Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2025-09-29
Words:
417
Chapters:
1/1
Kudos:
19
Bookmarks:
1
Hits:
122

that random guy

Summary:

Wonwoo biasanya hanya memperhatikan dan tidak banyak kesempatan untuk berbicara hal-hal di luar pekerjaan, namun kali itu Jun tersenyum. Begitu manis.

Work Text:

 


 

 

“Kamu kalo senyum… manis.”

 

Junhui mengedip polos mendengar ucapan rekannya yang tiba-tiba itu.

“Nggak ada angin, nggak ada hujan gitu Mas Won?”

 

Wonwoo tidak bisa menahan tawanya mendengar pertanyaan satir itu. Tipikal Junhui yang selalu serius, kalau ada satir kenapa harus to the point.

Melihat Jun yang masih menatapnya menunggu jawaban, ia menggeleng. “Bukan bermaksud negatif kok, Jun. Cuman… ini pertama kalinya aja lihat kamu senyum kayak barusan.”

 

Kali ini ganti Jun yang tertawa. Lalu ia mengangguk, setuju dengan jawaban Wonwoo. Tanpa mereka berdua sadari, sekarang mereka berdua tidak lagi terfokus pada obrolan rekan kerja mereka yang lain—yang sama-sama sedang melipir dari pekerjaan dan malah bergossip ria. Padahal mereka tahu di meja seberang sana, di balik layar monitornya, ada atasan yang siap dengan lirikannya. Memindai apa yang sedang mereka lakukan. Siapa lah peduli, sebelum ada teguran ya kan.

 

“Aku aslinya banyak ketawa, Mas Won. Aku juga lucu orangnya,” ucap Jun dengan menipiskan bibir. Membuat lawannya berkedip dan terlihat tertarik dengan ucapannya barusan.

 

“Masa? Kok aku nggak pernah lihat? Bo’ong nih.” Sengaja. Nada suaranya yang barusan seakan tidak percaya itu sengaja. Wonwoo masih menggoda Jun.

 

Tapi sebenearnya memang benar, aslinya Wonwoo belum pernah melihat Jun yang banyak tersenyum dan tertawa. Tapi nada suaranya barusan, ingin tahu, ingin dikasih tahu bagaimana biasanya laki-laki itu tersenyum dan tertawa. Sebab, yang selama ini ia lihat adalah Jun dengan wajah seriusnya di balik layar monitornya, mengerjakan ini-itu yang menurutnya keren atau Jun yang tidak banyak bicara tiap kali Wonwoo meminta tolong, yang berputar di antara keduanya hanya konteks pekerjaan. Jarang ada obrolan kasual yang lama.

 

“Aduh ini berdua malah bikin forum di dalam forum. Ngobrolin apa sih? Seru bener kayaknya.” Soonyoung yang baru datang berdiri di samping Wonwoo. Di tangannya ada kopi kalengan. Tak lama ada Jihoon yang menyerahkan struk minuman.

 

Jun mengambil struk mereka dan memberi paraf sebagai tanda—hal wajib saat para karyawan membeli barang dari area retail. Untuk keamanan.

“Ini loh, Mas Wonu, dia bilang mau dipanggil baginda. Nggak mau dipanggil mas-mas lagi.” Itu Jun yang barusaja berbicara. Menunjukkan asbun yang belum pernah terbayang oleh Wonwoo.

 

Di sebelahnya ada Soonyoung yang hampir saja memuncratkan minumannya.

Jihoon hanya menggeleng, sudah hapal dengan tabiat Jun dan segala randomnya.

 

Tanpa merasa bersalah Junhui langsung kembali memasang ekspresi datarnya, sebab atasan di seberang sana kali ini tidak lagi melirik, melainkan berjalan ke arah mereka.

 

Sedangkan Wonwoo, ia berhasil dibuat tertawa. Oke ia mengakui kalau Junhui memang lucu. Walau sangat random dan tidak terduga, ia tetap lucu. Lucunya… Asbunnya…

 

 


Repost 28/04/23.