama aku?" Napasnya semakin tak teratur di atas lengan Myungjae. Myungjae segera memeluk kekasihnya dengan tenang.

"Kak, kita bukannya pernah bilang ya? Cinta itu artinya mempercayai, memberi bahagia dan kasih sayang ke satu sama lain no matters what they are? Kakak yang bilang itu duluan ke aku, kenapa sekarang kakak jadi khawatir gini?" Ucap Myungjae dengan lembut bagaikan bulu yang lewat melalui telinga Sungho, kata-katanya bagai puisi dan suaranya bagai lantunan musik.

"Kak, mau sehancur apapun kamu pas kita pertama kali ketemu, I always glad to knowing and having you." Myungjae semakin memeluk kakak sayangnya dengan erat. Ia tahu bahwa Sungho terkadang tak bisa membiarkan akal sehatnya untuk berpikir positif sekali saja.

Sungho terdiam di bawah pelukan Myungjae dengan napasnya yang masih sedikit ngos-ngosan. Myungjae menarik pelan pelukannya dan melihat Sungho dengan mata basahnya dan bibirnya yang merah karena ia gigit. Myungjae tersenyum.

Sungho merasakan bibirnya telah bertemu sesuatu yang hangat, manis dalam hitungan detik setelah Myungjae menarik pelukannya.

Myungjae menciumnya. Myungjae melumat bibir itu dengan lembut lalu melepaskannya dengan pelan. Sungho hanya diam tak berkutik dengan aksi itu. Lalu, Myungjae mengecup bawah mata Sungho sembari mengucapkan "No matter what we are, we will always loving each other."

Lalu mereka berdua kembali berpelukkan dan memasukki alam bawah sadarnya.

Utuhlah cinta seperti ini, tak akan ada lagi kesempatan memiliki cinta seperti ini.