Actions

Work Header

Kebiasaan Jakey yang kebawa pas jadi Jaeyun

Summary:

Kebiasaan Jaeyun kalau udah bosen bahaya banget buat kewarasan Riki.

Notes:

hey maaf berantakan dan lama bgt upnya...

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Riki rasanya frustasi banget sejak tinggal bareng Jaeyun. Dia tau kalau Jaeyun memang hybrid anjing, tapi dia gak nyangka kalau perilaku hewan si Jaeyun bakal sebar-bar ini walaupun udah dalem wujud manusianya.

Kadang nih ya, secara sadar Jaeyun bukannya jalan pake dua kaki kayak manusia normal tapi malah merangkak!? Kalau dia mungil kecil imut kayak bayi sih Riki gak masalah, tapi ini kan wujud manusia dia bentuknya laki-laki dewasa umur 23 tahun!

Walaupun sebenernya tiap liat itu buat Riki ngerasa agak gimana gitu kalau boleh jujur. ‘What a view’ kalau kata dia mah, lumayan menikmati aslinya.

Soalnya seperti yang kita tau, paras Jaeyun cantiknya bukan main. Tubuhnya walaupun kelihatan datar tapi tetap aduhai di mata Riki. Jadi tiap liat Jaeyun merangkak rasanya dag dig dug ser, apalagi kalau merangkak ke arahnya. Langsung pikiran Riki mengarah ke hal yang tidak family friendly untuk dibahas.

Exhibit #1 crawling

Kayak hari-hari biasanya, Riki sekarang lagi duduk berleha-leha di sofa sambil nonton film di televisi. Sementara Jaeyun duduk di karpet fokus bermain dengan mainan puzzle yang Riki belikan beberapa hari lalu.

“Riki, puzzlenya udah jadi!” ucap Jaeyun dengan sumigrah. Dia sepertinya sangat senang setelah menyelesaikan mainan yang lumayan menguras otak kecilnya itu.

Namun balasan yang diterima dari Riki hanya berupa anggukan kepala dan acungan jempol saja. Bahkan tanpa lirikan sedetik pun. Si pureblood manusia sepertinya memang sedang benar-benar fokus sama tontonannya sehingga Jaeyun diabaikan.

Melihat itu tentunya dengan watak anjing golden retriever Jaeyun mulai bertindak. ‘Bisa-bisanya anjing seimut ini diabaikan’ pikirnya.

Jaeyun menghela napas dengan keras.

Sekali.

Dua kali.

Tiga kali.

Riki akhirnya menengok ke arah manusia jadi-jadian itu. Dia mengernyitkan alis, ‘Ini manusia-anjing kenapa dah? Kerjaannya cuma makan, tidur, main tapi berasa paling banting tulang’, tatapannya seolah-olah berkata seperti itu.

Jaeyun menghela napas lagi, kali ini sambil memutar bola matanya kesal.

Akhirnya Riki membuka suara, “Kenapa lo?”

Pertanyaan Riki dibalas dengan decakan dari Jaeyun.

“Ck, fokus banget kayaknya sama TV sampe aku gak diperhatiin gini,” sinis Jaeyun.

Riki meringis dalam hati, baru sekali ini dia mengabaikan Jaeyun tapi ternyata langsung sekesal ini.

Riki menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu, “Sorry, nontonnya keseruan. Kenapa emang tadi?”

Jaeyun menunjuk ke arah puzzle yang sudah jadi di atas karpet bulu halus tersebut tanpa berkata sedikit pun.

Riki yang untungnya peka langsung bertepuk tangan kecil dan memuji Jaeyun, “Wah, udah jadi! Pinter banget aduh Jaeyunku.”

Entah itu terdengar sarkas atau tidak tetapi Jaeyun cukup puas dengan pujian itu. Suasana hatinya kembali membaik dan tersenyum lagi.

“Udah jadi puzzlenya. Sekarang aku ngapain?” tanyanya ke Riki.

Kalau boleh jujur Riki sebenernya juga bingung mau suruh Jaeyun ngapain, tapi kalau dia jujur kayak gitu takutnya Jaeyun malah balik kesel lagi sama dia. “Gimana kalau sekarang lo nonton aja sama gue? Sini! Seru kok filmnya,” ajak Riki sambil menepuk-nepuk tempat disebelahnya.

Si manusia-anjing itu memiringkan kepalanya. Bingung mungkin. Meskipun begitu tetapi dia tetap mengiyakan ajakan Riki. Jaeyun mendekati Riki. Bukan dengan berdiri lalu duduk disebelahnya tetapi dia malah merangkak.

Jaeyun yang tadinya duduk bersila membawa kedua kakinya untuk merangkak ke arah Riki. Dia merangkak perlahan, karena sebenarnya sedikit aneh saat menggunakan lutut dan bukan kaki belakangnya saat merangkak.

Tanpa Jaeyun sadari hal yang sedang dia lakukan itu berefek sesuatu pada Riki. Melihat Jaeyun yang sedang menggunakan hoodie kebesaran miliknya merangkak, membuat dada mulus Jaeyun terlihat pada sela bagian depan hoodie.

Kali ini Riki yang menarik napas panjang, entah hari ini dia sedang beruntung atau sial karena merasa tergoda dengan pemandangan di depannya saat ini.

Tidak berhenti disitu, ternyata Jaeyun memang tidak berniat untuk duduk di sebelah Riki. Melainkan dia bergerak ke depan Riki dan duduk diantara kedua kaki jenjang tersebut.

Cobaan baru lagi untuk Riki.

Melihat kecantikan Jaeyun dari atas sini, kali ini beneran ‘what a view’. Entah karena apa tapi rasanya melihat Jaeyun dari sudut pandang ini, ketika dia membawa wajahnya ke atas untuk menatap Riki, dengan senyuman manis dan polos, benar-benar membuat Jaeyun seribu kali lebih menawan dari biasanya.

“Ini film tentang apa?” pertanyaan dari si manis membuyarkan lamunan Riki. Hampir saja dia berpikir yang tidak-tidak dengan posisi Jaeyun yang sedang berada dibawahnya.

_____________________________

Mulut anjing memang tidak bisa diam sepertinya. Bukan hanya dalam artian sering berisik menggongong, tetapi juga karena sering mengigit. Menggigit mainan? Oke lah, sudah biasa. Menggigit majikan alias pemiliknya? Itu juga sangat wajar saat seang bermain bersama. Tapi lagi-lagi, kebiasaan itu normal jika dilakukan dalam wujud anjing. Sedangkan Jaeyun, dia membawa kebiasaan kebiasaan itu juga dalam wujud manusiannya.

Exhibit #2 Biting

Prediksi cuaca yang agak melenceng menyebabkan batalnya rencana playdate siang ini. Riki kira ia akan bisa membawa Jakey jalan-jalan menyusuri taman setelah seminggu ini dia disibukkan dengan tugas kuliah yang tidak kelar-kelar. Namun, siapa sangka hujan deras sejak pagi tidak kunjung berhenti.

Akhirnya, mau tidak mau mereka hanya bisa beraktivitas di apartemen. Sebenarnya sempat terbesit ide untuk membawa Jakey pergi ke mall, tentunya dalam wujud manusia, alias Jaeyun. Tapi Riki takut akan berpapasan dengan temannya dan malah memperumit keadaan. Makanya sekarang mereka tetap terjebak di apartemen 90m persegi ini.

“Iki… aku bosen,” ujar Jaeyun dengan mata yang berkedip-kedip. Riki yang melihatnya tidak bisa menahan senyum, menurutnya Jaeyun terlihat sangat imut ketika sedang memelas seperti ini.

“Gue juga bosen. Tapi di luar ujan, kita gak bisa ke mana-mana,” balas Riki.

“Tapi aku bosen,” ujar Jaeyun lagi.

“Iya, tapi di luar lagi ujan,” Riki kembali membalas.

“Bosen.”

“Ujan.”

“Ih! Terus kita ngapain dong? Kamu dari kemaren sibuk mulu jadinya kita gak bisa jalan. Terus sekarang kita juga gak bisa ke mana-mana karena ujan!” Jaeyun sangat sebal sekarang, mukanya cemberut dan bibirnya sampai mengerucut.

“Gue juga gak tau mau ngapain,” ujar riki dengan santainya. Padahal si manis sudah sangat kesal karena sedari tadi cuma tidur-tiduran saja.

Kini kedua tangan Jaeyun menyilang di dadanya, mukanya semakin cemberut. ‘Iki Nyebelin banget!’ pikirnya.

Jaeyun menghampiri Riki yang sedang berbaring dan fokus memainkan handphone-nya di sofa. Tanpa aba-aba, dia naik ke atas pemiliknya itu. Duduk di perut Riki, mencoba untuk menarik perhatiannya.

Tangan di dada Riki, masih dengan ekspresi cemberut. Menuntut perhatian dan kesenangan dari pemiliknya. Riki bingung, belum sempat ia bereaksi, tangannya yang tadinya menggenggam handphone sudah diambil Jaeyun

Akh!

Digigit.

Riki digigit Jaeyun.

Riki tidak menarik tangannya, ia membiarkan tangan kekar itu digigit. Aneh rasanya, meskipun ini bukan pertama kalinya ia digigit. Apa mungkin karena kali ini ia digigit oleh Jaeyun versi manusia ya.

Rasanya tidak semenyebalkan itu. Tidak sesakit itu.

Hanya basah saja.

Oh, God. Pikiran Riki mulai ke mana-mana. Tangan yang masih ada di mulut Jaeyun itu dia tarik kembali. Ia bawa ibu jarinya untuk mengusap liur yang berada di bibir si manis.

“Berantakan,” ujanya.

Gigitan tajam itu kembali menyapa Riki. Ya, Jaeyun menggigit jarinya.

Kalau boleh jujur, kali ini gigitanya terasa lebih sakit. Mungkin Jaeyun benar-benar melampiaskan kekesalannya lewat yang ini. Tapi, lagi-lagi Riki tidak menarik diri. Malahan, ia mendorong ibu jarinya lebih dalam ke mulut Jaeyun.

Jaeyun mendapat perlakuan seperti itu memelotokan matanya. Ah, pemandangan seperti ini benar-benar indah untuk Riki. Jaeyun terlihat sangat manis dan… seksi?

Rasanya Riki akan rela jika setiap hari diigigiti oleh Jaeyun.

Notes:

i could continue the story and turn it into nsfw fic... should i???

Series this work belongs to: