Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2025-07-26
Words:
566
Chapters:
1/1
Comments:
5
Kudos:
6
Hits:
61

信白 - Selamat Ulang Tahun Han Xin

Summary:

Ini adalah karya spesial untuk ulang tahun anomali merah kesayangan kita- maksud saya, kesayangan Li Bai, pada tanggal 17 Juli kemaren ini.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:


Han Xin menggesekkan ponselnya dengan frustrasi. Pukul tujuh pagi, dan tidak ada satu pun ucapan selamat ulang tahun yang diterimanya dari Li Bai. Bukan pesan singkat, bukan isyarat kecil. Padahal, tanggal tujuh belas hari ini adalah ulang tahunnya. la sudah bangun dengan semangat membara, menunggu kehebohan atau setidaknya ciuman pagi dari Li Bai yang biasanya lebih ekspresif dalam urusan romansa. Tapi Li Bai hanya... diam. Sibuk dengan buku-bukunya seperti biasa.

Di kampus, suasana hati Han Xin memburuk. Li Bai, dengan rambut kastanyenya, bersikap seolah hari ini sama saja seperti hari kemarin. Di kantin kampus, saat teman-teman lain berbisik-bisik dan melirik ke arah Han Xin, Li Bai hanya sibuk dengan makan siangnya, sesekali mengomel tentang porsi pangsit yang terlalu sedikit.

"Li Bai," panggil Han Xin, mencoba menarik perhatiannya. "Apa kau tidak melupakan sesuatu?"

Li Bai menoleh, menatap Han Xin dengan mata seindah bunga persik yang polos. "Melupakan apa? Proyek tugas? Sudahlah, jangan khawatir, aku sudah mengoreksi bagianmu," jawabnya santai, bahkan tanpa jeda sedikit pun.

Han Xin menghela napas panjang, kekesalannya mulai memuncak. Apakah Li Bai benar-benar lupa? Atau dia hanya mengabaikannya? Han Xin, yang biasanya flamboyan dan suka menarik perhatian, merasa anehnya kecil dan tidak penting hari ini.

"Kau tahu, aku dengar nanti ada pertandingan basket persahabatan sore ini antara fakultas kita dan Fakultas Teknik," Han Xin mencoba lagi.

"Mungkin kau ingin menonton?"

Li Bai hanya mengangkat bahu. "Lihat nanti. Kalau tidak ada esai yang harus kukerjakan."

Sepanjang hari, Han Xin merasa seperti sedang berhadapan dengan tembok. Perhatian dan kehangatan yang biasanya ia dapatkan dari Li Bai lenyap entah ke mana. Bahkan saat mereka kembali ke asrama, berjalan beriringan di bawah pohon ginkgo yang mulai menguning di area kampus, Li Bai hanya membicarakan tentang metafora dalam puisi Dinasti Tang yang sedang ia pelajari.

Sesampainya di depan pintu kamar asrama mereka, Han Xin merasakan hatinya sedikit mencelos. Apakah dia benar-benar tidak peduli? Dia bahkan tidak mengucapkan selamat ulang tahun sama sekali! Han Xin tahu ia mungkin terdengar kekanak-kanakan, tapi ini ulang tahunnya, dan ia hanya ingin sedikit perhatian dari kekasihnya.

Saat Li Bai membuka pintu, Han Xin melihat ada yang aneh. Kamar asrama mereka yang biasanya rapi, kini dihiasi pita-pita perak dan balon-balon berwarna merah menyala-warna rambut Han Xin. Ada kotak kado tergeletak di meja belajar, dan aroma manis kue cokelat memenuhi udara.

Mata Han Xin melebar. la menoleh ke arah Li Bai yang kini sudah berbalik menghadapnya, senyum tipis yang penuh rahasia terukir di bibirnya.

Li Bai tertawa kecil, tawa renyah yang selalu Han Xin suka dengar. Dia melangkah maju, meraih wajah Han Xin dengan kedua tangannya yang lembut. Han Xin bisa merasakan kehangatan jemari Li Bai, dan tatapan mata seindah bunga persik itu kini memancarkan kasih sayang yang mendalam.

Li Bai berjinjit sedikit, mendekatkan wajahnya. Bibirnya yang lembut menyentuh pipi Han Xin, meninggalkan kecupan ringan namun sarat makna.

"Selamat Ulang Tahun, Han Chongyan~" bisiknya, nada suaranya kini penuh kelembutan dan kasih sayang yang membuat hati Han Xin meleleh. "Kau pikir aku benar-benar bisa melupakan hari ini?"

Han Xin hanya bisa mematung, pipinya kini terasa hangat, bukan karena marah, melainkan karena rona merah malu dan bahagia yang tiba-tiba menyerang. Nama panggilan kesayangannya-Chongyan-yang jarang Li Bai gunakan di depan umum, kini terdengar begitu manis. Semua kekesalannya lenyap seketika, digantikan oleh kebahagiaan yang meluap-luap. la memeluk Li Bai erat, membenamkan wajah di lekuk lehernya, menghirup aroma khas kekasihnya yang selalu menenangkan. Hari ulang tahunnya, ternyata, baru saja dimulai.


-end

Notes:

hanya mereka berdua yang tau apa yang terjadi setelah Han Xin begitu erat memeluk Li Bai.