Work Text:
teruntuk bungsuku, ilya..
suara tangismu untuk pertama kali adalah kelegaan yang membuat mama lupa betapa menyakitkannya hidup yang mama jalani. hadirmu buat dunia yang mama tinggali terasa lebih lunak dan lembut. dunia dengan isinya yang begitu keji seakan hanyut saat tahu bahwa kamu hidup di dalamnya. mama tahu, nestapa tidak akan meninggalkan kehidupan keluarga kita setelah ini, namun genggaman jari jemari kecil yang menyelimuti tangan mama membuat ketakutan itu gugur.
bungsuku, ilya..
hidup mama tidak pernah mudah. cita-cita sederhana yang mama rajut tidak pernah selesai sebab ada begitu banyak sekat yang menjadi penghalang. tapi dari semua sekat itu, kamu bukan salah satunya. kamu tidak pernah menjadi salah satu sekat itu. kamu adalah salah satu alasan mama masih mau untuk bangun di pagi hari dan menceritakanmu tentang kehidupan yang harus kamu jalani di sisi dunia yang lebih baik, yang lebih ramah.. yang lebih lunak.
bungsuku, ilya..
mama minta maaf tidak bisa menemani kamu untuk waktu yang lama. mama tahu, akan ada waktu dimana semua hal terasa sangat berat untuk kamu emban. kamu masih begitu kecil, kamu adalah buah hati mama yang tidak akan pernah mama tukar dengan apapun yang semesta tawarkan. tapi, mama yakin, kamu adalah manifestasi rasa syukur yang mampu hadapi semua keji di dunia. oleh sebab itu, mama tahu, kamu pasti akan bertahan dan terus berusaha untuk mencari akhir bahagia yang pantas kamu dapatkan. maka dari itu hiduplah, hiduplah, hiduplah satu hari lebih lama.
bungsuku, ilya..
tumbuhlah setiap hari, carilah alasan-alasan untukmu tetap hidup, meskipun di bawah batu sekalipun. mama sudah berbicara kepada tuhan untuk selalu menjagamu setiap detik agar kamu tahu bahwa mama tidak pernah meninggalkanmu sendirian dalam menghadapi masalah apapun. mama akan selalu, selalu di belakangmu.
bungsuku, ilya..
mama melihat ketakutanmu saat bahagia itu datang mengetuk pintu rumah. mama tahu, keraguanmu untuk berbagi kesedihan tidak sempat mama ajarkan. namun, kamu perlu tahu, bahwa meminta pertolongan dan diberikan kasih sayang dengan benar oleh orang lain bukanlah sebuah kelemahan. meminta pertolongan adalah bentuk dari penolakan untuk menyerah. jadi, raihlah tangan yang ingin membantumu. genggam erat tangannya, peluk raganya, terima kasih sayangnya. kamu berhak untuk hidup di rumah yang berisikan tawa dan keramahan. biarkan mereka memanggilmu sebagai anak yang mereka cintai. biarkan laki-laki itu mengetuk hatimu dan menjadi penghuni di dalamnya. biarkan mereka hidup denganmu.. biarkan mereka mencintaimu.
mama mengerti, ketakutan itu nyata. ketakutan itu ada. ketakutan itu datang menghantui. tapi mama sudah melihat laki-laki itu. dia memberikanmu kasih sayang dengan benar. namanya terdengar selembut kapas, pun caranya melihatmu. bagi mama, kehangatan pada netranya saat melihatmu sudah cukup untuk meyakinkan mama bahwa kamu telah hidup di sisi dunia yang lebih ramah.
bungsuku, ilya..
berbagilah dan berbahagialah.. dari semua manusia di dunia, mama tahu kamu yang paling berhak untuk merasakan bagaimana rasanya dicintai dengan benar, dengan tulus, dengan sabar, dengan apa adanya.
