Actions

Work Header

One Question.

Summary:

Hanya sebuah pertanyaan sederhana dari Soobin untuk Yeonjun.

Notes:

Cross-posted on Twitter.

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Soobin yang baru saja selesai membersihkan diri, berjalan mendekati ranjang. Melihat Yeonjun sedang serius membaca sesuatu di ponselnya, membuat Soobin melangkah sepelan mungkin, khawatir akan mengganggu konsentrasi sang suami.

Namun, tiba-tiba saja Yeonjun menyimpan ponselnya dan menatap lembut pada pria yang lebih muda. “Hei.”

“Hai,” Soobin tersenyum kecil lalu naik ke tempat tidur. Biasanya, ia akan selalu merapat pada Yeonjun. Tapi, lain halnya dengan kali ini. Soobin memilih untuk mendudukkan diri di ujung tempat tidur sambil menatap ragu ke arah pasangannya.

Melihat tingkah Soobin yang berbeda, Yeonjun memutuskan untuk bertanya seraya menggeser tubuhnya mendekati sang Alpha. “Ada apa?”

Sementara itu, Soobin menggigit bibirnya sambil melirik Yeonjun sekilas. Aroma feromonnya berubah masam. Ia menunduk, tangannya terkepal kuat meremat ujung selimut yang menutupi kaki.

“Ada yang mau diomongin?” tanya Yeonjun dengan lembut. Did I do something wrong?

Soobin menggeleng pelan. Kemudian, memandang Yeonjun sejenak lalu berkata, “Aku mau nanya,” cicitnya. “Tapi, tolong jangan marah ya.”

“Tergantung.” Dada Yeonjun langsung berdebar kencang dan bibirnya tercebik mendengar ucapan Alpha -nya. “Kamu mau nanya apa dulu.”

Perlahan, Soobin mengangkat kepala dan menatap sang Omega. Matanya dipenuhi keraguan, sementara badannya tak bisa berhenti melakukan gerakan kecil, persis seperti orang yang sedang gelisah.

“Mau nanya apa, Bin?” Waktu memang baru berjalan sesaat. Namun, Soobin yang tetap bungkam membuat kesabaran Yeonjun semakin berkurang.

Soobin menggigit ujung bibirnya. Lalu, ia menarik napas panjang sebelum berkata, “Aku sebenernya udah lama mau nanya ini.”

Dahi Yeonjun bertaut, alis matanya berkerut memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulut suaminya tersebut.

“Tapi, tolong jangan marah ya.” Pria yang lebih muda mengusap tengkuknya sambil mengintip Yeonjun dari balik rambut yang menutupi dahinya.

Sang Omega mendengus kasar, jelas sudah tak sabar. “Iya, iya, nggak akan. Udah, cepet. Mau nanya apa?”

Uh … itu.” Bahu Soobin tertekuk, seakan ingin meringkuk dan melindungi diri dari tatapan Yeonjun yang mengintimidasi. “Boleh nggak kalau aku naruh nama kamu di bio Twitter aku?”

Seketika, mata Yeonjun melebar, mulutnya setengah terbuka. Jantungnya seakan merosot ke perut. “Udah? Itu aja?”

Soobin mengangguk, yang kemudian dibalas dengan hadiah pukulan di bahu dari sang suami.

“Aku kira kamu mau nanya apa!” seru Yeonjun.

Soobin tersenyum malu. “Maksudnya, aku bangga banget bisa jadi pasangan kamu. Kayak, aku sangat beruntung bisa nikah sama kamu.” Sembari berbicara, Soobin merasakan hangat tiba-tiba menjalar di wajahnya. Ia pun menatap Yeonjun seakan sang Omega adalah manusia paling indah yang ada di dunia. “Dan aku pengen orang-orang tau itu.”

I wanna show the world how proud I am to be yours, ” lanjut Soobin, pelan sekali. Yeonjun pasti akan melewatkannya jika ia tak benar-benar memperhatikan.

Mendengar penjelasan tersebut, ketegangan yang sebelumnya menguasai Yeonjun langsung sirna begitu saja. Tatapan matanya melembut dan sebuah senyum manis tersungging di bibirnya. “Boleh, sayang. Boleh banget malah.” Sang Omega merapatkan diri dan bersandar ke bahu yang lebih muda.

We’ve been together for five years and married for two. Bahkan kita udah punya anak satu. Nggak mungkin aku bakal ngelarang kamu buat masang username aku di bio.”

“Ya ‘kan siapa tau.” Soobin mencebik, matanya berbinar menyedihkan layaknya anak anjing yang baru saja dibuang oleh majikannya.

Yeonjun menggeleng tak percaya, sebuah senyum kecil menghiasi bibirnya. “Kamu tuh, ada-ada aja ya.” Lalu, Yeonjun memeluk perut pria yang lebih muda dan menyembunyikan wajahnya yang terasa panas di bahu sang Alpha.

Sementara, Soobin hanya diam sambil tersenyum canggung. Tangannya terulur untuk merengkuh pinggang Omega-nya, bermaksud untuk menghilangkan setiap jarak yang ada di antara mereka berdua.

Di tengah kesunyian malam dan di sela-sela jeda peran sebagai orang tua untuk anak semata wayang mereka, Yeonjun merasa kembali jatuh cinta pada sang Alpha.

Keduanya telah saling mengenal selama lebih dari 5 tahun. Tapi, Soobin tetap berhasil membuat Yeonjun merasa bahagia bagai anak muda yang sedang dimabuk asmara. Setelah sekian lama, Soobin masih tetap sama. Ia masih seperti kali pertama mereka berjumpa, penuh perhatian dan selalu mempertimbangkan pendapat sang Omega.

You are such a silly Alpha .” Yeonjun mengusakkan hidungnya ke scent gland pria yang lebih muda, menghirup aroma feromonnya yang begitu menenangkan sambil perlahan memejamkan mata. “My silly Alpha, ” bisiknya sambil tersenyum lebar dan menyamankan diri di pelukan Soobin.

Notes:

Cerita ini terinspirasi dari cuitan berikut.

Terima kasih sudah membaca! Jangan lupa streaming BEAUTIFUL STRANGERS di platform pemutar musik kesukaan kalian. 😊