Actions

Work Header

Bring Me To Life

Summary:

PASSION X CODEANA X R&C CROSSOVER!!
GUIDE VERSE!
Genre : Fantasy, Action, BL, SMUT! MATURE 18+

Dunia yang berada diambang bahaya membutuhkan bantuan dari sang Penyelamat.

Namun bahkan dengan kekuatan yang dahsyat, mereka takkan bisa menahan ledakan di dalam diri yang dapat menghancurkan diri mereka sendiri.

Karena itu, di saat para Esper ini membutuhkan bantuan dari para Guide.

Namun, tak semua Esper ataupun Guide memiliki kecocokan satu sama lain.

Begitu pula dengan Esper S Class yang sangat terkenal, Ilay RieGrow.

Di ambang hilangnya kendali atas dirinya yang berada dalam mode Rampage, seseorang tiba-tiba datang untuk menyelamatkannya.

Tidak. Dia bukan Guide.

Setidaknya dulu.

"Ugh"

Jeong Taeui mengaduh ketika tubuhnya ditekan dengan kuat. Merasakan bahaya menghampirinya, ia mencoba melarikan diri.

Namun pria di atasnya, yang telah kehilangan akal sehat terus menatapnya dengan mata berwarna emas menyala.

Dan bibirnya mengulas senyum bahagia
"Guide... Guide ku... "

Chapter Text

[[PROLOG]]

 

Dingin.

Disini sangat dingin.

Tidak lembab. Tapi begitu kering dan bahkan menyakiti tenggorokan. Seolah menusuk hingga menembus kulit.

Jeong Taeui tak tahu dimana atau apa sebenarnya tempat ini. Kegelapan yang menyelimutinya membuat dadanya terasa sesak dan napasnya terengah. Mengirimkan kesan tak menyenangkan yang membuat hati gelisah. Seolah memberi tahu bahwa hanya dirinya seorang yang berada di sana sendirian.

Seolah menunjukkan kepada Jeong Taeui bahwa kehampaan ini adalah mimpi buruk yang akan menelannya secara nyata.

Jeong Taeui meraba tubuhnya. Ia tak dapat merasakan apapun. Hanya rasa dingin menyakitkan yang menusuk setiap sisi dari kulitnya yang terasa, seolah dirinya tengah ditelanjangi. Seolah indranya dibuat tumpul dan tak dapat merasakan apapun selain rasa sakit yang tak dapat dipungkiri.

Apakah telinganya tuli? Apakah Matanya buta? Apakah seluruh tubuhnya lumpuh seperti permen gulali?

Jeong Taeui tak tahu lagi. Ia hanya memiliki keyakinan bahwa kakinya tengah berjalan. Ia memiliki keyakinan bahwa matanya melihat kedepan. Dan ia memiliki keyakinan bahwa ia mencoba bersuara.

Hanya dengan keyakinan, satu-satunya hal yang dapat ia lakukan untuk keluar dari kegilaan mengerikan ini.

Sampai akhirnya, setitik cahaya muncul. Cahaya itu berwarna keemasan dan seolah terpantul oleh sesuatu. Berpendar seperti kunang-kunang di tengah kegelapan pekat yang mengerikan dan membuat indranya tumpul. Seolah memberikan sedikit harapan pada Jeong Taeui yang tak tahu kemana akan dituntun. Memandunya agar tak tersesat di tengah kegelapan yang ingin melahapnya tanpa ampun.

Dan sekali lagi, Jeong Taeui mengikuti arah di mana cahaya keemasan itu muncul. Keyakinan akan kakinya yang bergerak tampaknya telah berhasil mendorongnya untuk mendekati cahaya yang tampak memantul. Lambat laun, sedikit demi sedikit, cahaya itu tampak menjadi lebih besar. Kemudian ketika Jeong Taeui percaya bahwa tangannya terulur untuk mencoba menangkap cahaya emas itu, seutas tali yang lebih mirip seperti benang muncul. Benang itu melilit tangan Jeong Taeui, tidak keras, namun melingkari pergelangan tangannya sebanyak dua kali.

Deg... Deg...

Tiba-tiba suara debaran jantung terdengar. Tampaknya itu berasal dari Jeong Taeui sendiri. Tak hanya dapat mendengar debaran jantungnya, kini Jeong Taeui dapat merasakan kembali keberadaannya. Di mana kakinya berada, di mana tangannya berada, di mana kepalanya berada. Ia dapat menghirup aroma dari udara dingin yang masih berada di sekitarnya.

Dan ia dapat melihat lagi dengan leluasa.

Karena kegelapan di sekitarnya perlahan tergusur. Seolah kegelapan itu takut pada Jeong Taeui dan bergerak mundur. Tertekan pada sisi lainnya di belakang punggungnya sejauh beberapa meter dan membentuk garis pembatas antara tempat Jeong Taeui berada dan kegelapan itu meluntur. Jeong Taeui melihat itu dengan kebingungan, namun kebingungan itu tak berhenti hanya sampai disana.

Karena kini, Jeong Taeui seperti berada di sebuah tempat yang tak pernah ada di dunia ini.

Tempat itu seluruhnya berwarna kebiruan. Ya biru dan berkilat bercampur dengan warna putih seperti salju diebuah hamparan padang. Seolah kaca-kaca berwarna biru di tempatkan di sekitarnya dari tembok, tanah, bahkan hingga langit-langitnya yang tampak cadas. Seluruhnya berwarna biru dan putih tanpa terkecuali.

Dan seketika Jeong Taeui menyadari bahwa itu adalah warna dari es tebal yang melingkupi tempatnya berada.

Ya. Semuanya es. Terbuat dari es. Karena itu disini sangat dingin. Bahkan di bawah kakinya, Jeong Taeui dapat melihat ada tumpukan es yang menenggelamkan kakinya. Di saat Jeong Taeui teralihkan oleh keadaan di sekitarnya, benang yang melilit pergelangan tangannya seolah berdenyut. Jeong Taeui melihat itu dan mengikuti dari mana benang itu berasal.

Dan di depan sana, sebuah tembok es tebal tampak di hadapannya. Jeong Taeui memandangnya dengan wajah tertegun luar biasa. Ia melihat dari satu sisi ke sisi lainnya, namun Jeong Taeui tak dapat melihat ujungnya. Solah tembok es itu adalah tembok tanpa ujung yang membentang mengitari dunia tempatnya berada kini.

Dan di tengah semua itu, benang emas yang melingkari pergelangan tangannya terhubung pada salah satu permukaan tembok es itu.

Jeong Taeui yang penasaran mendekat. Seolah merasakan suatu panggilan dari arah di mana benang itu menancap. Melihat dengan jelas bahwa benang itu tertanam ke dalam tembok kaca es itu dengan jelas.

Jeong Taeui mengulurkan tangannya ke arah tembok itu, seolah penasaran dengan rasa dari permukaan biru yang berkilat itu.

Kemudian menyentuhkan ujung-ujung jemari tangannya pada permukaan kaca es tersebut.

Dan seketika kaca es itu berubah warna. Permukaan birunya seolah luntur dan meluruh masuk terhisap okeh tanah bersalju yang dipijak oleh Jeong Taeui.

Dan didepan sana, Jeong Taeui melihat sesuatu.

Seorang manusia.

Seolah sebuah cahaya yang entah dari mana menyoroti dan meneranginya, Jeong Taeui dapat melihat sosok itu dengan jelas.

Sosok itu tampak berdiri di balik kaca transparan yang disentuh oleh Jeong Taeui. Tubuhnya terlilit oleh tanaman rambat dan menempel pada pohon tandus di belakangnya. Dari kaki, tangan, bahkan hingga tubuhnya, seolah tanaman rambat itu adalah sebuah kekang yang menahan sosok itu di sana.

Deg... Deg...

Ah, suara ini... Apakah suara bagaikan debaran jantung yang Jeong Taeui dengar sebelumnya berasal dari sosok itu?

Jeong Taeui yang mematung di tempatnya seolah terpesona. Bahkan kalaupun jaraknya dengan sosok itu cukup jauh, Jeong Taeui tetap saja merasa terpesona melihat penampilannya. Tubuh yang begitu sempurna lengkap dengan guratan ototnya yang terlihat di sela lilitan tanaman rambat benar-benar memukau adanya. Kakinya yang panjang, dan lengannya yang tampak padat juga tampak jelas terpantul di matanya. Kemudian rambutnya yang berwarna kelabu terurai indah hingga ke pinggang dan sebagian lainnya jatuh di wajahnya yang berkulit pucat bersih tanpa noda.

Apakah dia sungguh manusia? Jeong Taeui jadi meragukan tebakannya.

Namun entah mengapa, Jeong Taeui merasa tak bisa lepas dari sosoknya. Seolah terpana karena melihat sosok yang begitu indah dan tak pernah terbayangkan untuk pertama kalinya. Jantungnya sendiri seolah turut berdebar, jauh lebih cepat dari debaran jantung sosok indah itu yang menggema di sekelilingnya.

Jeong Taeui meneguk ludahnya.

Hingga tanpa sadar, jari yang masih menyentuh permukaan es itu, tiba-tiba memanas.

Dan dinding es yang tersentuh oleh ujung-ujung jemarinya perlahan mencair dan mengalir ke bawah kakinya.

Jeong Taeui seketika terkejut dengan apa yang terjadi dan menjauhkan jarinya. Namun seolah gerakan itu adalah sebuah kesalahan fatal, benang emas yang semula melilit pergelangan tangannya tiba-tiba terputus. Gambaran akan dunia yang dipenuhi warna putih dan biru kristal pun menjauh bagaikan harapan yang pupus.

Dan kegelapan yang telah menunggu hal itu dengan gembira menangkap Jeong Taeui dan menelannya utuh-utuh.

>>>>><<<<

"--Gahk--! "

Jeong Taeui membuka matanya. Merasakan sentakan kuat seolah dirinya baru saja terjatuh dari sebuah gedung berlantai tiga. Namun kegelapan yang ia pikir telah menantinya ketika membuka mata tampak berbeda dengan kegelapan yang mengelilinginya saat ini.

Karena kegelapan ini adalah kegelapan yang Jeong Taeui kenali. Kegelapan yang cukup akrab dengannya.

Di atas sana, langit berbintang tampak begitu elok, di tengah-tengah bangunan pencakar langit yang seolah menantang ribuan bintang itu berada.

Namun gambaran akan langit berbintang yang begitu elok itu tergusur oleh sebuah bayangan besar yang menutupi pandangan dan tubuhnya.

"... Guide... "

ZRUK--!

"--NG-AHH--!! "

Bersamaan dengan suara yang memanggil dengan nada menggeram yang dingin, sesuatu yang begitu keras bergerak menghunjam di dalam perutnya. Jeong Taeui seketika tercekat. Mulutnya terbuka karena rasa mencekik ketika bagian dalamnya di dorong oleh benda besar yang melesak begitu dalam. Berakhir mencakar sebuah dada telanjang yang panas dan berdebar keras.

"Guide... "

ZRUKK--!! "

"HEUGH! AH! AH! AKH! "

Dan di saat berikutnya,  Jeong Taeui tak dapat menahan diri untuk mengerang kencang karena pergerakan benda di dalam perutnya yang begitu brutal.

Mata yang semula menjernih sejenak, kini menjadi kabur kembali. Suara napasnya yang berat tampak menyakitkan diselingi oleh bunyi basah dan lengket yang begitu mengganggu dari bawah tubuhnya yang menyatu dengan tubuh dari sosok yang mengukung di atas dirinya. Ketika benda keras berukuran mengerikan itu keluar separuh dari tubuh bagian bawahnya, sosok itu tak ragu untuk menghentakkan pinggangnya dan melesakkan benda itu lagi ke dalam Taeui.

Jeong Taeui berakhir mengejan  kuat. Rasa mencekik itu membuatnya kehilangan kesadaran lagi sedikit demi sedikit. Hingga hanya racauan memilukan yang dapat terdengar dari bibirnya yang terluka di satu sisi.

Kemudian seolah tergoda dengan suara itu, sosok yang mengukung di atasnya itu kembali meraup bibir Jeong Taeui. Jeong Taeui hanya dapat menerima dengan pasrah ketika lidah sosok itu melesak masuk ke dalam mulutnya dan mengacak-acak seluruh isi mulutnya. Membuat pikirannya berputar dan pusing luar biasa.

"Ah.... Nikmat... " Gumaman singkat itu datang dari bibir yang terus mencicipi bibirnya. Dengan sudut yang tertarik seolah membentuk sebuah senyum yang begitu puas dan bahagia. Sosok itu menekuk tubuh Jeong Taeui menjadi dua dan menghunjamkan seluruh batang ereksinya yang panas ke dalam Jeong Taeui.

FWAPP--!!

"EUNGH~~!! "

Jeong Taeui mengejan kencang. Bersamaan dengan mani yang keluar dari ereksinya yang bergetar dan mengotori pakaiannya yang compang camping. Sedangkan sosok yang mendorong di batas tubuhnya menggeram singkat sembari menghisap jakun Jeong Taeui yang menonjol.

Kemudian Jeong Taeui merasakan perutnya menjadi panas karena dipenuhi oleh suatu cairan.

Suara napasnya yang berat karena proses pelepasan terdengar begitu seksi di telinga. Jakun yang dihisap bergerak meneguk dan terlepas dari bibir yang menyunggingkan kepuasan. Sosok itu mengendusi aroma manis yang seolah menempel di leher Jeong Taeui, menjilatinya dari ceruk lehernya dan naik hingga ke dagu yang basah oleh keringat.

Dan di tengah kesadarannya yang kabur,  Jeong Taeui dapat melihat mata keemasan menatapnya kelaparan dengan kesan dipenuhi hasrat yang melejit luar biasa.

"Guide ku.... "