Actions

Work Header

Negara Tropis dan Rin Rin-chan

Summary:

Crazy:B mendapat kesempatan fanmeet di negara tropis, lengkap dengan cuaca panas dan budaya yang membuat mereka terkejut. Acara berjalan lancar sampai seorang fans tanpa sengaja memanggil Rinne dengan “Rin Rin"

Work Text:

Tidak satupun anggota Crazy:B yang membayangkan mereka akan melakukan fanmeet di negara tropis. Boro-boro, berpikir mengunjungi wilayah garis khatulistiwa saja tidak. Setidaknya sampai kepala direktur tiba-tiba memberikan jadwal untuk menawarkan liburan kesana. Tentu saja sekaligus bekerja, karena Direktur Cosmic Production terlalu kapitalis untuk memberikan liburan gratis.

“Kau bilang ingin mencoba hal baru kan? Aku menemukan tempat yang menarik. Kebetulan ada sponsor yang setuju kalian datang. Lusa pukul 2 siang, ke ruangan meeting.”

Begitulah keempat anggota Crazy:B datang ke negara yang mereka tidak kenal. HiMERU bahkan menyempatkan diri mengumpulkan data untuk mempelajari negara tujuan mereka. Terima kasih pada kepala direktur yang langsung lepas tangan. Orang itu hanya mengatakan “Jangan pernah senggol agama disana. Mereka sangat sensitif.” dan memberikan kedipan manis yang menjijikan.

Bagi orang Jepang tulen seperti mereka pasti tidak terbiasa dengan suasana panas yang lembab. Terlebih lalu lintas di negara ini lebih-tidak bukan tidak teratur lagi. Apa-apaan orang-orang yang menerobos lalu lintas itu?

Hari pertama, dihabiskan dengan jadwal yang padat. Segera setelah sampai hotel, persiapan terakhir fanmeet diselesaikan. Dini hari sampai, gladi bersih sebentar, lalu menjelang siang menuju gedung acara diadakan. Sejujurnya mereka tidak menduga akan ada banyak fans yang datang, mengingat mereka grup yang baru dibentuk. Selain itu menarik atensi fans internasional itu lebih sulit karena kendala bahasa, tapi kerumunan ini tampaknya membuktikan sebaliknya?

Sejauh acara berjalan, tidak ada kendala. HiMERU selalu tampil sempurna dengan fanservice-nya. Kohaku yang mempelajari bahasa baru dari fans. Rinne yang berusaha memeriahkan suasana dengan tingkah tak terduganya. Dan Niki yang memberikan beberapa pengetahuan memasak. Tentunya terima kasih pada translator yang sigap menjadi penerjemah fans dan idol.

Banyak hal menarik terjadi saat fansign. Kohaku sering diminta memakai aksesori yang imut. Niki diberikan beberapa camilan ringan, yang langsung dia makan begitu saja. Wajahnya senang sekali mendapat asupan gula. HiMERU tampaknya lebih bisa mengendalikan fans dibanding dua rekannya. Begitu juga dengan Rinne, yang sesekali justru menggoda fans.

Tapi ada satu hal yang paling Rinne ingat. Entah terlalu gugup atau bagaimana, seorang fans tanpa sadar memanggilnya “Rin-Rin."

Leader Crazy:B yang maskulin, nakal, dan liar dipanggil dengan nama yang imut. Sebenarnya bukan pertama kalinya Rinne mendapat nama panggilan dari fans. Dia tau beberapa fans memang suka memanggil idol dengan panggilan yang nyeleneh, tapi tidak disangka akan mendengarnya langsung. Mana panggilannya imut pula.

Fans yang malu panggilan pribadi itu tidak sengaja terucap, buru-buru memperbaiki panggilannya. “Rin-kun, Rin-chan, Rinne-san!” Sedikit kacau tapi setidaknya sudah berusaha. Niki yang berada disebelah Rinne tidak bisa lagi menahan tawa ketika mendengar “Rin-chan”

Setengah mati Rinne berusaha untuk tidak memukul sohibnya itu. Sebaliknya, dia tersenyum dan berusaha menenangkan fans didepannya yang gugup.

Dan setelah acara itu, seharian penuh Rinne harus mendengar anggota lain memanggil “Rin Rin-chan.” Terutama Niki yang selalu berusaha mengejeknya tiap kali ada kesempatan. Sudut bibir Rinne sesekali terangkat tanpa sadar. Tidak tahan, dia memberikan hanya salam tinju, kemudian menguncinya lehernya denngan bela diri sampai membuat Niki memohon-mohon untuk dilepaskan.

Untuk sesaat Rinne mengerti kenapa orang lain sebal ketika dia memberikan panggilan sekenanya pada mereka.

Dua hari bebas diberikan sebagai liburan. HiMERU dan Kohaku memilih tinggal di hotel. Hanya sesekali pergi berkeliling bersama, ketika Rinne memaksa mengajak. Kendala bahasa dan senyuman orang-orang yang lewat, entah kenapa justru membuat mereka sedikit tidak nyaman. Sementara Niki terlalu penasaran dengan makanan yang ada, jadi dia meminta manajemen untuk mengajaknya mencari tempat kuliner. Jiwa kokinya sepertinya tertarik dengan aneka buah dan sayuran tropis. Rinne, sedikit berbeda. Karena tidak bisa menemukan tempat judi kesukaannya, berakhir mengikuti Niki.

Karena Niki tidak ingin terlalu mencolok, dipilih satu pemandu sekaligus translator dan satu bodyguard. Kelompok kecil berisi empat orang itu mengunjungi beberapa landmark -tentu sempat mengambil foto, setidaknya sampai Niki merasa lapar. Pemandu menyarankan restoran terkenal, yang ditolak Niki. Dia bilang mumpung berada di luar, ingin mencoba kuliner lokal.

Rinne yang tidak memiliki tujuan lain hanya mengikut saja. Ketika dia mencoba sup panas dari pedagang kaki lima, salah satu alisnya terangkat. Dia sendiri bingung bagaimana menjelaskannya. Rasanya asin bercampur gurih dengan pedas yang menusuk lidah. Laki-laki itu lebih bingung bagaimana Niki bisa begitu antusias dengan rasa makanan yang tidak biasa.

“Wah! Aku tidak tau paduan tiga rasa bisa seenak ini! Kalian pakai bahan apa saja?” Sorot berbinar terpancar dari kedua mata Niki. Ini pertama kalinya Rinne melihat Niki begitu bersemangat mempelajari makanan. Lebih daripada biasanya. Senyum tipis tanpa sadar tercetak di wajah Rinne.

Direktur berbisa itu benar. Meski awalnya tidak percaya, Rinne setuju negara ini memang menarik. Kultur yang berbeda, bahasa yang berbeda, makanan yang berbeda. Rinne bersyukur menerima pekerjaan kali ini, melihat wajah Niki yang begitu cerah terasa hangat baginya.