Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2025-03-28
Updated:
2025-03-28
Words:
932
Chapters:
1/2
Kudos:
5
Bookmarks:
2
Hits:
216

5 Stages of Life (Bersama Tenant 2)

Summary:

Great things comes with a bit of confusing quests and side quests.

(Bahasa Indonesia / Local Names)

Notes:

Mark as Rahandika
Renjun as Niskala
Chenle as Ganindhito

(See the end of the work for more notes.)

Chapter 1: The first Three Stages.

Chapter Text

5 stages of life written by Niskala Juanda.

 

STAGE 1: Stranger

 

Bayangkan hidup bahagi Niskala tiba-tiba menjadi kelabu karena kedatangan penghuni baru di lantai 7 kompleks apartemennya.

 

Pria bertubuh tegap yang entah kenapa membuatnya tidak tertarik sama sekali untuk sekedar menyapa itu tengah sibuk dengan dirinya sendiri. Niskala yang baru saja tiba dari kelas sorenya hanya bisa menatap heran pada pria tersebut sebelum mengalihkan pandangannya ke pintu kamarnya sendiri. Pria - yang belum Niskala ketahui (dan tidak berniat untuk mengetahuinya juga) namanya itu terlihat sibuk dan sedikit linglung. Tangannya sibuk merogoh kantong jaketnya yang terasa begitu dalam karena Niskala pun dapat menyimpulkan bahwa barang yang ia cari tidak benar-benar berada dalam kantung jaketnya. 

 

Untuk beberapa detik kemudian Niskala hanya terdiam dan menghela napasnya, memilih untuk membuka passcode apartemennya dengan kode yang menunjukkan tanggal lahir Harry Styles, lalu saat alat itu berbunyi, mata bulat Niskala bertemu dengan pria itu sejenak sebelum pria itu menggumam, "STUPID, DIKA!" lebih kepada dirinya sendiri dan dengan cepat tangannya mengetik kode untuk masuk ke kamarnya. Niskala mengulum bibirnya untuk menahan senyumnya.

 

Tentu saja, pria yang baru ia temui hari itu dan belum ia ketahui namanya itu - sebut saja stranger, membuat Niskala hampir tertawa di tempat.

 

Bisa-bisanya pria itu merogoh kantongnya untuk mencari kunci sedangkan kompleks apartemen mereka sudah menggunakan smartlock. Dan untuk beberapa hari kedepan, Niskala akan tertawa jika mengingat kejadian yang aneh itu. How funny and careless that guy is, pikirnya.

 


 

STAGE 2: Looking out for each other

 

Menjelang Hari Natal, Niskala memang sudah terbiasa jauh dari keluarganya. Karena itu, setiap tahunnya Niskala akan memberikan sedikit hadiah untuk beberapa tenant yang bernasib sama dengannya. Entah itu sebuah pohon natal kecil, sampai beberapa barang branded yang bisa dibilang tidak murah harganya. Niskala hanya senang berbagi, dan menyalurkan kehangatan di tengah dinginnya udara.

 

"Dia namanya siapa ya," gumam Niskala saat parsel natalnya telah tiba. Sebelum mendistribusikan hadiahnya, Santa Niskala juga harus memberikan kartu ucapan agar pesan yang ingin ia sampaikan pada penerima hadiah itu dapat dicerna dengan mudah oleh mereka. 12 kotak lilin aromaterapi, dan 12 kartu ucapan. Isinya berbeda-beda, tetapi Niskala mau semuanya mendapatkan 'comfort' yang sama lewat aroma lilin tersebut. "Udah lah, aku tulis Tenant 2," ujarnya sembari mengerucutkan bibirnya karena sampai saat ini ia belum berhasil (dan tidak berniat) untuk mengetahui siapa tenant ceroboh yang berpapasan dengannya kala itu.

 

Hello, Tenant 2!

Nama aku Niskala Juanda, dari kamar nomor 7. 

Jangan merasa sepi di malam yang suci ini!

Lilin ini akan membantumu melewati hari yang berat.

Semoga pesanku dapat kamu terima dengan hati yang hangat.

 

Merry Xmas,

 

Niskala.

 

Pukul 19:00, Niskala sudah selesai mendistribusikan seluruh kado natalnya, dan kamar terakhir yang ia sambangi adalah Kamar 2, dimana lelaki ceroboh itu tinggal. Niskala membunyikan bel dan meninggalkan hadiahnya di depan pintu Kamar 2. Setelahnya, dengan langkah santai, Niskala kembali ke kamarnya.

 

Keesokan paginya, Niskala membuka pintu kamarnya dan tercengang saat ia mendapati tetangganya Kamar 2 sedang berada tepat di depan pintu kamar Niskala. Mereka bertukar pandang dalam diam sebelum Tenant 2 memecahkan keheningan, "Halo, Niskala. Nama gue Rahandika," ujar pria itu sembari mengulurkan tangannya. Niskala yang masih kaget pun menerima uluran tangannya.

 

"Gue bingung banget harus balas kebaikan lo pakai apa, so, I brought this cookies," Rahandika menyodorkan satu kotak cookies dengan merk yang Niskala kenal. Rahandika tersenyum saat Niskala menerima pemberiannya dengan mengucap "Terima kasih," dengan suaranya yang begitu halus.

 

Rahandika mengangguk dan menepuk pundak Niskala, "Kalau ada kendala apapun, bisa ketuk kamar gue ya!"

 

Entah kenapa Niskala merasa bahwa Rahandika membalas kebaikannya dengan long-term offer sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.

 


 

STAGE 3: Relationship (with a side quests)

 

Menjalin hubungan dengan Arsitek yang tengah naik daun tentu tidak mudah.

 

Side Quest 1: Niskala bertanya-tanya tentang status.

 

Pada awal kedekatan mereka, semuanya mengalir begitu saja secara natural karena Niskala merasa sudah mengenal Rahandika dengan waktu yang cukup lama, begitu juga dengan Rahandika. Hubungan dengan intensi romantis ini pertama kali dicetuskan oleh Rahandika saat mereka sedang mengajak Demure, anjing peliharaan Niskala, sore hari di Semester Akhir kuliahnya Rahandika. Sementara Niskala waktu itu baru saja memasuki semester 5.

 

Niskala masih ingat bagaimana wajah merah Rahandika menunggu jawaban ajakan kencannya di-iyakan oleh Niskala.

 

Good old days.

 

Sampai 3 tahun setelah hari itu, Niskala masih belum juga mendapatkan jawaban 'What are we' yang membisu diantara mereka.

 

Mengajak berkencan tidak sama dengan meresmikan hubungan sebagai sepasang kekasih.

 

Terbiasa dengan kesibukan Rahandika yang sedang menangani 2 project sekaligus, Niskala hanya bisa bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Dengan komunikasi intens diantara mereka, serta kecupan di pipi hingga dahi - apakah semua itu otomatis mengubah status mereka menjadi sepasang kekasih?

 

Side Quest 2: konfrontasi Rahandika.

 

Mata Rahandika yang terlihat sangat sayu menandakan bahwa ia sangat lelah, sementara Niskala yang masih sibuk dengan papers nya tidak mengindahkan kehadiran Rahandika yang setelah 4 hari baru membalas pesannya, dan baru pulang ke kompleks apartemen mereka.

 

Tidak, mereka tidak tinggal dalam satu unit. Kamar mereka masih sama seperti yang dulu.

 

"Kala," ujar Rahandika lembut. Niskala yang matanya masih terfokus pada tugasnya hanya menggumam sebagai jawaban

 

Tampak sedikit frustasi, Rahandika menangkup wajah mungil Niskala dengan kedua tangannya yang terlihat begitu besar dibandingkan wajah Niskala, "We've been dating for two years," Rahandika mengusap pelan pipi Niskala dengan jempolnya, "Will you give me 3 minutes max for my yapping session on why aku nggak bisa ngabarin kamu selama 4 hari?" tambahnya dengan nada yang begitu lembut.

 

Saking lembutnya, mata Niskala tiba-tiba membulat.

 

Fakta dan penutupan Side Quests-nya, bahwa malam itu tepat di hadapan Demure, mereka berdua resmi berpacaran - menurut Rahandika.

 

Jadi selama ini perasaan Niskala yang sering uring-uringan kalau pacar sibuknya itu tidak membalas pesan selama 2 hari karena project katornya itu; VALID.

Notes:

i gotta go, just passing by.