Work Text:
Siang itu niatnya Woonhak mau mampir sebentar aja di apartemen Sungho. Ngecek keadaan si cantik sambil istirahat sebentar habis ketemu klien-nya.
Begitu masuk apartemen tipe studio itu, Woonhak disambut Sungho yang lagi sibuk dengan beberapa belanjaan online yang baru datang.
"Kakak abis jajan apa?" Woonhak memeluk Sungho dari belakang. Kepalanya dibiarkan di pundak pacarnya itu.
"Inii... Lipbalm baru. Aku penasaran gitu jadi beli beberapa."
"Oh? Ini ada rasanya gitu?" Woonhak mengambil satu, "kalau yang biasanya kakak pakai rasa apa? Yang aku waktu itu bilang kayak ada rasa manis segernya." Woonhak berbicara dengan enteng tentang kejadian ciuman beberapa minggu lalu.
Waktu itu sih Woonhak yang kebawa suasana karena lihat Sungho yang cantik banget dan bibirnya malam itu kayak lebih mengkilap, kata Woonhak. Jadi Woonhak kan gak fokus ngobrolnya.
"Hah? Oh itu yang..." Pipi Sungho nyaris memerah tomat. Kalau ingat kejadian itu, dia rasanya mau ngumpet aja. Habis, Woonhak kelewat jujur dan bikin dia gemes campur malu.
"Yang ini." Sungho menunjuk satu lipbalm yang masih belum dibuka.
"Ooh, rasa cherry..."
"Aku mau nyobain lagi dong, Kak." Celetukan Woonhak itu sukses membuat Sungho terbatuk pelan .
"Nyobain apa?" Sungho pura-pura gak tau. Padahal mukanya sekarang udah kayak kepiting rebus.
Woonhak yang lihat itu dari samping wajah Sungho cuman ketawa kecil.
"Hayoo... Emang kakak mikirin aku mau coba apa?" Goda Woonhak. Dia suka banget kalau isengin kakaknya ini. Reaksi Sungho lucu banget soalnya.
"Kamu udah makan belum? Makan yuk, laper nih." Sungho membereskan asal kardus dan bubblewrap paket belanjaannya itu.
"Belummm. Tapi aku gak mau makan sekarangg." Pelukan Woonhak semakin erat. Kini diciumnya pipi kakak cantiknya itu. Yang dicium, sih cuman mencicit pelan karena geli.
"Kamu belum cukuran ya?"
"Hehehe kerasa emangnya?" Woonhak mencium kembali wajah Sungho. "Ayoo coba dulu yang kemarin. Aku suka rasanya." Woonhak merengek pelan.
"Mau coba rasa yang lain gak?" Tawaran Sungho kali ini sukses bikin Woonhak mengerjap pelan.
Matanya jauh lebih berbinar-binar.
---
Kini posisi mereka duduk berhadapan di sofa. Tangan Woonhak sibuk membolak-balik lipbalm yang berbeda-beda warna itu.
"Kamu mau yang mana?" Sungho melirik Woonhak yang serius membaca satu-satu rasa lipbalm itu.
Duh, lucu banget rasanya mau dia kantongin pacarnya itu.
Tangan Sungho terulur pelan, mengelus pipi Woonhak lalu menusuknya dengan jari telunjuk. "Ayoo cepetan milihnya. Serius banget kamu milih kayak apa aja. Kan, bisa aja dicoba semua."
Aduh.
Sungho membulatkan matanya. Kata-kata terakhir tadi beneran refleks ia ucapkan. Gak ada maksud untuk benar-benar dilakukan, karena sekarang Woonhak jadi menatapnya penuh semangat.
"Beneran mau cobain semuanya, Kak?"
Aduh mampus, deh!
"Tapi gak mau aku semua yang pakai." Sungho melipat tangannya di dada.
"Eh???"
"Kayak gini." Sungho mengambil satu lipbalm berwarna pink muda.
"Ini rasa... Peach." Sungho membacakan tulisan di lipbalm itu.
Tangannya membuka lipbalm itu sebelum memutar isinya dan mengarahkannya pada bibir Woonhak.
"Aku pakein ke kamu dulu. Diem yaa. Agak buka dikit bibirnya." Tangan terampil Sungho mulai mengoleskan lipbalm itu. Tidak terlalu tipis tidak terlalu tebal.
"Dah."
"Hmm... Ada rasanya." Woonhak melipatkan bibirnya berkali-kali. Berusaha mengecap rasa lipbalm dari bibirnya sendiri.
"Ihh jangan digituin. Nanti hilanggg." Sungho memegang dagu Woonhak. Tangannya kembali mengoles lipbalm itu.
"Udah jangan dirasain dulu."
Berikutnya wajah Sungho sudah ada di dekat Woonhak, mulai menghapus jarak keduanya. Bibirnya menyapu pelan bibir Woonhak yang lembut karena lipbalm yang dipakainya. Ciuman yang awalnya didominasi Sungho itu perlahan mulai memanas. Lebih tepatnya saat Woonhak ambil alih dengan menekan tengkuk Sungho semakin dalam dan mulai agresif menggigit pelan bibir Sungho. Sungho yang merasa kehabisan nafas buru-buru menepuk dada Woonhak. Menarik wajahnya pelan dan memutus ciuman pertama mereka siang itu.
"Aku suka banget yang ini." Woonhak mengusap bibirnya yang basah, menatap lekat Sungho yang masih mengambil nafas.
Kini tangannya mengambil satu lipbalm berwarna merah.
"Sekarang kakak yaa." Woonhak tersenyum riang. Tangannya mulai mengikuti apa yang tadi Sungho lakukan pada bibirnya.
"Bibir kakak jadi makin cantik, deh." Woonhak menatap bangga hasil karyanya. Ya cuman ngolesin lipbalm, sih. Tapi senangnya bukan main.
"Bentar aku nafas dulu." Sungho menahan Woonhak yang sudah memajukan wajahnya.
Begini, nih brondong zaman sekarang. Semangat banget kalau urusan ciuman!
"Udah, Kak?" Woonhak menunggu Sungho yang masih mengatur nafasnya.
Lebih tepatnya, sih ngatur detak jantungnya yang gak karuan karena gemes sama Woonhak!
"Hmmm.." Begitu mendapat kepastian, wajah Woonhak mengikis jarak antara mereka.
Bibirnya menyesap pelan bibir Sungho yang kini terasa seperti...
Semangka!
Di sela-sela ciuman itu, Woonhak tersenyum kecil. Aduh gak pernah ada di bayangan dia kalau bisa ngerasain semangka dengan cara begini. Gak bikin kembung tapi seger dan bikin nagih!
"Eunghh.." Sungho melenguh pelan sebelum badannya semakin mundur ke belakang.
"Woon.." Woonhak beneran gak memutus ciuman itu malah semakin memperdalamnya.
Lidahnya dibiarkan masuk menyentuh lidah Sungho. Posisi mereka semakin bergeser. Lipbalm yang sebelumnya berjejer manis di antara Sungho dan Woonhak, kini berjatuhan satu per satu dari atas sofa akibat pergerakan mereka.
"Heungh.. Woonhak." Woonhak mengangkat wajahnya.
Beneran deh dia gak sadar kalau sekarang si kakak cantik sudah terbaring di sofa.
"Pelan-pelan aja..." Protesan Sungho itu cuman bisa ditanggapi kekehan kecil dari Woonhak.
"Gimana ya habis aku suka banget rasanya, Kak." balas Woonhak sembari membenarkan rambut Sungho yang berantakan akibat ciuman itu.
Gak cukup di bibir saja, kecupan-kecupan kecil juga didaratkan Woonhak pada pipi, dahi, sampai dagu Sungho. Semua pokoknya diabsen!
"Ishh... Kayak gak pernah makan semangka aja kamu tuh." Sungho mencebikkan bibirnya.
"Hihihi kalau semangka di bibir kakak kan belum pernah."
"Siapa, sih yang ngajarin kamu ngomong gini?? Udah deh sekarang makan dulu. Aku laper." Tangan Sungho mendorong badan Woonhak yang menghalanginya.
"Lah, Kak? Kan baru dua rasa? Tadi aku lihat ada yang belum dicoba loh? Masih sisa tiga nih." Woonhak memungut lipbalm yang berceceran. Wajahnya memelas kasihan.
"Aaaaaa makan dulu!!" ucap Sungho yang langsung bangkit begitu Woonhak menggeser badannya.
Woonhak cuman bisa manyun.
Yaudah, deh makan dulu.
Habis makan nanti dia bujuk lagi si kakak cantik buat coba rasa lainnya.
