Work Text:
Sebulan terakhir udara perpustakaan yang menyambutnya pulang berbeda. Lampu di dalamnya sudah nyala, pun dengan pendingin ruangan. Lebih sejuk, lebih hidup. Pelan-pelan Padma menutup pintu supaya tidak menganggu manusia yang tertidur miring di atas karpet bulu di sana. Dia kemudian berjalan tanpa suara dan berjongkok berhadapan dengan kepala Teuku Umar. Tidak mungkin Umar sengaja tidur sebab jarinya masih terselip di dalam buku. Padma memiringkan kepala beberapa derajat. Sampul buku yang Umar pegang didominasi warna biru muda laut. Setengah ke bawah bergambar atap-atap bangunan tradisional Korea, di tengahnya terdapat satu teratai besar sedang mekar. Segaris vertikal dengan lotus, ada seorang gadis kecebur.
Sejak Padma menyarankan (menyuruh) Umar membaca lebih banyak buku fiksi, laki-laki itu tertantang untuk baca di luar his comfort genre. Testimoninya setelah membabat lima buku dari rak Padma adalah: seru juga rata-rata novel fantasi berbasis mitologi Asia isinya menggulingkan pemerintah.
Setelah mengintip sampul, Padma menarik pelan buku dari pegangan Umar. Ia selipkan pembatas buku dan menutup hati-hati tapi kotretan di margin kanan halaman menarik perhatiannya. Saling coret buku sudah biasa di antara mereka. Jelas tulisan ini baru dan bukan milik Padma. Begini Teuku Umar berkomentar: you think you know longing and then you read Shin and Emperor's story.
Ada sesuatu yang menembus dada Padma, tiba-tiba dia sayang Umar yang memiliki pendapat seperti ini tentang Shin dan Emperor (yang sangat dicintai Shin). Mungkin seperti rasa senang karena menemukan orang dengan pendapat yang sama.
Dari berjongkok, Padma bersila. Tangannya terjulur menyingkirkan rambut Umar yang menutupi alis. Tidak langsung menarik tangan, Padma memainkan rambut-rambut lainnya. Memperhatikan wajah di depannya yang memejam mata sambil bernapas teratur, Padma ingat Shin yang seratus tahun senantiasa menyaksikan Emperor tidur di atas singgasana laut. Dengan kecamuk rasa yang tumpang-tindih, tetap menjaga anak laki-laki itu dari kejahatan.
Beneath the sea, the dragon sleeps
What is he dreaming of?
Beneath the sea, the dragon sleeps
When will he wake?
On a dragon’s pearl,
your wish will leap
On a dragon’s pearl,
your wish will leap
Leap, bukan granted.
Satu genggaman kuat di tangannya membuat Padma terlonjak. Jemari yang tadi menari-nari di antara rambut mendarat menyentuh kepala. Umar sudah membuka mata. Sepertinya terbangun karena senandung yang Padma nyanyikan.
