Actions

Work Header

Under The Mistletoe

Summary:

Di bawah daun kapasilan khas natal ini mereka duduk berdua saling berbagi kehangatan bersama.

Notes:

Cerita pendek ini bagian ketiga dari Michasam (Micha-Sammy) Universe, bagian 1&2 (chat au) bisa dilihat di twitterku ya > @edseaan

Martin as Micha
Seonghyeon as Sammy

Work Text:

Siang sekitar pukul dua lebih sepuluh sebuah Audi hitam sudah terparkir di depan halaman salah satu rumah di komplek yang jalannya masih basah karena diguyur hujan cukup deras. Dengan membunyikan klakson sebanyak dua kali, lalu sang pemilik keluar dari mobil sambil membawa payung menuju pintu padahal yang akan dijemput tak kunjung membalas pesannya dari tadi.

Saat ia akan membunyikan bel rumah, yang punya sudah lebih dulu membuka pintu lebar bersamaan senyum yang tak pudar.

"Micha!"

"Hai!"

Si pemilik mobil disapa penuh semangat oleh pemilik rumah yang sedang membawa dua tas kertas di tangan kanan.

"You seems happy today, Sammy. What's going on your mid day?"

Sammy, pemilik rumah itu menggeleng namun masih dengan gigi rapih berderet muncul sapa Micha di depan.

Tanggal dua dua ini mereka memang berjanji untuk menghabiskan malam bersama, tepatnya Sammy menginap di rumah Micha sebagai perayaan natal lebih awal.

Hujan yang mengguyur dari pagi tak surutkan niat mereka untuk melakukan apa yang sudah mereka bersama janjikan, tak hilang kabar atau batal tiba-tiba perjanjian mungkin ini adalah salah satu mereka lama dalam berhubungan.

Keduanya langsung masuk ke dalam mobil Micha setelah berpamitan pada Mama Sammy yang sedari tadi memperhatikan.

"Micha, guess aku buat apa?"

Yang ditanya tak alihkan pandangan pada Sammy yang duduk di kursi penumpang sebelahnya.

"Apa?" Selembut mungkin Micha menjawab namun tak sedikit pun hilangkan rasa penasaran.

Kedua matanya berbinar, Sammy yang melihat ke arah Micha dan tas kertasnya bergantian lalu Micha yang sedari tadi mengitari penampilan dan wajah Sammy yang penuh menarik hari ini.

"I crochet shawl for your mom! ..."

"Wow, cool! keren banget kamu bub!"

"... Micha, incase you see dark circle on my eyes please do not feeling ill ... " 

"I see no dark circle around your eyes, ey.. they look pretty as always."

"... i did this while doing my homework and whatever those school things lately its kill me sometimes, but I wanna give a warmest ever shawl for your mom biar nanti beliau pulang lagi ke Kanada bisa bawa syalnya jadi gak kedinginan ..."

"Emang homework ngeselin but kamu mindful banget bub aku jadi terharuuuu .."

"Micha dengerin aku dulu ..."

"O-okay .."

"... But i still wanna look cool MICHA!!! cause it's my first time i meet your mom, kinda nervous but okay aku bangun pagi dan sarapan enak hari ini mama buatkan krim sup aku gak tau kenapa tiba-tiba banget apa karna hujan jadi mamaku buat krim sup? And it came super delicious, nanti aku bikin buat kamu juga, AHH Micha apa aku udah keliatan keren with my mom's shawl orㅡMicha, u hear me, right?"

Sammy merasa terinterupsi oleh tatapan Micha yang menghangat dengan senyuman tak lekas beranjak dari wajah, tangan Micha terangkat mengusap puncak kepala Sammy pelan salurkan rasa yang membuat si empu punya kepala itu hilang gugup dan meresa lebih nyaman.

"I'm all ears, Sammy. Kamu gak usah gugup, okay? Mama pasti suka banget sama syal rajut buatan kamu. And yes, aku mau nyobain krim sup buatan kamu nanti! Sammy, you look cool today! Always whatever you wear."

Sammy suddenly burst out laughing. But still, eyes don't lie.

Matanya tatap balik mata Micha tenang, pipi bersemu merah dipadu dengan senyum yang indah ini akan selalu menjadi favorit bagi Micha.

Lelaki Pisces ini selalu tahu apa saja yang bisa membuat pacarnya tersenyum.

Ini adalah kali kedua Sammy menginap di rumah Micha, yang pertama saat menonton final olahraga kesukaan mereka di awal bulan desember. Saat itu Sammy beri 'hadiah' lego dari Micha karena driver kesukaannya memenangkan kejuaraan dunia.

Kali ini ia diajak Micha untuk bermalam lagi karena kebetulan Mama Micha pulang dari Kanada dan menginap adalah permintaan langsung dari beliau.

Dua puluh menit lamanya mereka habiskan waktu di perjalanan dengan memutar lagu penuh bertema natal.

Ini adalah natal pertama Sammy bertemu dengan Mama Micha setelah mereka berpacaran hampir dua tahun lamanya, beberapa kali memainkan ujung baju yang dikenakan salurkan rasa gugup buat Micha menyadari hal itu.

"Hey? Kamu gugup, ya, Sam?"

Sammy melirik ke arah Micha sambil menggeleng sedikit panik karena ketahuan. 

"Ngga! Aku gak gugup!"

Mendengar jawaban terbata-bata dari Sammy justru buat Micha tersenyum. Sudah kenal bahkan berpacaran dua tahun ini, mana mungkin ia tak mengenal Sammy?

Dari gerak-geriknya, dari Sammy menjawab pertanyaan Micha itu sudah ketahuan. Apalagi Sammy tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajah, jika mengelak kalau dia gugup itu adalah hal yang paling lucu bagi Micha.

Akhirnya mobil Micha sampai di satu rumah besar di kawasan elite, matikan mesin dan tatap seseorang di sebelah yang sedang merapikan rambut tak berantakan, matanya berbinar kala melihat Mama Micha yang sudah siap menyambut mereka dari ujung pintu.

Mulutnya tak bisa berhenti mengembang dan semakin lebar saat Mama Micha memeluk pertama Sammy dibanding Micha anaknya sendiri.

"Pasti Sammy, ya? I knew you since I moved to Canada. Micha told me that you yang nemenin Micha setiap harinya. You look so cute, Sammy." 

Sambil pipinya dielus oleh tangan Mama Micha, Sammy penuh senyum. Wajahnya total merah memanas, ternyata Micha sering bercerita tentang dirinya pada Mamanya.

"Iya, tante, aku Sammy..." Bibirnya bergetar agak kelu kepalang malu, kalimat keduanya ia pakai untuk berterima kasih dan memuji Mama Micha balik.

Tak lupa syal yang dibuat oleh Sammy diberikan pada Mama Micha dan membuat beliau terkagum sampai memuji tak ada ujungnya.

Memasuki rumah besar Micha ini cukup menyenangkan, hal pertama yang dilihat adalah pohon natal yang dihias sedemikian cantik rupanya.

Habiskan waktu dari jam tiga sampai enam sore di ruang utama bersama, dari menonton film, bermain vidio gim, kadang ditemani Mama Micha, memakan biskuit coklat, susu panas, dan memaakai baju lumayan tebal karena cuaca semakin dingin.

Duduk saling sebelahan namun masih ada jarak di antara keduanya, ujung kaki dan lutut sering kali bersentuhan terkadang kepala yang mereka sandarkan pada pundak satu sama lain, kebanyakan Micha yang bersandar pada Sammy.

"Bosen gak?"

Sammy bergumam, "nggak.."

Satu telapak tangan Micha memegang telapak tangan Sammy dan menautkan jarinya, mengusap punggung tangan dengan ibu jari dan satu tangan lagi ia gunakan untuk bermain ponsel mencari makanan apa saja yang akan ia makan dengan Sammy nanti.

"Mama kamㅡ"

"She will not mad at us." Micha buru-buru eratkan pegangan tangannya.

"Ey.. aku gak akan bilang itu ..."

"Mm .. apa dong?"

"No, nevermind."

"Apasih bubbb? Mau tanya apa? Mami lebih sering di kamar sama ruang kerjanya seharㅡ"

"Kata siapa?"

Pertanyaan yang berasal dari belakang mereka sontak membuat keduanya terkaget sampai berdiri membalik.

Mama Micha tiba-tiba berdiri di sana sambil menenteng tas belanjaan banyak.

"Mami abis beli beberapa jaket buat nanti balik ke Kanada .." Ucap beliau antusias sambil menunjukan beberapa tas besar. ".. oh iya, Mami juga beli baju tidur buat kalian berdua tadi lihat lucu sekali Mami suka, so i bought these, nih kalian coba pakai .."

Their jaw dropped aftar saw two set Polo Ralph Lauren Long Sleeve Pajamas motifnya persis sama tidak ada pembeda.

Couple or matching outfit isn't not their thing.

Tapi siapa yang bisa membantah Mama Micha? Sammy dan Micha patuh memakainya.

"Bubbb ..."

Keduanya terbahak melihat penampilan masing-masing, ini adalah pertama kalinya sejak mereka berpacaran dua tahun lalu, tak buruk juga, malah gemas dan mereka mengambil potret bersama.

Putuskan keluar berdua mencari makanan ringan hanya memakai jaket kebesaran dan biarkan orang-orang melihat piyama sama yang mereka kenakan.

Dipanggil sebagai anak kembar adalah hal pertama bagi mereka, keduanya membiarkan, toh tak semua orang harus tahu mereka sesungguhnya berpacaran. 

Dan waktu sudah menunjukkan bahwa mereka diharuskan pulang, dari tempat mereka membeli makan ke rumah Micha tak jauh jaraknya, hanya berjalan sekitar enam ratus meteran. Bagi keduanya itu tak masalah jika dilakukan bersama, tak berasa lelahnya.

Satu selimut mereka gunakan berdua, mata fokus melihat layar depan tayangkan film yang belum sempat mereka tonton bersama.

"Bayangin Papi kamu sukanya sama Kimi Raikkonen atau Ayrton Senna, bub ... mungkin sekarang nama kamu Jos Verstappen."

"Ngaco banget GILA!"

Sammy tertawa terbahak dengar jawaban Micha, dia baru tahu kalau nama asli Micha itu diambil dari driver favorit Papi nya dulu, yaitu Michael Schumacher.

Makanya nama anaknya, Michael.

Di sela mereka bercanda, tiba-tiba kembang api dari luar bermunculan entah kenapa padahal masih ada tiga hari lagi menuju natal.

Mereka langsung melempar selimut dan berlari ke balkon kamar Micha, bertumpu pada besi setinggi pundak remaja dan melihat betapa indahnya tarian kembang api di luaran sana.

"Wah kenapa udah ada kembang api, ya?"

"Maybe ada yang lamarannya diterima."

"Lamaran kerja ..?" 

"MIKIR BUB? Masa lamaran kerja doang pake kembang api segala? Lamaran nikah lah."

"Hoo ... gitu ya kalo lamaran harus ada kembang api."

"Gak juga, bub .. gak semua harus dirayain semewah ini. Sekecil apapun perayaannya bakal berarti kok kalo dua-duanya bahagia."

Meskipun obrolan yang awalnya hanya bercanda kini mengalir pada hal-hal serius yang belum pernah mereka bicarakan sebelumnya.

Cuaca yang semakin dingin biarkan mereka berlama di luar menikmati dari atas indahnya cahaya dari setiap lampu kota, membawa sofa kecil keluar duduk di sana sambil badan keduanya tenggelam pada selimut tebal menyisakan kepalanya saja.

Keduanya saling menatap hal yang menurut mereka indah untuk dipandang, Sammy yang menatap lurus pada langit tunjukkan cantiknya hitam dihiasi bintang sementara Micha menatap ke samping tepatnya pada Sammy yang tak berhenti tersenyum mengembang.

Sampai akhirnya Sammy menyadari bahwa Micha hanya melihat dirinya dan akan selalu pada dirinya.

"Micha? What's wrong with my face?"

"Pretty. Too much pretty."

"Ew.. cringe Micha.. stop calling me that! I'm cool!"

Micha malah makin tersenyum.

Di bawah daun kapasilan khas natal ini mereka duduk bersama, bahkan jaraknya hanya sekitar kepalan tangan saja. Bisa rasakan hembusan nafas masing-masing saling bersahutan menerpa muka, Micha melihat kedua mata Sammy nampak cantik tengah balik memandanginya, beralih pada permukaan merah muda di atas dagu lalu melihat matanya lagi bergantian, begitu seterusnya sampai pipi Sammy bersemu kemerahan.

Tatapan keduanya melembut satu sama lain, tak ada yang berbicara hanya mata saja yang bekerja, jantung yang berdegup kencang dan isi kepala melayang sangat dirasakan mengingat jarak di antara kedua hidungnya kini hanya sebatas sentuhan kulit saja. 

Di bawah daun kapasilan khas natal ini mereka duduk bersama, mata saling menutup rasakan denyutan benda lembut lain yang tak terduga, tak ada lagi jarak di antara keduanya, yang ada nafas lembut dari mereka menerpa masing-masing muka, tenang, lembut dan memabukkan buat mereka tak berdaya sepenuhnya.

Yang pertama bagi mereka dan semoga tak akan menemukan ujungnya karena mereka ingin seperti ini selamanya.