Actions

Work Header

last tears to shed

Summary:

Untuk seseorang yang berusaha menghindari kematian selama hampir 500 tahun, Kokushibou sebenarnya enggan untuk meyakini keberadaan surga dan neraka itu sendiri. Secara kepercayaan, memang ada anggapan bahwa orang baik akan masuk surga dan sebaliknya, orang jahat akan masuk neraka. Jikalau masuk surga, orang tersebut akan bisa melanjutkan siklus reinkarnasi kemudian terlahir kembali sesuai amalan yang diperbuatnya. Di sisi lain, orang yang masuk neraka hanya akan mengalami penderitaan berkepanjangan dan siksaan yang tiada habisnya sebagai bayaran dari perbuatan mereka selama hidup.

Kokushibou sendiri, tentu saja tanpa keraguan, masuk ke dalam golongan kedua.

Work Text:

"Mengapa aku harus terlahir? Katakan padaku...Yoriichi."

Lalu semuanya lenyap. Menghilang begitu saja. Kegelapan menelannya.

***

Untuk seseorang yang berusaha menghindari kematian selama hampir 500 tahun, Kokushibou sebenarnya enggan untuk meyakini keberadaan surga dan neraka itu sendiri. Secara kepercayaan, memang ada anggapan bahwa orang baik akan masuk surga dan sebaliknya, orang jahat akan masuk neraka. Jikalau masuk surga, orang tersebut akan bisa melanjutkan siklus reinkarnasi kemudian terlahir kembali sesuai amalan yang diperbuatnya. Di sisi lain, orang yang masuk neraka hanya akan mengalami penderitaan berkepanjangan dan siksaan yang tiada habisnya sebagai bayaran dari perbuatan mereka selama hidup.

Kokushibou sendiri, tentu saja tanpa keraguan, masuk ke dalam golongan kedua. Tidak perlu menyebutkan berbagai jenis kejahatan yang pernah dilakukannya. Fakta bahwa dia, dengan kesadaran penuh, memilih menjadi iblis adalah kunci utama mengapa ia termasuk ke dalam calon penghuni neraka.

Semua orang yang memiliki tanda pemburu iblis akan mati ketika mencapai usia 25 tahun. Itu pasti dan tidak bisa dihindari. Kokushibou sudah melihat dengan mata kepala sendiri mantan rekannya satu demi satu mencapai batasan umur mereka, mati sebelum mencapai kejayaan. Mati sia-sia di usia yang begitu muda. Sebenarnya tidak mati sia-sia, tujuan hidup mereka adalah membasmi iblis dan menyelamatkan umat manusia. Meski begitu, di mata Kokushibou, mereka hanyalah orang-orang bodoh dengan pikiran naif. Manusia dan iblis diciptakan untuk saling memangsa satu sama lain. Itu mutlak.

Lalu, kembali lagi, kenapa dia menjadi iblis? 25 tahun terlalu singkat untuk melangkah lebih jauh, menjadi yang terkuat diantara yang terkuat. Tidak, dia bahkan tidak memiliki pilihan itu di tempat pertama. Kokushibou berada dalam bayang-bayang kematian. Sekuat apapun ia mencoba, hal itu pasti akan menghampirinya cepat atau lambat. Dan jika itu terjadi, dia tidak akan pernah mencapai tujuan hidupnya, mengalahkan Yoriichi. Jadi ketika Muzan menawarkan keabadian padanya, Kokushibou tanpa banyak pikir menerimanya. Kesempatan tidak datang dua kali. Dia sudah meninggalkan keluarganya,  membuang sisa umurnya demi kekuatan, apa lagi yang bisa dilakukannya?

Tahun berlalu begitu cepat. Dalam sekejab mata, Kokushibou menemukan dirinya bertemu kembali dengan adiknya. Yoriichi, kini sudah buta sepenuhnya dan warna rambutnya memudar, berdiri di depannya. Sulit dipercaya orang tua itu adalah adiknya, adik yang dibencinya sedari dulu. Yoriichi maju, Kokushibou bahkan tidak berkedip tetapi gerakannya sama sekali tak terlihat. Dia mendapati tubuhnya mematung, kaku tak dapat digerakkan. Yoriichi tidak melanjutkan serangannya, napasnya terputus. Kesayangan langit telah berpulang.

Ia masih bisa mengingat rasa kesal, marah, dan kecemburuan menyeruak memenuhi dadanya. Membuatnya begitu jijik. Dalam satu tebasan, tubuh Yoriichi terpotong, terlempar begitu saja. Bahkan setelah puluhan tahun lamanya, manusia itu masih tidak kehilangan kekuatannya. Kokushibou ingin marah kepada langit, rasa cinta mereka terlalu besar untuk seseorang seperti adiknya. Kokushibou menghampiri potongan mayat itu, berniat untuk memakannya ketika matanya menangkap siluet samar dari baju berdarah Yoriichi. Sebuah seruling kayu, terpotong menjadi dua.

Air matanya menetes begitu saja. Hilang niatnya untuk memakan orang yang paling dibencinya itu. Sebaliknya, Kokushibou membuat sebuah kuburan di tengah hutan, jauh dari desa manapun, dan mengubur sisa-sisa adiknya di situ.

Tahun-tahun berikutnya menjadi samar di ingatannya. Entah karena mereka memang tidak penting atau karena ia berusaha melupakannya, Kokushibou menjalani kehidupannya dan berlatih. Berlatih menjadi lebih kuat. Membunuh banyak orang dan pemburu iblis. Namun sejauh ini pula tidak ada yang lebih kuat dari Yoriichi. 

Apa gunanya hidup jika orang yang ingin kukalahkan sudah mati? Pertanyaan itu seringkali terlintas dikepalanya. Terkadang, Kokushibou ingin berjalan ke bawah matahari dan mengakhiri segalanya. Namun untuk apa? Dia sudah mengorbankan segalanya demi menjadi iblis. Mati tidak akan membawa keuntungan apapun.

Singkat cerita, suatu hari, Kokushibou berdiri berhadapan dengan keturunannya sendiri. Anak itu masih muda, umurnya baru 14 tahun, dan amat berbakat. Meski bukan jenius seperti adiknya, Kokushibou yakin dengan latihan yang tepat, keturunannya itu tanpa keraguan akan menjadi samurai terkuat di Jepang. Ia menawarinya menjadi iblis, namun pemuda itu menolaknya. Kokushibou terpaksa membunuhnya dengan berat hati.

Kematiannya membawa Kokushibou bertemu dengan rekan-rekannya yang lain. Pertarungan yang selama ini dinanti-nantikannya terjadi. Kokushibou tidak menyangka bahwa dia akan menemukan lawan, yang meskipun tidak sepadan, namun cukup membuatnya sibuk. Siapa sangka pemburu iblis telah maju sedemikian pesat sejak kepergiannya?

Pertarungan itu sayangnya tidak berakhir mulus. Kokushibou siap untuk membunuh pria berambut putih, namun bayangan di pedangnya mengalihkan konsentrasinya. Siapa makhluk buruk rupa itu? Begitu mengerikan. Kokushibou tersadar sepersekian detik kemudian. Itulah dirinya. Itulah wujudnya.

Kenyataan menamparnya dengan keras. Demi menjadi yang terkuat, ia telah membuat dirinya menjadi monster.

Untuk apa hidup, mengetahui dirimu bukan lagi dirimu? Untuk apa dia dilahirkan? Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya. Tanpa disadari, lehernya terputus, dan Kokushibou memutuskan untuk menyerah.

Biarlah ia masuk ke dalam neraka yang penuh siksaan. Hidup ini, telah menjadi sia-sia berikut dengan pilihan yang telah dibuatnya.