Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2025-08-09
Words:
504
Chapters:
1/1
Kudos:
11
Hits:
102

respawn

Summary:

prompt

Work Text:

"Anjing... gue kira mati gara-gara jatuh kepleset kulit pisang udah konyol banget, ini gue respawn di dunia kerajaan. Brengsek, sial banget gue." 

Joshua menggerutu, kini genap sembilan belas tahun dia hidup sebagai Joshua yang baru, aneh memang. Dia hidup kembali di dunia kerajaan, dimana wajahnya juga namanya tidak berubah. Hanya saja sekarang dia hidup menjadi pangeran ke dua di dunia yang sekarang. 

Pertama kali Joshua kembali lahir, ingatannya masih utuh. Joshua merasa dia hidup seperti Saiki Kusuo, dari bayi sudah dipaksa dewasa. Tapi terkadang dia bersyukur, setidaknya di dunia yang sekarang dia tidak perlu bersusah payah mencari uang, dia tidak perlu hidup sebatang kara. 

Benar, hidupnya hampir sempurna bila tidak ada seorang pangeran mahkota yang terus mengejarnya. 

Yoon Jeonghan, pangeran mahkota dari Kerajaan Barat. Dia terus mengejar-ngejar Joshua bagaikan rentenir, padahal Joshua tidak punya hutang padanya. Ayolah, sekarang dia menjadi pangeran, finansial bukan lagi masalah untuknya. Tidak seperti kehidupannya yang dulu dimana dia terjerat pinjol, dan harus lari dari teror rentenir.

Sebenarnya dia tidak buruk, malah Jeonghan ini termasuk tipe idaman para rakyat disini. Masalahnya Joshua risih, padahal mereka bertemu tidak sampai lima kali. Tapi Jeonghan sudah berani menyatakan lamarannya. Ingat sekali hari itu Joshua harus menahan malu.

Bayangkan saja, di pesta ulang tahun Joshua yang ke tujuh belas, Jeonghan menarik perhatian dengan dia yang tiba-tiba berlutut, ditangannya terdapat sebuah cincin. Dengan percaya diri dia berkata, "Pangeran Joshua, saya tidak mebawakan barang sebagai hadiah, gantinya saya menawarkan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang. Jadilah pasanganku, akan saya pastikan hidupmu bahagia." 

Sontak orang-orang berbisik satu sama lain membicarakan mereka berdua, ada yang bilang Jeonghan sangat romantis, geli sekali Joshua, ingin dia muntah saat mendengarnya. Dan ada juga yang bilang Jeonghan aneh, untuk pendapat yang satu ini Joshua sangat setuju. 

"Mau kah kamu menerima lamaranku?" 

Suasana dalam ruangan menjadi hening, Joshua yang kini menjadi spot light terdiam. Dalam hati dia memaki Jeonghan. Di kehidupannya yang pertama bahkan sampai umurnya dua puluh tujuh tahun, dia belum menikah. Sampai ajalnya menjemput di usia yang sama juga dia belum menikah. Tidak sudi Joshua dalam kehidupan keduanya bila dia harus terikat hubungan dengan seseorang di usia yang masih seumur jagung. 

"Pangeran Jeonghan, bukannya saya bermaksud tidak sopan. Namun, tentu harus ada prosedur bila melamar bukan? Saya kira tidak etis bila anda langsung melamar saya seperti ini. Tentu ayah saya harus tahu terlebih dahulu. Tolong bangkit, tidak etis bila seorang putra mahkota terus berada diposisi seperti itu." 

Jeonghan tersenyum, "Benar, saya salah. Maafkan saya yang terlalu antusias, besok saya akan datang bersama keluarga saya untuk melamar kamu secara resmi." 

Dia bangkit dari posisinya, cincinnya kembali masuk kedalam sakunya. 

'Anjing lu, ya kali nikah muda. Gue aja belum punya KTP, nih orang kaya gak di dunia manapun demennya nyusahin.' batin Joshua. 

Wajahnya tersenyum, namun dalam hati semua hewan di kebun binatang dia absen untuk pria di depannya. 

Dan benar saja, begitu pesta selesai langsung tersebar rumor bahwa dia dan Jeonghan akan bertunangan. Namun di kehidupan kali ini banyak cobaan yang harus Joshua coba, dan Yoon Jeonghan hanya salah satu dari mereka.