Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Character:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2025-08-05
Words:
365
Chapters:
1/1
Hits:
7

Querencia

Summary:

Whatever will be, will be

Work Text:

I asked my mother, "What will I be?"

 

Anak kecil itu menunjuk gambar di buku cerita yang sedang dibacakan oleh sang ibunda. "Bunda, kalau aku sudah besar, apa aku boleh pergi kemana saja seperti tuan elang?" Sang anak bertanya dengan raut wajahnya yang kebingungan.

Tangan lembut sang ibunda terangkat, mengelus rambut si anak dengan kasih sayang. "Tentu saja boleh anakku. " Senyum yang tulus itu tidak pernah pudar dari wajah cantik sang ibunda. 

 

"Will I be pretty? Will I be rich? "

Here's what she said to me

 

"Bun! Apa saat aku besar nanti aku akan secantik bunda?" Ruang keluarga itu dipenuhi dengan tawa saat sang anak menyelesaikan kalimatnya. 

 

Tubuhnya digendong oleh sang ayah lalu dipeluknya erat. "Tentu saja kamu akan tumbuh secantik bunda anakku tersayang. " Sang anak sangat bahagia mendengar kalimat yang diucapkan ayahnya. 

 

"Benar apa yang diucapkan ayah, anakku. Kamu akan tumbuh menjadi gadis yang cantik. Bahkan lebih cantik dari bunda. " Percakapan dari keluarga kecil yang bahagia dan suara tertawa memenuhi ruangan yang tampak sederhana. Membuat suasana menjadi hangat. 

 

"Que será, será

Whatever will be, will be

The future's not ours to see"

 

Tangan kecil itu terangkat mencoba untuk meraih sang ayah. Suaranya bergetar, berusaha untuk menahan air mata yang mendesak keluar dari matanya yang indah. 

 

"Ayah... " Isakan kecil mulai terdengar dari sang anak. "Bunda... Bunda bisa selamat kan?" Sang ayah meraih tubuh putrinya. Menggenggam tangan kecil yang terasa dingin itu lalu memeluknya dengan erat. 

 

"Iya sayang. Bunda itu kuat. Pasti bunda bisa sembuh. Sekarang kamu istirahat ya. " Sang ayah menggendong tubuh putri kecilnya. 

 

"Bunda itu kuat. " Kalimat itu terus terucap oleh sang ayah. Seolah-olah sesuatu yang buruk akan terjadi jika ia berhenti mengucapkannya. 

 

"Que será, será

What will be, will be"

 

Hujan turun dengan deras, seolah-olah ikut bersedih pada gadis yang berdiri di samping depan makam. Tanpa payung maupun jas hujan yang melindungi tubuhnya. 

 

"Ayah, bunda. Ternyata aku bisa hidup sendiri setelah kalian berdua pergi. Aku bisa kemana saja, aku tumbuh dengan baik. Dan aku rasa, wajahku mirip dengan bunda seperti yang ayah bilang. " Sang gadis tersenyum kecil.

 

"Nanti, saat aku datang, tolong sambut aku ya. Ayah, bunda. " Setelah kalimatnya selesai diucapkan, sang gadis berbalik dan pergi dengan perasaan rindu yang membuncah di dadanya.