Work Text:
"leehan?" gumam seorang pemuda dengan kulit pucat dan berambut legam.
anak yang lainnya kompak mengangguk, taesan melirik ke arah leehan di sela-sela ruang dari banyak orang yang mengelilingi mejanya.
"leehan itu dijauhi semua orang, dia aneh. bahkan ada rumor dia pindah ke sekolah ini karena sebelumnya buat masalah besar," ujar nana dengan yakin.
taesan mengerutkan keningnya, tidak terlihat seperti apa yang dikatakan nana barusan, rasanya leehan mendengar semua percakapan diantara mereka karena jarak antar meja cukup dekat dan sungguh yang namanya perempuan bergosip dengan berbisik pun terdengar lebih keras daripada bicara dengan nada biasa.
disana leehan terlihat acuh dan sibuk dengan permen gummy nya, pemuda itu menopang dagu dengan sebelah tangannya melihat ke arah jendela, dan tangan yang satunya lagi tidak pernah berhenti menyuapkan permen gummy berbentuk beruang dengan banyak rasa itu ke dalam mulutnya.
taesan rasa pindah sekolah bukan keputusan yang buruk, leehan cukup menarik perhatiannya dan membuatnya penasaran terlebih karena gosip yang beredar disekitarnya.
ia tersenyum dengan ekor mata yang tidak bisa dari lepas dari pemuda bersurai coklat yang terlihat halus jika disentuh, mengabaikan orang-orang yang masih setia mengelilingi taesan yang terus mengoceh tentang semua gosip di sekolah.
"han taesan?" nana melambaikan tangannya di depan wajah taesan, seketika wajahnya berbalik tapi ekor matanya masih sibuk dengan leehan.
"jangan dilihat!" tegur nana keras, namun taesan acuh.
tapi perempuan itu gak menyerah, tangannya dengan paksa mengarahkan wajah taesan ke arahnya dan berteriak, "nanti kamu kena kutukannya!!" tepat di wajah taesan.
oh, sungguh taesan benci, ia berdecak keras dan menepis kasar tangan nana. ia mengerti orang-orang itu berusaha menariknya masuk ke dalam lingkaran pertemanan mereka, tapi itu udah melewati batas.
tatapan tajam taesan diberikan pada orang-orang itu, terutama nana.
"na..!" salah satu temannya sadar taesan terganggu, tapi belum sempat mereka bicara taesan sudah memalingkan wajahnya dengan hembusan napas keras. ia rasa itu cukup menandakan taesan gak mau denger omong kosong mereka lebih lanjut.
taesan beranjak dari kursinya dan memilih untuk duduk di samping leehan, konyol pikirnya, kutukan apa yang bisa diberikan dari pemuda yang terlihat lugu ini? kalaupun ada biarlah, taesan lebih memilih terkena kutukan daripada hari-harinya harus dihabiskan dengan orang yang gak tahu sopan santun dan batasan.
bahkan belum genap lima jam sejak kedatangan taesan di sekolah ini, dan mereka baru berkenalan sekitar satu jam yang lalu. siapa mereka mengatur apa yang harus dan gak boleh dilakuin sama taesan?
sementara pemuda yang sibuk dengan permen gummy nya tadi kini berpindah atensi, matanya membulat besar dengan badan yang memojok ke tembok, "???" terpampang jelas di wajahnya.
taesan mendengus pelan dan hendak mengambil permen gummy milik leehan, tapi pemuda itu dengan secepat kilat berhasil menjauhkan bungkusan permennya dari jangkauan taesan.
"kenapa? aku mau minta," ujar taesan melihat aksi defensif leehan.
leehan mendekap erat bungkusan permen gummy di dadanya, "kenapa?" tanya leehan tanpa suara.
tentu, semester kedua di kelas 10 setelah kepindahannya mulai beredar rumor yang gak jelas asal-usulnya, dan semua orang percaya akan rumor itu.
leehan yang hari pertamanya masih dirumbungi oleh orang-orang dan merasa pertemanan di sekolah barunya cukup baik harus menelan rasa pahit ketika keesokan harinya semua orang mulai menjauhinya, kemudian mulai mengintimidasi leehan apabila ia berani bicara dengan orang lain di sekolah.
taesan mengerutkan keningnya, "aku tau kamu ga bisu leehan," pikir taesan aneh, tadi baru saja leehan presentasi di depan kelas jadi ga mungkin anak itu bisu.
leehan hanya diam dan setia menatap mata taesan, menunggu jawaban.
taesan kemudian menidurkan kepalanya ke atas meja, wajahnya menghadap leehan yang masih setia dengan posisi awalnya.
"taesan, anak itu emang defensif dan pelit! terkutuk untuk didekati!!" timpal nana tiba-tiba.
perempuan itu muak melihat interaksi taesan dengan pemuda yang dibencinya, apalagi taesan terlihat sangat santai dan nyaman menggoda leehan dengan permen gummynya.
tapi baik taesan maupun leehan acuh dengan perkataan nana, lima menit keheningan mengisi kelas membuat wajah perempuan itu perlahan memerah karena emosi dan malu, "jangan bilang aku gak pernah ngasih peringatan!" ancamnya pada taesan dan memilih untuk pergi keluar kelas, panas!!
"kenapa?" ulang leehan, kali ini dengan suaranya yang terdengar rendah, namun indah di telinga taesan.
"woah!" taesan kembali duduk tegak, "leehan, kamu harus lebih sering bicara, what's with that charming voice? kenapa pura-pura bisu?" ujarnya terkesima.
sedangkan leehan hanya memberikan tampang datarnya dan memilih untuk tidak lanjut mempertanyakan taesan, dia gila, pikirnya.
leehan kemudian membenahi posisinya menjadi seperti semula, ia juga mulai memakan gummy nya. hanya saja sekarang gummy nya masih ia pegang lekat-lekat di dada, jauh dari jangkauan taesan. mungkin lebih tepat, taesan akan sangat gak sopan kalau berani ngerebut permen gummy di dadanya!
"pfttt..HAHAHA" taesan terbahak melihat leehan, menurutnya pemuda itu sangat konyol. apa pentingnya permen gummy sampai harus dilindungi hanya karena taesan niat meminta satu?
ujung mata taesan bahkan berair karena tertawa, apalagi ketika matanya mendapati ujung mata leehan yang sibuk mengawasinya kalau-kalau taesan berniat merebut paksa bungkusan gummy milik leehan.
kening leehan mengerut dan tubuhnya cukup siaga untuk mempertahankan gummy, rasanya ia tidak nyaman makan gummy dengan keadaan siaga terhadap taesan. tapi leehan juga gabisa keluar dari bangkunya karena taesan duduk menyamping dan menghalangi jalannya.
mulutnya terus memasukkan satu-persatu permen gummy, alhasil bibirnya maju seperti bebek dan pipinya dipenuhi dengan gummy seperti tupai.
taesan masih setia melihat kearahnya dengan tatapan berbinar, benar-benar baru pertama kali baginya melihat ada orang yang seperti leehan, unik
taesan masih setia melihat kearahnya dengan tatapan berbinar, benar-benar baru pertama kali baginya melihat ada orang yang seperti leehan, unik.
"leehan?" panggil taesan dengan nada serius.
leehan melirik ke arah taesan dengan wajah yang gak kalah serius, "apa?" tanyanya dengan nada yang cukup halus.
taesan suka, dari awal taesan mengganggunya dan wajah pemuda itu tampak terganggu tapi nada bicaranya sama sekali gak nunjukin kalau leehan terganggu, bahkan menurut taesan cara bicara leehan terlalu halus.
"ada semut masuk situ," tunjuk taesan pada bungkusan gummy leehan yang spontan melihat dan mencari semut yang masuk.
"mana?" tanyanya setelah mengobrak-abrik bungkusan miliknya tapi ga ada seekor semut pun. keningnya yang mengerut tampak lucu ketika fokus.
taesan tersenyum geli, "sini," tangannya menadah meminta leehan untuk memberikan bungkusan permen gummy nya.
leehan tanpa curiga sedikit pun memberikannya pada taesan, karena mungkin niatnya baik.
tapi salah, taesan dengan cepat meraup permen gummy leehan dan memakannya sampai habis dengan wajah puas.
"enak juga," taesan mengangguk-angguk, sedikit mengerti kenapa leehan suka gummy.
di depannya leehan terilihat ling-lung, taesan nipu dia....?
"thank you!" taesan menepuk bahunya dan beranjak keluar kelas, meninggalkan leehan yang masih mematung ga percaya.
"???" adalah ekspresi leehan sepanjang harinya di sekolah.
