Work Text:
“Choi Seungcheol!”
Seungcheol yang baru saja memarkirkan motornya di halaman rumah menoleh pada sosok yang berdiri di antara pagar sembari berkacak pinggang. Kemeja sekolahnya yang tak dikancing menampilkan kaos hitam bergambar kartun. Seungcheol agak heran pada sosok itu karena setiap pulang sekolah setelannya selalu berubah acak-acakan, bahkan rambutnya yang mulai panjang itu Seungcheol yakini telah menjadi target guru konseling sekolahnya.
”Ya, Yoon Jeonghan.” Seungcheol menjawab dengan acuh, menimbulkan decakan sebal dari Jeonghan.
“Kenapa pulang nggak nungguin sih?”
Seungcheol menaikkan satu alisnya, menarik napas pendek dan duduk di atas motornya sendiri. “Kan kamu yang minta aku pulang duluan, ngambek katanya.”
“Cuma gara-gara itu kamu serius ninggalin aku?” Jeonghan melangkah mendekat ke arah Seungcheol. “Udah tahu ngambek harusnya tungguin.”
“Habisnya ditanya ngambek kenapa nggak dijawab. Ya mending aku pulang,”
“Tega banget, sumpah.”
“Oke, maaf ya. Jadi kamu ngambek kenapa? Terus tadi pulang sama siapa?”
“Aku lihat ya kamu ketawa-ketawa sama cewek pakai pukul-pukul lengan segala, samsak kamu?! Untung tadi ada Kyeomi, aku nebeng dia.”
Tawa Seungcheol hampir menyebur, “cemburu?”
Jeonghan meliriknya sinis, kini mereka sudah saling berhadapan. Seungcheol mengusap peluh yang sedikit muncul di dahi Jeonghan, pasti Dokyeom hanya mengantarnya sampai depan komplek—entah alasan apa—jadi sisanya Jeonghan harus jalan kaki. Jeonghan tidak menjawab tapi bibirnya maju lima senti.
“Makanya jadi pacarku biar kalau mau cemburu nggak perlu mikir,”
“Lho, emang belum?”
“Lho, emang udah?” balas Seungcheol.
“Malas ah, entar pacaran juga kalau ngambek ditinggal.”
“Kata siapa?”
“Emang nggak?”
“Makanya dicoba dulu, beda lho treatment-ku sebagai sahabat atau pacar.”
“Scam nggak nih.”
Tawa Seungcheol akhirnya menyebur, “Sayang banget aku sama kamu lho, Han.”
“Ya udah, kalau scam garansi balik ke default ya.”
“Iya, Sayang.”
“Seungcheol!” Jeonghan membulatkan matanya, pipinya terasa panas hingga ke ubun-ubun. Dia belum siap!
“Iya, Sayangku.”
Demi apapun! Seungcheol tertawa begitu puas melihat wajah Jeoghan yang memerah.
Fin.
xoxo,
ann.
