Work Text:
—
Hari yang melelahkan, setiap hari sih bagi Qingque. Absen sidik jari tiap pagi, ngetik dengan 10 jari selama 5 jam penuh, makan siang yang hanya 30 menit habis itu lanjut lagi mengetik sampai sore.
—
Benar benar rutinitas membosankan, belum lagi ketemu atasan yang cerewet nya minta ampun.
"Qingque." Qingque yang melamun sedari tadi dipikirannya terbuyar oleh suara dibelakangnya.
Oh, atasannya ternyata. "Kamu udah selesai belum ngecek laporan dari divisi pemasaran perusahaan?" Tanya nya dengan nada ramah.
"Eh? Bukannya udah dari minggu lalu ya bu saya kirim..?"
Seketika ekspresi atasannya menjadi serius. "Kalo kamu udah tau, kenapa ngga kirim ke email saya?" Skakmat.
Qingque merasakan aura mengintimidasi dari atasannya. "Qingque?" Panggilnya sekali lagi.
"Ah- haha, maaf bu saya kayaknya belum cek.." Qingque tertawa canggung untuk mencairkan suasana tegang tersebut.
"Belum cek? Belum cek semuanya maksudnya?" Aura mengintimidasi nya semakin kuat.
"Saya kerjakan bu!" Buru-buru Qingque membuka folder laporan dari divisi pemasaran.
"Bagus." Ucap sang atasan, kembali mengecek semua karyawannya.
Bener-bener gaada ampun, asli. Kalo udah ketemu Fu Xuan.
—
Pukul 5 sore, menunjukkan shift Qingque sudah selesai, seharusnya.. nyatanya dia harus bergadang lagi karena revisi yang ngga kelar-kelar dari Fu Xuan.
"Ulangin lagi."
"Salah."
"... salah lagi."
Arghh, kenapa salah mulu sih? Apa Fu Xuan sengaja membuatnya lembur yang hampir 2 minggu dalam sebulan?
"Gimana bu? Udah benarkan?" Qingque berharap ini revisi terakhirnya. Fu Xuan memperhatikan dengan teliti setiap kerjaan laporan Qingque, "ada minor kesalahan sih, cuman ngga terlalu keliatan." Mendengar hal tersebut Qingque merasa usahanya merevisi laporan tersebut senang, senang karena dia akan segera pulang.
"Tapi kamu tetap disini ya, nemanin saya ngecek laporan karyawan lain." Qingque hampir melonggo mendengar hal tersebut.
"Loh, loh, loh bu?? Bukannya tugas saya cuman ini aja?"
"Ya emang. Cuman karena masih jam 7 malam bisa dong luangin sebentar waktu kamu disini." Qingque ingin menolak namun sadar diri karena kalau berdebat dengan Fu Xuan dia akan kalah telak dan tau kemampuan Fu Xuan saat berdebat itu hebat bukan main.
Qingque menghela nafas, "Yaudah bu." Pasrah menerima permintaan Fu Xuan.
"Tenang aja, imbalannya ada bonus dan saya traktir makan."
"Saya mau ricis boleh ngga—"
"Jangan ngelunjak."
—
Pukul sudah menunjukkan setengah 10 malam, Qingque masih di depan komputernya, memperhatikan kesalahan laporan setiap karyawan dari berbagai divisi.
Mata Qingque mulai menutup untuk tidur namun dia menahannya, "belum terlalu malam masih bisalah di tahan." dalam batinnya, menguatkan matanya.
—
Pukul 10 lebih 20 menit, Mata Qingque yang sedari tadi di tahannya mulai menyerah dan mulai tertidur sejenak sebelum bahunya di tepuk pelan oleh Fu Xuan.
"Udah ngantuk?" Celetuk Fu Xuan.
"Eh? Belum bu."
"Kalo udah ngantuk, istirahat aja di mess malam ini."
"Belum ngantuk banget bu, saya pasti selesai laporannya malam ini."
Fu Xuan menghela nafas, "yaudah, jangan dipaksain." Dia kembali ke mejanya, yang tidak jauh dari Qingque.
—
Sudah 15 menit berlalu, mata Qingque benar benar mengantuk dan akhirnya Qingque mulai tertidur di mejanya. Fu Xuan baru menyadari Qingque tertidur saat dia ingin menawarkan kopi. "Benar-benar keras kepala." Fu Xuan tersenyum kecil melihat Qingque tertidur pulas di mejanya, lengkap dengan ilernya.
Fu Xuan mengambil selimut yang ntah darimana— menaruhnya ke Qingque. Fu Xuan bisa melihat wajah imut Qingque yang dia tidak sadari selama dia bekerja lama di perusahaan ini.
Fu Xuan sadar, mungkin dia terlalu keras ke Qingque dan karyawan lainnya sampai di cap atasan kejam, yang suka nyiksa karyawannya dengan kerjaan se abrek, yang selalu dia dengar dari gosip gosip yang awet bertebaran.
Fu Xuan mendekatkan wajahnya ke wajah Qingque dan memperhatikan seluk beluk setiap wajah Qingque. "Cantik." Pujian pertama dari Fu Xuan yang tidak akan di dengar Qingque.
Fu Xuan mengecup pelan pipi Qingque tanpa di sadari. Tunggu? Dia beneran melakukannya? Melakukannya ke karyawannya sendiri?! Fu Xuan tersadar perbuatannya dan wajahnya mulai memerah lalu segera pergi dari meja Qingque.
—
