Actions

Work Header

Diulang Seribu Kali, Aku Tetap Memilih Kamu.

Summary:

kamu menanyakan pertanyaan yang sudah aku hafal di luar kepala. siapa aku dan dari mana aku datang?

hai max, aku george—suami kamu dari masa depan.

Notes:

(See the end of the work for notes.)

Work Text:

kalau harus mengulang. 

seribu kali pun. 

aku tetap akan memilih kamu. 

 

cinta adalah kekuatan supranatural sehingga siapapun yang punya akan aku anggap pahlawan kemanusiaan dengan misi menyelamatkan siapapun yang ada di seberang. 

 

aku digerakkan oleh cinta dan nafasku dipompa oleh cinta. makanku disuapi cinta dan bajuku dijahitkan oleh cinta. cinta yang menyisir rambutku dan memberikan aku 100 tahun untuk mendampingi kamu yang tidak masuk akal. 

 

tingkahmu seperti balita berumur empat yang susah diberi makan. engah dan terlihat seenaknya saja. kepalamu dihadapkan ke kiri saat aku berbaring di samping kanan kasur kerasmu. 

 

kamu melayangkan pertanyaan yang sudah aku hafal di luar kepala. siapa aku dan dari mana aku datang? 

 

hai max, aku george—suami kamu dari masa depan. 

 

dahimu berkerut dan bibirmu menjadi sempit. kamu memincingkan mata dan menatapku penuh curiga seakan - akan aku adalah orang dengan tangan paling panjang sedunia. bukan pertama kalinya aku berhadapan dengan kamu yang kalang kabut namun rasa sakitnya masih sama seperti pagi pertama aku bangun di kamar asing di tengah benua Eropa. 

 

selanjutnya aku juga hafal apa yang akan kamu lakukan karena seluruh hidupku hanya berupa kaset rusak yang diputar - putar. nada dering mengudara dan Lando di seberang telefon nirkabel akan menyampaikan sapa. kamu berteriak dan menuduh Lando untuk mengirimku kesini, kamu bilang tidak menerima kelakar yang janggal dan menyuruhnya untuk menjemput aku yang sudah datang di hari sebelumnya. 

 

Lando akan mengelak dan berkata kamu adalah manusia sinting sambil menekan tombol merah. kakimu diseret ke atas dan menyuruhku untuk pulang. tapi max, mau pulang kemana kalau dekapanmu adalah apa yang aku sebut rumah selama lima tahun. 

 

lima tahun aku habiskan bernafas dari ceruk lehermu. lenganmu adalah pagar setinggi sepuluh meter yang memang ditinggikan untuk melindungi aku dari terkaman hewan buas. sorai emasmu aku gunakan sebagai selimut agar angin malam tidak dapat giliran untuk mencium tulang belikat. 

 

sekarang kamu suruh aku untuk pulang sedang kamu adalah satu - satunya jalan yang aku ingat. aku sudah terlalu lama mengulang pagi yang sama sampai lupa kalau aku adalah manusia seutuhnya. aku lupa kalau jemariku masih bisa menari indah di atas fabrik yang lembut dan penuh rasa. aku lupa kalau aku bersahabat dengan benang sehingga gaun yang aku rakit bisa memeluk erat tubuh pemiliknya. 

 

semua itu aku lempar ke sembarang arah hanya untuk melihatmu membuka mata. karena di masa depan, kita tidak akan pernah bisa bertukar pandang sebab pilihanmu jatuh pada gelap gulita yang tidak berkesudahan. 

 

kita ulang dari awal ya?

 

adalah mantra yang aku rapal dengan perlahan karena setiap hurufnya seperti dicekik sampai aku kehabisan nafas. jantungku seperti diremas dan hancur lebur di tangan yang tidak bersalah. aku menangis lagi karena perihnya tidak pernah terasa familiar walau aku sudah jutaan kali mengulang mantra yang sama.

 

ragaku hanya terbangun karena kamu selalu berteriak kesakitan saat aku berziarah ke kuburanmu yang basah. melengking dan terlalu kencang sampai peti matimu tidak bisa meredam bisingnya rasa sesal yang kamu pendam terlalu dalam. 

 

besok pagi kita akan baik - baik saja. rekamannya aku putar kembali dan kamu kembali bernafas. paru - parumu mengembang dan udara mengisi rongga dada yang akan kosong di masa depan. tidak apa - apa kalau aku tidak dicinta, maafkan aku yang serakah karena inginku hanya kamu yang dialiri pembuluh darah. kamu yang dingin dan pucat akan aku simpan di kotak merah dan tidak aku buka selamanya. 

 

hai max, aku suami kamu selamanya. 

 

kita tidak akan pernah menua. hari akan selalu belia. dan matahari akan menyapa setiap tanda tanya yang ada. cintaku yang berumur panjang akan berbagi usia dengan kamu yang mati muda. yang harus kita lakukan sekarang hanyalah bertautan tangan dan menyebar tawa di setiap ujung rumah. aku usahakan kamu yang utuh dan hangat walau harganya adalah nyawaku yang hilang ditelan zaman. 

Notes:

constantly writing them non-stop i start to associate them with my favourite indonesian movie of all time. please watch the movie so you get the reference, even if you are not i hope you still catch what im trying to deliver. would really like to say hi to all of you so just drop your @, ill slide to your dms mwah

Series this work belongs to: