Work Text:
Bakugo Katsuki menghembuskan napas lelah. Ia memijit pelan pelipisnya, kepalanya sedikit pusing karena terlalu lama berkutat dengan layar komputer di depannya. Ia menurunkan kacamata yang bertengger di atas hidungnya kemudian memejamkan sejenak kedua matanya, berniat mengistirahatkan matanya. Bahunya juga terasa sangat kaku dan lelah. Tugas kuliahnya benar-benar membuatnya mau tidak mau sering lembur agar ia bisa tepat waktu mengerjakan tugasnya.
Dering suara ponsel membuat Katsuki tersadar. Ia membuka kelopak matanya, tangannya lantas mengambil ponsel yang tidak jauh darinya. Sebuah nama terpampang di layar sentuh ponselnya. Sebuah panggilan video dari kekasihnya. Katsuki tersenyum simpul sebelum akhirnya memencet tombol berwarna hijau di layar ponselnya.
“Kats!” wajah familiar terpampang jelas di layar ponsel Katsuki setelahnya. Sosok di seberang sana tampak tersenyum lebar, memerkan gigi-giginya.
“Ada apa?” tanya Katsuki.
“Tidak ada. Aku merindukanmu!” tukas sosok di seberang kemudian terkekeh kecil.
Katsuki mendengus ketika mendengar jawaban kekasihnya itu. Kirishima Eijiro, sosok yang sudah menjalin hubungan asmara dengan Katsuki selama dua tahunan ini.
“Jangan membual!” tukas Katsuki. “Katakan apa maumu sebelum aku matikan telfonmu!” ancam Katsuki.
“Sungguh! Aku merindukanmu. Satu minggu ini kau terlihat sibuk. Aku tidak bisa sering-sering bertemu denganmu atau menelfonmu,” ucap Eijiro, “karena itu aku sangat, sangat merindukanmu!” tukas Eijiro.
Katsuki berdecak, “kau bisa menghubungiku kapanpun kau mau,” ucap Katsuki. “Tidak ada yang melarangmu.”
Raut wajah sedih tampak di wajah Eijiro setelahnya, membuat Katsuki heran sendiri. Biasanya Eijiro akan bersemangat untuk menghubunginya, entah itu sekedar lewat chat atau telfon. Namun, satu minggu ini Eijiro memang jarang menghubunginya. Bukan maksud Katsuki tidak ingin berinisiatif untuk menghubungi Eijiro terlebih dahulu, namun karena ia memang sedang sibuk akhir-akhir ini.
“Aku tahu kau sibuk,” ucap Eijiro. “Maka dari itu aku tidak ingin terlalu mengganggumu,” sambungnya.
Katsuki mengernyit heran, “aku memang sibuk. Tapi bukan berarti aku tidak bisa membalas pesanmu atau mengangkat telfon darimu, bodoh!” tukas Katsuki.
“Aku hanya tidak ingin mengganggu,” balas Eijiro. Wajahnya masih terlihat sedih. “Kats!” panggil Eijiro kemudian.
“Apa?”
“Jangan lupa makan!”
Katsuki mengangguk kecil, ia sedikit bergerak seperti mengambil sesuatu. Tidak lama kemudian ia kembali di depan layar ponselnya dan memperlihatkan sebuah piring kosong kepada Eijiro.
“Aku sudah makan malam,” ucap Katsuki.
Eijiro tersenyum kecil, “bagus kau tidak lupa makan,” ucapnya, “aku hanya khawatir kau melewatkan jam makanmu lagi,” sambung Eijiro.
“Tidak akan!” tukas Katsuki.
Katsuki melirik layar komputer miliknya, kemudian mengetikkan sesuatu di keyboard sebelum kembali menatap Eijiro melalui layar ponselnya.
“Ei, lupakan soal tugas kuliahku. Cepat ke mari. Aku juga merindukanmu!”
Wajah Eijiro mendadak merah, ia berkedip beberapa kali di depan kamera ponsel sebelum senyum lebar menghiasi wajahnya.
“Aku akan segera ke sana!” tukas Eijiro bersemangat. “Kau tahu, aku sangat merindukanmu!”
“Aku tahu. Karena itu cepat ke sini, bodoh!” tukas Katsuki.
Eijiro mengangguk. “Aku ingin memelukmu!”
“Ya.”
“Ingin menciummu juga!”
“Berhenti mengoceh dan ke mari sekarang juga!” perintah Katsuki.
“Oke, oke. Aku berangkat!” seru Eijiro. “Kats!”
“Apa lagi?”
“Aku mencintaimu!”
Wajah Katsuki perlahan memerah. Ia sedikit memalingkan wajahnya. “Idiot!” Katsuki berbisik.
Eijiro tertawa terbahak-bahak di seberang sana. Ia juga tampak sudah bersiap untuk pergi menuju tempat Katsuki saat ini. “Aku akan segera sampai. Jangan lupa aku ingin memelukmu dan menciummu!” tukas Eijiro.
“Hmm.”
“Aku mencintaimu.”
Katsuki terdiam selama beberapa detik, sebelum akhirnya berbicara, “aku mencintaimu juga.”
Senyum Eijiro makin lebar. Ia lantas berpamitan kepada Katsuki sebelum mematikan sambungan panggilan video mereka.
Katsuki ikut tersenyum. Sekedar panggilan video saja tidak akan cukup untuk mengobati rasa rindunya kepada Eijiro. Maka dari itu, ia ingin kekasihnya itu datang kepadanya. Katsuki ingin sejenak melupakan kesibukannya. Ia ingin menghabiskan waktu bersama kekasihnya.
—FIN
